
"Pak Direktur siang ini ada rapat dengan dewan direksi, ini berkas yang Anda perlu kan", sambil mengulur kan amplop berisi berkas-berkas.
"Baik. Siap kan semua yang di perlu kan", Carlos mengambil berkas itu dengan wajah tersenyum.
"Baik akan Saya siap kan", Angela beranjak pergi dari tempat nya berdiri.
"Eh sebentar. Bisa kah kamu menyiap kan data tentang perusahaan Climpt dan kirim lewat surel secepat nya?", Carlos menghenti kan jalan Angela.
Angela berbalik mengahadap Angela. "Baik pak", Angela menunduk kan kepala kemudian lanjut berjalan keluar dari ruangan Carlos.
Wajah Carlos tampak berbinar dari biasa nya ada kebahagiaan yang sedang di rasa kan hati nya sekarang, entah lah karyawan lain pun juga merasa kam hal yang sama namun tak ada yang bisa menebak hal apa yang membuat bos mereka bisa terlihat sebahagia ini.
Angela menuju meja kerja nya dengan cepat segera membuka komputer dan mencari apa yang sudah di suruh oleh Carlos tadi.
"Perusahaan Climpt?", alis Angela terlihat menyatu dengan dahi yang di kerut kan nya. "Bukan kah ini anak perusahaan Bogius Sort, kenapa Carlos meminta data perusahaan ini? Em apa yang sedang Carlos selidiki?", sambil menjenti kan jari telunjuk nya di dagu menanda kan Angela tengah berpikir sesuatu.
Ia kembali mengetik-ngetik di keyboard komputer, sesekali dia menyelip kan anak rambut yang menutupi mata nya.
"Aahhhh...Akhir nya selesai", Angela menyender kan kepala nya di kursi yang ia duduki.
Tanpa terasa hampir 1 jam Angela mengutak atik komputer di depan nya membaca beberapa berita dan beberapa laporan penting dari staf lain nya. Angela belum melihat jam sejak dia datang ke ruangan lantas dia tidak tahu jam berapa sekarang.
Pukul 11.20, saat Angela tengah memperhati kan jam berwarna silver di tangan nya mata nya terbelalak seketika, menyadari akan rapat yang akan di adakan 15 menit lagi.
"Astaga sudah jam 11, sebentar lagi rapat akan di mulai, bisa-bisa nya aku teledor selerti ini dengan waktu", dengan tergesa-gesa Angela mengambil dan membawa semua yang di perlu kan seperti kata Carlos tadi.
"Sekertaris Angela, ada apa?", Asisten Han saat itu menghenti kan langkah Angela.
Angela menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembus kan nya dengan pelan dia lakukan hingga berulang-ulang sebelum memulai untuk bicara, mencoba menetral kan nafas nya yang tidak beraturan karena berlari.
"Tidak apa-apa Asisten Han. Hanya ada tugas yang sedikit penting", jawab Angela setelah merasa nafas nya kini sudah beraturan dengan baik.
Tanpa memperdulikan sang Asisten Han lagi Angela membenar kan pakaian nya yang beranta kan kemudian masuk ke dalam ruangan Carlos.
"Permisi pak Direktur", sambil mengetuk pintu kaca ruangan Carlos.
"Masuk", jawab Carlos singkat.
Angela membuka pintu dengan pelan kemudian melangkah masuk, di tutup nya kembali pintu ruangan itu.
"Pak Direktur, bisa kita jalan sekarang untuk rapat", Angela membenar kan nada bicara nya senetral mungkin saat bicara dengan Carlos.
"Tidak perlu buru-buru. Tadi orang dewan menelpon ku untuk menunda rapat 1 jam lagi karena ada hal mendadak yang harus mereka urus", jawab Carlos dengan menatap Angela penuh heran. "Kamu kenapa? Seperti orang yang habis lari maraton, lihat keringat mu begitu banyak sekali seperti air hujan", koreksi Carlos.
" Benar kah. Saya hampir mati lari karena merasa terlambat untuk datang, tapi malah di tunda lagi 1 jam. Ya benar saya habis lari maraton", bola mata Angela berputar menunjuk kan wajah nya yang kecewa karena penundaan rapat yang secara tiba-tiba.
"Hahaha ada apa dengan wajah mu, kenapa tiba-tiba marah seperti itu. Sudah lah istirahat dulu jika kamu merasa lelah", ucap Carlos dengan tawa nya. "Duduk lah Nona Angela", lanjut nya lagi.
Carlos bangun dari kursi nya berjalan menuju Angela yang berdiri di depan meja nya. Mendekat dengan tangan kanan nya menumpu pada meja dan tangan kiri yang ia masuk kan ke dalam kantong celana nya.