
Bahkan jika bukan karena Ayah, aku tidak ingin meninggal kan Angela mengurus masalah perusahaan ku sendirian di sana.
Aku tahu cara kerja nya, dia tidak akan tinggal diam jika melihat masalah terjadi pada ku atau perusahaan ku, dia karyawan yang baik. Sungguh, aku sangat menghargai nya.
Menatap ayah nya, "Ayah? Ada apa? Seperti nya kamu benar benar putus asa dengan jalan mu sekarang. Lihat lah diri mu, apakah begini cara mu menghadapi masalah. Ayah, dimana diri mu yang selalu berusaha kerasa untuk mendapat kan apa yang kamu mau. Lalu, kenapa sekarang? Seakan dunia mu sudah tidak ada lagi.", Carlos menceramahi ayah nya yang tampak sangat tidak memiliki semangat hidup di wajah nya.
Carlos melanjut kan kata kata nya, "Ayah, jika kamu berusaha aku yakin ini bukan tidak mungkin akan menjadi baik, belajar lah dari kegagalan sekarang. Kamu tidak berhak bahkan tidak punya waktu untuk sedih dalam hal ini, ayo lah diri mu tidak selemah ini. Aku yakin!", semangat yang di tunjukkan Carlos membuat ayah nya menatap penuh arti pada nya.
Ternyata putra ku benar benar sudah dewasa, bahkan aku yang lebih tua dari nya tidak memiliki semangat yang begitu membara dalam diri ku sendiri. Aku malu pada putra ku yang dengan wajah tenang dan semangat seperti ini.
Seperti nya ini adalah saat nya untuk aku bangkit juga, tidak ada hal yang tidak mungkin. Semua akan membaik pada akhir nya, jika putra ku yakin maka aku harus lebih yakin lagi!
Ayah Carlos menyemangati diri nya dalam hati nya, wajah nya mulai terlihat berseri dari sebelum nya.
Senyum kecil terlihat muncul di sudut bibir nya, menunjuk kan sebuah karya indah dari biasa nya.
Lalu berkata,"Ayo kita lakukan!", tangan nya merangkul pundak ayah nya sebagai tanda persahabatan nya dengan ayah nya.
"Ayo!", anggukan tanda setuju di tunjukkan nya pada putra nya, senyum mereka berdua mengartikan sebuah kemenangan besar.
Kini Carlos sudah beralih menuju meja kerja ayah nya, desain simpel dan modis membuat ruangan itu terlihat mewah dan megah. Hanya ada beberapa barang yang penting di dalam nya, menambah kan kesan luas untuk sebuah ruangan, dengan leluasa memberi kenyamanan.
Ruangan yang berdinding kaca di belakang nya menunjukan keindahan kota Neon saat itu, bahkan hingga malam tiba keindahan nya tidak akan lenyap seiring tenggelam nya matahari.
Dengan kemampuan yang di miliki nya membuat diri nya merasa bebas berkeliaran di dunia internet, jaringan yang dia miliki luas, orang orang yang mengenal nya mungkin sangat tau kemampuan dan betapa berpengaruh nya diri Carlos dalam dunia internet.
Hampir dari seluruh nya berada di bawah kendali Carlos siapa pun tidak akan berani menyinggung nya. Semua menghormati setiap keputusan nya, Carlos yang mereka kenal tidak akan membuat siapa pun merugi.
Dia selalu berusaha keras untuk membuat semua orang terkesan dengan apa yang dia lakukan.
Geseran mouse terhenti seiring berjalan nya lingkaran kecil di layar komputer, "Coba kamu lihat. Apa kah kamu mengenal nya? Rasa nya tidak asing", Carlos menunjuk pada beberapa daftar diri orang.
"Ayah kenal. Dia direktur perusahaan SAGU, teman ayah dulu namun sekarang tidak lagi, bahkan dia berusaha untuk menjatuhkan ayah saat itu", penjelasan itu membuat Carlos mengangguk paham.
"Aku mengerti dimana kesalahan nya sekarang", lalu kembali fokus pada layar komputer di depan nya.
Carlos kembali terjun dalam pencarian nya sebagai seorang Direktur dia juga mengerti dunia peretasan, bahkan bisa di bilang dia handal dalam hal meretas apa pun. IT nya tidak bisa di tandingi dengan peretas peretas biasa bahkan jika peretas yang berkemampuan tinggi juga akan mengalami kesulitan untuk menghadapi nya.
"Apakah ini cukup untuk membalas nya?",senyum licik mengambang di wajah nya.
"Apa yang kamu lakukan pada nya? Dan apa salah nya pada mu?", wajah bingung terlihat di raut muka Ayah Carlos.
Carlos kembali mengetik beberapa kata di layar komputer, kemudian muncul beberapa informasi tentang perusahaan SAGU dan apa yang sudah di lakukan nya.
Wajah bingung Ayah Carlos berubah menjadi tatapan sinis, terlihat seperti orang yang siap untuk membunuh lawan nya saat ini.
Tajam setajam belati bahkan hanya untuk di tatap orang akan tunduk dan tidak berani menatap nya kembali.
Carlos hanya menanggapi dengan senyuman puas bahwa Ayah nya sudah mengerti apa yang dia tunjukkan.
Dengan nada yang dingin ayah nya berkata, "Jadi selama ini dia benar benar mengincar perusahaan ku, wajar saja dia menyuruh orang beberapa hari yang lalu untuk mengajak ku bekerja sama, ternyata tujuan sebenar nya adalah mengambil alih perusahaan ku. Licik sekali cara dia melakukan ini, tidak terlihat seperti seorang direktur yang baik"
"Apa yang akan kita lakukan pada nya? Ayah yakin kamu punya rencana mu sendiri", menatap Carlos setelah beberapa kali membaca catatan di layar kokputer nya.
Carlos mengangguk tenang, "Benar. Ayah akan tahu setelah hasil nya keluar", beberapa saat kemudian muncul sebuah notifikasi. "Ayah lihat saja sendiri, jika belum puas aku akan tunjukan yang lain".
Carlos beranjak dari tempat duduk nya untuk memberi tempat pada ayah nya.
Dengan seksama Ayah nya membaca, tangan nya meraih sebuah benda kecil di samping komputer nya sebelum kemudian kembali menatap komputernya.
Bisa di bilang Ayah Carlos memiliki sedikit dengan masalah mata nya, karena usia nya sudah tidak lagi muda daya melihat nya juga menurun seiring waktu, kini hanya dengan bantuan kaca mata berukuran min kecil dapat membantu nya melihat dengan jelas.
Sambil mengangguk angguk paham, senyum nya juga terlihat.
"Ayah tidak percaya dia bisa melakukan nya, tapi Ayah akan membuat nya membayar mahal atas semua yang dia lakukan pada Ayah. Kalau bisa membuat dia tidak bisa lagi bekerja di perusahaan nya", menyandar kan rubuh nya di kepala kursi, tangan nya menyatu membentuk genggaman di kedua nya.
Carlos hanya bersandar dengan kokoh di meja, tangan nya terlihat berotot ketika dia menumpu nya pada dasar meja. Anak yang sempurna, pikir Ayah nya.
"Aku akan membuat nya untuk ayah, tapi apakah Ayah akan mengakhiri semua janji pernikahan ku?", tiba tiba saja pertanyaan itu muncul saat melihat ayah nya sudah membaik dengan pikiran nya.
Sontak saja Ayah nya beralih pandangan ke arah Carlos, menatap putra nya dengan intens, tatapan tajam tapi menyimpan kasih sayang yang mendalam. "Kenapa kamu sangat ingin membatalkan nya? Ini adalah perjanjian sejak lama bahkan saat kamu masih berusia 10 tahun saat itu".
...