
Suasana ruangan menjadi hening saat hampir seluruh karyawan perusahaan pulang, hanya Angela yang tersisa di sana. Tanpa orang lain, dia sendiri.
Angela mengecek beberapa data di komputer nya dengan tenang, ketenangan itu adalah cermin diri nya selama ini. Suasana yang akan selalu ada sejak dia kehilangan ibu kandung nya. Bahkan Ayah yang kini entah di mana, dia tidak tahu pasti...
Tangan nya berhenti mengetik. Mata nya sedikit menyipit. Dia membaca kalimat 'aku menemukan mu' di layar komputer nya. Sepersekian detik ketikan di keyboard berhenti, Angela beralih ke sistem peretasan. Dia ingin tahu siapa yang menemukan nya? Dan apa maksud dari menemukan nya?
Untuk beberapa alasan Angela penasaran, tapi wajah nya memancar kan aura ketenangan dan percaya diri yang dalam. Tidak ada rasa takut, khawatir, atau merasa shock dengan keadaan barusan.
Orang lain mungkin akan takut, jelas kalimat itu seperti datang dari orang-orang jahat atau seorang pembunuh, hacker mungkin. Yang pasti orang ini juga memiliki kemampuan komputer yang hebat seperti diri nya.
"Aku rasa aku juga menemukan mu", kata Angela sambil tersenyum puas dengan pencarian nya. Itu hanya memakan waktu kurang dari 1 menit, hanya dalam beberapa detik Angela berhasil meretas ke sistem komputer pengirim kalimat itu.
"Baik, karena kamu yang memulai maka akan aku sambut dengan tangan terbuka", kalimat itu di akhiri Angela dengan seringaian dingin di wajah nya.
Angela meretas ke sistem pengirim dan membuka beberapa file di komputer pengirim, begitu mudah, tetapi Angela membuat pengirim itu merasakan sedikit ketegangan sesaat, komputer nya telah di retas dan beberapa file di usili Angela dengan menghapus nya.
"Sudah jam 8, kerjaan ku sudah selesai. Ah...aku lelah", Angela meregang kan beberapa otot tubuh nya. Saat diri nya berdiri mencoba sekali lagi untuk meregang kan otot-otot di tubuh nya, ponsel nya berdering.
Mata nya beralih ke layar ponsel nya, itu panggilan. Nama pemanggil itu sangat tidak asing 'CEO Carlos'. Keterkejutan membuat diri Angela mundur beberapa langkah sebelum mengangkat panggilan.
"Segera turun, aku menunggu mu di bawah", Carlos memutuskan panggilan di ujung telpon tanpa mendengar jawaban dari Angela.
Dia menunggu ku?
Angela dengan segera merapikan kerjaan nya sebelum turun untuk keluar. Memasuki lift, hati nya berdebar-debar tak jelas, dia memegangi dada nya seolah merasa kan detak jantung nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 8.45, itu tanda nya hari semakin gelap, dan untuk apa Carlos menjemput nya? Malam-malam seperti ini? Dia bahkan bisa tiba di rumah dengan selamat karena dia hampir saja memesan taksi online.
Wanita seorang diri? Mungkin itu yang di pikirkan oleh Carlos. Bagaimana bisa dia membiarkan Angela pulang tengah malam sendirian, lagi pula Carlos tidak sibuk saat itu atau lebih tepat nya tidak ingin menyibukkan diri. Dia terlalu merindukan Angela tidak ada hal lain selain itu yang mengganggu pikiran nya sejak tiba di London.
Benar saja mobil Carlos ada di pinggir jalan depan gedung perusahaan nya. Angela berusaha mengatur nafas sejenak, dia terlalu terburu-buru tadi dan nafas nya seberat berat badan nya sekarang.
"Huh...Angela tenang, tenangkan diri mu", Angela memberi ketenangan pada diri nya sendiri. Lalu dia melangkah maju menuju Carlos perlahan. Berjalan seolah-olah sedang berada di atas pertunjukan Catwalk, seorang model internasional.
Carlos berdiri dengan bertumpu pada kabin depan mobio nya, dengan balutan kemeja putih senada dengan celana hitam dan sepatu pantopel coklat di kaki panjang nya. Sinar samar-samar bulan memberi cahaya redup di wajah nya, sempurna.
Lekuk tubuh yang ideal, bahkan itu lebih menonjol dari biasa yang Angela lihat beberapa tahun terakhir. Carlos terlihat benar-benar tampan malam ini. Entah itu karena rasa rindu atau ini benar kekaguman sebuah perasaan.
Carlos berbalik memutari mobil nya dan membukakan pintu mobil penumpang, membiarkan Angela masuk dengan tenang.
"Masuk lah", pinta nya pada Angela setelah Angela tiba di dekat nya.
"Terima kasih", tidak ada ucapan yang mampu keluar, bahkan jika mau itu hanya sebuah senyuman.
Carlos menutup kembali pintu mobil, dan kembali mengitari depan mobil untuk masuk ke kursi bagian setir.
Angela enggan duduk di samping Carlos karena yang dia tahu diri nya tidak selaras dengan Carlos yang sempurna.
Carlos menyalakan mesin mobil nya dan menjalan kan nya perlahan. Mereka tiba di rumah setelah 25 menit tanpa suara di dalam mobil.
Mobil Carlos parkirkan di dalam garasi milik nya, lalu dengan cara yang sama dia kembali membukakan pintu mobil untuk Angela. Carlos merasa itu cukup normal.
Selama 2 detik Angela merasa diri nya menjadi tidak berdaya di depan laki-laki ini. Sungguh Carlos sudah menjadi pria hangat sebelum karena telah menjadi pria sedingin es batu.
"Silahkan Nona Angela", di sertai uluran tangan.
"Pak, apakah perlu untuk melakukan nya. Saya bisa keluar dengan membuka nya sendiri", Angela hanya tidak ingin merepotkan Carlos dengan hal kecil seperti itu.
"Tidak masalah, mari", Carlos tidak menghiraukan raut wajah Angela yang sudah memerah karena malu. Carlos menyimpan senyum di dalam hati nya.
Jauh di dalam lubuk hati nya Angela merasa hati nya tengah berbunga-bunga, dia tidak pernah mendapat perhatian yang begitu dalam sebelum nya. Ini adalah pertama kali nya, setelah dia menjalani kehidupan yang begitu pahit selama belasan tahun.
"Bersih kan diri mu, dan keluar lah untuk makan malam", Carlos menepuk-nepuk ujung kepala Angela dengan lembut.
Wajah Angela memerah karena malu, "Baik", dengan masih tersenyum malu Angela segera berbalik dan pergi ke kamar nya.
Astaga aku hampir mati karena merasa malu, ada apa dengan Carlos hari ini? Ini tidak seperti dia yang biasa nya sungguh berbeda 180 derajat. Aku merasa bahwa Carlos yang ini lebih lembut, ah tidak-tidak tapi sangat lembut, hangat dan perhatian.
Angela menggeleng-geleng kan kepala nya, "Angela apa yang kamu pikir kan? Carlos baik kepada mu? Haha bagaimana mungkin, kamu siapa maka berpikir bahwa Carlos yang begitu sempurna itu menyukai mu?"
"Tapi bagaimana pun juga hari ini Carlos tampak berbeda, mungkin ada hal yang sangat membuat nya senang. Ah sudah lah, otak ku tidak mampu untuk berpikir lebih jauh lagi tentang laki-laki itu. Lebih baik cepat membersihkan diri".
Angela segera masuk ke kamar mandi nya untuk mandi, begitu selesai Angela merasa kan tubuh nya kembali segar dan bersemangat. Mandi sungguh mampu memberi nya tenaga yang hilang dari tubuh nya.