The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 29



Angela beranjak dari duduknya berjalan oleng mengambil handuk dan melesat menuju kamar mandinya. Carlos hanya melihat punggung Angela menghilang dari balik pintu kamar mandi.


"Angela! Aku ingin terus bersamamu seperti ini", gumam Carlos dalam hatinya.


Suara pintu di ketuk dari luar. Tok tok tok. Carlos tersentak mendengat pintu kamar Angela di ketuk oleh seseorang. Siapa? Mau apa? Tampaknya Carlos sedikit gugup, jangan sampai ada yang melihat dirinya sedang berada di dalam kamar Angela.


"Non? Bersiap lah untuk sarapan pagi, bangunkan Tuan Carlos juga, saya tidak bisa membangunkannya tidak ada jawaban dari sana", ucap suara dari luar itu.


"Ah baik lah, saya sedang mandi nanti akan saya bangunkan dia", teriak Angela dari dalam kamar mandinya.


"Terima kasih nona", pelayan kemudian beranjak pergi dari depan kamar Angela.


"Ah ternyata seorang pelayan", Carlos menghela nafas lega mendengarnya.


"Angela?", panggil Carlos.


"Ya?", jawabnya singkat.


"Apakah kamu masih lama?"


"Sepertinya. Ada apa?"


"Ah tidak apa-apa hanya bertanya saja", Carlos kembali duduk di ujung ranjang milik Angela.


"Lebih baik kamh kembali ke kamarmu, sebelum ada yang melihatmu berada di kamarku sekarang", ujar Angela


"Benarkah? Bukannya akan bagus jika semua orang tau apa yang sedang kita lakukan sekarang", Carlos tersenyum nakal tapi mungkin tak dapat di lihat oleh Angela.


Angela mendengus kesal mendengar perkataan Carlos, "Kamu... Ah sudah lah terserah kamu saja", kata Angela mulai pasrah.


Tak lama Angela keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi dan sudah siap dengan pakaian ala-ala kerja kantornya. Menggunakan rok span hitam selutut dengan baju kemeja putih polos, sangat pas di tubuh Angela yang mungil itu.


"Lama sekali", lirik Carlos setelah Angela keluar dari kamar mandi.


"Benarkah? Rasanya baru 5 menit aku berada di dalam", ujarnya membela diri


"Huh", Carlos mengerutkan dahinya alisnya hampir saja saling menyentuh.


Angela hanya menanggapinya dengan tersenyum kecil atas jawaban ucapan Carlos.


"Kamu tidak siap-siap", ucap Angela memperhatikan Carlos dari ujung rambut hingga kakinya.


"Ah baiklah, aku duluan", ujar Angela kemudian melangkah keluar dari kamarnya meninggalkan Carlos yang masih duduk di ujung ranjang kotak miliknya.


Carlos mengangguk pelan sebagaj jawabannya.


Ketika Angela keluar Carlos kembali diam di tempatnya duduk, belum beranjak untuk bersiap-siap.


Pukul 7.45,


Carlos sudah siap dengan pakaian seragam kerjanya, celana hitam senata kaki, sepatu pantopel hitam mengkilat menutupi kaki putihnya, jas hitam dengan dalaman kemeja putih, dasi loren putih biru, seperti biasanya pakaian yang nyaman untuk di pakainya.


Menuruni anak tangg dengan pelan, di lihatnya Angela tengah duduk di tempat biasa sedang memainkan ponsel miliknya.


"Pagi tuan", sapa pelayan.


"Pagi", balasnya singkat.


Pelayan mempersilahkan Carlos untuk duduk sambil mengulurkam tangan sebagai tanda mempersilahkan.


"Oh ya, apakah William pulang?", tanyanya pada pelayan setelah menduduki kusi miliknya.


"Iya tuan", jawab seorang pelayan.


"Oh", menganggukan kepala pelan.


"Silah kan nikmati sarapannya Nona Angela dan Tuan Carlos", dua orang pelayan datang memberikan sepiring sarapan di depan Angela dan Carlos.


"Thank you", ucap Angela ramah dengan senyum simpulnya.


Pelayan hanya membalas dengan seulas senyuman ramah, menundukan kepala kemudian melangkah mengundurkan diri setelah mengantar makanan di meja makan.


"Angela?", panggil Carlos pelan.


"Huh!", Angela mendongakkan kepalanya melihat ke arah Carlos.


"Em tidak apa-apa aku hanya memanggil saja", jawab Carlos kemudian melanjutkan makan.


Angela hanya mengerutkan kening sebagai jawaban atas kalimat Carlos yang menurutnya terasa aneh kali ini.


"Ada apa dengan pria ini, terasa begiru aneh", gumamnya dalam hati.