The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 7



Mereka telah sampai di rumah Carlos. Karena kaki Angela masih sakit Carlos melakukan hal yang sama menggendongnya masuk ke dalam rumah. Tak peduli apa yang di katakan Angela.


"Biarkan aku berjalan sendiri, aku pasti bisa", ucap Angela setelah Carlos menggendongnya lagi,


"Sudahlah biarkan aku menggendongmu", ucap Carlos tak peduli


Kenapa pria ini begitu baik hari ini, aku rasa dia sedang demam atau mungkin ada niat lain, pertanyaan itu muncul begitu saja di benaknya.


Carlos mengantar Angela sampai di kamarnya, berusaha sepelan mungkin untuk membaringkan tubuh Angela di atas kasur. Tidak sengaja kaki Carlos tersandung selimut dan kemudian terjadi tepat di atas tubuh Angela dan lagi bibir mereka bertemu.


Tapi rasanya tak ingin melepaskan begitu saja, dengan lembut Carlos ******* bibir Angela begitu halus terasa manis. Angela hanya diam tidak bisa menolak dan dia tidak bisa membohongi dirinya lagi bahwa dia juga menginginkannya, Angela hanya memejamkan matanya berusaha menikmati ciuman lembut Carlos.


Carlos mulai meraba-raba bagian tubuh Angela membuat tubuh Angela berdesir kuat menginginkan lebih dari sekedar sentuhan hangat. Setiap jengkal tangan Carlos membuat Angela hampir tidak sadar dengan hal lainnya hanya merasa bahwa dia sedang berada di suatu tempat yang indah dan nyaman yang mampu membuat suasana begitu damai.


Pakaian Angela satu persatu terlepas dari tubuhnya hanya menyisakan tubuh mungil Angela yang mulus putih bersih, membuat Carlos meneguk ludahnya berkali-kali dan kali ini Carlos ingin melakukanya dengan sadar dan atas rasa sama-sama mau, perlahan Carlos menelusuri tubuh Angela dengan matanya. Sungguh menggoda, ucap batin Carlos.


Carlos tak habis sampai di situ karena sang junior kecilnya menginginkan Angela berada lebih dekat dekat dan lebih dekat lagi. Carlos menghujani Angela dengan deretan ciuman


Angela merasakan dirinya hanyut dalam kenikmatan sungguh malam yang begitu panjang dan berkesan. Perasaan nyaman yang mulai tersisip di lembaran hati yang kosong perlahan terisi dengan kata-kata indah ucapan manis bisikan lembut Carlos. Semua terasa seperti mimpi membawa keduanya ke alam yang berbeda semacam surgawi begitu indah.


Carlos melepaskannya dengan sangat lembut berharap Angela tak merasakan sakit, hanya desahan lembut yang Carlos dengarkan dari mulut Angela. Terlihat keringat mengalir di dahinya, mata Angela yang terus terpejam namun mulut yang begitu manis dan seksi itu terua mendesah membuat Carlos tak ingin menghentikan permainan ini, tapi tubuhnya sudah begitu lemas begitu banyak cairan yang keluar membuatnya hampir tak bertenaga lagi dan akhirnya ambruk di samping Angela hingga tertidur dengan lelap.


Mereka sungguh menikmati malam ini penuh dengan gairah Angela maupun Carlos mereka sama-sama berakhir dengan keringat yang bercucuran membasahi tubuh mereka.


Angela terbangun, merasa seperti bermimpi sedang bersama Carlos melakukan itu.


Hampir saja jantung Angela melompat keluar, dia sangat terkejut dia dan Carlos tidur bersama. Tidur bersama? Oh tidak apa yang sudah mereka lakukan tadi malam? Angela menutupi tubuhnya dengan selimut dan berusaha sadar untuk menenangkan jantungnya yang berdegup begitu keras.


Angela melihat di balik selimut berusaha mencari apa yang tidak dia temukan, tak sehelai kain pun menutupi tubuhnya begitu juga dengan Carlos. Tubuh Carlos yang begitu polos terlihat sangat kekar otot-otot yang begitu indah terbentuk di tubuhnya. Oh tidak apa yang kamu pikirkan Angela? Angela menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha membohongi dirinya bahwa dia tidak memikirkan tentang itu.


Dengan sedikit malas-malasan Angela bangun dari tempat tidur dengan menggulungkan selimut tebal itu di tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai kain pun. Untuk mengingatnya saja sudah membuat Angela menutup wajah, kenapa dia malah tidak menolak untuk melakukannya malah menikmatinya dengan begitu nyaman dan jujur itu membuat Angela merasa ketagihan menginginkannya lagi dan lagi.


Oh Angela sadar lah siapa dirimu, apa posisimu sekarang. Mungkin saja dia hanya sedang butuh peneman malamnya bukan untuk pendampinh hidupnya, bodohnya dirimu wahai Angela menganggap bahwa Carlos menginginkan dirimu yang tak berarti apa-apa di matanya.


Angela menhela nafas panjang dan berat, dia terduduk di atas pinggiran kasur tepat di samping Carlos yang masih tidur, di pandangnya lekat-lekat wajah pria itu. Meskipun dengan ekspresinya yang dingin tentu saja sikapnya begitu baik dan perhatian kepada Angela hanya saja dia tidak pernah berpikir bahwa Carlos menyukainya lebih dari sekedar hubungan kontrak di atas matrai bertanda tangan.


"Carlos, aku rasa aku mulai terbiasa berada di sampingmu seperti ini. Akan kah kamu akan tetap begini, dingin tak ada rada terhadap orang lain. Tapi itu lebih baik dari pada kamu baik kepada semua orang terutama perempuan karena itu akan menyakiti perasaanku", ucap Angela dalam hatinya sambil memandang wajah Carlos,


Tidur pun tetap terlihat tampan. Angela makin mendekatkan wajahnya dengan Carlos begitu dekat bahkan Angela dapat merasakan setiap helaan nafas Carlos terdengar merdu dan penuh kehangatan. Dengan jahilnya tangan Angela menyentuh dahi lalu turun ke hidung nya yang mancung dan kemudian mulut Carlos yang terlihat sangat seksi. Ada niat hati untuk mengecup bibir tipis Carlos tapi Angela takut jika Carlos akan terbangun dia urungkan niat itu. Angela hanya diam namun tetap memandang Carlos.


"Apakah sudah puas memandang wajahku?", ucap Carlos tiba-tiba yang membuat Angela terperanjak kaget.


"Hah..aa..aaku tidak memandangimu", ucap Angela kemudian menjauhkan wajahnya dari Carlos berusaha mengalikan pandangannya.


"Kenapa harus malu mengakuinya Angela, aku memperhatikanmu sedari tadi", Carlos kemudian mengubah posisinya dengan duduk menghadap Angela.


"Benarkah? Maaf aku tidak bermaksud untuk memperhatikanmu", Angela kemudian menundukkan wajahnya


Begitu tersadar bahwa dia dan Carlos tidak menggunakan sehelai kain pun Angela dengan tergesa-gesa mengambil selimut dan membalutkan di tubuhnya mungilnya. Carlos yang memperhatikan tingkah Angela hanya tersenyum kecil kemudian menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah malu, bukan kah aku sudah melihat semuanya", ucap Carlos dengan pedenya,


"Ka..Kamu apa-apa an sih, anggap aja kamu gak lihat apa-apa", ucap Angela malu


Lalu Angela bergegas turun dari tempat duduknya dan segera masuk ke dalam kamar mandi, gila bikin aku deg-deg an aja sih Carlos, batin Angela.Selesai mandi dan mengenakan pakaian, Angela turun untuk sarapan pagi seperti biasanya.