Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 07



"Baik kalau begitu sebaiknya kita beristirahat, karena sudah larut malam, dan besok kita berangkat bersama-sama ke kantor KUA...!!"


Lalu mereka semuanya bubar dari ruang tengah tersebut, dan mereka semuanya segera beristirahat.


Lalu ke esokan harinya mereka bersiap-siap untuk berangkat ke kantor KUA.


Namun sebelum mereka berangkat ke kantor KUA tersebut, mereka sarapan pagi dulu. Karena Ibu Sumiatun telah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka semua, sebelum mereka berangkat ke kantor KUA.


Lalu mereka sarapan pagi bersama di ruang tengah rumah tersebut...


Lalu setelah mereka selesai sarapan pagi, Ibu Sumiatun dan Icha segera membereskan piring-piring dan gelas, bekas mereka sarapan pagi bersama tadi.


Waktu sudah menunjukkan jam 09.00 pagi.


Lalu mereka mulai berangkat, dan tak lupa Ibu Sumiatun mengunci rumah, sedangkan Bapak Hartono mengeluarkan mobil dari garasi rumahnya. Setelah itu mereka semua masuk dalam mobil dan mereka pun berangkat menuju ke kantor KUA.


Kebetulan kantor KUA tersebut tidak begitu jauh amat dari rumah pak Hartono, jadi mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke kantor KUA tersebut.


Selang beberapa saat kemudian, mereka pun sampai ke kantor tersebut.


Dan mereka langsung masuk ke halaman kantor tersebut, dan mereka segera turun dari mobil.


Lalu mereka bertiga segera masuk ke kantor tersebut Dan disambut oleh satpam kantor, lalu mereka ditanya oleh satpam tersebut, tentang maksud dan tujuan mereka.


Lalu satpam tersebut berkata....


"Selamat pagi Bapak Ibu, apa ada yang bisa kami bantu.?"


Lalu Bapak Hartono menjawab....


"Selamat pagi pak,... begini pak, kami datang ke sini bermaksud untuk mendaftar nikah, untuk saya dan calon istri saya ini pak.!!"


Lalu satpam tersebut bertanya lagi kepada bapak Hartono....


"Oh iya pak... tapi apa semua surat-surat persyaratan sudah lengkap pak.!?"


Lalu pak Hartono menjawab....


"Oh iya pak... ini sudah saya bawa, semua kebetulan sudah saya persiapkan dari kemarin pak.!"


Lalu satpam tersebut berkata....


"Boleh saya periksa dulu kelengkapan surat-surat persyaratannya pak.!"


Lalu pak Hartono menyerahkan map yang berisi surat-surat


persyaratan yang di pegang nya, dan disodorkan kepada satpam tersebut.


Lalu satpam tersebut memeriksa kelengkapan surat-surat persyaratan yang dibawa pak Hartono tersebut.


Lalu sesaat kemudian satpam tersebut berkata....


"Baik pak surat-suratnya sudah lengkap semua, kalau begitu silahkan Bapak mengambil nomor antrian dulu, lalu selanjutnya Bapak menunggu di ruang tunggu, untuk selanjutnya menunggu panggilan untuk pendaftaran..!"


Lalu pak Hartono berkata kepada satpam tersebut....


"Oh iya terima kasih pak.!"


Lalu satpam tersebut berkata....


"Iya sama-sama pak.!"


Lalu pak Hartono mengambil nomor antrian, dan selanjutnya duduk di kursi bersama Icha dan Ibu Sumiatun, dan menunggu panggilan untuk pendaftaran.


Kebetulan pada saat itu antrian tidak terlalu banyak, karena pak Hartono tidak terlalu siang nyampai nya ke kantor KUA tersebut, dan nomor antrian pak Hartono yaitu nomor 5.


Beberapa menit kudian, tibalah panggilan nomor antrian 5, yaitu nomor antrian yang dipegang oleh pak Hartono.


Kemudian pak Hartono, Ibu Sumiatun dan Icha, masuk ke dalam ruangan pendaftaran. Lalu ketiganya langsung dipersilahkan masuk oleh petugas, yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Selamat pagi pak...!" Ucap petugas kepada pak Harsono....!


Lalu pak Hartono menjawab....


"Selamat pagi....!!"


Lalu petugas bertanya....


"Ada yang bisa kami bantu pak....?"


Lalu pak Hartono mengutarakan maksud dan tujuannya....


"Begini pak...!! Kami datang ke sini untuk mendaftar nikah.!"


Lalu petugas bertanya....


"Oh ya.... yang mau nikah siapa pak.!"


Lalu pak Hartono menjawab....


"Oh ya... kebetulan saya sendiri pak dengan Ibu ini..!"


sembari pak Hartono menunjuk kepada Ibu Sumiatun.


Lalu petugas bertanya lagi....


"Bapak namanya siapa.?"


Pak Hartono menjawab....


"Saya Bapak Hartono pak, dan ini calon istri saya Ibu Sumiatun.!"


Lalu petugas bertanya lagi sembari menunjuk kepada Icha...


"Loh ini siapa pak.?"


Pak Hartono menjawab....


"Oh iya... ini anak dari calon istri saya, namanya Ica pak.!"


Lalu petugas berkata....


"Oh ya boleh saya lihat data-datanya pak.?"


Lalu petugas bertanya kepada pak Hartono....


"Ini wali nikah dan saksinya sudah ada pak.?"


Pak Hartono menjawab....


"Kalau wali kebetulan orang tua dari Ibu Sumiatun sudah lama meninggal dunia pak, sedangkan saudara laki-laki tidak punya. Jadi kami mohon wali hakim saja pak dari pihak KUA.!


Kalau saksi ada pak dari kerabat saya nanti.!". 'Bisa kan pak...?".


Lalu petugas menjawab....


"Oh iya nggak papa bisa kok pak.!!"


Lalu pak Hartono menyodorkan map yang berisi data-data yang ada di tangannya ke petugas tersebut.


Kemudian petugas tersebut memeriksa kelengkapan surat-surat yang dibawa pak Hartono.


Setelah surat-surat tersebut diperiksa, dibaca, dan dicatat, lalu selanjutnya petugas memberikan surat jadwal nikah kepada bapak Hartono.


Kebetulan hari itu adalah hari Senin.


Sedangkan jadwal yang diberikan oleh petugas adalah hari Senin mendatang. Jadi ada Jeddah 1 minggu waktu pendaftaran tersebut.


Setelah semuanya selesai, maka Bapak Hartono, Ibu Sumiatun, dan Icha segera pamit kepada petugas tersebut untuk pulang.


Pak Hartono berkata....


"Baiklah pak kalau semua sudah selesai kami pamit pulang.!!"


Lalu petugas itu berkata....


"Oh iya pak hati-hati, dan jangan lupa hari Senin mendatang bapak dan Ibu kembali lagi ke sini ya.!!"


Lalu pak Hartono menjawab....


"Oh iya pak terima kasih pak.!!"


Kemudian Bapak Hartono, Ibu Sumiatun, dan Icha, keluar dari ruangan tersebut dan langsung menuju ke mobil, dan segera mereka pulang.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah. Ibu sumiatun menyiapkan kopi, sedangkan Icha menyiapkan makanan kecil, lalu ditaruh di meja ruang tengah rumah tersebut.


Lalu kemudian mereka segera kumpul di ruang tengah rumah, untuk membicarakan kelanjutan dari hal tersebut, sambil minum kopi dan makanan kecil yang ada di meja tersebut.


Lalu pak Hartono berbicara kepada keduanya....


"Ibu...! Icha...! begini, ini kan kita diberi jadwal 1 minggu dari pihak KUA untuk melaksanakan akad nikah.... Jadi kita sambil menunggu waktu tersebut, kita harus merencanakan ke depannya.!!"


Lalu Ibu Sumiatun dan Icha bertanya....


"Jadi bagaimana pak.?"


Pak Hartono berkata....


"Jadi gini kita kan sebentar lagi menjadi satu keluarga...!"


Ibu Sumiatun dan Icha berkata...


"Terus....!!"


Pak Hartono berkata....


"Ya kita harus merombak dan membenahi tatanan keluarga yang dulu dong...!!"


Lalu ibu sumiatun berkata....


"Terus apa yang harus kita rombak pak.!"


Lalu pak Hartono berkata....


"Kan sebentar lagi Ibu sudah menjadi istri saya otomatis Icha sudah menjadi Anak saya dan kita sudah satu keluarga.


Kalau dulu semasa Ibu masih jadi pembantu saya, Ibu kan pulang ke rumah Ibu, dan Icha bersama Ibu, sekarang kalau kita sudah menikah kan kita harus kumpul bersama di rumah ini.!!"


Lalu Ibu Sumiatun bertanya....


"Lalu rumah saya yang di sana bagaimana pak, apa harus kita tinggalkan begitu saja.


Kalau kita merawat rumah tersebut kayaknya nggak mungkin...!! jadi bagaimana dong solusinya pak...?"


Lalu pak Hartono memberikan saran....


"Mm.... Bagaimana kalau begini saja,


Kebetulan di rumah ini tidak ada pembantu di rumah, setelah Ibu menjadi istri saya. dan kemudian di peternakan lele saya juga membutuhkan satu orang pekerja, untuk merawat peternakan tersebut....


Apakah ada salah satu keluarga dari Ibu, atau kerabat dekat yang bisa diajak bekerja di sini Bu...!!


Dan sekalian menempati rumah Ibu. bagaimana Bu...!?"


Lalu Ibu Sumiatun diam dan berpikir sejenak, lalu menjawab pertanyaan pak Hartono....


"Oh iya ada...saya mempunyai saudara perempuan yang tinggal di desa sebelah, dan saudara saya tersebut kumpul bersama anak dan menantunya dalam satu rumah dan kebetulan suaminya tidak mempunyai pekerjaan tetap. bagaimana kalau mereka saja yang kita suruh bekerja di sini pak...!!"


Lalu pak Hartono berkata....


"Oh iya saya setuju..!! Kalau begitu... bagaimana kalau besok kita ke sana untuk menawarkan hal ini kepada mereka. bagaimana Ibu dan Icha setuju dengan pendapat bapak....!!"


Lalu Ibu Sumiatun dan Icha menjawab....


"Iya pak kami setuju besok kita ke sana.!!"


Kebetulan desa tempat tinggal saudara perempuan dari Ibu Sumiatun tadi ada di desa sebelah. Kira-kira perjalanan 10 menit ditempuh dengan naik mobil.


Lalu keesokan harinya pak Hartono, Ibu Sumiatun, dan Icha berangkat menuju ke rumah saudara Ibu Sumiatun, yang ada di desa sebelah tersebut, dengan naik mobil.


Sesampainya di rumah tersebut, lalu mereka disambut oleh saudara Ibu Sumiatun tersebut. Kebetulan saudaranya itu bersama suaminya lagi bermain dengan cucunya di luar rumah.


Lalu pak Hartono mengucap salam kepada mereka....


"Assalamualaikum.!"


Lalu mereka menjawab....


"Waalaikumsalam.!!" "Eh ada tamu ucap mereka.?"


Mereka tinggal satu rumah dengan anak dan menantunya dengan satu orang cucu.


Ibu Sumarni tersebut terlihat senang karena kedatangan tamu istimewa, yakni saudara perempuannya Ibu Sumiatun dan ponakannya Icha.


Lalu Ibu Sumarni tersebut berkata...


"Eh...Ada ponakan Tante nih....!! selamat datang Icha.....


Lalu Icha Menghampiri Tantenya tersebut sembari mencium tangan dan memeluknya.


Lalu kemudian disusul oleh Ibu Sumiatun. Maklum mereka sudah lama tidak ketemu, jadi mereka sama-sama rindu satu sama yang lain.


Lalu Ibu Sumiatun mengenalkan pak Hartono kepada mereka.


"Oh ya kenalkan ini kak, ini pak Hartono calon suami saya, dan ini kakak saya pak, namanya Sumarni, dan itu suaminya namanya Joko.


Dan mereka pun bersalaman sambil mengenalkan nama masing-masing.


Selang beberapa waktu kemudian ada dua orang keluar dari dalam rumah tersebut, rupanya itu adalah anak dari Ibu Sumarni namanya Ratna, dan suaminya bernama untung.


Lalu mereka pun bersalaman dengan pak Hartono, Ibu Sumiatun, dan Icha. Lalu Ratna mengambil alih anaknya yang tadinya digendong oleh Ibu Sumarni.


Selang kemudian Ibu Sumarni dan suaminya Joko, mempersilahkan Ibu Sumiatun, pak Hartono, dan Icha untuk masuk ke dalam rumah mereka, mempersilahkannya duduk di kursi ruang tamu.


Ibu Sumarni dan suaminya bekerja sebagai buruh tani di desanya, kalau ada orang menyuruh untuk mengelola ladang, maka Ibu Sumarni dan suaminya mengerjakan suruhan orang tersebut, dan apabila tidak ada orang yang menyuruh, maka Ibu Sumarni dan suaminya sehari-hari mencari rumput untuk ternak mereka. Jadi mereka tidak mempunyai pekerjaan tetap.


Sedangkan menantunya adalah seorang pegawai negeri sipil di pemerintahan kabupaten, dan mereka tinggal satu rumah di desa tersebut.


Setelah semuanya kumpul di ruang tamu tersebut, tidak beberapa lama kemudian Ratna anak dari Ibu Sumarni menyuguhkan kopi dan makanan kecil kepada mereka semua. dan sesaat kemudian menantu dari Ibu Sumarni atau suami dari Ratna, segera berpamitan untuk berangkat kerja.


Dan sesaat kemudian Ibu Sumarni segera mempersilahkan tamunya tersebut untuk menikmati kopi dan makanan kecil yang ada di meja. Ratna anak Ibu Sumarni juga ikut kumpul di antara mereka di ruang tamu tersebut, sambil menggendong anaknya.


Setelah beberapa saat mereka berbincang-bincang, lalu pak Hartono mengutarakan maksud kedatangannya kepada Ibu Sumarni beserta suaminya, dan Ratna anaknya.


"Begini bapak dan Ibu, maksud kami datang ke sini yang pertama ingin bersilaturahmi dengan keluarga Bapak dan Ibu, lalu yang kedua kami bermaksud menawarkan Ibu dan bapak untuk bantu-bantu kami di rumah, untuk mengerjakan beberapa hal pekerjaan yang kurang beres. itupun kalau bapak dan Ibu mau kalau nggak mau juga ya nggak apa-apa kok..!!"


Mendengar tawaran dari pak Hartono tadi, maka Bapak Joko suami dari Ibu Sumarni langsung bertanya kepada pak Hartono....


"Jadi maksud pak Hartono, kami berdua ini ditawari bekerja di rumah Bapak,.. gitu pak"


Lalu pak Hartono menjawab....


"Eee...bukan begitu pak, bukan maksud saya mempekerjakan bapak dan Ibu, saya tahu bapak dan Ibu adalah keluarga dari Ibu Sumiatun calon istri saya, jadi otomatis menjadi keluarga saya juga kan,? jadi tidak etis rasanya kalau saya mempekerjakan Bapak dan Ibu di rumah saya jadi maksud saya tersebut,eee...eee!!!


Terus Ibu Sumiatun menyambung kata-kata dari pak Hartono tersebut...


"Jadi gini kak, maksud Bapak tadi mengajak kakak dan mas Joko untuk bantu-bantu kami mengerjakan sesuatu hal yang kurang beres di rumah , kebetulan rumah kami agak besar jadi ngurusinnya butuh bantuan orang lain, dan lagi pula di rumah bapak punya peternakan ikan lele, itu pun tidak ada yang ngurusin, jadi maksud Bapak tadi ketimbang Kami menyuruh orang lain mengurusi semua itu, kan lebih baik kami mengajak kakak dan mas Joko untuk ngurusin semua itu, dan lagi pula rumah saya yang dulu kan sudah tidak ditinggali lagi, jadi kami bermaksud selain kakak dan mas Joko mengurusi pekerjaan di rumah pak Hartono, jadi kakak dan mas Joko bisa tinggal di rumah saya yang dulu itu, lagian kakak dan mas Joko ngurusin pekerjaan di rumah pak Hartono hanya pada waktu siang saja, jadi kalau malamnya kan bisa menempati rumah saya yang dulu itu kak. hitung-hitung rumah saya tersebut ketimbang tidak kepakai, lebih baik di tempati kakak aja sama mas Joko. jadi ada yang ngurusin dan menempati. gitu maksud kami kak.!!"


Lalu pak Hartono menambahi....


"Tapi jangan khawatir pak walaupun Bapak dan Ibu keluarga kami tapi kami akan menggaji kalian tiap minggu layaknya kami menggaji orang lain..!!".


"Bagaimana pak bu.?"


Mendengar tawaran tersebut lalu pak Joko bertanya kepada istrinya....


"Bagaimana Bu..? Ibu setuju nggak...!?"


"Kalau saya sih pak setuju sekali, lagi pula di sini kita tidak mempunyai pekerjaan tetap, dan lagi kita kumpul satu rumah dengan anak dan menantu. kalau kita menyetujui tawaran pak Hartono tadi, selain kita dapat penghasilan kita bisa tinggal di rumah adik Ibu. lagi pula rumah itu tidak ditempati kan sayang ketimbang sia-sia rumah itu lebih baik dan tidak tempati saja pak.


Jadi selain dapat pekerjaan, kita kan dapat tempat tinggal pak...!!"


Lalu pak Joko suami dari Ibu Sumarni berkata....


"Oh ya sudah kalau Ibu setuju saya juga setuju.!!"


Lalu Ibu Sumiatun bertanya kepada kakaknya (Sumarni)...


"Bagaimana kak kakak setuju dengan tawaran kami..!!"


Icha yang sedari tadi diam dan mengamati pembicaraan, tiba-tiba berkata kepada Ibu Sumarni "tentenya."


"Iya nih Tante kalau menurut Icha sih... Tante mau aja ya..!!Lagian kalau ada tante di rumah kan nggak sepi kalau Ibu dan bapak lagi keluar, ada Om juga di rumah. Dan lagian rumah Ibu yang di sana kan ada yang ngurusin dan yang menempati, kan enak tante.!! ya... "hitung-hitung sih..... mumpung ada tumpangan gratis lah... hehehe.!". Ledek Icha kepada tantenya...


Lalu Ibu Sumarni berkata kepada Icha....


"Ih... Icha... dasar kamu ya, awas kamu, nanti tak jewer kuping kamu sama tante ya....!!!". Ucap Ibu Sumarni kepada Icha dengan nada sayang.


Lalu semuanya tertawa....


Kemudian pak Joko bertanya kepada putrinya yaitu Ratna...


"Kalau menurut kamu bagaimana Nak... apa kamu setuju Bapak dan bu tinggal di rumah tantemu yang lama, dan bekerja di rumah pak Hartono.?"


Lalu Ratna menjawab....


"Kalau memang Bapak dan Ibu setuju ratnasi nggak apa-apa pak, Bu. Ratna setuju-setuju saja, tapi alangkah baiknya hal ini kita musyawarahkan lagi bersama suami saya nanti selepas kerja. bagaimana pak..bu..?"


"Oh iya baiklah nanti kita bicarakan hari ini lagi bersama suamimu sepulangnya dari kerja.!!". Jawab Ibu Sumarni....


Lalu Ibu Sumarni dan suaminya berkata kepada adiknya, dan pak Hartono....


"Baiklah kalau kami sudah setuju dengan tawaran bapak tadi, tapi kami masih harus berbicara dengan menantu saya pak, karena nggak enak kalau hal ini tidak dirembukkan dengan dia. karena bagaimanapun kita ini dari dulu bersama-sama berkumpul di rumah ini.!!"


Lalu pak Hartono berkata kepada pak Joko....


"Baiklah kalau begitu kami menunggu kabar dari Bapak dan Ibu.!! Tapi secepatnya kabari kami yang pak..Bu..!!"


Lalu pak Joko berkata....


"Oh iya pak nanti sore Untung menantu saya itu pulang kok, nanti saya langsung berbicara dengan dia dan nanti langsung saya mengabari bapak.!!"


Lalu Ibu Sumiatun berkata....


"Baiklah kalau begitu ini kunci rumah saya, saya serahkan kepada kakak. dan nanti kalau sudah berbicara dengan menantu kakak, kakak langsung menghubungi kami. dan langsung menempati rumah saya itu kak. ya...!!"


"Iya baiklah dek.!". Jawab Ibu Sumarni....


Lalu kemudian pak Harsono, Ibu Sumiatun, dan Icha berpamitan pulang kepada mereka.....


"Baiklah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya, dan jangan lupa saya tunggu kabar dari Bapak dan Ibu secepatnya.!!" ucap pak Hartono, sembari ucap salam....


"Assalamu'alaikum.!!"


Lalu pak Joko, Ibu Sumarni, dan Ratna menjawab salam tersebut.....


"Wa'alaikum salam.!!"


Lalu pak Hartono, Ibu Sumiatun, dan Icha keluar dari rumah tersebut menuju mobil, dan langsung berangkat pulang.


Lalu sesampainya di rumah, pak Hartono, Ibu Sumiatun dan Icha langsung masuk rumah dan mandi, lalu Salat dzuhur, karena waktu sudah memasuki waktu dzuhur.


Lalu setelah itu, Ibu Sumiatun dan Icha menyiapkan sarapan siang untuk mereka, lalu setelah sarapan siap ditaruh di meja ruang tengah rumah tersebut. dan kemudian Ibu Sumiatun dan Icha memanggil pak Hartono untuk segera sarapan siang bersama.


Setelah mereka makan siang bersama lalu mereka beristirahat siang.


Dan setelah beberapa saat kemudian hari sudah mulai sore. Dan mereka pun bangun dari istirahat siangnya.


Dan tiba-tiba HANPDHONE Ibu Sumiatun berbunyi. Dan setelah dicek ternyata yang menelfon itu adalah Ibu Sumarni saudara dari Ibu Sumiatun. Dan diangkatlah HANDPHONE Ibu Sumiatun dan ternyata benar yang menelfon itu adalah Ibu Sumarni. Ibu Sumarni lewat pembicaraan di telepon itu memberitahukan kepada Ibu sumiatun, bahwa Ibu Sumarni dan suaminya pak Joko sudah selesai memberitahukan hal yang dibicarakan tadi siang.


Lalu Ibu Sumiatun memanggil pak Hartono dan Icha untuk bersama-sama mendengarkan percakapan tersebut. Dan Icha pun bersama pak Hartono menghampiri Ibu Sumiatun, untuk mendengarkan isi percakapan antara Ibu Sumarni dan Ibu Sumiatun tersebut.


Lalu kemudian ibu sumiatun mengangkat HANDPHONE nya dengan ucapan...."halo Assalamualaikum.!!"


Lalu Ibu Sumarni menjawab salam tersebut..."Waalaikumsalam.!!"


Lalu Ibu Sumarni berkata dalam HANDPHONE tersebut....


"Begini dek, kakak dan mas Joko sudah membicarakan tentang tawaran adik tadi pagi kepada untung menantu kakak, Dan dia sudah menyetujuinya. jadi kakak dan mas Untung sudah sepakat menyetujui untuk bekerja di rumah pak Hartono calon suamimu, dan menempati rumah kamu...!!". Gimana dek...?"


Tanya Ibu Sumarni kepada Ibu Sumiatun....


Lalu Ibu Sumiatun menjawab....


"Oh ya kak...kami senang sekali mendengar kabar dari kakak.


Baiklah kalau begitu kak, kakak langsung saja menempati rumah saya yang di sana. kan kuncinya sudah dipegang kakak. ya,kak, ya....!!"


"Oh iya dek, kebetulan sore ini juga rencananya kami akan langsung menempati rumah kamu itu. dan kakak mau tanya nih... jadi kapan kami bisa langsung kerja di rumah pak Hartono tersebut....?"


Lalu Ibu Sumiatun menjawab....


"Oh ya kak, kakak dan mas Joko besok sudah bisa langsung ke sini, jam 07.00 pagi. Ya kak...!!"


Lalu Ibu Sumarni menjawab....


"Oh ya baiklah kalau begitu dek, sekarang juga kami akan berkemas-kemas langsung menuju ke rumah adik yang di sana. Dan sekalian berbenah-benah di sana...!!"


Lalu Ibu Sumarni menutup telepon tersebut dengan


ucapan, "Assalamu'alaikum.!!"


Lalu Ibu Sumiatun menjawab....


"Wa'alaikum salam....!!"


Setelah ke keesokan harinya pada pukul 07.00 pagi, mereka berdua datang ke rumah pak Hartono. Dan mereka disambut dengan hangat dan ramah oleh pak Hartono Ibu Sumiatun, dan Icha. Kemudian mereka berdua disuruh masuk ke dalam rumah oleh pak Hartono dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah. kemudian pak Hartono menyuruh mereka berdua duduk di kursi ruang tamu. kemudian pak Hartono menyuruh Icha untuk segera membuatkan kopi dan makanan kecil untuk mereka berdua, sedangkan Ibu Sumiatun dan pak Hartono menemani Ibu Sumarni dan pak Joko duduk di kursi ruang tamu.


Lalu Tak lama kemudian Icha datang membawa kopi dan makanan kecil, lalu ditaruh di meja ruang tamu tersebut. Lalau kemudian Icha duduk bersama mereka.


Sambil mereka minum kopi dan makanan kecil tersebut, mereka berbincang-bincang dan membahas apa dan bagaimana yang akan dilakukan setelah itu.


Lalu kemudian pak Joko bertanya kepada pak Hartono.....


"Jadi bagaimana pak sekarang apa yang harus saya dan istri saya kerjakan.?"


Lalu pak Hartono menjawab....


"Begini pak saya punya peternakan lele di belakang rumah, dan kebetulan peternakan tersebut agak kurang ter urus karena memang saya agak sibuk hari-hari ini pak. Dan lagi pula tempat kolam lele tersebut rencananya akan saya adakan pelebaran, karena kebetulan di halaman belakang saya ini pak agak lebar dan banyak lahan kosong. jadi saya akan manfaatkan lahan tersebut untuk pelebaran kolam lele tersebut. jadi bapak saya minta mengurusinya. dan untuk ke belakangnya Bapak juga yang merawat peternakan tersebut. jadi saya akan pasrahkan kepada bapak sepenuhnya masalah penanganan peternakan lele saya itu pak.!!"


Kemudian Ibu Sumarni juga bertanya kepada pak Hartono....


"Kalau saya bagaimana pak, apa tugas saya dan apa yang akan saya kerjakan di rumah ini.?"


Lali pak Hartono menjawab....


"Begini bu...!! Kalau Ibu bantu-bantu di dalam rumah. Ya kayak memasak, mencuci, bersih-bersih rumah.


Jadi Bapak dan Ibu kerjanya waktu siang saja, mulai pukul 07.00 pagi sampai jam 04.00 sore. lalu bapak dan Ibu boleh pulang dan begitu seterusnya.!!"


Kemudian ibu sumiatun dan Icha menambahi....


"Tenang tante...! Tante Jangan khawatir. Pekerjaan Tante gak berat kok, karena Icha akan membantu pekerjaan tante. Karena kami bukan mempekerjakan seperti orang lain. Karena tante adalah Tante Icha sendiri....!!*


"Iya kak. kakak jangan khawatir, kami sebetulnya bukan semata-mata ingin mempekerjakan kakak dan mas Joko saja. Tetapi rumah ini memang terlampau luas, dan penghuninya cuma Kami bertiga. Jadi kalau ada kakak dan mas Joko, kan rumah ini menjadi ramai dengan segala kesibukan dan aktivitas. begitu kak...!!"


Mendengar perkataan Ibu Sumiatun dan Icha tadi, Ibu Sumarni dan suaminya merasa senang.


Dan mereka langsung melaksanakan apa yang disuruh pak Hartono tadi.... Pak Joko langsung ke halaman belakang rumah, sedangkan Ibu Sumarni langsung melakukan pekerjaan di dalam rumah tersebut....


Setelah beberapa hari kemudian, tibalah pada hari Senin. Di mana hari itu adalah hari tanggal yang dijadwalkan oleh kantor urusan agama atau KUA kepada pak Hartono dan Ibu Sumiatun, untuk melangsungkan akad nikah di kantor tersebut....


Pak Hartono membicarakan hal tersebut kepada Ibu Sumiatun dan Icha.


"Bu... hari hari ini hari Senin lho Bu.


Di mana hari ini kita dijadwalkan untuk melaksanakan akad nikah di kantor KUA.!!". Ucap pak Hartono....


Kemudian Ibu Sumiatun berkata....


"Iya pak sekarang sudah tiba jadwal dari kantor KUA untuk pelaksanaan akad nikah. jadi bagaimana ini pak.?"


Lalu pak Hartono berkata....


"Begini bu... bagaimana kalau Ibu Sumarni dan pak Joko kita ajak bersama ke kantor KUA. Sekalian menjadi saksi untuk pernikahan kita. bagaimana Bu..!?"


Kemudian Icha ikut bicara....


"Oh iya pak... saya setuju. Lagian kan pernikahan Bapak sama Ibu butuh saksi pak. Ketimbang kita repot-repot cari orang lain, alangkah baiknya kita ajak saja Om Joko dan tante Sumarni... itu menurut Icha lebih baik. Iya kan Bu...!!!"


"Oh iya juga ya, betul juga kata Icha. Ketimbang kita repot-repot cari orang lain untuk menjadi saksi di kantor KUA, kan lebih baik kita ajak kak sumarni dan mas Joko. bagaimana pak..!!". Ucap Ibu Sumiatun kepada pak Hartono....


Lalu pak Hartono berkata....


"Baiklah kalau begitu... Icha..!! panggil pak Joko dan Ibu Sumarni ke sini....