The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 4



Mungkin sikap Carlos saat di kantor dan di rumah sangat jauh berbeda tetapi itu tidak membuat Angela merasa kecewa atau sakit hati, jelas terlihat antara mereka mulai timbul perasaan masing-masing.


"Emm, ya aku merasa sudah sedikit nyaman di sampingmu, tidak seperti pertama bertemu merasa takut dan tidak nyaman", jawab Angela gugup, "Benarkah, Angela asal kamu tau aku sebelumnya tidak pernah baik pada wanita mana pun, bahkan sedikit menaruh perhatian pun tidak pernah apa lagi sampai membawa wanita itu masuk ke rumah ku aku jelas-jelas sangat membenci sikap wanita yang rakus akan uang rakus harta, aku tau banyak wanita yang menginginkan ku banyak yang ingin tau tentang ku, tapi selama ini aku selalu menutup diri dari publik hanya orang-orang tertentu yang tau tentangku dan kamu salah satunya", Carlos mencoba menjelaskan sedikit demi sedikit tentang hidupnya pada Angela, "Entah kenapa rasanya sejak awal aku melihatmu di bar saat itu membuat hatiku begerak untuk membawamu ke rumahku, semua orang rumah tau sikapku terhadap wanita seperti apa dan mereka sangat terkejut saat itu, aku pun tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku saat itu, kenapa aku malah membawamu ke rumahku", jelas Carlos lagi.


Hati Angela terasa seperti di bawa terbang oleh sekumpulan kupu-kupu yang indah terbang begitu tinggi ada secercah bahagia menyelimuti hati Angela mendengar penjelasan Carlos, membuat Angela hanya bisa diam tanpa bisa menjawab perkataan Carlos.


"Apakah kamu mendengarkan ku Angela?", tanya Carlos setelah penjelasannya tak mendapatkan respon dari Angela, "Em ya!", Angela nampak terkejut, "Apakah kamu sedang melamun Angela?", tanya Carlos, "Oh apakah kamu sedang berbicara padaku Carlos?", tanpa menoleh Angela bertanya, "Sudahlah lupakan", ucap Carlos nampaknya sedikit kesal karena sejak tadi Angela tak mendengarkannya...


Mereka tiba di rumah, Carlos turun lebih dulu dan berlari kecil ke arah pintu mobil tempat Angela duduk, "Hey, aku bisa sendiri Carlos",ucap Angela sedikit terkejut setelah melihat Carlos ingin membukakan pintu untuknya, "Tidak biar aku saja Angela", Carlos bersikeras, "Ah baiklah jika kamu memaksa, thank you", Angela tersenyum kecil,


Pintu telah terbuka setelah langkah kak Carlos menginjak lantai yang bertuliskan huruf "C" yang berarti huruf depan nama Carlos, pintu ini memiliki sistem yang otomatis tidak perlu lagi sebuah kunci atau pun harus membuka pintu itu sendiri dengan tangan, pintu itu sudah di atur dan akan mengenali sang pemiliknya.


Angela berdiri tepat di belakang Carlos dan mengikutinya masuk setelah pintu terbuka lebar dan menutup otomatis setelah mereka berdua masuk. Di rumah Carlos hanya ada 5 orang pembantu dan mereka memiliki tugas masing-masing. 1 orang memiliki tugas yang sangat penting di rumah itu yaitu sebagai bibi pengasuh Carlos semenjak Carlos tinggal sendiri dia merupakan pengasuh Carlos sejak bayi ketika Carlos pindah sang pengasuh memilih untuk ikut bersamanya. Angela bergegas masuk ke kamarnya dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi ah tidak maksudnya berendam di dalam bathub mungkin untuk waktu yang sedikit lama. Dengan headshet terpasang di kedua telinga Angela sehingga membuatnya tidak bisa mendengar apa pun selain alunan musik di balik headshet itu.


"Angela!!", panggil Carlos, "Anggela!" panggil Carlos lagi kali ini lebih keras sehingga pembantu-pembantu di rumah Carlos memandangi Carlos yang sedang berdiri di depan pintu kamar Angela, "Apa yang sedang anak itu lakukan, kenapa tidak menyahut panggilan ku, atau jangan-jangan...", Carlos dengan segera membuka pintu kamar Angela dan mencarinya dia khawatir kalau Angela kenapa-kenapa, "Angela...", lagi-lagi Carlos tak mendapatkan jawaban dari panggilannya, Carlos mencari di sekeliling kamar namun nihil tak ada Angela,


Wajah Carlos semakin khawatir, hanya tinggal satu tempat yang belum dia periksa ya itu kamar mandi, Carlos melangkahkan kaki nya menuju pintu kamar mandi yang terbuka lebar seolah-olah tak ada orang di dalamnya, kemudian "Aaaaaa....... dasar laki-laki mesum, keluar kamu", Angela berteriak setelah melihat Carlos membuka tirai bathub nya, "Jangan berteriak, aku tidak sengaja baiklah aku keluar", Carlos bergegas keluar dan menutup kembali tirai bathub Angela.


Angela segara mengambil handuknya dan memakaikan di tubuhnya. Tampak merah di wajah Angela setelah Carlos masuk kamar mandinya tanpa permisi.


Angela masih berdiri di depan kaca dengan mengusap dadanya yang terasa berdetak kian cepat, rasanya jantung Angela hampir mau lepas dari tempatnya. Wajah Angela pun masih tampak memerah seperti udang yang di rebus.


"Kenapa dengan wajahku? Kenapa merah sekali?", sambil memiringkan wajahnya ke kiri dan ke kanan.


"Apakah Carlos sudab melihatnya? Apa saja yang dia lihat? Ah aku malu sekali.", menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Dengan perlahan Angela berjalan keluar kamar mandi, mengendap-endap seperti maling. Astaga dia masih di sini, pikir Angela. Dengan berjalan setenang mungkin Angela keluar, seolah-olah tidak perduli dengan kehadiran Carlos di kamarnya.


Carlos yang melihat Angela keluar dari kamar mandi juga mencoba sedikit tenang, junior nya yang dia rasakan tadi menegang kembali menjadi keras setelah melihat tubuh seksi Angela hanya berbalut kain handuk putih, hanya melihat paha mulusnya saja sudah mampu membuat Carlos pusing.


"Aku tidak melihat apa pun. Hanya itu yang aku lihat!", jelas Carlos setelah melihat Angela keluar kamar mandi.


"Itu apa? Apa saja yang terlihat oleh dirimu? Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung masuk ke kamar mandiku?", tanpa melihat ke arah Carlos, Angela terlihat sedikit marah.


"Aku sudab berulang kali memanggilmu, tapi tak ada jawaban apa pun. Aku hanya khawatir kami kenapa-kenapa lantas aku masuk dan mencarimu. Semua ruangan sudah aku periksa tapi tak juga menemukanmu dan kamu tetap tidak menyahut panggilanku. Lalu aku masuk ke kamar mandimu untuk mwlihat apakan kamu baik-baik saja, tetapi kamu malah seperti itu"


Angela memberanikan diri untuk melihat ke arah Carlos yang sedang duduk di ujung kasurnya. Seperti ada rasa bersalah di lubuk hatinya karena sudah memarahi Carlos yang tidak sengaja melakukan itu, bahkan dia mengkhawatirkan Angela. Ada sedikit rasa senang dengan kalimat itu, tapi Angela menutupinya dari hadapan Carlos. Senyum kecil tersunggingkan di bibir Angela, oh kenapa dia harus marah bukankah sebelumnya Carlos telah melihat semuanya lalu untuk apa malu di hadapannya, kalimat di benak Angela.