The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 14



"Lama tidak jumpa. Apakah selama ini kamu merindukan ku kakak ku tersayang?", kata William sambil menyenggol-nyenggolkan badannya ke arah Carlos


"Tidak sama sekali", ucap Carlos dengan ketus


Carlos kemudian berjalan mendekati Angela yang sedang berbaring di atas ranjang pasien dan bertanya "Apakah kamu terluka? Bagaimana bisa kamu mengalami kecelakaan seperti ini? Tidak bisakah kamu hati-hati sedikit saat berjalan? Jangan membuat orang lain khawatir.", Carlos berbicara tanpa jeda


"Aduh, bisakah kamu lembut sedikit. Aku sedang sakit saja kamu masih berlaku kasar seperti ini. Dasar pria tidak ber prikemanusiaan", ujar Angela kemudian membalikan badannya membelakangi Carlos yang terlihat sedang marah,


"Em, baiklah baiklah. Tapi kamu tidak apa-apa kan?", Carlos berusaha melembutkan dan merendahkan suaranya lalu mendekati Angela perlahan


Carlos menyentuh bahu Angela dan membalikkan badan Angela yang tadinya membelakanginya, kelembutan tangan Carlos membuat jantung Angela memacu dengan cepat, darah Angela terasa mengalir entah kemana desirannya terdengar jelas, begitu jelas mungkin saja Carlos juga dapat merasakannya sekarang.


Carlos lantas merasa ada yang aneh sikapnya bisa begitu lembut terhadap wanita jelas bukan tipe dirinya karena semua karyawan tau bagaimana sikapnya terhadap orang lain meski pun itu adalah wanita.


William hanya tertegun diam melihat sikap kakaknya yang terkenal begitu dingin terhadap orang lain tapi sekarang malah bersikap hangat ini jelas bukan kakaknya yang dia kenal.


"Angela! ", panggilnya dengan suara lembut yang tak pernah terdengar di telinga semua orang bahkan dirinya sendiri,


"Ya? ", Angela berbalik menghadap Carlos setelah mendengar suara lembut itu terucap dari bibir Carlos tentu saja itu membuat jantung Angela kian mempercepat detakannya.


"Hah? Ah sudah lah aku tidak apa-apa hanya shok saja lagian ini bukan salahmu kok. Aku sendiri yanh lalai dan untung saja ada adikmu jika tidak mungkin aku akan bernasib lebih buruk dari sekedar shok", tampak kasihan melibat wajah Carlos yang sepertinya merasa sangat bersalah padanya.


"Ehm! Ya untung saja ada aku akhirnya Angela bisa selamat. Dan apa hubungan kalian berdua? Kenapa terlihat begitu akrab sekali, bukankah Angela sekertaris pribadimu bukan pacar kan? ", William mencoba mencari kebenaran


Angela dan Carlos diam sejenak mencoba mencari jawaban yang tepat agar tidak salah bicara di depan William. Bisa jadi William ke sini karena sang Ayah lagi yang bersikeras untuk menyuruh Carlos menjadi pewaris dan menikab dengan putri sahabatnya sekaligus putri pewaris perusahaan Sepatu di Kanada.


Bisa di bilang itu merupakan perjodohan demi bisnis dan itu artinya Carlos di jual kepada temannya hanya demi kelancaran bisnis yang tidak pernah diinginkannya. Meskipun Carlos hidup dengan orang tuanya yang selalu berkecukupan namun itu tidak membuatnya bahagia hanya merasa menjadi alat untuk terus mempertahankan bisnis keluarga.


Dan itu tidak adil bagi Carlos itulah sebab kenapa Carlos nekat untuk pergi dan membangun bisnis nya sendiri hingga sampai sekarang.


"William, bukankah kita lama tidak jumpa? Bagaimana jika kita nongkrong di cafe dekat sini mungkin itu akan menjadi pertemuan yang hangat dan lebih baik", ajak Carlos berusaha mengalihkan pembicaraan dari topik sebelumnya.


"Boleh juga. Tapi bagaimana dengan Angela? ", tanya nya sambil memandang ke arah Angela, "Aku tidak apa-apa kalian berdua pergilah nikmati waktu kalian bersama. Aku bisa jaga diri sendiri", jelas Angela menenangkan pikiran William


"Baiklan kalau begitu. Kami pergi dulu, jika kamu perlu sesuatu panggil saja suster atau perawat rumah sakit ini", ucap Carlos sebelum pergi meninggalkan Angela sendiri