
Sebuah berita sedang hangat hangat nya berada di beranda dan pencarian teratas weiboo milik Carlos, jari jemari nya tampak mahir menggeser geser layar handphone milik nya.
Carlos menghentikan mata nya menatap layar handphone nya dan meraih telpon genggam kantor nya sesaat kemudian melakukan panggilan kepada Angela sebagai sekertaris pribadi nya.
"Ke ruangan ku sebentar", pinta nya singkat namun tegas,
"Baik pak", Angela pun menjawab dengan tegas atas permintaan Carlos karena merasa ada hal yang sangat penting untuk di bicara kan.
Tak perlu waktu lama Angela sudah tiba di ruangan Carlos dengan sopan menunduk kan kepala dengan senyum yang di buat semanis mungkin sebagai tanda hormat nya kepada atasan nya itu
"Ada yang bisa saya bantu pak?", Angela segera bangun dari tunduk nya dengan segera bertanya.
"Ah ya, begini hari ini saya ada keperluan yang sangat mendesak, bisa kamu batal kan semua kegiatan saya hari ini sampai hari besok, mungkin saya akan kembali besok malam atau lusa, ini tidak terlalu pasti. Tapi saya harap kamu mengerti", Carlos terlihat sedikit bingung dengan bagaimana cara mengungkap kan nya kepada Angela.
"Hari ini? Tapi hari ini bapak ada rapat dengan Anggota Dewan, memang nya bapak mau kemana? Apa bapak melakukan perjalanan dinas?", Angela merasa sedikit bingung kenapa tiba tiba sekali Carlos meminta nya untuk mengosong kan semua jadwal nya sampai berhari hari seperti itu, bahkan menurut penelitian Angela Carlos merupakan laki laki yang sangat gila kerja meski pun terhalang segala masalah dia pasti bisa menyelesaikan nya.
Lalu kenapa dengan kali ini, apakah ada masalah yang sangat serius? Berbagai macam pertanyaan di benak Angela kini diri nya semakin menjadi bingung.
"Begini, aku ada perjalanan dinas ke luar negeri dan orang ini sangat penting bahkan lebih penting dari semua Anggota Dewan. Pokok nya kamu kosongkan seluruh jadwal ku untuk beberapa hari ini", jelas Carlos
"Baik pak", jawab Angela singkat lalu kemudian berlalu meninggalkan ruangan Carlos.
Angela meraih tablet tipis yang selalu terisi oleh beberapa daftar jadwal dan kegiatan Carlos setiap hari. Ini pertama kali setelah sekian lama Angela bekerja untuk nya dia mengosong kan semua jadwal yang sudah tersusun rapi.
"Hmm apa ada masalah sampai sampai dia meminta untuk mengosong kan semua jadwal nya?", batin Angela tak henti henti nya bertanya atad sikap Carlos yang tak biasa nya.
Angela kemudian memanggil salah satu karyawan yang juga bertugas dalam mengatur jadwal Carlos di kantor, dia meminta data dari semua jadwal Carlos untuk beberapa hari ke depan.
"Hallo, Sandra bisa saya minta data semua jadwal pak Carlos dalam 1 pekan ini?"
"Bisa bu Angel, saya akan antar kan data data nya sekarang"
"Baik saya tunggu. Terima kasih"
Telepon sudah tertutup setelah selang beberapa menit Sandra menghampiri meja Angela dan menyerah kan berkas yang dia minta.
"Ini bu data yang ibu minta", sambil menyodor kan kertas kepada Angela.
"Ya, terima kasih Sandra, kamu bisa kembali melanjut kan pekerjaan mu"
"Baik bu, saya permisi", Sandra meninggal kan meja Angela
Angela sesekali melirik ke arah ruangan Carlos karena meja tempat nya duduk berhadapan dengan ruangan Carlos yang pintu nya terbuat dari kaca bening hanya tirai yang menutupi nya jika mungkin Carlos menutup nya tapi sekarang tidak, terlihat jelas oleh Angela apa yang tengah pria yang sudah di sukai nya itu lakukan.
Tinit tinit tinit...
Angela tersadar dari lamunan nya setelah jam berbunyi yang menanda kan waktu makan siang.
"Ah benar sekarang sudah saat nya makan siang, lebih baik aku siap kan dulu makanan untuk nya"
Angela Berdiri dari tempat duduk nya menuju ruangan dimana tempat persediaan makanan bagi para karyawan kantor.
Menu yang di pilih Angela seperti biasa ia telah mengerti makanan siang apa yang akan di makan oleh Carlos, sudah hampir 3 bulan ini Angela selalu mendapat kan pelajaran baru karena kebiasaan Carlos yang selalu memberi tahu akan apa yang harus Angela kerja kan.
Makan siang kini sudah lengkap di dalam nampan kecil dan sudah siap di antar kan kepada tuan nya. Dengan wajah yang di buat tersenyum semanis mungkin Angela berjalan pelan melewati beberapa karyawan yang sedang menuju ruang persediaan.
Tok tok tok
Angela mengetuk pintu ruang Carlos sebelum masuk ke dalam nya sampai Carlos memperboleh kan nya masuk.
Angela menatap anggukan kecil Carlos lantas masuk dengan membawa nampan yang sudah berisi makanan dan minuman untuk Carlos.
"Makan siang mu, makan lah lanjut kan pekerjaan mu nanti setelah selesai makan", ucap Angela sambil melirik ke arah Carlos
Carlos melirik Angela yang tengah menaruh nampan berisi makanan ke meja di depan nya. Sambil meregang kan otot otot lengan nya Carlos berdiri dan berjalan menuju Angela.
Lirik kan Carlos tampak berbeda kali ini, tatapan nya kini mampu membuat jantung Angela berdebar kuat, badan Angela terasa bergetar, kaki nya terasa lemas saat Carlos berjalan perlahan mendekati nya sampai tubuh Angela terhempas ke atas sofa panjang.
"Pak Carlos apa yang Anda lakukan", dengan suara halus namun terdengar serak.
"Aku menginginkan mu", sambil terus mendekat ke arah Angela.
Bibir Angela kini hanya terkatup tanpa bisa menjawab, oh tidak jantung nya benar benar berdebar kuat, wajah nya terasa panas. Bagaimana ini? Inj sangat membuat Angela gugup.
Tanpa Carlos hiraukan ekspresi Angela yang kian terlihat gugup dengan dekat nya dirinya, pelan pelan pelan dan wajah Carlos kini hanya berjarak 5 cm dari wajah Angela bahkan nafas lembut Carlos membuat tengkuk leher Angela merinding.
Carlos semakin membuat tubuh Angela kaku tanpa bergerak sedikit pun.
"Apa yang ingin dia lakukan padaku?", batin Angela menjerit
Akhir nya Carlos telah sampai pada target nya, mengecup lembut bibir Angela, rasa nya ini memuas kan dan membuat lelah nya hilang seketika.
Ciuman Carlos membuat Angela membelalakan mata nya namun berubah menjadi kenikmatan, Angela memejamkan mata nya berusaha menikmati ciuman Carlos, membalas nya dengan lembut membuat kedua nya kini berada di suatu tempat yang hanya asa mereka berdua.
Carlos terlihat sangat menikmati ciuman nya tanpa memperduli kan masalah yang akan dia hadapi nanti nya, tidak ingin ada masalah apa pun mengganggu nya, dia hanya ingin beristirahat dengan tenang untuk kali ini saja anggap saja dia sedang melakukan sesuatu yang membuat nya tenang.