The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 27



"Carlos, apakah kamu baik-baik saja?", kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.


"Hah? Ya", jawabnya singkat


Keadaan kembali hening tak ada suara terucap lagi, hanya bising dari luar yang terdengar. Debaran jantung Angela sepertinya terdengar jelas oleh Carlos, karena jarak mereka kurang dari 5 cm, jarak yang begitu dekat untuk mendengar suara sekeras itu.


Rasanya Angela sedikit malu, wajahnya memanas, tubuhngya seperti bergetar entah mungkin karena gugup berada di dekat Carlos.


"Angela, tubuhmu terasa hangat. Sangat nyaman", Carlos membenamkan kepalanya di pangkuan Angela.


"Eh", Angela merasa kini darahnya mengalir deras, denyut nadinya tak beraturan, Angela ingin menolak tapi tubuhnya bertolak belakang, dia merasa nyaman dengan kelembutan Carlos kali ini.


"Carlos? Yang kamu ucapkan tadi...", Angela sengaja menjeda ucapannya, "Apakah hanya untuk membuat Grace cemburu?", ahhhh Angela ingin berteriak sekarang, kenapa dja menanyakan itu pada Carlos.


"Ah maaf jika kamu merasa ucapanku tadi menyinggung perasaanmu", Carlos menghela nafas tangannya bergerak mencari tangan Angela kemudian menggenggamnya setelah mendapatkannnya.


"Bu..bukan bukan seperti itu, aku tidak merasa tersinggung, hanya saja ucapanmu pasti sudah melukai perasaan Grace", bodoh kamu Angela, ucap benaknya memaki dirinya sendiri.


"Angela jangan bahas masalah itu lagi", ucap Carlos sinis lalu memejamkan matanya.


Angela hanya terdiam mendengar jawaban Carlos, mungkin dia memang tidak ingin membahasnya lagi. Sudah lah jangan memancing emosinya, jangan membangunkan singa yang tengah tidur. Angela berargumen dalam hatinya, sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin Angela tanyakan pada Carlos tapi sudah lah lupakan itu untuk sekarang.


Carlos sepertinya tertidur di pangkuan Angela, Angela berusaha untuk tidak bergerak membuat Carlos senyaman mungkin berada di pangkuannya.


Rasa kantuk mulai menyelimuti Angela, rasanya hanya tersisa 5 watt saja. Tapi Jika dia tertidur maka akan membangunkan Carlos, tidak tega rasanya. Berusaha mencari kesibukan untuk menahan kantuknya.


Tangan Angela mulai mengusap lembut rambut Carlos, membelainya dengan penuh perhatian. Perlahan mulai mengelus pipi Carlos mulai turun ke bibirnya.


"Mungkin Carlos selalu merawat kulitnya, jangan kan untuk merawat kulit wajah badan pun aku tidak mengurusnya dengan baik, selalu sibuk dengan berbagai hal", keluh Angela.


Tangan Angela kembali meraba wajah Carlos yang sedang tertidur di pangkuannya. Halus dan putih, pikirnya.


Angela kembali mengingat kejadian di masa lalu di mana pertama kalinya bertemu Carlos dalam keadaan yang membuatnya kaget setengah mati, bagaimana bisa dia bisa tidur berdua dengan Carlos sedang dia tidak pernah mengenal Carlos sebelumnya.


Rasanya dulu tidak begini tidak setenang ini bahkan takut bukan main, bisa saja depresi dan hampir gila. Seiring berjalannya waktu Angela mulai menerima kenyataan, kenyataan bahwa dia sekarang adalah wanita Carlos bahkan meski pun hanya sebatas kontrak di atas kertas yang bertanda tangan tapi Angela mulai menerima kehadirannya.


Tingg


Suara dering Handphone Angela membuyarkannya dari lamunan, Angela merogoh slingbag hitam miliknya untuk mengamb ponsel. Syukurlah tas itu tak jauh dari jangkauannya sehingga memudahkannya untuk mengambil tanpa harus bergerak dan membangun kan Carlos.


Sebuah notifikasi pesan masuk, nomor tak di kenal, Angela menerawang siapa pemilik nomor yang tak bernama di ponsel miliknya. Angela membuka isi pesan itu yang bertuliskan :


+61-45087***


Angela, ini ayah.


Ayah sekarang berada di Autralia dan ayah kehabisan uang. Bisakah kamu mengirimkan padaku uang. Tidak banyak yang ku minta hanya $500 saja. Ayah minta secepatnya ini keadaan darurat.


Pesan itu membuat mata Angela terbelalak, ayah? Bagaimana bisa ayah ada di Australia sekarang? Dari mana ayah mendapatkan uang untuk ke sana?


Rentetan pertanyaan itu muncul begitu saja di benaknya. Angela menggeleng-gelengkan kepalanya, menaruh kembali ponsel di sampinganya tanpa membalas pesan yang katanya dari ayahnya itu.


Angela memejamkan matanya berusaha menjernihkan pikiran-pikiran kotor tentang ayahnya.