
***Di sini aku akan menemukan cinta yang selama ini sedang ku cari. Berada padanya, karena bersamanya aku merasakan apa itu cinta yang sesungguhnya.
🌸🌸🌸***
"Dave kamu siap kan semua bahan rapat nanti dan antar ke ruangan saya, segera", Carlos memberi perintah dari seberang telepon pada karyawannya yang bertugas menyiapkan segala persiapan ketika akan rapat.
Sebenarnya itu adalah tugas seorang sekertaris hanya saja sekarang Angela sedang sakit jadi tugas akam berpindah tangan pada bawahan Angela yaitu Dave Branzel.
"Bukannya ada nona Angela pak", jawab Dave,
"Angela sedang sakit, jadi dia tidak bisa hadir. Kamu cepat siapkan jangan banyak tanya", balasnya dengan ketus,
Kemudian menutup telepon secara sepihak sebelum Dave asisten Angela akan bertanya lebih banyak karena Carlos tidak suka pada orang yang banyak tanya.
"Hallo, bagaimana? Apakah sudah beres?", Carlos menelpon seseorang lebih tepatnya teman kantor yang bisa di bilang dekat dengan Carlos.
"Sudah beres. 15 menit lagi rapat akam di mulai. Kamu segera menyiapkam berkas yang di perlukan karena rapat kali ini bersangkutan dengan saham yang akan kita beli dan pemegang saham itu katanya seorang yang keras kepala, mungkin saja dia akan mempersulit kita nantinya", jawab seseorang dari seberang telpon,
"Oke, aku mengerti", Carlos kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celananya, kemudian beralih menatap layar komputer yang ada di depannya dengan cekatan Carlos mengetik dan memindahkan mouse mencari apa saja yang dia perlukan.
Kemudian mengambil beberapa lembar kertas amplop yang berisikan berkas-berkas penting.
"Segera keruangan saya", tanpa menunggu jawaban Carlos menutup kembali telpon tersebut,
Tok tok tok...
Seorang pria dengan stelan jas hitam itu mengetuk pintu rungan Carlos, mungkin dia adalah orang yang tadi di telpon oleh Carlos.
"Silahkan masuk", jawab Carlos
Tanpa berkata pria itu masuk dan menyerahkan beberapa berkas di tangannya yang akan di tanda tangani oleh Carlos.
"Kamu panggil Dave, suruh dia segera ke ruangan saya", dengan wajah yang serius Carlos menatap berkas itu,
"Baik pak", pria itu keluar dan segera menjalankan perintah sang Direktur,
"Ah baiklah. Terima kasih", dengan segera Dave pergi dengan membawa beberapa berkas yang sudah di minta Carlos untuk menyiapkannya tadi.
Tok tok tok
Dave di depan ruangan Carlos dan dengan segera mengetuk pintu yang terbuat dari kaca tebal itu.
"Masuk", perintah Carlos tanpa menatap siapa yang datang,
"Pak, ini berkas yang apak minta untuk rapat",sambil mengulurkan berkas yang ada di tangannya,
Carlos kemudian mengambil berkas itu dan membalik-balik setiap halaman pada berkas untuk mengecek apakah ada yang kurang atau tidak.
"Bagus, sekarang kamu bawa semua berkas ini ke ruangan rapat", ucapnya pada Dave kemudian beranjak dari kursi, Carlos membenarkan kancing jas abu-abu nya agar terlihat rapi. Carlos memimpin jalan di depan dengan langkah tegap dan begitu gagah.
"Baik pak", Dave menuruti perintah Carlos kemudian mengikuti nya di belakang.
Carlos dan Dave berjalan menyurusi balkon sepanjang ruangan menuju ruangan tempatnya di adakan rapat.
Tidak perlu berjalan terlalu jauh kini Carlos sudah berdiri di depan pintu ruangan itu. Kini Dave memegang gagang pintu dan membukanya selebar mungkin untuk membiarkan Carlos masuk ke dalamnya.
Carlos melangkahkan kakinya menuju kursi yang sudah di sediakan untuknya, berada tepat di depan para pemegang saham lainnya.
"Baik rapat kita mulai", perintah Carlos yang di iyakan semua pemegang saham yang hadir di rapat itu.
Masing-masing melihat ke kertas yang berada di depannya ketika Carlos membacakan berkas yang ada di tangannya, rapat kali ini begitu menyulitkan Carlos. Banyak yang menjebaknya dalam sebuah pertanyaan tapi beruntungnya Carlos lebih dulu menyiapkan jawaban dari pertanyan-pertanyaan mereka.
Carlos tersenyum puas melihat ekspresi dari mereka yang terlihat kesal karena Carlos bisa menjawan pertanyan mereka dengan tepat. "Ingin bermain-main denganku. Huh! Akan aku layani", bisik Carlos pelan.
"Bagaimana bapak sekalian? Apakah ada lagi yang ingin bertanya atau ada hal yang perlu di perjelas lagi? Saya akan menjelaskan dengan senang hati", tanya Carlos dengan senyum liciknya,
Peserta rapat kali ini diam tanpa bergeming, ada yang hanya membuka-buka lembaran yang menjadi presentasi Carlos kali ini. Ada pula yang hanya melihat ke arah Carlos tanpa melihat kertasnya, semua diam sampai Carlos kemudian menambahkam kata-katanya.
"Baiklah, jika semua sudah jelas. Rapat kali ini saya tutup. Terima kasih atas perhatiannya sekalian, saya permisi", Carlos kemudian bangun dari tempatnya duduk dan melangkah keluar.