The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 46



"Masuk dan bersih kan diri mu. Lalu turun untuk sarapan", perintah Carlos yang terdengar seperti sedang menunjukkan kepedulian nya pada Angela.


"Baik", Angela mengiya kan dengan patuh perintah Carlos.


Angela berjalan menuju kamar dengan pikiran yang menerawang akan apa yang terjadi pada nya hari ini, sungguh di luar dugaan. Carlos tiba dan langsung menjemput Angela di kantor. Menelpon dan berkata merindu kan nya, meski pun terdengar aneh tapi itu mampu membuat jantung Angela bekerja total dari sebelum nya untuk berdetak kencang.


Tanpa berpikir lagi Angela menyalakan air dan mengisi bath up nya dengan air hangat, Angela ingin merendam kan diri nya yang begitu lelah di dalam nya. Sensasi yang mampu membuat pikiran nya tenang dan nyaman. Angela melucuti pakaian nya satu persatu, kini tubuh nya tidak tertutupi oleh sehelai kain pun, tubuh putih nya terlihat begitu halus, kaki nya yang panjang memhuat siapa pun yang melihat ingin menyentuh nya, dan leher Angela yang selalu terlihat seksi dengan gaya rambut yang di sanggul menampakkan keindahan yang tersembunyi di balik nya.


Ah sungguh menyegarkan. Tubuh ku benar-benar memerlukan mandi seperti ini setiap hari.


Cukup 15 menit, Angela sudah siap dengan piyama tidur nya. Itu membungkus sempurna tubuh mungil nya tidak terlihat seksi namun cukup membuat pria mana pun meneguk liur dengan godaan di depan mereka.


Angela menuruni anak tangga, dan dia melihat Carlos sudah berada di bawah di meja makan, sedang apa? Apa Carlos menunggu nya untuk makan bersama?


Ah ya benar juga, Carlos tadi mengatakan untuk menyuruh ku turun dan makan bersama. Bagaimana bisa aku membuat nya menunggu seperti itu. Dengan mempercepat langkah Angela segera turun dan tiba di meja makan untuk menempati posisi nya.


"Maaf membuat mu menunggu begitu lama", Angela merasa bersalah karena harus membuat Carlos menunggu nya.


Carlos memandangi Angela dari ujung kepala hingga kaki. Barusan dia seperti melihat seorang bidadari cantik tetap duduk di depan nya, meski pun dengan piyama kebesaran tidak menutup kecantikan wanita itu. Sungguh alami.


Carlos menelan ludah nya dengan paksa, menarik nafas dan mempertahankan wajah datar nya agar Angela tidak melihat tatapan penuh nafsu di mata nya.


Wanita ini, apa dia pikir dia sedang mencoba untuk menggoda ku. Sial, junior ku hampir keluar. Bagaimana bisa hanya dengan penampilan sesederhana itu sudah bisa membuat junior kecil ku bergerak, Angela kamu sungguh wanuta yang mampu memikat ku.


"Tidak masalah", ucap Carlos setelah sadar dari pikiran erotis nya tentang gairah.


Di atas meja tersedia berbagai hidangan makan malam dan itu semua adalah makanan kesukaan Angela. Apa? Makanan kesukaan ku, senuanya? Apa mungkin hanya kebetulan, tapi bagaimana mungkin suatu kebetulan dengan senua hidangan.


"Iii ini...", Angela menunjuk makanan yang tersedia di meja makan, "Semua makanan kesukaan ku?", menatap Carlos dengan penuh tanda tanya. Selain diri nya sendiri tidak ada orang lain yang tahu apa makanan yang dia sukai, bahkan sudah lama sekali saat dia memakan semua ini sendiri.


Jadi, ini terasa tidak mungkin jika Carlos mengetahui nya, atau bahkan pelayan yang bertugas untuk memasak mereka semua tidak pernah tahu.


"Tapi...bagaimana bisa? Aku bahkan tidak pernah mengatakan nya pada orang lain.", Angela masih tidak yakin dengan kebenaran bahwa Carlos mengetahui segala nya.


"Angela apa lagi yang perlu kamu ribut kan? Makan lah, senua adalah kesukaan mu, bukan? Anggap saja kali ini aku memberi mu sebuah kejutan", Carlos mengatakan itu tapi wajah nya tetap sama, tanpa ekspresi.


Kejutan? Angela ingat, Carlos sempat mengatakan pada nya di telpon dia akan memberi nya sebuah kejutan. Tapi apakah ini kejutan nya, ini sungguh kejutan besar bagi Angela. Mata Angela tampak berbinar terharu akan sikap baik Carlos hari ini.


"Umm baik, terima kasih", Angela melahap hidangan di depan mata nya dengan lahap, dia bahkan lupa jika Carlos ada di depan nya.


Wanita ini sungguh punya selera makan yang banyak, tapi itu sangat menarik. Setidak nya dia tidak menunjukkan sikap sok elegan unruk makan di depan nya. Aku lebih menyukai wanita yang berterus terang seperti ini.


Carlos menunjukkan senyum tipis di bibir nya, hanya dengan melihat Angela melahap makanan nya dengan terbuka sudah membuat suasana hati nya tenang. Mungkin ini adalah obat dari segala kegelisahan dan ke tidak tenangan diri nya.


"Apakah begitu enak?", Carlos bertanya di sela-sela Angela menelan beberapa potong daging di mulut nya.


"Hah?! Ya ini sangat enak", Angela berhenti mengunyah dan menjawab dengan suara yang mungkin tidak terdengar jelas, "Coba lah sedikit, maka kamu akan tahu rasa nya", ucap nya lagi dengan bangga. Angela merasa makanan yang di sukai nya adalah makanan terbaik yang pernah dia makan.


Meski pun bisa di bilang sederhana tapi sudah mampu membuat nya bahagia hanya dengan memakan nya. Dulu dia selalu memakan nya karena ini adalah makanan yang paling murah dan hemat untuk kantong nya yang tidak pernah menyimpan uang banyak. Angela terbiasa dengan hidup pas-pasan tapi dia tidak mengelu dengan keadaan, itu jauh lebih baik dari pada tidak ada sama sekali, pikir nya saat itu.


Angela adalah gadis polos, dia tidak pernah mengerti dengan kejam hya dunia luar, karena sejak kecil dia tinggal di lingkungan yang jauh lebih tertutup, tidak seperti sekarang. Ini hanya hadiah kecil dari Tuhan, melalui Carlos dia mendapat kan semua yang tidak pernah dia miliki dalam hidup nya. Cara nya mendapat kan ini semua mungkin akan membuat diri nya di pandang rendah, tapi itu benar-benar sebuah kecelakaan yang tidak pernah diinginkan nya.


Carlos meminjam kan bantuan nya membuat Angela hidup dengan segala kemewahan tanpa dasar apa pun, sejak awal Carlos merasa wanita yang sekarang tinggal bersama nya adalah wanita yang luar biasa dan dia tidak ingin melepaskan nya dari hidup nya.


Carlos berencana untuk melamar Angela dalam 2 bulan ke depan, itu adalah hari di mana dia akan menjadi Direktur utama perusahaan keluarga Ji. Dia ingin di hari itu pula dia menempatkan diri sebagai laki-laki yang tidak lagi lajang, usianya hampir mencapai batas dewasa, 28 tahun.


Teman-teman seusia nya bahkan sudah memiliki beberapa anak, ketika Carlos melihat nya sorotan mata iri terlihat jauh di dalam nya. "Cepat-cepat lah menikah, aku tidak tahan melihat mu sendiri seperti ini. Tidak kah kamu ingin memiliki seorang anak lucu seperti ini", teman kuliah nya, sambil menggendong bayi lucu di tangan nya. Memamerkan dengan bangga hasil cetakan nya yang sempurna.


"Jack, sudah lah jangan mengurus hidup ku. Aku belum ingin menikah di usia muda, masa depan ku masih panjang. Aku tidak tertarik dengan apa yang kamu hasil kan", kebohongan Carlos terlihat jelas di mata Jack, teman nya. Carlos menggerutu dalam hati mengutuk teman nya ini karena perkataan nya yang sebenarnya adalah kebenaran besar.