The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 35



Suatu hari yang cerah, Angela tampak masih tidur di kamar nya saat matahari menembus jendela kaca nya, matahari pun masih terlihat sembunyi-sembunyi dari pohon besar yang menutup sebagian.


"Aku di mana?", pertanyaan itu muncul dari mulut Angela saat menyadari diri nya berada di suatu tempat yang tidak dia kenali.


Angela melihat di sekeliling nya tampak seperti sebuah taman kecil di tumbuhi ribuan pohon pinus dan berbagai macam jenis bunga, tercium aroma bunga lavender yang begitu menyengat di hidung nya.


Suasana nya terlihat begitu damai, di hamparan bunga lavender yang begitu luas terbentang di depan Angela, di kejauhan tampak seseorang sedang berdiri menghalangi silau cahaya matahari.


"Hey, yang di sana? Ini tempat apa?", Angela berteriak kepada orang yang di lihat nya. "Hey bisa kah kamu mendengar suara ku?", teriak nya lagi saat tidak mendapat kan jawaban.


Namun tetap nihil tak ada jawaban apa pun dari pertanyaan nya, hening suara bunga yang tertiup angin dapat terdengar jelas di telinga Angela.


Angela mendekati pria itu melewati hamparan bunga lavender yang begitu luas terbentang.


"Sebenar nya di mana aku? Kenapa bisa aku ada di sini?", Angela bertanya-tanya dalam hati nya masih dengan melihat sekeliling nya yang begitu terasa asing.


"Tapi seperti nya aku mengenali pria itu, tapi siapa?", Angela mengernyit kan alis nya hingga hampir menyatu.


Angela semakin mendekati pria itu, selangkah demi langkah perlahan namun pasti tertuju pada pria yang sedang berdiri di depan nya sekarang ini. Angela mengangkat tangan nya ketika diri nya hanya berjarak sejauh lengan yang terulur ingin menyentuh bahu pria tersebut.


"Per...mi...siiii", Angela menjadi gagap ketika tangan nya menyentuh bahu pria itu, tangan nya menjadi gemetar terdengar dari suara nya yang sangat gugup saat mengeluar kan suara.


Pria itu menoleh ke samping dengan arah pandangan bola mata mengadah ke belakang melihat siapa yang sedang menyentuh bahu nya. Karena penasaran Angela bertanya sekali lagi pada pria tersebut.


"Ini tempat apa? Di mana? ", tanya Angela pada pria itu setelah yakin bahwa dia mendengar ucapan Angela sebelum nya.


Tapi pria itu masih diam belum memberi kan jawaban atas pertanyaan Angela, Angela menjadi sedikit geram apakah dia tuli atau bisu, setidak nya jawab lah jika bisa berbicara dan mendengar, begitu kata batin Angela.


Pria itu berbalik arah menghadap Angela. Angela kaget bukan main hampir saja ia terjatuh saking terkejut nya ketika pria itu tiba-tiba berbalik menghadap nya.


Angela terbangun dari tidur nya dengan keringat yang mengucur dari dahi nya, tubuh nya terasa lemas, suhu tubuh ny terasa panas dingin.


"Kenapa harus dia yang masuk ke dalam mimpi ku? Tidak hanya di dunia nyata bahkan di dalam mimpi pun harus dia", gerutu Angela.


Mata nya melirik jam baker yang ada di atas meja samping tempat tidur nya, pukul 7.55, 25 menit lagi menuju jam masuk kerja. Kesadaran Angela belum pulih sepenuh nya sehingga membuat konsentrasi otak nya masih lambat mencerna ada kegiatan apa hari ini.


Selang beberapa detik terdengar suara ketukan pintu di kamar Angela, di susul suara lembut seorang perempuan ya itu adalah pelayan di rumah Carlos.


"Non, apakah nona sudah bangun? Nona di tunggu Tuan Carlos di bawah untuk sarapan pagi?", kata pelayan itu memanggil Angela.


"Aku akan turun 15 menit lagi", jawab Angela.


"Baik non", jawab pelayan itu kemudian beranjak pergi.


Dengan rasa sedikit malas Angela bangun dari tempat tidur nya, setelah bediri Angela merenggang kan tubuh nya dari rasa nyeri di beberapa bagian tubuh nya karena kelelahan bekerja.


"Bisa-bisa nya dia bangun sepagi ini, atau aku yang bangun terlalu siang?", kata Angela berbicara dengan diri nya sendiri.


Angela menuju kamar mandi nya untuk mandi dan bersiap-siap untuk sarapan.


🌸🌸🌸


"Bagaimana? Apa kah dia sudah bangun?", tanya Carlos pada pelayan yang di suruh nya untuk membangun kan Angela tadi.


"Iya tuan, kata nona 15 menit lagi dia akan turun dan sarapan", jawab pelayan iru setelah membungkuk sebagai tandak hormat kepada majikan nya itu.


"Em begitu, bagus lah. Silah kan kamu lanjut kan pekerjaan mu", kata Carlos menganggu kan kepala nya tanda mengerti.


"Baik tuan, saya permisi", pelayan itu mengundur kan diri dari hadapan Carlos untuk melanjut kan pekerjaan nya.