The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 41.



"Itu ayah yang menjual ku demi bisnis ayah, aku tidak pernah setuju tentang perjodohan bodoh semacam itu. Aku tidak ingin menyesal seumur hidup ku hanya karena aku menikahi wanita yang tidak aku cintai", kata Carlos, dia jelas menentang perjodohan yang tidak masuk akan menurut nya.


Tuan Ji menjawab dengan tenang, "Carlos atas dasar apa kamu berbicara seperti itu pada ayah mu sendiri. Tuan Lu sudah banyak membantu dalam keluarga kita, tidak ada alasan untuk menolak permintaan nya, ini juga karena persahabatan ayah dengan nya sejak dulu. Ayah hanya tidak ingin mengingkari janji yang ayah buat sendiri. Hanya untuk kali ini terima dia, tidak akan rugi untuk mu. Masalah cinta...Itu menjadi urusan belakangan setelah kamu menikahi nya, ayah yakin kamu akan mencintai dia seperti dia mencintai kamu selama ini", Tuan ji jelas tegas, dia tidak pernah tidak tegas dalam keputusan nya tentang apa pun itu dia selalu berpegang teguh dengan keyakinan. Tapi kali ini di dalam hati nya yang paling dalam dia merasa ini tidak akan baik.


Carlos terlihat menekuk wajah nya acuh tak acuh dengan perkataan ayah nya barusan. Seperti dia hanya merasa itu adalah angin yang lalu.


Dia tidak ingin menyia-nyiakan hidup nya dengan pernikahan tanpa cinta, dia ingin merasakan arti cinta yang sebenar nya, meski pun dia tahu itu tidak akan mungkin. Standar nya sederhana dia mencari seseorang yang mampu membuat nya jatuh cinta.


...


"Ayah, itu adalah perjanjian mu dengan tuan Lu, aku tidak pernah menyetujuinya", ucap nya tegas dengan penuh wibawa.


Ayah Carlos Tuan Ji menjawab nya dengan datar tersirat dalam suara nya penyesalan, "Baik lah, Ayah tidak akan memaksamu lagi untuk menikah. Tapi, bagaimana cara Ayah untuk memberi tahu Tuan Lu, Ayah sudah berjanji...", wajah nya menunjukan kekhawatiran, "Tapi Ayah akan melakukan yang terbaik untuk mu. Ngomong-ngomong apa kah kamu sudah memiliki wanita pilihan mu sendiri?", topik baru untuk membuatnya sedikit tenang.


Carlos enggan untuk menjawab, dia rasa dia sudah menemukan nya tapi dia belum yakin sepenuh nya apa kah itu cinta atau hanya karena status mereka yang dengan sengaja di takdir kan sebagai pasangan kontrak.


Jika di dalam sebuah novel mungkin itu adalah jalan terbaik menuju cinta yang sesungguh nya, tapi ini hidup nyata nya akan kah juga seperti itu, dia masih ragu-ragu.


"Mungkin sudah, tapi aku tidak yakin", ketidak yakinan Carlos terlihat jelas di mata nya saat kalimat itu terucap dari mulut nya. Ya, aku sendiri juga tidak tahu itu apa...


Tuan Ji menatap putra nya penuh pertanyaan, "Kau tidak yakin? Bagaimana bisa kamu mengatakan sudah, jika kamu tidak yakin. Nak, Ayah sangat mengenal mu. Tidak ada yang lebih mengenal mu dari Ayah, kamu sangat tidak yakin dengan hatimu sendiri, Ayah mengerti itu. Tapi kamu sudah dewasa, tidak kan kamu ingin membahagiakan Ayah mu ini dengan seorang cucu yang lucu. Ayah sudah tua, kamu tau itu. Ibu mu juga sudah menua seiring waktu, dia sangat mengharap kan seorang cucu sebelum dia pergi dengan tenang. Apakah permintaan itu sulit bagimu untuk mewujudkan nya? Ayah tidak ingin memaksa mu, tapi kamu juga harus mengerti bagaimana keinginan Ayah dan Ibu mu", ucapan Tuan Ji membuat hati Carlos bergetar hebat. Bahkan dia lupa kapan dia pernah membuat orang tua nya bahagia.


Carlos merenungkan ucapan Ayah nya untuk beberapa detik sebelum dia menjawab nya, "Ayah, kau tidak usah khawatirkan hal itu. Aku pasti akan mengabulkan keinginan kalian, dan aku tidak akan mengecewakan kalian", ucapan nya penuh dengan percaya diri.


Tuan Ji merasa diri nya sangat percaya apa yang di ucap kan putra nya, tanpa sadar harapan itu tumbuh menjadi lebih besar dalam hati nya. Jiwa nya merasa terombang-ambing dalam kebahagiaan, meski pun itu tidak sepenuh nya benar.


Tuan Ji dan Nyonya Ji, di kenal dengan sikap baik hati dan ramah nya. Mereka memiliki harga diri yang di junjung tinggi dalam lingkungan keluarga dan tetangga nya.


Tidak ada yang berani untuk mengoceh atau menyebut nama mereka dalam pembicaraan yang buruk, semua tentang mereka adalah kebaikan.


Salah satu nya Tuan Ji selalu memperlakukan tetangga nya dengan hormat, mereka tidak membedakan derajat keluarga yang lebih rendah, sebaliknya, mereka merasa semua setara meski pun terlihat jelas derajat mereka lebih tinggi.


Kehormatan itu lah yang membuat Keluarga Ji selalu mendapat berkah kebaikan, ada saja hal yang tak terduga datang. Sering kali mendapat sebuah berita baik tentang apa pun.


Kehidupan nya terbilang sangat mewah, tapi itu tidak menjadi kan nya sesuatu yang harus di pamerkan atau bahkan di perlihatkan dengan bantuan dan pujian sebagai imbalan.


Murah hati, tidak sombong, itu lah keluarga mereka.


Anak-anak nya di ajar kan sopan santun sejak kecil, terlebih Carlos sebagai anak sulung, dia selalu menjadi teladan bagi adik nya William, hanya saja William terlihat jauh dari nya, perbuatan dan sikap nya selalu melenceng dari sikap keluarga yang lain.


Itu karena dia memiliki rasa iri dan dengki dengan Carlos, semua yang dia ingin kan selalu di dapat kan oleh Carlos bahkan tanpa melakukan apa pun untuk memiliki nya.


Grace, adalah alasan utama yang membuat nya tumbuh menjadi pria iri. Mata nya di penuhi perasaan kejam, tak berperasaan, semua yang di lihat orang lain, itu hanya lah topeng untuk menutup jati diri nya nya yang sebenar nya.


Mimpi nya yang selanjut nya adalah dia selalu ingin menikmati warisan keluarga nya, tentu saja perusahaan besar milik ayah nya, tapi itu tidak menjadi kenyataan bagi nya, karena Ayah nya telah lebih dulu mewariskan itu kepada kakak nya Carlos.


"Ayah, kenapa harus selalu Carlos? Apakah aku tidak cukup baik untuk meneruskan perusahaanmu? Aku sudah dewasa, aku mengerti dunia bisnis dan kamu tahu aku sudah berada di sini bersama mu bahkan di saat Carlos tidak ada. Dia tidak pernah ada untuk berdiri di perusahaan mu. Ini tidak adil bagi ku", William merengekkan kekesalan nya, dia tidak tahan lagi Carlos selalu menjadi tokoh utama dalam keluarga nya.


Tuan Ji mendekati nya dengan penuh kasih sayang, "Nak, kamu sudah lebih dari baik. Ayah bangga pada mu karena sudah menjadi dewasa dengan cara ini. Tapi kamu tahu sendiri Carlos sudah memegang nama perusahaan ini sejak dulu, dia akan menjadi pengganti ku di saat aku sudah pensiun, tapi bukan berarti kamu tidak mendapat kan apa-apa dari perusahaan ini. Kamu putra ku, kamu berhak atas apa yang aku miliki begitu juga perusahaan ini, kamu hanya perlu berada di tingkat kedua dari kakak mu. Ini aturan keluarga kita", Tuan Ji menjelaskan dengan rinci, dia tidak ingin ada kalimat yang dapat membuat kedua putra nya salah paham.