Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 09



   Setelah semua pekerja itu pulang, maka Pak Joko langsung membenahi bekas pekerjaan tersebut.  Seperti pacul sekrup ataupun sisa-sisa bekas olahan semen dan pasir atau batu bata yang berserakan, semuanya ditata dengan rapi.


Lalu setelah itu karena waktu sudah beranjak sore, maka Pak Joko dan ibu Sumarni segera pamit pulang kepada Pak Hartono.


   Kemudian Pak Joko berpamitan....


"Baiklah kalau begitu dek.!! Karena waktu sudah sore mas pulang dulu, dan besok mas kembali lagi ke sini ya.!?"


 


   Kemudian Pak Hartono menjawab....


"Baiklah mas.!! Hati-hati di jalan ya.!?"


   Lalu mereka pun berdua segera pulang dengan naik sepeda motor ke rumah ibu Sumiatun yang sebelumnya disuruh ditempati untuk mereka berdua oleh ibu Sumiatun.


   Lalu keesokan harinya Pak Joko dan ibu Sumarni seperti biasa datang ke rumah Pak Hartono.  Ibu Sumarni sebagaimana biasanya langsung mengerjakan pekerjaan dalam rumah.  Sedangkan Pak Joko langsung ke halaman belakang rumah Pak Hartono, dan berbenah di sana sembari mengecek kolam ikan lele yang baru tersebut.


Memang kolam tersebut masih baru kemarin selesainya jadi tidak bisa serta merta langsung diisi air karena kolam tersebut masih belum kering betul jadi Pak Joko hari itu hanya berbenah dan merapikan gundukan-gundukan tanah bekas galian pondasi kolam yang baru selesai dikerjakan tersebut.  Dan juga sekalian memasang kabel-kabel dan lampu untuk penerangan di kolam tersebut.  Karena sebelumnya kabel kabel yang sudah ada itu dibongkar semua, karena untuk kelancaran pekerjaan pembuatan kolam beberapa hari yang lalu.  Jadi sekarang kabel-kabel dan lampu-lampu neon tersebut dipasang kembali dan ditata dengan rapi oleh Pak Joko dengan rapi di bawah arahan Pak Hartono.


   Lalu Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....


"Bagaimana mas kayaknya masih belum kering nih kolamnya, kira-kira butuh berapa hari ya mas kolam ini sekiranya bisa di isi air dan ditempati benih-benih ikan lele.?"


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Kalau menurut saya sih dek, besok insya "Allah" kolamnya sudah kering dan bisa di isi air, sekalian bisa diisi benih-benih ikan lele.!!"


   Lalu Pak Joko berkata....


"Baik kalau begitu mas, besok saya akan belanja membeli bibit-bibit ikan lele di peternakan bibit,dan sekalian dengan pakannya.   Kebetulan stok di sini lagi kosong nih.!!"


   Kemudian Pak Joko berkata....


"Oh ya dek kalau begitu sekarang saya akan membenahi dan memperbaiki pagar pekarangan belakang ini. Karena kayaknya pagar-pagar ini kurang begitu rapat.!!"


"Oh ya silakan  mas..!!     Ucap pak Hartono


   Kemudian Pak Hartono masuk ke dalam rumah.  Dan beberapa saat kemudian, tiba-tiba datang dua orang tamu ke rumah Pak Hartono.  Mereka adalah sepasang suami istri dari kota. Kebetulan suami dari orang tersebut adalah seorang guru yang mengajar di Sekolah dasar di desa tersebut. Tepatnya Sekolah dasar tempat Ica Sekolah dulu, atau tempat almarhumah Ibu Farida istri dari Pak Hartono mengajar dulu.


Kebetulan waktu itu Icha dan ibu Sumiatun berada di teras rumah depan.   Maka ibu Sumiatun dan Icha mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah, dan mempersilahkannya untuk duduk di ruang tamu.   Lalu kemudian Icha memanggil Pak Hartono yang kebetulan lagi ada di ruang tengah....


"Papa...!!papa...!!   Ada tamu...!!"     Panggil Icha kepada Pak Hartono....


   Kemudian Pak Hartono menyahut...


"Iya sebentar Icha...!!"


   Lalu Pak Hartono segera datang dan langsung menemui dua orang tamu tersebut di ruang tamu, dan langsung bersalaman kemudian menanyakan maksud kedatangan dari tamunya tersebut.


"Maaf Bapak dan Ibu dari mana, dan ada keperluan apa....??".   Tanya Pak Hartono kepada tamunya....


   Lalu tamunya tersebut menjawab....


"Oh iya pak perkenalkan nama saya Anton, dan ini istri saya Dewi.  Kebetulan saya seorang guru dan mengajar di Sekolah dasar di desa ini.


Kami berasal dari luar kota Pak, dan maksud kami datang ke sini untuk bertanya kepada bapak.   Mungkin bapak  ada tempat tinggal atau rumah kosong yang bisa kami sewa untuk kami tempati  selama saya mengajar di sini pak.!! Karena tidak mungkin saya bolak-balik ke luar kota pulang pergi tiap hari kesana kemari untuk mengajar, karena rumah kami berada di luar kota Pak.!!  Jadi terpaksa saya mengajak istri saya untuk ikut bersama saya, dan mencari rumah tempat tinggal yang bisa kami sewa agar kami merasa lebih tenang Pak.!! Oleh sebab itu kami datang ke rumah bapak barangkali bapak memiliki rumah tempat tinggal lain yang kebetulan lagi kosong yang bisa kami sewa untuk kami tempati berdua.!!"      "Bagaimana Pak.!?"


   Sesaat Pak Hartono" ibu Sumiatun" dan Icha"  terdiam dan saling pandang....


   Lalu kemudian Pak Hartono berkata kepada istrinya "Sumiatun"....


"Begini Bu... Bagaimana kalau rumah Ibu yang ditempati mas Joko dan Mbak  Sumarni kita sewakan kepada tamu kita ini Bu.   Lagian kasihan mereka lagi, mereka jauh-jauh dari luar kota dan butuh tempat tinggal....!!  Bagaimana Bu... dan Icha.. menurut kalian.??"


   Lalu ibu Sumiatun menjawab....


"Bagaimana dengan mereka mas, mereka akan tinggal di mana.??"


   Kemudian Pak Hartono menjawab....


"Itu gampang Bu...!! rumah kita ini kan luas, kita suruh saja mereka tinggal di sini.   Lagian selain mereka tidak kesana kemari untuk berangkat dan pulang kerja,  kan enak di tinggal di sini saja...!! lagi pula mereka kan bukan orang lain...!! mereka kan keluarga kita..!!".    "Bagaimana Bu.?"


        Tanya Pak Hartono kepada istrinya....


   Lalu ibu Sumiatun menjawab....


"Kalau saya sih setuju saja mas tapi alangkah baiknya bagaimana kalau hal ini kita bicarakan kepada Mbak yu dan mas Joko...!!"


   Tak lama kemudian ibu Sumarni datang dengan membawa dua gelas kopi untuk disuguhkan kepada tamu tersebut.


   Setelah Ibu Sumarni selesai menaruh kopi di atas meja di ruang tamu tersebut, kemudian  ibu Sumiatun berbicara kepadanya....


"Tunggu dulu kak.... kami ada yang mau dibicarakan kepada kakak dan mas Joko.   Tolong kakak panggilkan mas Joko kemari ya kak..!!"


   Kemudian itu ibu Sumarni menjawab....


"Oh ya baiklah dek...!!"


   Kemudian ibu Sumarni menuju ke halaman belakang rumah untuk memanggil suaminya Pak Joko.   Lalu dicarinya di kolam ikan lele, tapi ternyata suaminya gak ada.  Lalu ibu Sumarni memanggil-manggil suaminya tersebut, dan ternyata suaminya tersebut memperbaiki pagar pekarangan belakang rumah, yang kebetulan pagar tersebut agak jauh dari kolam ikan lele tersebut. 


   "ya maklumlah".  memang pekarangan rumah Pak Hartono sangat luas.


   Lalu ibu Sumarni memanggil suaminya....


"Mas.!! as Joko.!!  Kemarin sebentar.!!"


   Kemudian Pak Joko menjawab panggilan dari istrinya....


"Ya sebentar.!!"


   Kemudian setelah Pak Joko menghampiri istrinya tersebut, lalu sang istri berkata kepada suaminya....


"Begini mas.!! Dek Sumiatun memanggil kita berdua sekarang juga.!!"


   Kemudian Pak Joko berkata kepada istrinya....


"Ada apa lagi ya dek.!?  Kok mereka tiba-tiba memanggil kita lagi persis kayak tempo hari yang lalu.  Mas jadi khawatir lagi nih.!!  Jangan-jangan kali ini kita betul-betul mengerjakan kesalahan di rumah ini, dan jangan-jangan kita dipanggil oleh mereka tersebut akan ditegur atau diberi peringatan oleh mereka.  Kok perasaan mas nggak enak ya dek.!!  Ini kali kedua loh mereka memanggil kita, soalnya kalau mereka nggak begitu penting, mereka biasanya bicara ya bicara saja.!!  Kalau nggak ada hal yang sangat penting nggak mungkin mereka memanggil kita secara bersamaan seperti ini.!! Iya kan dek..!?"


   Kemudian ibu sumiatun menjawab....


"Mas Joko jangan suudzon dulu ah.!! Kita kan belum tahu apa maksud mereka.!! Kita waktu dipanggil beberapa hari yang lalu itu kan kita juga nyangkanya yang nggak-nggak, ternyata mereka bermaksud baik.!! Jadi menurut ibu sebaiknya kita menghadap dulu lah.!!  Dan buang semua perasaan-perasaan enggak enak itu.!! Lagi pula Ibu merasa dari perkataan dan raut wajah mereka, mereka kelihatan senang deh.!!  Jadi menurut Ibu mungkin mereka ada yang mau dibicarakan tentang hal lain yang sangat penting, yang perlu melibatkan kita berdua.!!"


   Kemudian Pak Joko berkata kepada istrinya....


"Baiklah kalau begitu bu.!! sebaiknya mari kita segera bersama-sama menghadap kepada mereka, agar mereka tidak lama-lama menunggu kita.!!"


   Lalu kemudian mereka berdua segera menghadap kepada ibu Sumiatun yang saat itu semuanya berkumpul di ruang tamu,.  termasuk dua orang tamu tersebut


   Setelah Ibu Sumarni dan suaminya berada di antara mereka,.  kemudian ibu sumiatun berkata kepada mereka berdua....


"Begini kak Sumarni dan mas Joko..!!   Saya mau bicara tentang rumah saya yang sekarang lagi ditempati kakak dan mas Joko.   Kebetulan tamu kami ini berasal dari luar kota, dan suaminya adalah seorang guru yang kebetulan mengajar di sekolah dasar di desa ini.   Dan mereka berdua membutuhkan tempat tinggal untuk disewa,   dan mereka sudah beberapa hari mencari tempat tinggal untuk disewa dan tidak menemukan atau tidak mendapatkannya.   Jadi mereka bertanya kepada kami lalu kami berinisiatif bagaimana kalau rumah saya yang ditempati kakak dan mas sekarang ini,  saya akan sewakan kepada mereka karena kami merasa kasihan kepada mereka.   Untuk masalah kakak dan mas Joko selanjutnya,.  saya dan mas Hartono menginginkan kakak dan mas Joko untuk tinggal di rumah ini bersama kami...!!   Bagaimana menurut kalian berdua.?"


   Mendengar ucapan dari adiknya tersebut, Ibu Sumarni kemudian terdiam beberapa saat, lalu  menoleh kepada suaminya dan berkata....


"Bagaimana menurut kamu mas.?"


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Kalau menurut saya sih... Itu malah lebih bagus, selain kita tidak wira-wiri kesana kemari untuk berangkat dan pulang kerja dari sini, kita akan  "STAND BY"  di sini dan bisa memaksimalkan pekerjaan kita.!!"


   Mendengar jawaban dari suaminya, ibu Sumiatun menjadi lebih mantap dan langsung berbicara kepada adiknya "Sumiatun".


"Baiklah dek... kami setuju dengan pendapat kalian.


Kemudian Ibu Sumarni memberikan kunci rumah tersebut kepada ibu Sumiatun, karena kunci rumah tersebut sebelumnya dipegang oleh dirinya.


   Dan memang rumah Ibu sumiatun sekarang sudah tidak seperti dulu lagi, kalau dulu memang rumah itu tidak layak atau kurang bagus, karena ibu Sumiatun dikenal orang yang kurang mampu.  Tapi semenjak dia dulu bekerja di rumah Pak Hartono dan Ibu Farida, maka setelah beberapa bulan kemudian rumah itu direnovasi menjadi semi permanen dan menjadi rumah yang layak dengan segala fasilitas di rumah tersebut.


   Kemudian ibu sumiatun berbicara kepada kedua tamunya tersebut....


"Baiklah Bapak dan Ibu... kami telah bersepakat untuk menyewakan rumah kami yang di sana.  Dan untuk lebih lanjutnya, berhubung Bapak dan Ibu masih belum tahu kondisi rumah tersebut, maka kami akan mengantarkan bapak dan Ibu ke rumah tersebut untuk melihat kondisi rumah saya itu..!!"    Bagaimana Bapak dan Ibu setuju...??"


   Kemudian mereka menjawab....


"Baiklah Bu Kami setuju..!!"


   Kemudian Pak Hartono" ibu Sumiatun" dan Icha" bersiap-siap untuk mengantarkan dua orang tamunya tersebut, untuk melihat-lihat rumah yang dimaksud.


   Lalu ibu Sumiatun berpesan kepada pak Joko....


"Baiklah mas Joko...!! Kami akan pergi dulu untuk mengantarkan tamu saya yang akan melihat rumah saya itu.  Dan kak Sumani biar ikut dengan kami dulu untuk mengambil barang-barang kakak dan mas Joko di sana.  Dan kami titip rumah ini kepada mas Joko ya...!!"


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Baiklah dek hati-hati ya...!!"


         "Iya terima kasih mas Joko."!!


Jawab ibu Sumiatun kepada Pak Joko.


   Kemudian mereka semua mulai berangkat menuju rumah tersebut. Pak Hartono"  Icha"   ibu Sumiatun"  dan ibu Sumarni"  naik mobil berada di depan, sedangkan tamunya tersebut mengikutinya dari belakang dengan naik sepeda motor miliknya.


   Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun sampai ke rumah yang dimaksud.  Kemudian mereka semua turun dari kendaraannya dan langsung melihat pekarangan rumah dari depan"  samping"  dan belakang."    Sedangkan ibu Sumarni meminta kunci rumah tersebut kepada ibu Sumiatun dan masuk ke dalam rumah lebih dahulu, untuk mengambil barang-barang miliknya dan suaminya.   Lalu semuanya barang-barang tersebut dimasukkan ke dalam mobil.


lalu kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi di dalam rumah.


Mereka langsung melihat kondisi ruang depan rumah tersebut dengan perabotan yang lengkap, lalu masuk ke ruang kamar dan dengan perabotan yang lengkap, lalu diteruskan ke ruang tengah dengan perabotan yang lengkap, dan menuju ke ruang dapur dan juga dengan perabotan yang lengkap dengan segala fasilitas, termasuk kamar kecil  "MCK", dan juga termasuk kelistrikan semuanya lengkap.


   Rumah Ibu Sumiatun tersebut berukuran 6 setengah kali 17 meter dengan posisi dapur di belakang rumah.    Dengan luas halaman 10 * 20 M2


   Setelah mereka selesai melihat-lihat kondisi rumah tersebut, maka mereka semua duduk di ruang tamu.


Sedangkan ibu Sumarni sibuk membuatkan kopi untuk mereka semua.  Dan setelah kopi siap, maka dihantarkannya ke ruang tamu tersebut, dan dia juga ikut duduk bersama mereka.


   Sesaat kemudian...ibu Sumiatun mempersilahkan kepada tamunya untuk meminum kopi yang telah disiapkan untuk mereka, dan mereka pun meminum kopi tersebut bersamaan.


   Lalu sesaat kemudian ibu Sumiatun bertanya kepada tamunya tersebut....


             "Bagaimana Bapak dan Ibu... rumah ini cocok nggak menurut kalian.?"


      Kemudian mereka menjawab....


"Iya rumah ini sangat cocok sekali buat kami Bu, selain rumahnya bagus, fasilitasnya juga lengkap, dan halaman rumah pun agak luas.!!"


"Jadi bagaimana ibu dan bapak...!! Rumah ini mau disewakan berapa kepada kami pertahunnya.??"


   Mendengar pertanyaan dari mereka, maka ibu Sumiatun dan Pak Hartono masuk ke ruangan tengah, untuk berembuk masalah harga sewa rumah tersebut.


   Kemudian ibu sumiatun bertanya kepada suaminya tersebut...


"Bagaimana mas...!! kira-kira berapa ya untuk sewa rumah ini dalam satu tahunnya kepada mereka...?"


       Lalu Pak Hartono menjawab....


"Kalau menurut saya sih Bu...!! kalau kita melihat luas lahan"  ukuran bangunan dan kondisinya" dan dengan segala perabotan dan fasilitas yang lengkap seperti ini....!! Kalau zaman sekarang sih.... Berada di kisaran 1 juta perbulan Bu.   Jadi kalau 1 tahun menjadi 12 juta Bu...!!"


      Kemudian ibu sumiatun berkata kepada suaminya....


"Baiklah kalau begitu mas, kita segera sampaikan tentang hal ini kepada mereka.!!"


   Lalu kemudian mereka berdua kembali ke ruang tamu, dan membicarakan tentang harga sewa rumah tersebut yang telah dimusyawarahkan mereka tadi kepada tamunya.


   Lalu ibu sumiatun berkata kepada mereka....


"Begini Bapak dan Ibu kami telah bersepakat mengenai harga sewa rumah ini, dan harga tersebut kami sepakati yaitu "12 juta"  dalam 1 tahun.   Dan kalau Bapak dan Ibu setuju, maka Bapak dan Ibu bisa membayar separuh dari harga tersebut dibayar dimuka, dan dalam tenggat waktu selama 6 bulan ke depan.!!"    


   "Bagaimana bapak dan ibu apa kalian setuju....?"


    Tanya ibu Sumiatun  kepada mereka....


      Kemudian mereka berdua berbisik... Dan selanjutnya mereka menjawab pertanyaan dari ibu Sumiatun....


"Baiklah Bu Kami setuju dengan harga rumah ini...!!"


   Lalu mereka mengambil uang dari dalam tas yang mereka bawa sebanyak  "6 juta rupiah"untuk 6 bulan ke depan, dan diserahkan kepada ibu Sumiatun.  Dan kemudian ibu Sumiatun menerima uang tersebut, lalu mereka bersalaman sebagai tanda jadi transaksi...


   Setelah semuanya selesai, maka Pak Hartono dan semuanya segera pamit pulang kepada penyewa rumah tersebut.


   Kemudian Pak Hartono berucap salam kepada mereka berdua....


"Assalamualaikum.!!"


   Lalu mereka menjawab....


"Waalaikumsalam.!!"


   Kemudian Pak Hartono dan semuanya keluar dari rumah tersebut, dan menuju mobil kemudian segera berangkat pulang.


   Setelah mereka sampai ke rumah, lalu ibu Sumarni mengeluarkan barang-barang miliknya dan suaminya yang diambil dari rumah Ibu sumiatun tadi, lalu dimasukkan ke dalam kamar rumah yang telah dipersiapkan oleh ibu sumiatun.


   Beberapa saat kemudian, pak Hartono langsung menuju ke halaman belakang rumahnya, dan mengecek kolam-kolam yang sudah terisi air.


Pak Joko mulai tadi pagi rupanya sudah mengisi kolam-kolam tersebut dengan air, melalui pompa mesin diesel yang disalurkan lewat paralon ke kolam-kolam tersebut.


   Kemudian Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....


"Bagaimana mas..!!  apa semua sudah di isi air kolam-kolamnya.?"


   Lalu Pak Joko menjawab....


"Oh iya sudah dek..!! semuanya sudah saya isi air dan semuanya sudah beres.!!"


   Kemudian Pak Hartono berkata....


"Oh iya... kalau begitu mas sekarang ikut dengan saya untuk membeli bibit ikan lele ke kota.


   Lalu Pak Joko menjawab....


"Baik... Kalau begitu saya mandi dulu dan ganti baju dek ya...!!"


"Baik... Saya tunggu di mobil mas ya.!!"    Ucap pak Hartono.


"Iya dek.!!"    Ucap Pak Joko.


   Tak lama kemudian mereka segera masuk ke dalam mobil, dan segera berangkat untuk membeli bibit ikan lele ke kota.  Untuk kali ini Pak Hartono membeli bibit lelenya tidak seperti biasanya.   Karena sekarang kolam yang di rumah Pak Hartono bukan 3 petak lagi, melainkan 10 petak, itu pun lebar-lebar dan panjang-panjang.


   Setelah mereka selesai berbelanja bibit ikan lelenya lalu mereka langsung pulang ke rumah.


Dan sesampainya di rumah, bibit-bibit ikan lele tersebut satu persatu langsung dilepas ke kolam baru tersebut.   Kebetulan satu kolam tersebut di isi satu bungkus, dan per bungkusnya berisi 5000 bibit ikan lele.   Jadi total semuanya Pak Hartono membeli 50.000 bibit ikan lele, dan dijadikan 10 bungkus.


Dan selain membeli bibit ikan lele, Pak Hartono juga membeli pakan ikan tersebut.


   Setelah semua bibit-bibit tersebut dimasukkan ke dalam kolam, lalu beberapa saat kemudian Pak Joko segera menaburkan pakan ke satu persatu kolam tersebut.


Kemudian terlihat ikan-ikan tersebut memakan pakan yang ditaburkan oleh pak Joko dengan lahapnya.


Kebetulan dari proses pelepasan bibit dan penaburan pakan ke kolam-kolam tersebut, disaksikan oleh Icha"  ibu Sumiatun"  dan ibu Sumarni." Mereka terlihat senang melihat semua itu.


   Sesuai petunjuk dari Pak Hartono untuk memberi makan lele-lele tersebut dua kali sehari, maka Pak Joko melaksanakan sesuai petunjuk pak Hartono.  Dan begitu seterusnya.


   Setelah beberapa waktu berlalu, dan disaat Icha bersama ibu Sumiatun dan Pak Hartono duduk-duduk di teras rumah.... Tiba-tiba ada mobil masuk ke halaman rumah mereka.


Lalu mereka semua berdiri dan memperhatikan, siapa gerangan tamu mereka yang ada di dalam mobil tersebut.


   Tak lama kemudian semua yang ada di dalam mobil tersebut keluar.  Dan setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata mereka adalah 5 orang teman Icha waktu kuliah, dan yang bertemu dengan Pak Hartono dan ibu Sumiatun sewaktu mereka berliburan di wisata pantai beberapa waktu yang lalu.


   Icha yang mengetahui bahwa mereka tersebut adalah teman-temannya, langsung menghampiri mereka dan memeluk mereka dengan perasaan rindu.


Dan salah satu dari kelima teman Icha tersebut, adalah anak dari dosen tempat Icha kuliah dulu namanya "Adit."  Dia adalah satu-satunya cowok di antara mereka dan sekaligus yang mempunyai mobil yang ditumpangi mereka tersebut.


Sedangkan 4 temannya lainnya semuanya cewek.   Mereka adalah: "Melinda"  "Fitriani"   Anggun"   dan "rebecca."   Semuanya berasal dari luar kota.  Pak Hartono dan ibu Sumiatun sudah mengenal mereka semua, karena mereka sudah pernah bertemu dan berkenalan sewaktu Pak Hartono dan ibu Sumiatun berada di wisata pantai beberapa waktu yang lalu.


   Kemudian Icha mengajak kelima temannya tersebut untuk masuk ke dalam rumah.  Dan kebetulan di luar pintu depan rumah, bapak Hartono dan ibu Sumiatun telah menunggu mereka


   Lalu mereka menghampiri Pak Hartono dan ibu Sumiatun yang berdiri di depan pintu rumah, sembari mengucap salam kepada mereka.       "Assalamualaikum.??"


   Kemudian Pak Hartono dan ibu Sumiatun menjawab salam mereka....


"Waalaikumsalam.??"


   Kemudian mereka bersalaman kepada Pak Hartono dan ibu Sumiatun.  Lalu Pak Hartono dan Ibu Sumiatun segera mempersilahkan kelima orang teman Icha tersebut masuk ke dalam rumah, dan mereka dipersilahkan duduk di ruang tamu.


Sedangkan Pak Hartono"  ibu Sumiatun"  dan Icha"  menemani mereka di ruang tamu tersebut.


   Ibu Sumarni yang mengetahui ada tamu di rumah itu, maka ia segera menyiapkan minuman dan makanan kecil, kemudian dihantarkan dan ditaruh di meja ruang tamu tersebut.


Lalu mereka mengobrol dengan hangat sembari menikmati minuman dan makanan kecil yang ada di meja tersebut.


   Kemudian ibu sumiatun berkata pada mereka....


"Bagaimana kabar kalian.??"


   Kemudian mereka menjawab....


"Alhamdulillah baik tante.??"    


Kemudian mereka bertanya balik...


"Om"  Tante" dan Icha sendiri" bagaimana kabarnya.??"


   Lalu ibu Sumiatun" Pak Hartono" dan Icha" menjawab....


"Alhamdulillah baik.!?"


  


   Setelah beberapa saat mereka ngobrol, kemudian mereka mengutarakan maksud kedatangan mereka.


   Kemudian Adit anak sang dosen berbicara kepada Icha....


"Begini Icha, kami datang ke sini selain bersilaturahmi kami ada maksud lain.


   Kemudian Icha bertanya....


"Apa itu.??"


   Kemudian Adit berbicara....


"Jadi begini..!! kami berlima berencana akan meneruskan studi ke Amerika.


Jadi kami berencana untuk mengajak Icha studi di sana, barangkali Icha satu tujuan karena kita satu perjuangan sewaktu kuliah dulu.


   Mendengar ajakan temannya tersebut, Icha seketika terdiam dan tertunduk.  Lalu kemudian Icha berkata kepada Adit temannya tersebut....


"Kalau saya sih mau banget studi di sana.  Tapi kalian kan tahu sendiri, biayanya kan sangat mahal....!!


Jadi... ya.... bagaimana ya.!?"


   Mendengar ucapan Icha seperti itu, Pak Hartono langsung berkata....


"Icha..!! kamu jangan khawatir Nak, Icha kan Anak Papa...!!   Kalau memang Icha bercita-cita seperti itu, Bapak akan mendukung sepenuhnya Nak. Dan Icha jangan khawatir seluruh yang Papa miliki, pada akhirnya akan menjadi milik Icha karena Icha Anak Papa.  Jadi Icha jangan khawatir lagi Nak ya...!!terus kan cita-citamu kalau Icha memang ingin studi ke Amerika, maka  teruskan Nak, Papa akan mendukung semuanya.


   Mendengar kata-kata dari Pak Hartono tersebut....


"Icha langsung menghampiri dan memeluk Papanya tersebut, dan menangis sejadi-jadinya.   Ibu Sumiatun yang mendengar dan melihat itu semua, tidak kuasa menahan air mata dan akhirnya mereka bertiga saling berpelukan. Ada perasaan "haru"  senang"  dan bangga" menyelimuti mereka bertiga.


   Lalu Pak Hartono berbicara lagi dengan nada pelan....


"Icha apa kamu nggak ingat ya Nak..!! sewaktu kamu kecil dulu dijadikan anak angkat oleh almarhumah Ibu Farida istri saya.   Semenjak itu pula saya dan istri saya sudah menyayangi kamu dan menganggap kamu sebagai anak sendiri.   Apalagi sekarang kita sudah menjadi satu keluarga.... Jangankan harta Nak, jiwa dan raga pun kalau itu menjadi taruhan buat kalian, akan saya korbankan demi kalian catat itu.


   Mendengar kata-kata dari Pak Hartono tersebut.... Icha dan ibu Sumiatun semakin menjadi-jadi tangisannya, dan semakin erat mereka memeluk Pak Hartono.


   Kelima teman Icha yang menyaksikan adegan tersebut, tidak terasa air mata mereka menetes dengan perasaan yang sangat mengharukan, karena kejadian tersebut berada di depan mata mereka.


   Setelah beberapa saat kemudian Pak Hartono menenangkan mereka berdua, dan menyuruhnya kembali ke tempat duduk mereka.  Dan setelah mereka tenang,


kemudian Pak Hartono berbicara kepada 5 orang teman Icha....


"Baik sekarang Om bertanya kepada kalian...!! kalau memang kalian berencana studi ke Amerika, tentunya sebelumnya kan sudah diperhitungkan...!!   "maksud Om "tentang universitasnya di sana" "tentang tempat tinggalnya di sana" dan lain sebagainya...!!   "Bagaimana.??"


   Kemudian Adit menjawab....


"Oh iya Om...!! kebetulan di California ada saudara Papa namanya: "Robert"  dan kebetulan rumah om Robert  tidak jauh dari universitas tujuan kami.   Dan lagian om Robert juga adalah Dosen di Universitas tersebut. Dan kebetulan kampus tersebut adalah kampus ternama di California Om.!!"