Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 26



*sejenak kita tinggalkan mereka yang di Amerika* sekarang kita menuju ke Indonesia, yaitu keluarga ibu Sumiatun dan Pak Hartono.!!*


Setelah beberapa hari pembangunan tempat peristirahatan atau tempat santai di rumah Pak Hartono tersebut dilakukan atau dikerjakan, maka pembangunan itu pun sudah mencapai 50% atau sudah mencapai separuh dari proses jadi. Dan kolam-kolam ikan lele pun yang sebelumnya sudah dipanen oleh pak Hartono dan bahkan kolam tersebut sudah dikeringkan atau dikuras ataupun dibersihkan, maka sekarang pun kolam tersebut sudah diisi lagi dengan bibit-bibit ikan lele yang baru. Dan kebetulan di pagi itu aktivitas di rumah tersebut sedang sibuk-sibuknya, di mana Pak Joko di pagi itu setelah beliau memberi makan ikan-ikan lelenya, lalu kemudian Pak Joko meneruskan dengan pengecatan pagar, di mana di hari-hari sebelumnya pekerjaan tersebut selalu di CANCEL akibat kesibukan-kesibukan lain termasuk mengurusi para pekerja di rumah Pak Hartono dan juga sibuk dengan ikan lelenya Pak Hartono, maka di sela-sela waktu pekerjaan tersebut dilakukan kembali oleh Pak Joko, yaitu: pengecatan pagar.


Pak Joko sendiri yang mengerjakan pengecatan pagar itu pun juga sudah mencapai 50%, artinya pekerjaan Pak Joko yang mengerjakan pengecatan pagar tersebut juga sudah hampir selesai. Sedangkan Pak Hartono dan ibu Sumiatun waktu itu sedang duduk santai di kursi halaman belakang, sembari menyaksikan para pekerja yang sedang mengerjakan pembangunan tersebut. Sedangkan Ibu Sumarni, beliau sibuk di dapur dengan memasak untuk keperluan para pekerja, dan keperluan keluarga Pak Hartono sendiri.


Setelah beberapa saat Pak Harto dan ibu sumiatun duduk santai di halaman belakang rumahnya tersebut, kemudian tiba-tiba Pak Hartono ingat sesuatu hal, di mana hal tersebut menurut beliau adalah sesuatu yang sangat penting. Maka hal tersebut perlu dibicarakan kepada istrinya yaitu: ibu Sumiatun dan yang lainnya termasuk Ibu Sumarni dan pak Joko, maka Pak Hartono segera membicarakannya kepada istrinya tersebut.


Kemudian Pak Hartono berbicara kepada istrinya...


"Oh iya Bu.!! Saya baru ingat.!! Satu minggu lagi tepat 100 hari wafatnya Ibu Farida loh Bu.!! Yang mana hal tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang Jawa seperti kita, kalau ada orang meninggal selain mengadakan tahlilan 7 hari dari meninggalnya orang tersebut, lalu diadakan selamatan 40 hari.!! Dan setelah itu baru diadakan selamatan 100 hari dari hari kematiannya orang tersebut.!! Dan setelah itu lagi baru diadakan 1 tahun memperingati meninggalnya si orang tersebut.!! Lalu setelah itu diadakan lagi tahun ke 2, atau tahun ke 2 dari meninggalnya seorang tersebut.!! Dan baru setelah itu diadakan lagi, yaitu selamatan 1000 hari dari meninggalnya orang tersebut.!! Baru setelah itu diadakan haul.... Dan haul tersebut boleh kapan saja atau dilakukan kapan saja.!! Itu tergantung ahli warisnya yang ditinggalkan.!! Boleh dilaksanakan tiap tahun atau 2 tahun sekali setelah selesai selamatan 1000 harinya ke belakang.!! Jadi saya sekarang baru ingat bahwa Ibu Farida istri saya sudah satu minggu lagi, akan memasuki 100 hari dari kematiannya, setelah kemarin dilakukan 40 hari dari kematiannya. Jadi kita harus mempersiapkan segala sesuatunya Bu.!! Termasuk berbelanja bahan-bahan keperluan untuk acara tersebut, karena bagaimanapun juga acara tersebut akan diadakan sama persis seperti acara 40 hari dari kematiannya yang dilakukan kemarin itu Bu.!! Atau mungkin kalau bisa ya bisa lebih.!! Artinya acara 100 hari ini bisa lebih, maksud saya kalau kita di acara 40 harinya itu mengundang 100 orang... Ya mungkin kalau di acara 100 hari dari kematiannya ini kalau bisa ya kita mungkin mengundang lebih dari itu.!! Bagaimana Bu.??"


Tanya Pak Hartono kepada ibu Sumiatun sang istri....


Kemudian ibu Sumiatun menjawab pertanyaan suaminya tersebut....


"Ya nggak apa-apa sih mas.!! Ibu setuju saja malah itu.!! Menurut Ibu akan lebih baik, karena bagaimanapun juga selain kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi bagi kita, lagi pula mengingat jasa-jasa dari Ibu Farida itu sangat besar menurut Ibu sih.!! Termasuk pengorbanan beliau kepada Icha.!! Karena tanpa beliau, Icha mungkin tidak akan kenal sama mas, atau bahkan mungkin dia sekarang tidak akan berada di Amerika.!! Jadi menurut Ibu, itu harus dilakukan mas.!! Malah kalau dalam memperingati Kematian Ibu Farida itu sendiri kurang begitu diperingati, itu malah Ibu kurang setuju mas.!! Jadi sekali lagi saya sangat mendukung mas.!! dan mas tenang saja, nanti masalah pembiayaan mungkin kalau kurang Ibu ada tabungan kok mas.!! Yang penting acara ini sukses.!! dan satu lagi mas.!! Hal ini harus juga dirembukan kepada mbakyu Sumarni dan mas Joko, karena bagaimanapun juga, mereka akan ikut andil dalam pelaksanaan ini.!! Jadi seperti waktu kemarin kita memperingati 40 hari dari kematian Ibu Farida,mereka kan kita ikutkan dalam masalah ini.!! Ya... Hitung-hitung selain mereka berdua masih saudara kita, mereka juga berpengalaman dalam hal ini mas.!! Lagi pula tidaklah mungkin pelaksanaan ini kita akan lakukan berdua saja.!! Tapi untuk kali ini mas menurut Ibu, kalau yang kemarin dalam pelaksanaan 40 hari memperingati atau selamatan dari kematian Ibu Farida itu masih ada Icha yang membantu, tapi sekarang dalam memperingati 100 harinya ini Icha tidak ada bersama kita mas.!! Otomatis dalam pengerjaan dalam hal persiapan untuk selamatan tersebut otomatis kita kekurangan tenaga mas.!! Jadi menurut Ibu, bagaimana sih kalau seumpama kita melibatkan beberapa orang tetangga kita untuk membantu mengerjakan dalam rangka acara selamatan 100 hari dari kematian Ibu Farida tersebut.!! Bagaimana menurut mas.??"


Tanya ibu sumiatun kepada suaminya....


Mendengar pernyataan dan pertanyaan dari istrinya tersebut, maka Pak Hartono menjawab....


"Baiklah Bu.... Terima kasih karena Ibu telah mendukung rencana saya.!! Tapi ada yang perlu saya jelaskan kepada Ibu... Yang pertama ialah: masalah pembiayaan... Jadi saya tidak setuju kalau Ibu ikut mengeluarkan biaya, dalam hal ini untuk pembiayaan acara ini.!! Karena hal itu saya sudah menanggungnya semua atau saya yang tanggung jawab.!! Jadi maksud saya, jangankan untuk acara 100 hari kematian dari almarhumah Ibu Farida.... Ibu sendiri sebagai istri dari saya, ataupun Icha, itu sudah menjadi tanggung jawab saya semua.!! Jadi saya mohon maaf dalam hal ini, saya tidak setuju kalau Ibu membantu dalam hal pembiayaan.!! Tapi saya sangat berterima kasih kepada Ibu, karena ibu bukan hanya mendukung atau menyetujui rencana saya, tapi Ibu juga berkompeten dalam hal ini.!! Jadi saya sangat bangga kepada Ibu, dan hal itu semakin membuat saya makin jatuh cinta deh sama Ibu....!!"


Ucap pak Hartono dengan ada gombal kepada istrinya tersebut....


Kemudian ibu sumiatun yang mendengar kata-kata gombal dari suaminya tersebut, maka beliau merespon dan berkata....


"Ah mas.... Apaan sih ah.... Gombal deh.!! Kayak anak muda aja ah.... Nanti malu didengar orang.!!"


Ucap ibu Sumiatun dengan malu-malu sembari menoleh ke kanan dan ke kiri, dengan gelagat takut ada orang yang mendengar kata-kata dari suaminya tersebut.


"Hahaha.... Hahaha.!!"


Kemudian para pekerja yang sedang asik bekerja mendengar suara dari Pak Hartono yang tertawa begitu kerasnya tersebut, maka mereka semua menoleh ke arah Pak Hartono dan ibu Sumiatun sembari tersenyum. Sedangkan ibu Sumiatun yang mengetahui hal tersebut, menjadi agak tersipu malu. Maka Ibu Sumiatun pun dan Pak Hartono membalas senyum kepada mereka semua.


Setelah beberapa saat kemudian, maka Pak Hartono melanjutkan pembicaraannya kepada istrinya tersebut.


Pak Hartono berkata....


"Oh iya Bu.... Saya lanjutkan pembicaraan tadi.!! Selain dalam hal pembiayaan dalam acara tersebut, saya sangat setuju dengan pendapat Ibu.!! Di mana Mbak yu Sumarni dan mas Joko dilibatkan dalam hal ini.!! Malah menurut saya sih.... Itu harus.!! karena betul kata Ibu tadi, selain mereka adalah bagian dari keluarga kita, mereka juga dalam hal ini sangat berpengalaman.!! Jadi di samping kita membutuhkan tenaganya, kita juga membutuhkan pemikirannya.!! Dan yang selanjutnya untuk masalah tenaga yang akan mengerjakan pelaksanaan tersebut saya setuju dengan Ibu.!! Kita harus melibatkan beberapa orang tetangga untuk mengerjakan pekerjaan itu, karena bagaimanapun juga acara itu akan sedikit lebih besar ketimbang dari acara sebelumnya, yaitu: acara peringatan 40 hari kematiannya.!! Jadi dalam hal pembiayaan dan pelaksanaannya sendiri ataupun dalam pekerjaannya sendiri, akan membutuhkan yang lebih.!! Jadi sekali lagi saya setuju dengan Ibu.!!"


Ucap pak Hartono kepada istrinya....


Kemudian setelah beberapa saat, ibu Sumiatun berkata lagi kepada suaminya....


"Oh iya mas sebaiknya untuk masalah mbak yu Sumarni dan mas Joko, kita bicarakan hal ini nanti saja.!! Karena selain kita masih ada waktu untuk hal ini, lagian mereka sekarang kan lagi repot.!! Dan satu lagi yang penting mas.!! Kita juga harus mengabari hal ini kepada anak kita, yaitu: Icha.!! Ya walaupun Icha nggak mungkin datang ke sini, tapi setidaknya bisa mendapat kabar dari kita.!! Ya setidaknya Icha mendukung dalam hal ucapan atau doa mungkin.!! Karena bagaimanapun juga, dalam hal ini kalau menyangkut masalah dengan Ibu Farida, saya rasa Icha akan kecewa mas kalau dia tidak diberi kabar atau dikasih tahu tentang hal ini.!! Karena kita sendiri kan tahu bagaimana kedekatan Icha dengan almarhumah Ibu Faridah sewaktu beliau masih ada.!! Jadi begitu menurut Ibu sih mas.!!Bagaimana menurut mas.??"


Tanya ibu Sumiatun kepada suaminya tersebut....


Kemudian Pak Hartono menjawab pertanyaan istrinya tersebut....


"Oh iya Bu... Kok saya jadi lupa ya.!! Betul sekali kata Ibu.!! Icha harus mengetahui hal ini, kalau nggak bisa bahaya Bu.!! Betul kata Ibu, kita semua sudah tahu bagaimana kedekatan Icha dengan almarhumah, sewaktu almarhumah masih hidup.!! Jadi kalau ada hal-hal yang menyangkut dengan almarhumah dalam hal ini termasuk rencana peringatan 100 harinya ini kalau kita tidak memberitahukan kepadanya, maka kita bisa bayangkan Bu bagaimana kecewanya Icha.!! Bahkan saya rasa Icha bisa ngamuk-ngamuk dia di sana, dan bisa marah dia kepada kita.!! Jadi saya sangat setuju sekali dengan Ibu.!! Kalau begitu nanti biar mas saja yang bicara kepada Icha, lagian kan kita masih ada waktu untuk ke acara tersebut.!! Jadi Ibu tenang saja deh... Masalah itu kita bicarakan lagi nanti, dan waktu kita mengabari Icha nantinya sebaiknya kita bersama-sama bicaranya.!! Jadi biar tambah sempurna Bu.!! Bagaimana Bu.??"


Tanya Pak Hartono kepada istrinya tersebut....


Kemudian Ibu Sumiatun menjawab....


"Baiklah mas... Kalau begitu Ibu setuju.!!"