
Kemudian ibu Sumarni dan Pak Joko menjawab pertanyaan dari ibu Sumiatun tersebut secara bersamaan.....
"Baiklah kami siap dek.!!"
Kemudian setelah itu mereka semuanya segera bubar. Pak Joko dan ibu Sumarni kembali ke ruangannya, sedangkan Pak Hartono dan ibu Sumiatun pindah ke ruangan tengah sambil nonton TV mereka duduk santai.
Lalu kemudian ibu Sumiatun mengingatkan kepada suaminya agar segera memberi kabar tentang peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida tersebut kepada Icha.
Ibu Sumiatun berkata....
"Jadi bagaimana mas.!? Ini kan kita sudah selesai memberitahukan tentang hal ini kepada mbak Yu dan mas Joko.!! Jadi sekarang kan tinggal Icha yang belum kita kabari.... Jadi menurut Ibu sih, sebaiknya mas telepon Icha sekarang, dan kabarkan semuanya.!!"
Ucap ibu sumiatun kepada suaminya....
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Baiklah kalau begitu Bu.!! Saya akan segera menelpon Icha.!! Tapi kita ngejelasinnya bareng-bareng ya Bu, agar Icha merasa puas.!!"
Lalu ibu Sumiatun menjawab....
"Baiklah mas.!!"
Kemudian Pak Hartono segera menelpon Icha.... Dan setelah telepon tersebut tersambung, maka Icha segera mengucap salam kepada Pak Hartono dan ibu Sumiatun....
"Halo... "Assalamualaikum.!! Papa, Ibu.!!"
Kemudian Pak Hartono dan ibu Sumiatun menjawab.... "Waalaikumsalam.!! Icha.!!"
Lalu Icha bertanya kepada mereka berdua....
"Ada apa papah dan Ibu menelepon Icha.??"
Kemudian Pak Hartono menjawab dan menjelaskan maksudnya....
"Begini Icha... Papa dan ibumu sengaja menelpon kamu, karena ada sesuatu yang sangat penting yang perlu kami bicarakan sama Icha.!! Kebetulan hal tersebut mengenai peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida. Jadi kebetulan hari tersebut kurang satu minggu lagi dari sekarang.!! Karna bukan apa-apa, bukannya kami bermaksud menyuruh Icha pulang ke Indonesia... Tapi Icha sekedar tahu saja, karena bagaimanapun juga hal ini pasti menurut Icha penting banget.!! Karena kami merasakan bagaimana perasaan Icha terhadap almarhumah, walaupun beliau sudah tidak ada. Jadi hal ini meskipun hanya peringatan tentang wafatnya beliau, yaitu 100 harinya.... Maka Kami merasa Icha wajib mengetahuinya.!! Ya harapan kami berdua meskipun Icha tidak bersama-sama kami, artinya bersama-sama memperingati hal tersebut, tapi setidaknya kami berharap kepada Icha, supaya bisa membantu doa kepada almarhumah, dan mendoakan acara ini semoga berjalan lancar.!! Karena kami berencana acara peringatan untuk yang 100 harinya ini beda dengan yang kemarin, yaitu peringatan 40 hari wafatnya Ibu Farida. Jadi dalam hal ini peringatan yang ke 100 harinya ini, saya dan ibumu berencana akan memperingatinya dengan agak meriah.!! Jadi doakan saja ya.!! Semoga acara ini nantinya bisa sukses dan tidak ada halangan apa-apa.!!"
"Oh iya pasti papa.!! Icha akan mendoakan beliau selalu dan selalu sampai kapanpun.!! Karena bagi Icha, walaupun Ibu Farida sudah tidak ada lagi dan sudah tidak bersama-sama kita lagi, tapi bagi Icha beliau tetap dekat di hati Icha, dan tak akan lekang dimakan waktu.!! Tapi Icha sangat berterima kasih sekali kepada papa dan Ibu, karena telah mengabarkan hal yang sangat penting tersebut kepada Icha.!! Jadi Icha sangat senang deh mendengarnya.!! Sekali lagi terima kasih banyak ya pah.!!"
Ucap Icha kepada papanya....
Kemudian ibu Sumiatun "sang Ibu" menambahkan....
"Ya pastilah Icha.!! Masak hal sepenting ini Ica nggak dikasih kabar.!! Tapi jangan lupa loh Icha.!! Jangan hanya almarhumah Ibu Farida saja yang Ica doakan.!! saya dan papamu juga didoakan dong.!! Jangan kira kami tidak sayang sama Icha.!! Iya kan mas.??"
Ucap ibu Sumiatun kepada Pak Hartono dengan nada merajuk mencari perhatian dari Icha...
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Loh... Iya dong.!! So pasti itu.!! Kamu itu jantung hati Kami lho.!! Kata siapa kami nggak sayang.!! Ya buktinya sekarang Icha berada di Amerika.!! Itu jangan kira Ica diasingkan atau dibuang oleh kami.!! Justru itu demi masa depan Icha sendiri.!! Karena kami berharap kita harus jadi orang sukses.!! Bukannya kami nggak sayang terus Icha beranggapan Icha di asingkan begitu.... Salah itu.!! Dan kalau seumpama ada perbandingan antara kasih sayang kami kepada Icha, misalkan Icha berperasaan bahwa kami tidak sayang terhadap Icha.... Maka saya terutama kalau hal tersebut dianggap jadi taruhan antara sayang saya kepada Icha atau enggak... Maka saya siap untuk berjalan kaki ke Amerika untuk menjemput Icha....!! Iya kan Bu.??
Ucap pak Hartono kepada istrinya juga dengan kata-kata merajuk, dan juga mencari perhatian dari Icha.
Icha yang mendengar kata-kata Pak Hartono dan ibu Sumiatun tersebut, maka Icha merespon dan berkata....
"Ah.... Papa, Ibu... Jangan ngomong gitu deh.!! Ixha jadinya nangis nih dengernya.!! Bukannya Icha membeda-bedakan kasih sayang Icha antara kalian dan almarhumah Ibu Farida, tapi kata-kata Icha tersebut hanya semata-mata sebagai tanda bakti Icha kepada almarhumah.!! Karena bagaimanapun juga, Icha masih ingat sewaktu kecil dulu pada waktu Icha putus sekolah di kelas 3 sekolah dasar.!! Bagaimana perjuangan Ibu Farida kepada Icha.!! Bahkan saat itu bukan hanya Icha, Ibu pun ditolong sama beliau.!! Ya walaupun maksud dari pertolongan Ibu Farida pada waktu itu dengan persetujuan papa, tapi waktu itu yang terjun langsung untuk membujuk Icha dan Ibu untuk melanjutkan sekolah dan mengerjakan Ibu di rumah almarhumah, itu yang terdengar di telinga Icha adalah suara Ibu Farida.!! Jadi Icha ingat betul itu.!! Apalagi sekarang beliau sudah tidak ada. Jadi bagaimana mungkin seorang Icha bisa melupakannya begitu saja.!! Dan lagi apakah pantas seorang Icha bersikap durhaka kepada almarhumah.!? Karena Icha ingat betul.... Ada pepatah mengatakan" jangan sampai kacang lupa kulitnya.!!" Jadi hal itulah yang membuat Icha tidak bisa melupakan begitu saja tentang beliau. Jadi sekali lagi, jangan menyikapi salah, tentang anggapan Icha dan perasaan Icha kepada almarhumah.!! Bagi Icha "Papa" "Ibu" dan "Almarhumah" adalah orang yang amat sangat Icha sayangi sampai kapanpun.!! Apalagi Ibu yang sudah berjuang dalam mengandung Icha selama 9 bulan di dalam kandungan.!! Tentulah Icha sangatlah tidak pantas kalau kasih sayang Icha, Bhakti Icha kepada Ibu luntur begitu saja.!! Dan yang perlu Papa dan Ibu ketahui.!! Tidak ada dalam kamus Icha perbandingan kasih sayang kalian berdua di dunia ini melebihi dari apapun.!! Camkan itu.!!"
Ucap Icha sembari menangis tersedu-sedu....
Mendengar Icha berkata seperti itu dan terdengar sangat sedih sekali, maka Pak Hartono dan ibu Sumiatun menjadi panik seketika.... Karena mereka berdua tidak menyangka ucapannya tersebut telah membuat Icha sedih. Sesaat mereka berdua terdiam dan saling pandang dan saling menyalahkan antara satu dengan yang lain, karena mereka merasa panik yang sangat luar biasa. Kemudian mereka berdua saling menyuruh antara satu dengan yang lainnya untuk membujuk Icha, sembari saling menyodorkan ponselnya.
Setelah beberapa saat kemudian, maka ponsel tersebut mereka pegang berdua. Dan mereka pun berbicara bersama-sama dan saling bergantian lewat ponsel tersebut, dengan nada membujuk Icha...
"Icha sayang... Kok Icha jadi sedih sih.... Jangan nangis dong nak.!! Kami cuma bergurau kok.!! Sumpah deh.!! Tidak ada maksud kami untuk meragukan kasih sayang Icha kepada kami.!! Kami tahu itu.!! Sudahlah nak.!! kalau Icha bersedih, kami juga ikut sedih dong.!! Kami berani sumpah.... Tidak ada sedikitpun dalam hati papa dan Ibu untuk meragukan kasih sayang Icha kepada kami.!! Ya sudah kami minta maaf, kalau kata-kata kami tadi membuat Icha sedih.!! Tapi sumpah deh... Kami tidak meragukan sama sekali cinta Ica kepada kami.!! Itu tadi cuma kami bergurau saja.!! kami itu sangat sayang sekali sama Icha... Dan asal Icha tahu, jangankan sekarang Icha ada di Amerika..... Icha bersama kami pun, kan Icha bisa merasakan bagaimana kasih sayang kami kepada Icha.!! Jadi tidak ada dan tidak mungkin kami meragukan cinta Icha kepada kami.!! kan Icha tahu sendiri Papa dari dulu semenjak kawin dengan almarhumah, dari muda sampai beliau meninggal dunia tidak memiliki anak atau keturunan.!! Jadi siapa lagi dong yang Papa sayangi... kan Icha.!! Jadi tidak ada alasan kalau Papa meragukan cinta Ica kepada papa, karena Icha pun sebelum status menjadi anak Papa, kan dulu memang sudah diangkat oleh almarhumah Ibu Farida menjadi anak angkat.!! Apalagi sekarang ya kan.!?"
Kemudian ibu Sumiatun menambahkan....
"Icha... Denger Ibu nak.!! Benar kata-kata papamu tadi.!! Icha jangan salah tafsir dong.... Kami berkata-kata seperti tadi itu, hanya semata-mata karena kami rindu nak sama kamu.!! Masa Icha tidak bisa menangkap bahasa kami sih... Coba Icha ingat-ingat, dulu sewaktu Icha dan Ibu ditinggalkan oleh bapakmu.!! Bagaimana sengsaranya kita dulu.!! Bahkan sebelum bapakmu menceraikan Ibu, kita sudah merasakan penderitaan, atau kesengsaraan akibat kekurangan.!! Bahkan kalau Icha ingat... Akibat permasalahan tersebut, Ibu sering bertengkar dengan bapakmu.!! Dan bahkan pertengkaran tersebut terjadi di depan Icha sendiri waktu itu.!! Kalau Icha bisa merasakan apa yang ada dalam perasaan Ibu.... Icha tidak akan kuat.!! Karena Ibu tahu betul.... Pertengkaran Ibu dengan bapakmu dulu yang terjadi di depan Icha, apalagi Ica waktu itu masih kecil, itu sangat tidak baik.!! Coba ingat-ingat itu.!! Masalah itu pun sampai membuat Icha trauma, Icha sampai minder tidak percaya diri, dan selalu ketakutan bila melihat atau menyaksikan teman-teman Icha bertengkar.!! Karena pertengkaran yang Icha saksikan di antara teman-teman Icha tersebut, itu sudah biasa terjadi setiap hari di lingkungan keluarga kita.!! Icha ingat itu.!! Tapi perjuangan seorang Ibu tidak mungkin putus asa begitu saja, karena kalau kita ingat sewaktu bapakmu menceraikan Ibu dulu, bagaimana Icha sampai putus sekolah akibat kekurangan biaya, dan bahkan untuk makan sehari-hari pun Ibu sampai rela menjadi buruh cuci kepada para tetangga.!! Dan itu pun tidak digaji dengan uang, melainkan hanya dengan sepiring nasi.... Itu semata-mata Ibu lakukan demi untuk menghidupimu nak.!! Karena yang ada dalam pikiran Ibu waktu itu hanya satu, yaitu Icha tetap bisa makan.!! Jadi Ibu hafal betul riwayat Icha dari dulu sampai sekarang, karena Ibu adalah orang yang mengandung dan melahirkanmu, dan yang memperjuangkanmu.!! Dan satu lagi yang perlu Ica ketahui.... Icha mulai kecil dulu sampai sekarang tidak pernah menyakiti hati Ibu, dan tidak pernah membuat Ibu kecewa apalagi membuat Ibu mal.!! Jadi tidak ada alasan bagi Ibu untuk meragukan cinta Ica kepada Ibu.!! Jadi itu yang sebenarnya yang ada dalam perasaan Ibu nak.!! Jadi kalau ada ucapan Ibu tadi yang membuat Icha sedih, itu hanya bergurau.!! Dan yang seperti Ibu katakan sebelumnya, itu hanya mengalihkan rasa rindu Ibu kepada Icha.!! Sekali lagi Ibu minta maaf nak ya.!!"
Ucap ibu Sumiatun kepada anaknya....