
Anak laki-laki itu berlari memasuki hutan. Bulan purnama yang menghiasi langit malam membuat dia dapat melihat sekelilingnya dengan baik. Bola matanya yang berwarna merah darah sama sekali tidak mempedulikan sekelilingnya. Pohon-pohon yang menjuang tinggi berusia ratusan tahun, udara dingin yang menusuk tulang, kesunyian tanpa suara yang mencekam, tapi, itu semua tidak menakutkan baginya sedikitpun.
Seluruh tubuh anak itu dipenuhi dengan darah dan luka. Dia yang terus berlari seakan masih ada yang mengejarnya telah mati rasa. Darah dan luka bukanlah hal baru baginya, dia sudah terbiasa dengan itu semua.
"๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต... ๐๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ..."
"๐๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉโฆ "
"๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ข๐ฏโฆ"
"๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉโฆ"
"๐๐ฃ๐ญ๐ช๐ดโฆ"
"๐๐ฆ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏโฆ "
Dia sama sekali tidak sadar berapa lama telah berlalu saat dia berlari, dan juga, seberapa dalam hutan ini telah dia masuki. Berlari dan terus berlari, anak itu terus berlari sampai akhirnya dia menemukan sebuah danau. Berhenti berlari, dengan napasnya yang tidak beraturan, dia kemudian berjalan dengan pelan mendekati danau itu.
Bulan purnama yang terang di atas langit membuat dia bisa melihat dengan jelas bayangan dirinya yang terpantul di danau. Rambut berwarna hitam, wajah putih pucat, bola mata berwarna merah dan darah merah melumuri wajahnya. Mengepal jari jemarinya yang penuh darah, dia memukul air dan membuyarkan bayangan yang terpantul di danau. Dia tidak ingin melihatnya, sosoknya yang seperti itu, sosok yang dibenci, menakutkan, terkutuk dan jugaโmenyedihkan.
Tiba-tiba, suara nyanyian seseorang terdengar memenuhi hutan yang sunyi. Terkejut, anak laki-laki tersebut menatap sekelilingnya penuh kewaspadaan dan berusaha mencari sumber suara yang didengarnya. Namun, dia sama sekali tidak menemukan apa-apa. Suara yang masih mengalun begitu merdu, indah dan sangat lembutโsuara yang bisa menenangkan siapapun yang mendengarnya.
Lalu, pandangan mata anak laki-laki itu kemudian tertuju ke tengah danau. Di tengah-tengah danau tersebut, setangkai kuncup bunga besar berwarna putih tumbuh dengan kecepatan luar biasa. Bunga itu sangat besar dan memancarkan cahaya putih lembut. Diiringi suara nyanyian yang ada, kuncup bunga tersebut perlahan-lahan terbukaโmekar dalam kegelapan malam hutan.
Anak laki-laki itu sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Saat kuncup bunga itu terbuka sempurna, dia melihat seorang gadis kecil seusianya berada di dalam. Duduk dengan badan mungil yang tidak tertutup sehelai benangpun, gadis itu bernyanyi dengan mata tertutup. Anak laki-laki itu segera sadar, pemilik suara nyanyian yang mengalun tidak lain adalah gadis dalam bunga tersebut.
Rambut gadis kecil itu berwarna emas panjang dengan kulit berwarna putih bersih. Cahaya bulan purnama membuat anak laki-laki itu bisa melihat dengan jelas wajah cantik sang gadis. Mata gadis kecil itu perlahan-lahan terbuka, mata jernih berwarna hijau yang sangat indah. Saat mata mereka berdua bertemu, gadis kecil itu berhenti bernyanyi. Kedua ujung bibirnya perlahan terangkatโdia tersenyum kepada anak laki-laki itu.
......................