
***Jujur aku cemburu melihatmu bisa tertawa lepas bersama orang lain.
>Carlos Starbuck<
🌸🌸🌸***
"Angela kemarilah, duduk di sini", panggil William lagi
"Aku lapar", Angela berusaha mengalihkan perhatiannya.
"Ah kamu lapar. Makan saja dulu setelah itu kita bicara", ujar William mempersilahkan Angela makan malam.
"Hmm", Angela mengangguk kecil tanda mengiyakan ucapan William namun tak melihat ke arahnya hanya berjalan lurus menuju meja makan dan duduk di tempat biasanya duduk.
"Bi, aku mau nasgor yang biasanya aja ya", ucapnya pada pelayan yang sudah terbiasa membuatkan makanan untuknya dan Carlos,
"Baik non", jawab pelayan.
Angela hanya diam mematung di tempatnya duduk, tidak ada niat untuk memulai percakapan. Terasa kaku dan canggung, tapi hatinya berkata bahwa dia penasaran siapa wanita yang sedang duduk bersamanya sekarang di satu meja makan. Sebelumnya Carlos tidak pernah bercerita bahwa dia mempunyai adik laki-laki mungkin saja dia adalab pacar nya. Hah pacar Carlos?
Tanpa sadar mata Angela terbelalak mendengar perseteruan antara pikiran dan hatinya. Tidak mungkin kan dia pacarnya? Karena setahu dia Carlos tidak pernah bersama wanita bahkan hanya untuk sekedar hubungan kerja biasa.
Tapi bagaiman kalau itu benar. Oh matilah aku, pikiran Angela tengah melayang entah kemana, matanya kini sedang menatap wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Wanita yang terbilang seksi dengan tubuh sempurna, kulitnya terlihat mulus, hidung mancung, rambut tergerai sebahu dengan model gelombang bak ombak dilautan, pakaiannya bermerk, tubuhnya di hiasi berbagai macam perhiasan mahal, ah mungkin benar dia adalah pacar Carlos.
Sebenarnya mengetahui itu dari dirinya sendiri membuat tubuh Angela memanas, dadanya terasa sesak, nafasnya mulai tak beraturan, jantungnya pun kini berdebar kencang seperti ingin melompat keluar.
Yang benar saja, kenapa Carlos masih menahannya di rumah ini jika dia sudah mempunyai seorang kekasih, pikiran Angela kini di penuhi pertanyaan-pertanyaan yanh tak mendapatkan jawaban.
Bagaimana bisa mendapatkan jawaban, untuk membuka mulut dan bertanya pun dia merasa tak sanggup. Bibirnya hanya terkatup rapat, matanya masih menelaah kepada wanita itu dengan seksama.
"Ngapain lihat-lihat? Gak pernah lihat cewek cantik ya?", sindir wanita itu setelah sadar Angela tengah memperhatikannya.
"Benarkah? Aku juga baru pertama kali melibat kamu di rumah Carlos? Kamu siapanya Carlos ya?", balas wanita itu bertanya kepada Angela.
Pikiran Angela kini mulai bercakap lagi, menelaah kembali ucapan wanita itu. Baru melihatku pertama kali di rumah ini? Berarti dia sudah sering ke rumah Carlos? Sebenarnya dia siapa?, Angela hanya bisa berargumen di dalam pikirannya sekarang tak berani mengucapkannya, takut akan salaj bicara.
"Hey kok diam aja sih. Pertanyaan aku gak di jawab", wanita itu berbicara lagi.
"Eh emm. Gak apa-apa kok, cuman pengen lihat aja", jantung Angela masih berdegup kencang menandakan dirinya sedang gugup sekarang.
Tak lama setelah obrolan Angela bersama Gracela, dari lantai atas Carlos datang dan turun ke bawah. Nampaknya emosinya sekarang sudah reda dia berencana untuk menemani Angela makan, namun tak di sangka Gracela masih tampak duduk di meja makan. Mau tak mau Carlos tetap turun dan menuju meja makan.
"Bi, buatin saya jus", ucapnya setelah sampai di lantai dasar.
"Baik tuan", jawab sang pelayan.
Nasi goreng pesanan Angela kini telah siap di hidangkan. Kini sepiring nasi goreng sudah berada di depan Angela. Angela yang sudah lapar sejak siang belum makan dengan bersemangatnya melahap makanan yang ada di depan matanya itu.
"Ini non nasi gorengnya udah mateng", ucap pelayan itu ramah sambil menyodorkan sepiring nasj goreng milik Angela.
"Terima kasih bi", ucapnya dengan senyum bahagia.
"Kamu gak makan berapa lama. Kok kayak gak makan seminggu sih?", Carlos datang dan duduk menghampiri Angela yang tengah menyuap sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Hehe, iya nih aku lapar banget. Tadi kan gak sempet makan karena ketiduran", dengan gaya sedikit manyun.
"Yaudah habisin dulu baru ngomong. Makan aja sampe ke berantakan gitu sih", tangan Carlos membersihkan nasi yang menempel di pipi Angela.
Dugdug!
Jantung Angela kembali berdebar kencang atas perlakuan Carlos terhadapnya barusan.