
"Hahaha....baiklah baiklah. Aku mengerti kamu lebih senang lajang seumur hidup dan meniti karir mu di banding memiliki istri dan beberapa anak kecil di hidup mu. Aku paham apa yang kamu pikir kan", Jack jelas tahu tapi berusaha seakan-akan dia tidak tahu. Dalam hati nya dia sungguh tertawa terbahak-bahak.
Sungguh Carlos yang malang, aku tahu diri mu tidak mungkin tidak menginginkan wanita. Wajah mu sungguh menunjukkan nya. Berbohong padaku? Hah, mana bisa?
"Apa yang kau tertawa kan? Ada yang lucu?", Carlos mengerutkan kening nya melihat Jack dengan raut yang begitu senang.
"Aihhh, tidak ada tidak ada", Jack mengembalikan ekspresi ke semula tidak ingin menyinggung Carlos yang tampak kesepian.
Dasar apa anak ini berpikir aku tidak bisa menemukan wanita yang pantas, tunggu dan lihat saja nanti. Carlos menggeruru dalam hati.
"Aku rasa sudah tidak ada yang perlu di bahas. Aku akan pulang", Carlos berballik dan kembali ke kediaman nya. Untuk sedetik pun lagi dia tidak ingin berada di sini melihat aksi pamer Jack teman menyebal kan nya.
Carlos tidak memakai supir hari ini, jadi dia menyetir sendiri. Hanya sedang menginginkan nya, sesekali untuk bersantai dengan kendaraan sendiri.
Ketika pikiran tentang bagaimana Jack dulu mengata-ngatai nya perihal wanita, rasa sabar Carlos kembali hilang. Dengan gagah berani Carlos berjalan menuju kamar Angela. Membuka tanpa mengetuk nya terlebih dahulu. Dan apa yang dia lihat...??
"Ca..carlos apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu? Tidak kah cara mu ini kurang sopan.", Angela menutup tubuh nya dengan selimut, karena yang di gunakan nya hanya piayama tidur, terlihat kurang pantas untuk di lihat oleh lawan jenis nya.
Angela tengah bersiap untuk tidur, karena merasa suhu ruangan lebih panas Angela berpikir untuk mengganti piyama tidur yang lebih terbuka agar tidak merasa kegerahan. Tubuh nya terasa panas, mungkin akan turun hujan, pikir nya kemudian mengganti piyama tidur nya.
Lampu tidak lupa untuk di matikan, hanya tersisa lampu tidur di samping tempat tidur nya yang menyala, redup menggambarkan suasana yang begitu tenang dan nyaman. Hampir terlelap, Angela di kejutkan oleh pintu yang terbuka dengan kasar.
Siapa? Siapa malam-malam membuka pintu nya bahkan tidak mengetuk pintu dulu. Jika pelayan, sudah pasti mengetuk atau memanggil nama ku jika ada keperluan.
Angela duduk di tempat tidur nya, menekan tombol lampu untuk menyala kan nya. Perasaan nya gugup, entah merasa seseorang menatap nya di balik kegelapan, tepat di depan pintu, seseorang berdiri menatap Angela penuh gairah..
Carlos?? Apa yang laki-laki itu lakukan di tengah malam seperti ini?
Carlos hanya diam, kemudian berjalan ke arah tempat tidur Angela, semakin dekat, dekat, dan dekattt... Carlos sudah berdiri di depan Angela, Angela bingung sekali gus gugup tidak biasanya Carlos masuk kamar nya seperti ini. Ada apa? Apa ada masalah yang mendesak sampai-sampai masuk tanpa mengetuk pintu lagi.
"Carlos, ada apa? Apa ad...?", belum sempat Angela menyelesai kan kalimat nya. Carlos lebih dulu mencium bibir Angela dengan ganas.
Carlos tanpa memberi ampun, ******* habis bibir kecil Angela, sedang Angela masih dalam perasaan yang takut sekali gus bingung dengan tingkah Carlos malam ini. Apa yang pria ini pikir kan, tapi jelas-jelas Angela tidak bisa melawan. Carlos menindih tubuh nya, dan itu sangat berat, tangan Angela di pegang dengan kedua tangan Carlos, tidak bisa melakukan apa pun.
"Arhhh...Carlos...Ada apa denganmu...?", Angela berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari terkaman Carlos yang begitu ganas.
Carlos mengabaikan ucapan Angela yang meringis kesakitan karena sikap kasar nya, setiap inchi tubuh Angela sudah di tandai nya dengan kecupan meras membuat nya terlihat berbekas di tubuh Angela.
"Aarrghh...Carlos hentikan kamu...menyakiti ku", Angela berusaha mendorong tubuh Carlos yang berada di atas tubuh nya. Carlos masih dengan ganas memainkan peran nya sebagai seekor binatang buas yang kelaparan.
"Ahh...tubuh ku terasa sakit semua. Carlos kamu begitu kejam pada ku", Angela terbangun karena rasa nyeri pada tubuh nya yang begitu terasa.
Tapi tubuh nya terasa hangat, kepala nya bukan berbantalkan bantal melainkan lengan Carlos, Carlos memeluk tubuh nya semalaman. Itu adalah rasa hangat yang dia rasakan sepanjang malam.
Membayangkan betapa brutal nya Carlos tadi malam membuat nya sedikit berpikir, ada apa dengan Carlos dia terlihat tidak seperti biasa nya.
Apakah terjadi sesuatu? Tapi bukan berarti dia bisa melampiaskan nya kepada ku begitu saja, dia bisa bicara kan baik-baik dan aku akan membantu nya sebisa ku.
Ah menyebalkan sekali. Tapi...aku seperti nya tidak melawan dan bahkan aku...astaga apa yang telah kamu lakukan Angela, kamu...kamu...sangat menikmati nya.
Angela menutup mata dengan kedua tangan nya, menyembunyikan sepasang pipi nya yang merah merona karena mengingat kejadian tadi malam.
Carlos terbangun, lalu Angela berakting seakan-akan dia belum sadar kan diri.
Carlos tersenyum lembut menatap Angela, dia tahu gadi itu hanya pura-pura tidur. Lalu Carlos mendaratkan sebuah ciuman hangat di dahi Angela, dan lagi pipi nya memerah dan terasa hangat di sekitar nya.
Dasar gadis bodoh, jelas-jelas tidak pandai berbohong masih ingin berakting buruk seperti itu. Batin Carlos sambil mengusap lembut kepala Angela.
"Sudah bangun?", Carlos memperhatikan mata Angela yang terus bergerak-gerak karena sinar matahari yang menyilaukan seisi kamar Angela.
"Emm", Angela menggeliat, melepaskan rasa nyeri di tubuh nya, "Selamat pagi...", ucap Angela lagi dengan senyum canggung.
"Pagi juga sayang...", Carlos memeluk nya lagi, menguasai nya di dalam pelukan tubuh besar milik nya. Tidak ada lagi celah untuk Angela melepaskan diri.
"Aku ingin mandi, bisa kah kamu melepaskan pelukan mu?", Angela berbicara dengan sangat pelan, agar Carlos tidak menganggap diri nya menolak.
Bagaimana pun juga dia dan Carlos masih terikat dengan perjanjian kontrak, 4 bulan lagi adalah jangka waktu akhir untuk masa kontrak nya.
Dan seperti nya dia sekarang harus bekerja lebih giat lagi, untuk sebuah persiapan bahwa sebentar lagi dia akan menjalani hidup seorang diri lagi.
Dia akan meninggal kan Carlos begitu pun Carlos, dia pasti juga akan menemukan kehidupan nya sendiri. Itu yang membuat Angela termenung begitu lama di dalam kamar mandi.
Dia mendapati diri nya tengah di teriaki seorang laki-laki dengan suara barito nya.
"Angela, kenapa kamu lama sekali di dalam. Kamu tidak apa-apa, kan??", Carlos terus memanggil Angela. Membuat Angela tersadar dari lamunan nya.
"Ah iya aku baik-baik saja", jawab nya tanpa jeda