The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 43



Di sisi lain, Angela...


Waktu terasa berjalan begitu lambat di sisi Angela, hari-hari nya di perusahaan tanpa Carlos membuat nya sedikit tidak tenang dan gelisah. Dia tahu laki-laki itu akan baik-baik saja meski pun tanpa dia.


Angela hanya duduk sambil menatap kosong ruangan Carlos yang berada di depan ruangan nya. Ini pertama kali nya dia merasa bahwa dia benar-benar membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup nya.


Angela tahu itu terlalu egois bagi nya, perasaan nya kian mendekati sebuah keinginan untuk memiliki dia sendiri dan sepenuh nya. Rasa itu membuat nya terlihat buruk, pikiran nya di penuhi dengan berbagai macam argumen menyedihkan.


"Kapan dia pulang? Aku benar-benar...merindukan nya!", tanpa sadar Angela mengucap kan kalimat itu dalam pikiran nya. Segera Angela tersadar, ponsel nya berdering, membuyarkan lamunan nya.


Wajah nya memasang raut terkejut, jantung nya berdetak kencang seketika, dalam waktu 2 detik dia terlihat kaku dan tidak bergerak.


Itu...panggilan dari, Carlos. Apakah dia bisa membaca pikiran ku bahkan di saat jauh seperti ini. Dengan segera tangan nya meraih ponsel dengan gemetar yang hebat.


Sebelum bisa memberikan jeda ketenangan, Carlos membuat nya keterkejutan lain nya. Di ujung telpon lain Carlos dengan santai dan tenang mengatakan, "Aku merindukan mu!".


Deg...kalimat itu membuat tubuh nya menggigil, darah nya mendidih, emosi di hati nya rumit, wajah nya jelas mengatakan apakah ini mimpi?...


"Angela? Apa kau mendengar ku?", di ujung telpon Carlos menuntut jawaban. Bingung, ke mana Angela yang membiarkan dia sendiri yang berbicara.


"Huh! Saya di sini mendengar kan pak? Bapak barusan bilang apa? Saya...saya tadi sedang mengerjakan sesuatu jadi kurang mendengar dengan jelas ucapan bapak!", kata nya dengan hati-hati taku kalau Carlos mendengar suara girang nya dari sana.


Ini pasti hanya halusinasi ku, aku terlalu merindukan nya dan tidak mungkin dia merasakan nya juga. Haha dia...pasti tidak memiliki bahkan sedetik pun untuk merindukan ku. Apakah aku penting bagi nya? Angela Angela sadar lah, kamu hanya akan menyakiti hati mu sendiri.


Begitu lah argumen dalam pikiran Angela, kecamukan beberapa kalimat membuat nya tersadar dan kembali tenang.


"Aku bilang aku merindukan mu, Angela!", Carlos mengulang kalimat nya dengan menekan kan kata 'merindukan mu' dengan penekanan yang jelas dan sedikit di eja di setiap huruf nya. "Apakah kalimat ku kurang jelas? Angela, aku merindukan mu aku ingin bertemu dengan mu secepat nya, jauh dari mu membuat ku berpikir banyak, hati ku jelas-jelas tidak tenang dengan jarak ini", Carlos mengonfirmasi lagi kalimat nya menjadi lebih jelas di telinga Angela.


"Bapak merindukan saya?", konfirmasi Angela lagi, Angela ingin ini benar-benar nyata bukan halusinasi nya lagi.


"Ya benar, aku merindukan mu", di sisi lain Carlos mengambang kan sebuah senyum jahat, namun mata nya memiliki gairah lain.


"Sebenar nya saya juga merindukan, Bapak. Hati saya merasa tidak tenang dan khawatir. Tentu saja Bapak pasti akan baik-baik saja itu hanya kekhawatiran saya semata. Apakah bapak akan pulang? Saya akan siap menjemput bapak, jika bapak pulang.", Angela menyuarakan hati nya dengan segera takut-takut bahwa Carlos akan menuntut jawaban dari nya.


"Mm itu benar, saya sangat merindukan, Bapak. Benar kah, kapan tepat nya saya akan menjemput bapak secara pribadi di bandara.", Angela bersemangat setelah mendengar nya. Dia bahkan tidak sadar wajah nya sejak tadi kaku karena kejutan-kejutan dari kalimat Carlos, kaku akibat menahan rasa tawa yang akan siap pecah kapan saja.


Carlos menahan senyum nakal nya di sisi lain, "Tidak perlu menjemput ku, kamu hanya perlu duduk manis saat aku tiba di sana. Aku akan melakukan sesuatu terlebih dahulu sebelum pulang. Baik lah aku akhiri, jaga diri mu baik-baik selagi aku tidak ada. Ingat kamu hanya perlu menunggu ku di sana. Jangan lakukan apa pun tanpa memberitahu ku.", Carlos berkata dengan penuh senyuman di wajah nya.


"Baik, pak. Saya akan lakukan sesuai perintah, Bapak.", kata Angela dengan anggukan penuh semangat. Wajah nya secerah matahari saat itu yang mampu membuat seluruh dunia menjadi terang oleh cahaya nya.


Ini benar-benar di luar dugaan nya, Carlos juga merindukan ku? Aku benar-benar seperti berada di surga sekarang. Rupa nya Tuhan masih berbaik hati pada ku untuk menjawab panggilan hati yang bimbang ini. Terima kasih Tuhan...


Setelah menutup telpon Angela segera kembali fokus pada kerjaan nya, ya hari ini ada begitu banyak yang harus dia urus terlebih dahulu, dan lagi pula meski pun dia ingin menjemput Carlos itu hanya akan membuat Carlos menunggu karena kerjaan nya yang mungkin tidak akan selesai dalam beberapa jam ke depan.


Tapi syukur lah laki-laki itu memiliki sedikit pengertian kepada nya, itu membuat Angela lebih tenang. Urat-urat nya sejak tadi menegang karena percakapan nya dengan Carlos. Tapi juga membuat dia bahagia.


Sedikit yang Angela tahu, Carlos sudah tiba di London sejak pagi. Itu hanya Carlos sendiri yang tahu, kejutan yang lebih menegangkan sedang menanti nya hari ini...


...


Di sisi lain, Carlos terlihat begitu gembira, suasana di sekitar nya membuat bibir nya tidak berhenti untuk tersenyum.


Lebih tepat nya dia memikirkan Angela, tidak sabar untuk melihat wajah wanita itu di depan nya. Itu membuat darah Carlos mendesir begitu cepat, hanya memikir kan nya mampu membuat Carlos terbang seperti seekor burung Phonix yang indah.


Carlos terbang dengan jet pribadi nya, jadi kepulangan nya tidak di ketahui banyak orang, itu juga alasan nya tidak ingin siapa pun tahu bahwa dia pulang hari ini.


"Tuan!", kata pelayan menyodorkan segelas minuman anggur untuk Carlos.


"Terima kasih", Carlos menerima gelas itu sembari menunjukan senyuman menawan nya. Siapa pun yang melihat itu, itu seperti suatu keberuntungan untuk nya.


Pelayan pergi dengan sopan setelah mengangguk sebagai tanda ucapan sama-sama yang tidak terucapkan melalui kata-kata.


Carlos meneguk minuman anggur di gelas nya sambil menatap keluar jendela jet pribadi nya. Awan seperti mengerti akan suasana hati Carlos saat ini, ada begitu banyak berkah mendatangi nya, suatu kebahagiaan besar bagi Carlos.


Aku akan pulang secepat nya. Tidak sabar ingin menatap wajah wanita itu, setiap inci tubuh nya membuat ku selalu lupa akan kontrol dalam diri ku. Sungguh wanita yang tidak biasa.