
Mungkin terdengar naif baginya tapi Carlos lebih merasa tidak berani akan hal itu, bagaimana jika Angela tidak merasakan apa yang dia rasakan, mungkin hanya akan menjadi cinta bertepuk sebelah tangan, oh itu akan sangat memalukan baginya.
Di pandang nya wajah Angela begitu dekat, melihat Angela yang begitu manis ketika sedang tidur. Tangan Carlos bergerak mengusap pipi Angela begitu lembut kemudian turun ke bibirnya, bibir yang telah dia rasakan beberapa kali dan Carlos sangat merindukan rasa itu sekarang.
Rasa itu akan selalu ada setiap kali dia bertemu Angela, entah lah bagaimana Carlos dapat menyikapi perasaannya pada Angela sekarang ini, akan kah tetap seperti bersikap seolah-olah dia tak peduli dengan Angela dan tetap bersikap dingin atau harus mengatakan yang sebenarnya. Di satu sisi dia ingin terus bersama Angela namun di sisi lain dia takut jika Angela tau perasaannya yang sebenarnya maka dia akan menjauhinya.
"Hah? Em aku bekerja dengan nya sebagai sekertaris pribadinya", jelas Angela. Jelas Angela terlihat canggung dengan jawabannya sendiri dia tidak ingin orang lain mengetahui hubungannya dengan Carlos di belakang publik.
"Ohh. Jadi kamu bekerja di perusahaannya. Em baiklah", lalu William terdiam lagi dan kembali memainkan ponselnya,
"Em ya begitu lah", jawabnya.
Terdengar suara guntur mulai bersahut-sahutan tampaknya hari akan turun hujan.
"Ah sial. Malah hujan. Sepertinya aku akan terlambat sampai kantor.", gerutu Angela, "Wah kelihatannya sudah mau hujan, kebetulan sekali di saat naik bus seperti ini", wajahnya William tampak tersenyum mengatakannya
"Apakah kamu senang akan turun hujan?", Angela mengerutkan dahinya melihat ekpresi William yang tampak senang, "Ya begitu lah, karena sangat jarang sekali aku bisa melihat hujan saat berada di luar dan ini merupakan hal yang sangat bagus untuk ku", William menunjukkan wajah tersenyumnya pada Angela
"Tidak bisa kah kamu melihat berapa banyak wajah yang terlihat kecewa dengan cuaca hujan sekarang ini?", Angela memaki William.
"Biar lah, lagian meski pun kalian semua merasa kesal dan kecewa dengan cuaca hujan. Apakah hujan akan reda? Tidak kan? Jadi lebih baik nikmati saja keadaan sekarang, lagian kita bukan berada di luar kehujanan kan? Masih beruntung sekali mendapat tempat yang pas, harusnya mereka juga merasa senang", ungkapnya
Em tampaknya pernyataan William ada benarnya juga, setidaknya sekarang dia tidak kehujanan ini menjadi lebih baik. Tampak di luaran sana banyak orang yang mencari tempat berteduh tapi tetap saja terkena terpaan angin itu pasti tidak menyenangkan sekali.
Hanya terlihat anak-anak yang begitu menikmati hujan ini. Terlihat mereka asik dengan butiran hujan yang jatuh mengenai tubuh mereka dan membasahinya, ah Angela jadi teringat masa kecilnya ketika ibunya masih hidup dia selalu menyukai hujan ketika turun karena di saat itulah dia bisa merasakan kebahagiaan berlari-lari di bawah hujan meski pun sering kali di marahi tetap saja itu menyenangkan untuk seukuran anak kecil.
Angela tampak melamun sembari memperhatikan beberapa anak kecil yang tengah sibuk dengan permainan hujannya, wajah mereka yang terlihat sangat gembira membuat Angela sedih karen teringat akan masa lalunya dulu.
Angela memiliki seorang kakak laki-laki namun dia bukan lah seorang kakak kandung melainkan kakak tiri yang hanya di asuh oleh kedua orang tuanya saat itu.
Sejak kehadiran kakak tirinya itu kasih sayanh orang tuanya begitu besar terhadap Angela bahkan semenjak Angela lahir dia tidak pernah begitu di sayangi oleh Ayah Ibunya iri itu pasti ada karena Angela merasa dia tidak pernah di anggap ada di keluarganya.
Bahkan saat Angela menginjak usia balita juga tetap di perlakukan tidak terlalu baik. Pernah di saat itu Angela tengah bermain bersama temannya namun ketika pulang dia malah di marahi karena tidam ingat pulang dan terus bermain. Padahal jelas-jelas tempatnya bermain hanya di samping rumahnya saja dan itu malah dipermasalahkan oleh ibunya hingga membuat Angela di pukuli ibunya.
Ketika Angela mulai sekolah semua dia lakukan sendiri dari mulai menyiapkan pakaian sekolah dan peralatan sekolah lainnya berbeda hal dengan kakak tirinya yang selalu di perhatikan bahkan memakai seragam pun selalu di pasangkan.
Semenjak saat itu sifat iri Angela membesar terhadap kakak tirinya sering kali dia mencari-cari kesalahan kakaknya agar kedua orang tuanya tidak lagi terlalu memanjakannya sampai suatu saat kesalahan fatal yang di buat kakaknya yaitu mencuri uang ibu meski pun nilainya tidak besar tapi itu tetap saja perbuatan salah dan kakaknya di hukum.
Tapi tidak habis di saat itu, Angela sering kali memergoki kakaknya melakukan suatu kesalahan, hari demi hari kakak Angela sering kena marah orang tuanya. Rasa iba dan kasihan di hati Angela muncul sehingga tidak lagi mencari-cari kesalahannya. Tapi tetap saja Kakaknya di marahi karena kesalahan-kesalannya.
Kakak Angela di asingkan ke tempat kakak ayahnya yang tertua, sangat lama. Itu membuat Angela merasa kesepian karena tidak adanya teman untuk bertengkar tiap harinya. Beberapa bulan setelah itu Ibu Angela mengalami kecelakaan tunggal sehingga membuat ibunya di rawat di rumah sakit selama 1 minggu dan di pulangkan pada hari ke-8 namun naas setelah 1 minggu di rawat jalam di rumah ibu Angela menghembuskan nafas terakhirnya saat Angela berusia 13 tahun.
Itu adalah pukulan terbesar bagi Angela, Angela tidak dekat dengan ayahnya begitu juga orang lain dia hanya dekat bahkan sangat dekat dengan ibunya, sejak saat itu Angela menjadi gadis pendiam hingga dia berusia 17 tahun.
Saat Ayahnya mulai melakukan hal-hal yang buruk Angela semakin terpukul tak pernah ada yang mau berbagi kisah pada Angela, teman-temannya pun saat itu mulai melupakannya yang dahulu sering bermain kini hanya bisa Angela pandangi dari jauh.
Kehidupan Angela benar-benar kacau saat itu, sampai Angela mulai masuk SMA pada usia 17 tahun keadaan mulai membaik Angela mulai berbaur dengan keadaan dan suasana sekolahnya, mulai berteman dengan banyak orang menjadikan hidup Angela jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Setelah beberapa tahun di lewatinya semasa SMA Angela selalu bekerja part time kadang menjadi seorang pelayan di cafe kecil, menjadi penyapu rumah tetangganya hingga menjadi pengantar makanan siap saji yang di pesan secara catring oleh orang-orang.
Angela harus mati-matian mencari uang untuk menghidupinya dengan ayahnya yang jarang bekerja dan selalh mabuk-mabukan ketika pulang dari bertemu temannya, dia selalu main judi dan menghabiskan uang yang di dapat dari pekerjaannya sehingga tak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan di rumah.