
"Apakah kamu tidak akan memberitahu Angela jika kamu sudah tiba di London? Aku tidak sabar melihat wajah wanita itu begitu bahagia hanya dengan melihat bayangan mu datang. Jika kamu tidak memberitahu ku bahwa kamu sudah tiba di sini, mungkin aku juga akan memasang wajah bahagia karena kedatangan mu yang tiba-tiba", laki-laki dengan postur tubuh sempurna berjalan di samping Carlos dengan serangkai kata-kata dalam pikiran nya terkuat keluar dari mulut nya. Tapi itu yang membuat Carlos selalu mempercayai nya, dia merupakan orang yang paling di percaya Carlos, dia teman nya sekaligus asisten pribadi nya, Luki.
Carlos hanya memutar bola mata nya mendengar setiap kata terucap dari mulut Luki, "Apakah kau sudah selesai bicara, fokus lah pada jalan mu. Atau aku akan memotong gaji mu sekarang juga", kalimat nya membuat Luki tak berdaya.
"Baik lah, baik, bos", Luki mematuhi perintah Carlos dengan wajah sedikit kesal.
Bagaimana bisa dia tidak senang bertemu dengan ku?Aku jelas-jelas menjadi orang pertama yang dia kabari dan itu hanya untuk sebuah jemputan mendadak. Carlos bisa kah diri mu tahu aku adalah teman terbaik mu selain asisten pribadi mu.
Itu jelas bukan kalimat yang ingin di dengar Luki saat itu. Bahkan setelah menjadi penjilat nya bukan pujian atau semacam nya yang dia dapat kan itu bahkan lebih buruk dari kata teman. Carlos ini, seharu nya dia akan menaikan gaji ku sekarang bukan malah memotong nya, apakah itu seperti memotong buah bagi nya dengan begitu mudah di ucap kan bahkan hanya dalam satu nafas tanpa berkedip.
"Kita akan kemana dulu? Ke perusahaan atau ke rumah?", tanya Luki sambil menatap Carlos melalui kaca spion.
"Rumah!", jawaban nya yang begitu singkat.
"Oke", Luki hanya bisa menghela nafas yang tersangkut di tenggorokan nya sejak tadi.
Keadaan di dalam mobil menjadi hening. Di luar sedang hujan, Carlos memandang ke jendela yang berembun karena terpaan hujan jatuh di kaca nya. Sekilas bayangan Angela terlihat, itu membuat nya tersenyum tanpa sadar.
Luki mengamati Carlos dari kaca spion, mulut nya tidak tahan untuk bertanya, "Bos, apa yang kamu pikirkan? Seperti nya suasana hati mu begitu sempurna hari ini. Tidak bisa kah kamu membagi nya walau hanya sedikit dengan ku? Aku tidak pernah melihat mu tersenyum begitu senang sejak mengenal mu", Luki terus berkotek dengan dialog nya tanpa henti.
"Kamu akan tahu nanti", suasana kembali hening sesaat.
"Em baik lah", Luki menyerah dengan pengejaran nya karena dia tahu itu akan sia-sia.
Berada di sisi Carlos selama bertahun-tahun sudah membuat Luki sangat mengerti akan emosi Carlos. Dia paham betul apa yang di sukai dan tidak di sukai Carlos. Dia tidak suka orang bertanya tentang privasi nya.
Mereka tiba di rumah setelah siang, perjalan memakan sedikit waktu karena jalanan yang macet. Di tambah hujan membuat mereka harus ekstrak hati-hati saat berkendara.
Syukur lah mereka sampai sebelum malam. Karena kejutan akan ada sore ini.
...
Angela memijat kepala nya karena terasa pusing dengan tumpukan kerjaan di atas meja nya. Hampir pukul 3 sore dan dia masih ada di sana mengurus beberapa dokumen yang akan di urus nya.
Namun, meninggal kan mereka juga bukan hal yang baik untuk Angela, Angela lebih suka menghabiskan waktu nya untuk berurusan dengan kerjaan dan menyelesaikan nya secepat nya, itu akan membuat nya merasa tenang dan lega.
Beberapa dari karyawan sudah bersiap untuk pulang karena jam kerja mereka sudah sampai pada batas wakti nya. Hanya tertinggal beberapa saja dan itu pun sudah mulai untuk pulang.
"Sekretaris Angela, apakah kau tidak pulang? Hari akan gelap sebentar lagi, dan cuaca sedang hujan. Pulang lah lebih awal", kata salah satu karyawan bagian humas.
Angela mengerti kecemasan pria itu, "Tidak masalah. Kalian pulang lah lebih dulu, aku akan baik-baik saja sendiri. Lagi pula kerjaan ku sebentar lagi akan selesai", jawab Angela penuh pengertian. Ada kata lelah yang tersirat di balik ucapan nya namun tidak bisa terbaca oleh sembarang orang.
"Baik lah. Kalau begitu kami pulang duluan. Ingat lah untuk beristirahat"
"Benar, jangan terlalu memaksakan diri mu sendiri"
"Beri tahu kami jika kamu membutuhkan bantuan. Kami akan siapa kapan pun untuk membantu mu"
"Ya itu benar", semua di penuhi anggukan. Itu membuat Angela merasa tersentuh
"Terima kasih atas dukungan semua nya. Tapi untuk sekarang aku bisa menyelesaikan semua nya sendiri. Dan kalian pulang lah, kalian pasti lelah seharian berhadapan dengan urusan Perusahaan. Pulang lah dengan hati-hati, ingat ada keluarga yang menunggu kalian di rumah", Angela menjawab, dia memberi jeda pengertian kepada seluruh karyawan perusahaan. Dan itu membuat nya senang karena merasa di perlakukan dengan baik oleh semua karyawan.
"Baik lah, kami akan pulang duluan. Dahh", seorang karyawan mengatakan yang ada di pikiran semua orang di situ. Dan mereka pergi dengan tujuan masing-masing.
Angela mengangguk, lalu melanjutkan pekerjaan nya. Sebenar nya dia juga lelah tapi dia akan tenang setelah menyelesaikan semua nya sendiri.
Tangan nya begitu lincah mengetik setiap kata di komputer, itu adalah prestasi lain dari diri nya. Tidak ada yang tahu bahwa dia sangat mahir di bidang komputer, seperti seorang ahli komputer.
Angela pernah menjuarai sebuah kompetisi peretas di salah satu kota S saat dia remaja, tapi ketika itu ibu nya meninggal karena sakit kanker otak ganas merenggut nyawa ibu nya tanpa berperasaan.
Angela menjadi gadis pendiam sejak saat itu dia mulai menjadi anak yang tidak bisa di tebak, prestasi yang dia capai di sekolah mulai menurun. Bahkan dia tidak melanjutkan kuliah nya saat lulus SMA, ayah nya tidak bisa di harap kan. Bahkan dia jauh lebih buruk lagi saat Ibu nya meninggal, ayah nya menjadi seorang pemabuk berat.
Setiap pulang Ayah nya akan membanting apa pun yang ada di rumah, mereka menjadi miskin, Angela hanya bisa menangis setiap kali dia menjadi sasaran kemarahan Ayah nya. Angela menjadi anak yang tidak memiliki kebahagiaan lagi, dia merasa sangat buruk dari anak-anak lain bahkan dari anak gelandangan di jalan.
Rasa sakit kian tumbuh, menjadikan Angela gadis remaja yang tidak tahu apa-apa tentang dunia luar. Sampai suatu kejadian itu yang membuat hidup nya benar-benar berubah.
Berubah 180 derajat!...