Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 54



   "Setelah beberapa waktu berlalu, maka hari-pun berganti dengan pagi...*


   Kemudian tim pencari baik dari "BNPB" ataupun tim dari om Robert dan mahasiswa, mereka kembali bersiap-siap untuk melakukan pencarian Icha dan Adit yang tersesat di dalam hutan...


   Lalu setelah tepat pukul 08.00 pagi waktu setempat, semua tim tersebut mulai berkoordinasi mengenai metode ataupun taktik dalam pencarian mereka kali ini...


   Maka semuanya segera bersiap-siap dengan segala keperluan dan kebutuhan mereka, di dalam perjalanan ke dalam hutan untuk mencari Icha dan Adit tersebut...


   Mulai dari perbekalan" alat-alat medis" ataupun perlengkapan-perlengkapan untuk medan itu sendiri...


   Dan tak lupa sebelum mereka semua berangkat, mereka terlebih dahulu sarapan pagi semuanya di tempat itu...


   Lalu setelah itu, maka semuanya kembali berkumpul dan bersiap-siap untuk melakukan pencarian...


   Namun sebelum mereka berangkat, mereka seperti biasa yaitu: berdoa terlebih dahulu yang dipimpin oleh om Robert...


   "Maka mereka semuanya berdoa dengan khusyuk dan hikmat..."


   Kemudian setelah itu, maka mereka semuanya mulai berangkat menuju ke dalam hutan untuk memulai pencarian...


   "Sedangkan di tempat lain, Icha dan Adit yang tersesat di dalam hutan itu rupanya di pagi itu juga sudah bangun dari tidurnya..."


   Dan rupanya Mereka berdua semalam sangat nyenyak dalam tidurnya...


  "Ya maklum saja...!"


Mereka setelah kemarin seharian berjalan tidak tentu arah, Mereka sangat merasa kelelahan dan kecapean...


   Maka dari itu, mereka sangat nyenyak dalam tidurnya...


  Dan ditambah lagi, di tempat itu mereka berdua sudah membuat kawasan tersebut sangat nyaman ditempati khususnya malam itu...


   Dengan adanya tempat tidur dari akar-akar kayu yang diikatkan antara pohon ke pohon, dan dengan kobaran api dari api unggun yang mereka buat...


   Maka mereka cukup merasakan kehangatan dari lokasi tersebut...


   Apalagi setelah mereka merasakan nikmatnya Ayam hutan panggang, yang semalam mereka nikmati hasil buruan dari Adit itu...


   Lalu setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua kebingungan tentang apa yang seharusnya mereka lakukan di pagi itu...


   Apakah mereka akan terus berjalan dengan segala resikonya, atau mereka menunggu dengan harapan, barangkali teman-teman mereka akan mencari dan menemukan mereka di tempat itu.!?


   Dan setelah mereka memikirkan hal itu, dalam beberapa saat kemudian mereka berdua berdiskusi terkait dengan hal yang dipikirkannya tersebut.!


   "Icha berkata kepada Adit...!"


"Jadi, sekarang gimana nih Dit.!! "Apakah kita akan terus berjalan mencari jalan keluar dari tempat ini.??


"Ataukah kita nunggu aja.  Barangkali teman-teman kita, ataupun para Dosen dan panitia, menemukan kita di tempat ini.!?


"Karena...  Terus terang aja nih...


Gue jadi bingung sekarang Dit.! "Sedangkan kalau kita terus berjalan, maka kita harus menerima risiko.!! "Sebab, kalau kita salah arah, itu malah akan menambah parah.  Dan kita bertambah tersesat di hutan ini.!!


"Karena kita tahu sendiri, bahwa kita nggak tahu arah dan situasi tempat ini.!!


"Sedangkan kalau kita tetap menunggu di sini, maka resiko itu juga ada.!!


"Karena walaupun teman-teman kita, ataupun yang lainnya mencari keberadaan kita, tepat dengan arah dan posisi keberadaan kita sekarang ini, ya kita beruntung!!


"Tapi kalau nggak, maka mereka tidak akan menemukan kita.!!


"Dan kita-pun demikian.!!


Jadi gimana ini Dit.!?"


"ucap Icha kepada Adit, dengan nada kebingungan.!"


   Maka Adit yang mendengar kata-kata dari kekasihnya dan bernada kebingungan itu, maka Dia sesaat terdiam dan berpikir...


   Dan Adit-pun merasa kebingungan, saat itu dengan mendengar kata-kata dari Icha yang ditujukan kepadanya.!


   Sebab yang ada dalam pikirannya saat itu ialah: bukan dengan apa yang harus dilakukan untuk kedepannya.!


   "Akan tetapi, Adit menjadi khawatir dengan kekasihnya tersebut.!


   Karena bagaimanapun juga, dalam hati dan perasaan Adit, Dirinya tidak rela jikalau kekasihnya tersebut merasakan "kekhawatiran" "kebingungan" dan "ketakutan" di tempat itu...


   Jadi kalau hanya tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya, Adi tidak begitu memikirkan.!


   Karena memang Dia sendiri di samping seorang cowok yang tegar, Dia adalah seorang yang tangguh Dengan "fisik" "mental" dan "kepribadiannya."


   Jadi kebingungan Adit tersebut ada dua.  Yaitu: (1.) Bagaimana caranya membuat kekasihnya tersebut menjadi tenang, aman, dan selamat.!


   Lalu yang ke (2), Adit merasa, bahwa di situlah ujian Dia yang sesungguhnya,


Maka Dia merasa dirinya harus menjadi orang yang paling bertanggung jawab tentang masalah mereka berdua.!


   Dan Adit merasa, saat itulah segala yang Ia miliki" baik fisik, mental, kekuatan, ataupun keahlian dipertaruhkan, dan harus berguna dan di pakai.!


   "Jadi, itulah sebenarnya yang ada di pikiran Adit saat itu..."


   "Kemudian Adit berkata kepada Icha...!"


"Baiklah Icha.!!


"Gini aja.!!


"Kayaknya, kita harus berjalan deh.!! "Dan kita harus tetap mencari jalan keluar dari tempat ini, dengan segala risiko yang seperti lu katakan tadi.!! "Jadi...  Gimana-pun juga, kita nggak mungkin tetap berada di tempat ini.!! "Karena, itu artinya kita putus asa, atau nyerah.!!


"Dan boleh dikatakan, kalau kita tetap berada di tempat ini, itu kayaknya terkesan kita nyerah.!!


"Jadi menurut gue, sebaiknya kita tetap berjalan.!!


"Siapa tahu nanti keberuntungan akan tiba juga.. Dan kita akan menemukan jalan keluar.!!"


"ucap Adit kepada Icha, dengan nada tenang.!"


   "Kemudian Icha berkata lagi kepada Adit...!"


"Oke kalau gitu Dit.!!


"Gue ikut apa kata lu aja.!!


"Kalau emang menurut lu itu yang terbaik, maka gue setuju aja.!!"


   Maka setelah selesai mereka berdua berdiskusi, lalu segera mereka berdua bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan di dalam hutan tersebut, untuk mencari jalan keluar...


   Dan mereka-pun langsung melangkah perlahan-lahan di hutan tersebut, sembari menoleh ke kanan dan ke kiri dengan waspada yang sangat tinggi.!


   Termasuk mereka mengantisipasi dari serangan ular-ular berbisa, dan yang lainnya...


   Sedangkan di tempat lain, semua tim pencari terus melakukan tugasnya yaitu: mencari keduanya yang tersesat di dalam hutan itu.!


   "Dan mereka semuanya-pun tambah jauh masuk ke dalam hutan tersebut, dengan tetap berteriak-teriak memanggil Icha dan Adit.!"


   Namun sejauh itu, mereka belum juga menemukan keduanya.!


   Semua tim pencari itu-pun masuk ke kawasan hutan yang lebih lebat, seperti yang dialami oleh Icha dan Adit...


   Karena mereka semua memiliki firasat yang sama, yaitu: Icha dan Adit tersesat ke dalam hutan tersebut dikarenakan oleh lebatnya hutan yang mereka memasuki saat itu.!


   Karena kalau tidak, mereka berdua tidak mungkin tersesat.!


   Sebab hutan tersebut seperti yang telah diuraikan sebelumnya, maka tambah masuk ke dalam, maka hutan tersebut makin lebat...


   Jadi, semua tim pencari itu lebih fokus ke kawasan tersebut dalam pencariannya...


   Dan metode pencarian mereka semua kali ini, berbeda dengan waktu kemarin.!


   Jadi kali ini mereka semua selain lebih fokus, maka mereka juga akan lebih lama berada di hutan tersebut.!


   Dan mereka juga sudah siap dengan segala resikonya, termasuk mengantisipasi keadaan mereka semua dalam pencariannya tersebut.!


   Hal itu terbukti dalam pencarian yang kedua tersebut, mereka sudah mempersiapkan segalanya...


   Baik dari segi makanan, ataupun obat-obatan, dan perlengkapan-perlengkapan lainnya.!


   Termasuk tempat-tempat kemah, jikalau mereka nanti akan beristirahat di dalam hutan tersebut.!


   Ataupun jikalau nanti akan turun hujan, maka semua itu sudah dipersiapkan semuanya oleh para tim dalam pencariannya tersebut...


   Sedangkan di tempat lain, Icha dan Adit yang terus berjalan melangkah mencari jalan keluar di hutan itu, Mereka terus menjauh dari tempat yang semula Mereka singgahi...


   Dan dalam langkah Mereka berdua itu-pun tanpa kepastian dan tanpa arah, karena mereka sendiri tidak tahu harus menuju ke arah mana.!?


   Jadi langkah mereka berdua hanyalah sekedar melangkah saja, dengan mengadu nasib dan keberuntungan...


   Dan setelah beberapa waktu Mereka terus melangkah di dalam hutan tersebut, tidak terasa waktu sudah tengah hari...


   Dan Mereka berdua rupanya tidak merasakan waktu tersebut.!


   Hal itu dikarenakan, memang mereka berdua terlalu fokus dan terlalu waspada di dalam hutan tersebut, untuk mencari jalan keluar bagi mereka berdua...


   "Dan tak lama kemudian, keduanya-pun merasakan lapar.!"


   Hal itu dirasakan mereka berdua, terutama bagi Icha.!


   Karena bagaimanapun juga, Dia adalah seorang cewek, tentu saja Dia sangat merasakan hal itu.!


   Karena di samping Dia adalah memiliki fisik yang tidak sekuat Adit, Dia juga banyak merasakan kekhawatiran di benaknya.!


   Jadi hal itu, tentu saja menguras emosi, tenaga, dan pikiran.!


  "Dan Adit-pun tahu akan hal itu..."


   "Maka Icha berkata kepada Adit...!"


"Adit.!!


"Sebaiknya kita berhenti dulu deh.!! "Gue ngerasa capek, dan lapar sekali nih.!!


"jadi, gimana dong.??


"ucap Icha kepada Adit.!"


   "Kemudian Adit menjawab...!"


"Baiklah Icha.!!


"Kita berhenti dulu di sini.!!


"Dan gue harap, elu tetap di sini. Jangan kemana-mana.!!


"Gue akan pergi sebentar, untuk mencari makanan buat elu.!!"


"ucap Adit kepada kekasihnya tersebut.!"


   Lalu beberapa saat kemudian, Adit mulai meninggalkan Icha di bawah pohon besar di hutan itu...


   Kemudian Icha mengikuti kata-kata dari Adit, yang menyuruhnya untuk menunggunya di bawah pohon itu...


   Lalu Icha-pun duduk dan tidak kemana-mana, menunggu kekasihnya tersebut...


   "Sedangkan Adit mulai berburu di hutan tersebut..."


   Maka tak lama kemudian, Adit melihat seekor kelinci hutan yang berkeliaran di hutan tersebut untuk mencari makan...


   Maka Aditit langsung saja menghendap-endap, untuk menangkap kelinci tersebut.!


   Dan memang untuk menangkap kelinci itu, Adit harus menggunakan taktik lain...


   Sebab beda dengan waktu Adit menangkap Ayam yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu...


   Karena memang waktu Adit menangkap Ayam hutan tersebut, suasananya adalah malam hari...


   Jadi, Ayam hutan tersebut memang lagi beristirahat atau tidur...


   "Tapi yang kali ini beda.!"


Kelinci itu kebetulan mencari makan di hutan tersebut, dan waktunya-pun adalah siang hari.!


   Jadi Adit tidak mungkin menangkap kelinci tersebut, dengan tangan kosong...


   Maka Adit segera mengambil pisau lipat yang ada di dalam tas yang di bawanya, kemudian terus mengendap-endap mendekati kelinci tersebut dengan secara diam-diam.!


   Setelah jarak kelinci tersebut dengan Adit kurang lebih 3 meter, maka langsung saja pisau yang dipegang oleh Adit dilemparkannya ke tubuh kelinci yang berada di depannya, dengan mengucapkan kata "Bismillah....!!"


   Dan seiring dengan kata tersebut, maka pisau yang dilemparkan oleh Adit tersebut tepat mengenai tubuh dari kelinci hutan itu.!


   Kemudian tak ayal kelinci itu-pun tersungkur, dengan pisau yang menancap di tubuhnya.!


   Dan memang, dalam metode pelemparan pisau yang dilakukan oleh Adit kepada kelinci tersebut tidaklah sulit.!


   "Karena memang Adit sendiri adalah seorang pesilat yang tangguh.!"


   Jadi untuk melaksanakan hal itu, tidak begitu sulit bagi Adit...