The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 23



***Dia bukanlah orang pilihanku aku harap kamu tidak peduli dengan orang di sekelilingmu~~


>Carlos Starbuck<


🌸🌸🌸***


Pukul 20.15,


Angela mengedip-ngedipkan matanya berusaha mencari kesadarannya.


"Ah tempat tidur sejak kapan aku tertidur, bukannya tadi aku sedang berada di mobil bersama Carlos dan William?", gumam Angela sendiri.


"Yah benar aku tadi berada di mobil dan bagaimana bisa sekarang aku ada di kamar, hmm", Angela kembali bergumam sendiri jari telunjuknya menjetik di dagu miliknya.


"Sudah lah. Sekarang aku lapar", tambahnya kini sedang memegang perutnya yang sedari tadi sudah berbunyi, mungkin saja cacing-cing di perutnya kini tengah menjadi busung lapar karena majikan yang tidak memberinya makan, sungguh malang.


Angela keluar dari kamarnya hendak berjalan menuju tangga turun untuk ke dapur. Tiba-tiba saja Angela mendengar suara benda berjatuhan begitu keras membuatnya terkejut karena sakinh kerasnya.


"Astaga, suara apa itu? Jangan-jangan ada maling masuk ke dalam rumah. Tapi ini baru jam 9 bagaimana mungkin ada maling masuk, lalu suara apa itu? Sepertinya berasal dari kamar Carlos", Angela menghentikan langkahnya.


Niat untuk makan kembali di urungkan Angela dia bergegas pergi melihat dari mana suara itu berasal yang dia pastikan dari kamar Carlos. Kini dia sedang berada di depan pintu kamar Carlos, enggan rasanya untuk masuk tapi ada rasa penasaran dan khawatir dengan Carlos. Angela hanya ada satu pilihan kemudian dengan memberanikan diri dia mengetuk pintu kamar Carlos.


"Carlos? Kamu tidak apa-apa kan. Aku mendengar suara benda jatuh begitu keras dari luar, apakah suara itu dari dalam kamarmu? Kamu tidak apa-apa kan?", tanya Angela,


"Oh kamu sudah bangun Angela, aku tidak apa-apa. Hanya saja tadi menjatuhkan sesuatu. Maaf jika sudah membuatmu terbangun", jawab Carlos tanpa membuka pintu.


Sebenarnya saat ini Carlos sedang membutuhkan sesorang yang mampu membuatnya tenang.


"Kamu makan sendiri saja, aku sudah kenyang"


"Baiklah", Angela membalikkan badannya dan berjalan menuju tangga turun.


Angela berusaha berpikir positif mungkin benar suara itu karena Carlos tidak sengaja menjatuhkan barang di kamarnya dan bukan karena apa-apa. Satu per satu anak tangga Angela turuni sambil berpegangan pada besi penghalang tangga di sisi kanan.


Dari atas Angela dapat melihat seisi ruangan tamu dan sedikit celah di ruang makan. Samar-samar Angela memperhatikan bayangan seorang wanita tengah duduk di meja makan, ah mungkin pelayan, pikirnya.


Tapi seorang pelayan tidak akan berani duduk satu meja makan dengan majikannya, lalu siapa?


Angela mempercepat langkah kakinya sehingga menghasilkan hentakan di setiap langkahnya membuat bayangan itu mulai mendekat dan meilirik siapa yang datang ke arahnya.


"William, dia siapa? Kenapa bisa ada di rumah Carlos?", tanya Gracela penasaran.


"Dia? Siapa?", William berbalik untuk melihat orang yang di tunjuk oleh Gracela.


"Oh dia. Angela kemarilah", seru William setelah memastikan itu adalah Angela.


"Angela? Kamu juga mengenalnya, sejak kapan wanita bisa masuk ke rumah Carlos. Bukankah selama ini Carlos selalu melarang keras jika wanita masuk Ke rumahnya bahkan aku saja dia marah", ujar Garacela.


"Nanti kamu akan tahu jika sudah bertanya langsung padanya", ujar William sambil tersenyum manis.


Angela mendekati William dan wanita yang tidak di kenalnya itu. Berusaha bersikap biasa saja pada wanita itu, yang sebenarnya saat ini sedang merasa risih karena sudah di perhatikan oleh orang tak di kenalnya.