Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 21



Mendengar pertanyaan dari Icha yang bernada memancing tersebut.... Adit mulai berdebar-debar dan menjadi salah tingkah, karena ucapan tersebutlah yang diharapkan oleh Adit.


Memang keduanya saling lontar kata-kata pancingan, karena keduanya sama-sama saling naksir antara satu dengan yang lain. Hal itu terjadi sejak mereka pertama kali merasakan hal tersebut di kolam renang milik om Robert tadi pagi. Jadi sudah bisa dipastikan mereka berdua sama-sama diselimuti rasa cinta yang menggebu-gebu.


Memang yang namanya orang lagi jatuh cinta yang pertama kalinya, apapun yang dikatakan dan apapun yang dilakukan, semuanya itu dirasa indah oleh orang yang mencintainya atau orang yang menyayanginya... Jadi pantaslah mereka berdua saling lontar kata-kata pancingan... Entah itu pujian atau sanjungan ataupun kata-kata gombal atau yang lain, maka semua itu terasa indah terdengar di telinga orang yang mencintainya. Maka hal itulah yang terjadi antara mereka berdua.... Maka saat itu mereka merasa dunia adalah milik mereka berdua, Dan mereka tidak peduli apakah mereka berdua ada yang melihatnya atau mendengarnya ataupun mereka ada di negeri orang.... Benar pepatah bilang, "kalau cinta sudah melekat, nasi mentah rasa coklat.


Setelah mendengar pertanyaan dari Icha tersebut, maka Adit menjawabnya....


"Iya benar lu Icha.!! Kalau masalah teman, gue emang banyak yang kenal sama seperti lu.!! Tapi kalau masalah ke tingkat yang lebih" dalam hal ini masalah pacar.... Gue emang nggak punya.!! Karena emang gue selain tidak berpikir ke arah situ, lagi pula gue merasa belum ada yang cocok menurut gue.!! Karena gue berprinsip" sekali gue pacaran, maka pacar tersebut harus dibawa ke pelaminan.!! Jadi gue nggak main-main dalam hal ini... Dan dengan alasan itulah gue dari dulu nggak gampang pacaran, dan nggak gampang menerima orang begitu saja meskipun orang tersebut kenal banget ama gue.!!"


Setelah beberapa saat kemudian.... Mereka saling terdiam dengan tubuh yang agak gemetar, dan tingkah yang serba salah sembari saling melirik antara keduanya. Lalu tiba-tiba Adit berbicara kepada Icha....


"Kalau lu sendiri bagaimana Icha.!! Masa orang secantik lu nggak punya pacar sih.!! Lagi pula elu kan terkenal, selain cantik, pandai, dan putih.... Lu juga pandai bergaul.!! Jadi menurut gue mustahil kalau nggak ada cowok yang naksir ama elu.!! Gue yakin pasti banyak cowok yang menginginkan cinta lu.!!"


Kemudian Icha menjawab....


"Kalau gue kayaknya sama ama elu Dit.!! Gue punya prinsip bahwa gue akan mengejar karir dahulu sebelum berpacaran.!! Lagi pula basic gue nggak sama ama lu... Elu emang terlahir dari orang yang mampu, sedangkan gue terlahir dari orang yang sebagai kekurangan. Meskipun sekarang gue di mata lu dan di mata teman-teman lainnya karir sudah di depan mata, tapi gue harus tahu diri.!! Asal gue dari mana dan dari siapa.... Ada pepatah bilang gue takut dikatakan "kacang lupa kulitnya.!! Jadi maksud gue, gue meneruskan cita-cita almarhumah Ibu Farida dan meneruskan cita-cita Pak Hartono.!! dari dulu gue berprinsip sebelum gue membahagiakan mereka, gue gak akan ngelakuin yang aneh-aneh dulu.


Jadi intinya gue takut mengecewakan mereka, karena mereka menaruh harapan besar ama gue.!! Lagi pula elu tahu sendiri cerita gue yang tadi, mereka emang nggak punya anak.!! Jadi gue lah harapan mereka. Jadi hal itulah yang membuat gue nggak gampang ngelakuin hal-hal gituan.


Kemudian Adit berbicara lagi....


"Jadi kalau sekarang bagaimana lu Icha.?? Karena menurut gue karir lu udah di depan mata nih.!! E... Maksud gue tentang cowok, apa elu udah membuka hati kalau seumpama ada cowok yang naksir ama elu.??"


Ucap Adit dengan kata-kata pertanyaan memancing...


Kemudian Icha merespon....


"Ih... Adit apaan sih.!!"


Ucap Icha dengan pelan sembari memalingkan wajah, dan dengan hati yang berdebar dengan keringat dingin yang mengucur di tubuhnya...


Sebenarnya Icha sendiri sudah tahu kemana arah pembicaraan Adit tersebut, Tapi Icha merasa malu dan tidak kuasa menahan perasaannya sendiri yang saat itu terbuai dengan rasa cinta kepada Adit.


Adit pun demikian... Meskipun ia seorang cowok, tapi dia tidak pernah merayu seorang cewek sebelumnya. Tapi dalam hati kecilnya Adit merasa kalau bukan dirinya yang mengatakan duluan, atau menyampaikan hasrat hatinya tersebut, maka tidak mungkin terlaksana atau tercapai maksudnya tersebut..... Karena meskipun Icha menurut Adit adalah satu perasaan, atau memiliki hasrat yang sama... Tapi Icha adalah seorang cewek yang nggak mungkin menembak duluan. Karena dia juga tahu bahwa Icha sebelumnya belum pernah merasa jatuh cinta kepada seorang cowok. Jadi perasaan itulah yang saat itu berkecamuk dalam pikiran Adit.


Lalu beberapa saat kemudian Adit memberanikan diri untuk mengutarakan hasrat hatinya tersebut, dengan bergeser sedikit di samping Icha yang tadinya agak berjarak, menjadi berdampingan di kursi taman tersebut. Lalu Adit terdiam sesaat sembari melirik kepada Icha. Dan Icha pun merasakan gelagat dari Adit tersebut, dan Icha sudah membaca apa maksud dari kalimat Adit tersebut.... Jadi hal itulah yang membuat Icha semakin berdebar dengan kepala tertunduk sembari melirik ke arah Adit.


Kemudian Adit berbicara kepada Icha....


"Icha.... Sebenarnya ada yang akan gue omongin ke elu.!! Tapi sebelumnya gue minta maaf ke lu, kalau perkataan gue ini lancang dan membuat lu tersinggung atau tidak suka.!!"


Lalu Icha merespon perkataan Adit....


Ucap Icha kepada Adit dengan nada pelan dan dengan kepala tetap tertunduk, tapi tersenyum tipis yang menandakan bahwa Icha sudah mengetahui maksud dari kata-kata yang akan dilontarkan oleh Adit tersebut kepada dirinya....


Kemudian Adit mulai memberanikan diri mengatakan hasrat hatinya kepada Icha....


"Icha... Sebenarnya gue... E... Sebenarnya.... sebenarnya...."


Ucap Adit dengan kata-kata yang terputus-putus, karena tidak kuasa menyampaikan atau mengeluarkan kata tersebut.....


Dan keringat dingin pun semakin deras mengucur di seluruh tubuh Adit, karena saking beratnya menyampaikan kata-kata tersebut....


Kemudian Icha berkata dengan ucapan memancing....


"Ada apa Dit.!! Ayo katakan apa yang ingin lu katakan ke gue.!! Gue kan udah janji nggak akan marah ke elu... Jadi tenang aja.!! Katakan aja.!! Ayo Dit.!!"


Mendengar kata-kata dari Icha tersebut, kemudian Adit meneruskan kata-katanya yang sebelumnya sempat terputus....


"E... E.... Begini Icha sebenarnya gue mencintai lu.... Dan gue sangat sayang ama elu Icha.!! Dan gue ingin lu menjadi pacar gue.!! Bagaimana Icha.?? Apa elu menerima gue.!! Atau elu mau menjadi pacar gue.??"


Mendengar kata-kata maut dari Adit tersebut, maka Icha semakin berdebar-debar dan semakin gemetar seluruh tubuhnya.... Keringat dingin pun mengucur deras di tubuhnya.... Dan Icha pun tidak kuasa untuk menjawabnya walaupun kata-kata tersebut yang diharapkan keluar dari mulut Adit oleh Icha, namun Icha yang mendengar kata-kata sedahsyat itu, dan yang baru pertama kalinya dia dengar dari seorang cowok yang sudah menyita perhatiannya tersebut... Maka Icha seketika itu juga menjadi seorang cewek yang seolah-olah paling bodoh di dunia terlepas dari segala kelebihan yang ada pada dirinya.... Karena bagi Icha selama hidupnya baru dua kali mendengar kata-kata dahsyat, yaitu" yang pertama ketika Icha mendengar kabar atau menyaksikan meninggalnya Ibu Farida. Pada saat itu dia sangat terpukul dan tidak kuasa untuk menerimanya.... Dan yang kedua adalah kali ini, di mana Icha mendengar kata-kata dahsyat dari Adit yang telah menyita perhatiannya, dan yang telah membuat hatinya jatuh cinta kepadanya. Maka kali ini pun Icha tidak kuasa untuk menjawab langsung atau mengeluarkan kata-kata jawaban dari Adit tersebut.


Setelah beberapa saat Icha terdiam dan tidak mampu untuk menjawab pertanyaan dari Adit, maka Adit yang menyaksikan gelagat Ica tersebut langsung mengeluarkan kata-kata merajuk, seolah-olah dirinya tidak diterima oleh Icha. Walaupun Adit sendiri mengerti dan mengetahui maksud dari sikap Icha tersebut.


Kemudian Adit berkata dengan nada merajuk....


"Sorry Icha.!! Gue telah lancang ama elu.!! Tapi maksud gue baik kok.!! Gue tidak bermaksud untuk menyakiti elu, apalagi menyinggung perasaan elu Icha.!! Jadi kalau kata-kata gue menyinggung perasaan elu atau elu tidak berkenan, maka gue minta maaf... Dan gue janji tidak akan mengulangi lagi.!! Tapi lu jangan benci gue ya.!! Sekali lagi Icha.... Gue minta maaf.!!


Ucap Adit kepada Icha dengan nada merajuk sembari berpura-pura berdiri dari tempat duduknya, dan bermaksud ingin melangkah pergi.


Icha yang mendengar ucapan Adit tersebut, dan mengetahui gelagat Adit dengan berdiri dan ingin melangkah pergi darinya..... Maka seketika itu juga Icha meraih tangan Adit yang waktu itu sudah selangkah menjauh dari tempat duduk tersebut.


Pada waktu Icha meraih tangan Adit tersebut, Icha tidak mengeluarkan kata-kata sama sekali.... Tapi tangan Adit tersebut digenggamnya erat-erat sembari menunduk dan senyum tipis di bibirnya.... Begitu juga dengan Adit.... Adit yang tangannya ditahan atau dipegang oleh Icha tersebut, maka segera memberhentikan langkahnya dan terdiam sembari tersenyum tipis yang tersungging di bibirnya, dengan mata yang berlirik ke arah Icha.


Kemudian Adit berkata kepada Icha dengan nada agak narsis dan pura-pura bodoh....


"Ada apa Icha.!? Elu memegang tangan gue.!? Gue kan udah minta maaf ke elu tadi.!! udahlah Ica... Gue emang salah telah lancang mengeluarkan kata-kata tadi ke elu.!! Dan gue tahu, elu tidak menyukainya.!! Jadi kalau gitu biarin gue pergi aja, dan gue janji tidak akan mengganggu elu lagi, dan tidak akan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan elu lagi.!! Jadi lepaskan Icha.!! Biarkan gue pergi.!!"


Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Adit tersebut, maka Icha yang sebelumnya memegang tangan Adit dengan satu tangan, kemudian Icha bangun dari tempat duduknya dan memegang tangan Adit tersebut dengan kedua tangannya... Walaupun Icha masih belum mengeluarkan kata-kata atau menjawab pertanyaan dari Adit sebelumnya.


Kali ini cengkraman Icha kepada tangan Adit bertambah erat, seolah-olah Icha tidak ingin melepaskannya. Terlebih setelah Icha mendengar kata-kata SO SWEET dari Adit sebelumnya, maka Icha menjadi tambah gemetar dan berdebar.... Dan tanpa terasa tangan Icha yang memegang erat tangan Adit tersebut, menjadi basah oleh keringat dingin yang keluar dari tubuh Icha.