Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 15



*Sejenak kita tinggalkan Pak Hartono dan semuanya.!!" Dan sekarang kita menuju ke Amerika....


Di mana Icha dan semua teman-temannya rupanya telah sampai ke rumah om Robert di California, setelah sebelumnya mereka naik bus dari bandara LOS ANGELES Amerika serikat.


Om Robert sendiri adalah kakak kandung dari pak Mario, sedangkan Pak Mario adalah Bapak dari Adit taman Icha. Mereka adalah dua bersaudara pasangan dari "Steven" dan "Maya." orang tua dari pak Mario dan om Robert.


Steven adalah Bapak dari pak Mario dan om Robert beliau asli keturunan Amerika serikat, tepatnya di California yaitu berasal dari tempat atau rumah yang ditempati om Robert sekarang.


Sedangkan ibu Maya adalah keturunan asli warga Indonesia yang berasal dari kota Malang, suatu tempat di Jawa timur tepatnya yaitu berasal dari tempat yang ditempati oleh bapaknya Adit" yaitu pak Mario.


Tapi Steven dan Maya orang tua dari pak Mario dan om Robert sudah tiada, karena mereka sudah lama meninggal dunia" tepatnya 10 tahun yang lalu.


Pak Mario dan om Robert sendiri sama-sama besar di California Amerika serikat, karena Ibu Maya orang tua dari mereka ikut suaminya Steven ke California, setelah dulu mereka menikah. Steven dan Ibu Maya dulu menikah di Indonesia tepatnya di kota Malang, dan pernikahan mereka pun dilaksanakan secara muslim, karena keduanya sama-sama beragama muslim. dan Om om Robert dan Pak Mario pun dilahirkan di sana dan dibesarkan di sana, termasuk pendidikan dan karirnya.


Mereka mulai dari kecil sudah menempuh pendidikan di California tersebut, yaitu mulai dari "SD" "SMP" "SMA" sampai kuliah.


Dan mereka berdua pun sama-sama lulusan dari THE UNIVERSITY OF CALIFORNIA yang sekarang Universitas tersebut akan ditempuh oleh Icha dan kelima teman-temannya.


Setelah kedua orang tuanya tersebut meninggal, dan kebetulan juga om Robert dan Pak Mario sudah lulus dan sukses mengejar gelarnya, kemudian mereka berdua berbagi tugas.!! Om Robert bertugas menempati tempat peninggalan sang ayah di California, dan sekaligus menjadi dosen di THE UNIVERSITY OF CALIFORNIA.


Sedangkan Pak Mario ayah Adit pulang ke Indonesia tepatnya ke Malang, yaitu tempat peninggalan sang ibu "Maya" dan sekaligus menjadi dosen, dan mengajar di UNIVERSITAS Brawijaya malang.


Om Robert sendiri menikah dengan seorang perempuan yang berasal dari California juga bernama "Valencia," Putri seorang konglomerat ternama di California. Dan Valencia sendiri ikut sang suami yaitu om Robert ke tempat yang sekarang ditempati di rumah tersebut.


Sedangkan Pak Mario atau papanya Adit, menikah dengan seorang wanita warga negara Indonesia, yaitu berasal dari kota Malang juga yang bernama "Fatmawati." Beliau adalah seorang putri dari seorang ustad kondang di kota Malang. Dan Ibu Fatmawati juga ikut sang suami yaitu pak Mario, ke rumah peninggalan dari Ibu Maya sang ibunda dari pak Mario sendiri yang sekarang ditempatinya tersebut.


Mereka sama-sama dikaruniai dua orang anak.!! Pak Mario orang tua dari Adit memiliki dua orang anak yaitu: Adit yang sekarang berumur 23 tahun, dan sekaligus teman dari Icha. Sedangkan adiknya perempuan bernama Vira, yang sekarang masih berumur 14 tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 SMP.


Sedangkan om Robert juga memiliki dua orang anak: laki-laki dan perempuan.!! yang pertama adalah Markus 35 tahun, dan dia sudah menikah dan mempunyai satu orang anak, tapi dia ikut ke Australia karena memang istrinya adalah seorang warga negara Australia. Dan Markus sendiri meneruskan usaha orang tua dari sang istri di Australia. Yaitu: mengelola pabrik "GARMEN" di sana.


Sedangkan adik perempuannya bernama Elizabeth 30 tahun, dan dia juga sudah menikah dengan seorang laki-laki yang juga berasal dari Amerika serikat. Yaitu: Vincent 35 tahun.!! Elizabeth sendiri beserta suaminya tinggal bersama om Robert dan satu rumah bersama mereka. Walaupun om Robert membangun sebuah rumah lagi di samping rumah yang ditempatinya, akan tetapi rumah yang ditempati Om Robert sendiri pun terlampau besar dan luas. Jadi tempat yang dibangun oleh om Robert untuk Elizabeth dan sang Suami tersebut tidak ditempati. Jadi mereka kumpul bersama om Robert dalam satu rumah tersebut, karena memang selain dari rumah om Robert tersebut besar dan luas, Elizabeth sendiri beserta sang suami merasa kasihan terhadap orang tuanya tersebut. Mereka berpikir dengan berkumpul bersama, setidaknya mereka bisa menghibur orang tuanya tersebut agar beliau tidak merasa kesepian. Jadi mereka bersepakat untuk berkumpul satu rumah dengan orang tuanya tersebut.


Sedangkan Vincent menantu om Robert atau suami dari Elizabeth tersebut, adalah seorang pengacara handal dan terkenal di California, dan beliau juga sama-sama lulusan dari THE UNIVERSITY OF CALIFORNIA.


Jadi rumah yang sebelumnya om Robert bangun untuk ditempati Elizabeth "sang anak" beserta suaminya tersebut. tidak ditempati atau kosong. Dan Elizabeth pun berencana rumah tersebut akan iya suruh tempati kepada anaknya kelak.


Tapi sekarang anak dari Elizabeth sendiri masih kecil, itu pun masih satu-satunya. Karena Elizabeth sendiri masih muda dan anaknya pun masih berumur 7 tahun laki-laki bernama "Farel"dan baru masuk di bangku kelas 1 SD di California tersebut.


Jadi om Robert berpikiran.!! Ketimbang rumah tersebut terbengkalai begitu saja, maka om Robert berpikiran lebih baik menyuruh ponakannya yaitu "Adit" untuk menempati rumah tersebut, selama mereka semua studi di universitas yang dimaksud beserta kalimat orang temannya.


Karena memang selain rumah tersebut ada yang mengurus dengan ditempatinya mereka semua, om Robert juga memberi akses kemudahan kepada Adit dan kelima temannya tersebut dalam menempuh studi di sana, dan rumah itu pun digratiskan oleh om Robert.


Kedua rumah om Robert itu sendiri perlahan luas dengan ukuran tanah 150 m 2.!! Dengan ukuran rumah keduanya sama-sama berukuran 15 * 20 m dengan berlantai 2. Dan rumah itu pun kedua-duanya berjejer dan berdampingan dengan menyisakan garasi di tengah-tengah antara kedua rumah tersebut, dengan berukuran 7 * 10 m. Dan rumah tersebut berada di samping kiri lahan dengan pas pagar di sampingnya, kemudian menyisakan halaman belakang seluas 80 m yang dijadikan kolam renang. Kemudian halaman samping menyisakan halaman seluas 117 meter, dan halaman tersebut dijadikan lapangan olahraga. Seperti: "tenis" dan "basket". Dan sisanya dijadikan taman-taman peristirahatan dan sekaligus tempat parkir.


Rumah tersebut sangat indah dan bagus dengan halaman seluas itu, apa lengkap dengan segala fasilitasnya termasuk kolam renang... Tempat olahraga.... Dan taman-taman bersantai. Itu membuat siapapun akan merasa bagaikan di surga berada di tempat itu, tak terkecuali dengan Icha dan yang lainnya. Mereka merasa sangat betah dan merasa sangat nyaman berada di rumah om Robert tersebut. Dan lagi pula penghuni rumah tersebut termasuk om Robert beserta istri dan Elizabeth anaknya, semuanya ramah-ramah dan baik, lagi pula enak diajak ngobrol. Itu membuat mereka semua termasuk Adit, Icha, dan yang lainnya merasa sangat nyaman. Itu semua terbukti dari tempat tersebut yang oleh om Robert dan keluarganya menggratiskan untuk mereka semua. Jadi Icha dan yang lainnya merasa pertemanannya dengan Adit, itu membawa berkah tersendiri buat mereka. Karena Icha dan yang lainnya semua berpikiran, tanpa mereka mengenal Adit, maka tidaklah mungkin mereka semua mendapatkan semuanya itu. Karena mereka semua tahu termasuk Icha, bahwa om Robert berbuat seperti itu kepada mereka... Semua itu dikarenakan karena Adit adalah keponakan dari om Robert sendiri, karena papanya Adit yaitu pak Mario adalah saudara kandung dari om Robert.


Kabar keberadaannya di rumah om Robert tersebut itupun segera disampaikannya kepada ibunya "Sumiatun" dan papanya "Hartono."


Dan Icha menceritakan semuanya tentang tempat suasana rumah dan segala fasilitasnya termasuk keluarga dari om Robert itu sendiri semuanya diceritakan oleh Icha kepada ibu sumiatun dan Pak Hartono di kampung.


Pak Hartono dan ibu Sumiatun yang mendengarkan cerita dari Icha sang anak tersebut, sangat merasa senang sekali. Karena mereka merasa Icha di California tersebut sudah jelas tempatnya, dan sudah jelas keberadaannya.


Icha dan teman-temannya berencana besok akan melihat-lihat universitas yang akan ditempatinya tersebut. Karena setelah mereka baru tiba di bandara LOS ANGELES, mereka langsung menuju ke rumah om Robert. Dan pada waktu mereka semua baru nyampe ke rumah om Robert, waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 sore. Itupun mereka semua langsung bertemu dengan om Robert di rumahnya, dan ngobrol-ngobrol dengan beliau dan keluarganya sembari berkenalan. Karena kalau Adit memang Om robert dan keluarganya adalah keluarga sendiri.!! Tetapi tidak begitu dengan Icha dan keempat teman yang lain. Jadi mereka harus berkenalan dulu dengan om Robert dan semua keluarganya, karena mereka memang awalnya tidak saling kenal.


Setelah semuanya selesai berkenalan dengan om Robert dan seluruh keluarganya, kemudian om Robert membawa Adit dan teman-temannya termasuk Icha ke rumah yang satunya di sebelah rumah yang ditempati Om Robert itu sendiri. Kebetulan rumah tersebut "model" "luas" dan ukurannya sama persis dengan rumah yang ditempati om Robert sendiri. Setelah om Robert membawa mereka ke rumah tersebut, kemudian om Robert menunjukkan seluruh seluk-beluk rumah tersebut, mulai dari lantai bawah sampai ke lantai atas dengan segala fasilitasnya yang lengkap di rumah tersebut.


Setelah mereka semua selesai melihat-lihat seluruh rumah tersebut mulai dari lantai bawah sampai ke lantai atas, lalu om Robert mengajak mereka semua untuk berkumpul di ruang tamu lantai bawah rumah tersebut, untuk membicarakan mulai dari penempatan rumah tersebut oleh mereka, sampai membahas masalah yang berhubungan dengan universitas Dan studi mereka.


Om Robert sendiri kalau masalah berkomunikasi, beliau tidak begitu sulit mengenai bahasa. kalau berbicara dengan mereka, om Robert menggunakan bahasa Indonesia. Cuma sesekali om Robert menggunakan bahasa Inggris, karena om Robert sendiri sudah terbiasa memakai bahasa Indonesia kalau berkomunikasi dengan saudaranya yaitu pak Mario, atau papanya Adit.


Tapi walaupun begitu, Icha dan semuanya tidak bermasalah walaupun komunikasi mereka dengan om Robert tersebut memakai bahasa Inggris, karena mereka sendiri memang sudah fasih dan mahir dalam segi bahasa Inggris karena memang mereka semua adalah lulusan Universitas Brawijaya Malang.


Tapi kalau mereka semua berada di universitas, maka mereka wajib memakai bahasa Inggris. Begitupun dengan om Robert sa'at mengajar di universitas, maka beliau sudah bisa dipastikan memakai bahasa Inggris. Karena selain Universitas tersebut berada di negara Amerika, siswa-siswa pun yang studi di sana mayoritas bahasa mereka semua akan bisa dipastikan memakai bahasa Inggris.


Kemudian setelah mereka berkumpul semua di ruang tamu lantai bawah rumah tersebut, maka om Robert berbicara dengan mereka....


"Baiklah Adit dan semuanya.!! Sekarang Om mau bicara kepada kalian semua.!! Pertama mengenai masalah penempatan rumah ini untuk kalian.!! Jadi begini.!! Kalian semua bisa menempati rumah ini selama kalian studi di sini, dengan waktu yang tidak terbatas, karena memang rumah ini tidak ditempati. Jadi kalian bisa menempati rumah ini, asalkan kalian merawat rumah ini sebagaimana kalian merawat rumah kalian sendiri. Jadi om tidak akan memungut biaya pada kalian untuk menyewa rumah ini, atau boleh dibilang kalian semua menempati rumah ini secara gratis.


Tapi masalahnya kalian sebanyak 6 orang, tapi yang satu adalah cowok yaitu keponakan Om.. "Adit" sedangkan yang lainnya semuanya cewek. Jadi menurut Om tidak mungkin kalian semua kumpul bersama menempati rumah ini, karena memang kalian bukan muhrim, dan itu dilarang oleh agama. Jadi om mau bilang kepada kalian masalah ini, untuk semua para cewek supaya menempati rumah ini, sedangkan Adit harus tinggal di rumah sebelah bersama kami. Jadi kalian tidak bercampur cewek dan cowok.!! Lagi pula Adit memang sepantasnya berkumpul dengan kami di rumah sebelah, karena Adit adalah keponakan Om sendiri.!!"


"Bagaimana Adit.??" Tanya om Robert kepada Adit.....


Kemudian Adit menjawab....


"Baiklah Om.!! Memang seharusnya begitu Om.!! Menurut Adit bukan karena Adit merupakan keponakan Om sendiri saja, tapi memang Adit satu-satunya cowok dari teman-teman Adit ini om.!! Jadi sekali lagi Adit berterima kasih kepada Om atas kebijaksanaannya.!!"


Memang om Robert dikenal adalah seorang muslim dengan seluruh keluarganya. Beliau juga taat beribadah, dan memegang teguh nilai-nilai agama. Karena memang mereka dilahirkan di lingkungan muslim. Dan kedua orang tuanya pun adalah seorang muslim. Apalagi Adit.!! Adit sendiri dikenal dengan keluarga religi, karena sang ibunda sendiri yakni Ibu "Fatmawati" adalah seorang putri dari ustad terkenal di kota Malang Jawa timur.


Jadi tidak ada alasan bagi Adit untuk melanggar norma-norma agama, karena sedari kecil dia dididik untuk tunduk dan patuh terhadap ajaran-ajaran agamanya tersebut oleh kedua orang tuanya, apalagi sang ibundanya.


Adit memang dikenal oleh teman-temannya termasuk Icha, adalah seorang yang baik dan tidak pernah menyinggung perasaan orang lain, apalagi terhadap cewek, karena bagi Adit semua manusia itu sama. Bila kita sedih jika disakiti orang, maka orang lain juga merasa sedih bila disakiti sama kita. Itulah Adit... Maka tidak heran semua teman-temannya baik yang cowok apalagi cewek, banyak yang menyukainya karena Adit selain berbudi baik, dia adalah cowok yang ganteng dan pintar. Itu dibuktikannya dengan dia mendapat kan beasiswa dari pemerintah.!! Sama dengan Icha.!! Icha pun demikian, selain dia cantik dan baik, Icha juga pintar. Bahkan Icha mendapatkan beasiswa dari pemerintah sejak duduk di bangku kelas 1 SMP di desa tempat di tinggal, dan beasiswa itu selalu Icha dapatkan sampai ke jenjang perguruan tinggi. yaitu terakhir didapatkannya di Universitas Brawijaya Malang tempat Icha kuliah dulu. Termasuk juga satu kampus dengan Adit.


Kalau keempat temannya yang lain meskipun mereka tidak mendapatkan beasiswa, tapi mereka semua adalah siswa-siswa terbaik dan pintar, dan mereka satu tujuan dengan Adit dan Icha. Sama-sama memiliki visi misi ke depan, dan juga mereka semua adalah anak baik-baik, dan juga dari keturunan baik-baik. Bahkan mereka sama-sama beragama muslim. Maka dari itulah mereka semuanya saling mendukung, dan kompak antara satu dengan yang lainnya.


Maka setelah om Robert berbicara dengan mereka, dan mendapatkan kepastian dari Adit, bahwa Adit mau dengan saran om Robert.... Maka kemudian om Robert berkata lagi kepada Adit....


"Baiklah kalau begitu Adit.!! Kalau begitu Om akan memberikan kewenangan buat Adit, untuk menyerahkan kunci rumah ini kepada salah satu teman Adit. Dan di antara kelima cewek teman-teman Adit ini, kira-kira yang siapa yang akan Adit beri kepercayaan untuk memegang kunci rumah. Dan itu semua Om serahkan kepada Adit sepenuhnya.!!"


Kemudian Adit menjawab....


"Baiklah Om.!! Kalau memang Om memberikan kewenangan kepada Adit untuk memilih satu diantara teman Adit ini, maka Adit memilih Icha untuk memegang kunci rumah ini.!!"


Ucap Adit sembari memandang kepada Icha....


Kemudian Adit berbicara kepada Icha....


Kemudian Icha menjawab....


"Loh kok gue sih Dit.!! Lu ada-ada aja deh.!! Kasih aja ke teman-teman yang lain, kan sama aja kan.!!"


Kemudian teman-teman yang lain berbicara kepada Icha....


"Udah Icha.!! Lu terima aja.!! Kami sangat setuju sekali kok.!! Kami semua percaya kok ama Icha.!! Jadi Icha Jangan nolak ya.!! Percaya deh ama kami.!! Kami semua sangat setuju Icha memegang kunci tersebut.!!"


"Setuju nggak teman-teman.??"


"Setuju.....!!"


Ucap teman-teman Icha semua dengan kompak.


Kemudian kunci rumah tersebut oleh om Robert diserahkan kepada Icha, lalu Icha menerima kunci tersebut, dan semuanya bertepuk tangan.....


Kemudian om Robert dan Adit segera berpamitan kepada Icha dan keempat teman lainnya dari rumah tersebut, ke rumah yang satunya yang ditempati oleh om Robert sendiri.


Lalu setelah om Robert dan Adit keluar dari rumah tersebut, kemudian Icha dan teman-temannya segera membereskan barang-barangnya satu persatu, yang semula dibawa oleh mereka semuanya dari rumah masing-masing.


Tapi sebelum mereka menaruh barang-barangnya tersebut, mereka berembuk perihal penempatan mereka, atau tempat mereka di kamar-kamar rumah tersebut. Karena memang rumah tersebut ada dua lantai." Yaitu lantai atas dan lantai bawah, dan masing-masing lantai tersebut memiliki dua kamar yang lumayan besar lengkap dengan kamar mandinya. Begitu juga dengan lantai atas." Di lantai tersebut juga ada dua kamar, dan juga lengkap dengan kamar mandinya per kamar.


Kemudian Icha memimpin musyawarah tersebut, dan Icha berkata kepada mereka semua....


"Oke teman-teman.!! Sebelum kita menaruh barang-barang kita masing-masing, sebaiknya kita musyawarahkan dulu tentang penempatan kita di rumah ini. Karena memang rumah ini memiliki dua lantai, dan per lantainya memiliki dua kamar, jadi semuanya ada 4 kamar antar lantai atas dan bawah. Sedangkan kita ada lima orang untuk menempati kamar-kamar tersebut.!! nah oleh sebab itu gue akan mengatur kamar-kamar untuk kita tempati satu persatu.!! Untuk satu kamar di lantai bawah ini yang akan menempatinya adalah... gue bersama dengan Rebecca.!! Sedangkan kamar satunya akan ditempati oleh Anggun.!!


Kemudian untuk lantai atas... Akan ditempati oleh Fitriani dan Melinda.!! Untuk penempatan kamarnya sendiri, terserah kalian untuk memilih kamar yang sebelah mana.!!


"Bagaimana keadaan setuju dengan pendapat gue.??" Tanya Icha kepada semuanya....


Kemudian semuanya menjawab secara bersamaan....


"Setuju.....!!"


Kemudian setelah itu semuanya segera membereskan barang-barang mereka semuanya ke tempat yang telah disetujui tersebut... Yaitu menuju ke kamar-kamar rumah tersebut satu persatu.


Icha dan rebecca langsung menuju ke satu kamar di lantai bawah sebelah kanan, sedangkan Anggun menempati kamar di lantai bawah tersebut di sebelah kiri.


Sedangkan Fitriani dan Melinda langsung naik tangga ke lantai atas, dan mereka berdua segera menempati kamar-kamar di lantai atas tersebut. Melinda ada di kamar sebelah kanan, sedangkan Fitriani menempati kamar sebelah kiri di lantai atas tersebut.


Memang rumah tersebut bukan hanya dilengkapi dengan kamar mandi saja, tetapi juga tiap-tiap kamar tersebut, baik lantai atas ataupun lantai bawah semuanya ada lemari pakaian, untuk menaruh barang-barang mereka semuanya.


Setelah mereka semuanya sudah selesai menaruh barang-barangnya ke kamar-kamar mereka, kemudian mereka segera berkumpul di ruang tamu lantai bawah. Karena memang waktu masih menunjukkan pukul 07.00 malam... Jadi masih ada waktu untuk mereka ngobrol, sebelum mereka semuanya beristirahat.


Kemudian Icha berkata kepada teman-temannya tersebut....


"Menurut kalian bagaimana tentang suasana di sini, baik tempat tinggal ataupun mengenai om Robert dan keluarganya sendiri... Maksud gue sikap mereka terhadap kita.!?"


Tanya Icha kepada teman-temannya....


Kemudian Rebecca menjawab....


"Menurut gue sih.!! Rumah ini bukan hanya mewah saja, tapi super mewah menurut gue. Karena selain rumah ini besar dan berlantai 2, rumah ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang mewah.!! Termasuk kolam renang" lapangan olahraga" dan taman-taman di sekitar halaman rumah ini. Jadi gak ada alasan buat gue untuk tidak kerasan tinggal di rumah ini.!!"


Kemudian Icha bertanya kepada Anggun....


"Kalau menurut lu gimana Anggun.??"


Kemudian Anggun menjawab....


"Kalau menurut gue sih.!! Gue setuju banget ama Rebecca.!! Karena Gimana gak kerasan... Gue sendiri merasa rumah gue aja nggak sebesar ini.!! Sedangkan gue di sini dimanjakan dengan rumah yang begitu mewah dengan segala fasilitas-fasilitas yang luar biasa menurut gue. Jadi gue merasa sama dengan Rebecca tadi.... Nggak ada alasan buat gue untuk tidak betah tinggal di sini.!!"


Kemudian Icha bertanya kepada Fitriani....


"Kalau menurut lu gimana fit.??"


Kemudian Fitriani menjawab....


"Gue juga sama dengan mereka.!! Gimana gue nggak betah tinggal di sini dengan menempati rumah segede ini.!! Rumah gue aja nggak sebesar ini juga kok.!! Dan lagi pula gue nempatinya di sini gratis lagi. jadi menurut gue sama dengan pendapat mereka, nggak ada alasan buat gue untuk tidak betah tinggal di sini.!!"


Kemudian Icha bertanya kepada Melinda....


"Menurut lu gimana Melinda.??"


Lalu Melinda menjawab....


"Menurut gue bener apa kata teman-teman tadi.!! Gimana gue nggak merasa betah tinggal di sini dengan rumah segede ini.!! Selain tempat tinggal ini gratis buat gue, lagi pula keluarga om Robert semua termasuk istri dan anaknya, semuanya ramah-ramah. Jadi menurut gue... Hanya orang yang gak normal pikirannya menurut gue yang gak betah tinggal di sini..!!"


Mendengar jawaban dari Melinda tersebut.... Maka semuanya tertawa terbahak-bahak termasuk Icha." Icha merasa geli dengan jawaban teman-temannya tersebut, dan Icha merasa senang dengan jawaban-jawaban mereka. Karena Icha merasa itu modal utama tujuan mereka ke tempat tersebut... Menurut Icha masalah studi itu penting, tapi tidak kalah pentingnya dengan masalah tempat tinggal. Karena bila mereka bermasalah dengan tempat tinggal, maka mereka juga bermasalah dengan studi mereka di sana. Hal tersebut di karenakan mereka tidak berada di negara sendiri, melainkan di negeri orang. Mengingat mereka selain jauh dari negeri sendiri, mereka juga adalah orang asing di negeri tersebut... Karena jelas mereka akan merasakan ke asingan yang sangat luar biasa, baik mengenai "pergaulan" "suasana" dan lain-lainnya. Itulah yang membuat Icha merasa senang dan puas mendengar jawaban dari teman-temannya tersebut.


Selain mereka membahas hal tersebut, mereka juga membahas tentang besok. Di mana mereka semua besok akan menuju ke kampus yang akan ditempatinya tersebut. Tujuan awal untuk mereka ke kampus tersebut yaitu" untuk penyerahan berkas-berkas atau formulir-formulir yang sebelumnya sudah mereka bawa dan dipersiapkan dari rumah masing-masing, untuk persyaratan mereka menjadi mahasiswa di THE UNIVERSITY OF CALIFORNIA tersebut, setelah sebelumnya mereka semuanya telah mendaftar secara online, sewaktu mereka semua masih berada di negaranya yaitu... "INDONESIA."


Mereka tinggal di sana secara bersama dalam hal memasak. Jadi mereka belanjanya secara bersama dengan membeli bahan-bahan untuk sehari-harinya, dengan cara patungan. Dan memasak pun mereka bersama-sama, karena memang rumah tersebut lengkap dengan dapurnya dan segala perabotan perabotannya. Dan hal itupun sudah dibahas dan dimusyawarahkan oleh mereka semua sewaktu mereka masih berada di Indonesia, dan hal itu pun sudah mereka sepakati bersama.


Kecuali Adit... Kalau Adit memang sebelumnya sewaktu mereka masih berada di Indonesia, memang sudah memberitahukan kepada teman-temannya tersebut... Termasuk Icha" dalam hal keberadaannya di sana. Baik dalam masalah tempat tinggal, dan lain-lain termasuk masalah makan. Jadi Adit memberitahukan masalah tersebut kepada teman-temannya dengan maksud" agar tidak ada kecemburuan sosial diantara mereka. Dan mereka pun menyadari hal tersebut, karena memang sejatinya Adit adalah keponakan dari om Robert sendiri. Jadi Icha dan teman-temannya memakluminya.


Mereka besok dijadwalkan akan berangkat jam 09.00 pagi waktu setempat oleh om Robert, dan mereka semua akan diantarkan langsung oleh om Robert sendiri ke kampus tersebut.


Jadi mereka merencanakan besok pagi-pagi sekali akan berbelanja terlebih dahulu ke pasar untuk berbelanja semua bahan-bahan pokok untuk memasak, sebelum mereka berangkat ke kampus tersebut. Dan kebetulan pasar di kawasan tersebut tidak jauh dari tempat yang mereka tempati. Jadi mereka berencana setelah mereka berbelanja, lalu kemudian mereka akan memasak dan sarapan pagi dulu sebelum mereka berangkat ke kampus.


Dan setelah mereka selesai bermusyawarah, maka mereka segera bubar untuk beristirahat. Karena memang hari sudah malam, dan waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam waktu setempat. Dan mereka pun kemudian menuju ke kamar masing-masing dan beristirahat, setelah sebelumnya Icha mengunci pintu depan dan memadamkan lampu ruangan.