
Setelah beberapa saat lamanya mereka berpelukan, kemudian teman-teman Icha yang lain yaitu, Rebecca, Anggun, Melinda, dan Fitriani, akhirnya melepaskan pelukannya tersebut. Tapi tidak dengan Icha dan Adit.... Mereka masih belum melepaskan pelukannya tersebut. Kemudian keempat teman Icha tersebut memberikan kode kepada keduanya, karena semua mahasiswa-mahasiswa yang lain di tempat tersebut, pandangannya tertuju kepada Adit dan Icha yang larut dalam pelukan tersebut. Mereka timbul tanda tanya Dalam pikirannya, apakah betul pelukan tersebut secara reflek sebagai tanda kegembiraan karena kelompok tersebut dapat juara 1, ataukah ada maksud lain selain itu. karena bagi mereka, kalau hanya pelukan sebagai rasa tanda bahagia atau senang saja, mereka tidak semesra dan tidak selama itu. Sedangkan teman-temannya yang lain saja sudah melepaskan pelukannya, tapi mereka tidak.? Tapi menurut teman-teman Icha sendiri yang bagian cewek, mereka sudah mengerti. Karena mereka sudah paham betul tentang status mereka berdua. Maka dari itu, melihat kedua temannya tersebut jadi pusat perhatian dari mahasiswa-mahasiswa lain, langsung saja keduanya dikasih kode atau peringatan, untuk segera melepaskan pelukannya tersebut, dengan memberikan suara......
"Hem.!!" "Hem.!!" "Hem.!!" "Hem.!!"
Mendengar kode dari teman-temannya tersebut, kemudian Icha dan Adit segera melepaskan pelukannya tersebut. Lalu setelah itu suasana di tempat tersebut menjadi ramai lagi dengan sorakan dan suwitan dari mahasiswa-mahasiswa lain, yang mana sorakan dan suwitan tersebut ditunjukkan kepada keduanya.
Mereka menyoraki dan menyuwiti.....
"Hu...!! "Hu...!! "Hu....!! "Cuit.!! "cuit....!!"
Mendengar sorakan dan suwitan dari semua mahasiswa-mahasiswa yang ada di tempat tersebut, kemudian Icha dan Adit menjadi tersipu malu dan menjadi salah tingkah. Karena mereka berdua sadar dengan apa yang telah dilakukannya tadi itu, rupanya telah menjadi perhatian bagi banyak orang.
Beberapa saat kemudian om Robert yang mengetahui gelagat keduanya tersebut, maka langsung saja om Robert mengalihkan perhatian mereka semuanya dengan berkata lewat pengeras suara di tengah lapangan tersebut, dengan menggunakan microphone yang berada di tengah-tengah tempat itu. Karena memang om Robert sendiri sudah tahu status mereka berdua, yaitu mereka memang sudah berpacaran, karena Adit sendiri sudah memberitahukan kepadanya tentang hubungannya itu. Dan benar saja.... Setelah om Robert berkata lewat pengeras suara itu, kemudian semua tertuju kepada beliau. Kemudian om Robert meminta perhatian semua siswa, dan meminta semuanya untuk tenang. Lalu om Robert meneruskan perkataannya yaitu: bahwa beliau akan segera memberikan hadiah berupa souvenir bagi para juara-juara tersebut. Maka tak lama kemudian, dipanggillah satu persatu dari grup-grup para juara tersebut mulai dari juara (1), kemudian juara (2), dan juara (3). Dan setelah semuanya dipanggil, maka perwakilan dari grup-grup tersebut segera menghampiri om Robert bersama dosen-dosen yang lain, yang saat itu ada di tengah-tengah lapangan tersebut untuk menerima hadiah. Untuk grup atau kelompok 1, yaitu Icha dan kelima temannya.... Saat itu Icha yang maju ke depan untuk menerima hadiah, dan sekaligus perwakilan dari grup atau juara 1 yang dipanggilnya. Tak lama kemudian datang juara kedua, yaitu nomor grup atau kelompok adalah nomor 7. Lalu juara 3 yaitu, nomor kelompok adalah nomor 15. Maka langsung saja para dosen membagikan hadiah-hadiah tersebut berupa souvenir,atau kenang-kenangan dari para dosen untuk mereka semua. Lalu setelah itu mereka diperkenankan kembali kepada kelompoknya masing-masing.
Lalu setelah beberapa waktu kemudian, maka om Robert segera memerintahkan kepada mereka semua untuk bubar. Karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, dan kebetulan mereka yang beragama muslim, mereka belum melaksanakan salat isya. Kemudian om Robert menyuruh mereka semua yang beragama muslim tersebut untuk segera menunaikan salat isya dulu, kemudian setelah itu om Robert menyuruhnya untuk segera beristirahat. Tapi sebelum itu.... Om Robert menyuruh kepada mahasiswa-mahasiswa tersebut untuk menyalakan api unggun terlebih dahulu di tengah-tengah lapangan tersebut, karena sewaktu mereka beristirahat atau tidur di malam nanti, maka penerangan atau mesin GENSET akan segera dinonaktifkan atau dipadamkan. Jadi sebagai pengganti dari penerangan pada waktu istirahat tersebut, mereka semua mengandalkan api unggun itu, dan sekaligus sebagai penghangat dari cuaca di daerah tersebut, karena memang di daerah itu cuaca agak dingin, apalagi pada malam hari. Jadi alternatif dengan menyalakan api unggun itu ada dua manfaat, yaitu untuk dijadikan penerangan sekaligus sebagai penghangat dari kawasan tersebut. Maka langsung saja mereka yang diperintahkan oleh om Robert dan dosen-dosen yang lain segera mengumpulkan kayu-kayu kering, untuk segera dibakar di tengah-tengah area tersebut. Kemudian setelah api unggun itu dinyalakan, maka semuanya segera masuk ke tenda masing-masing, dan sebagian dari mereka yang beragama muslim segera menunaikan salat isya dulu. Lalu setelah itu lampu penerangan pun dipadamkan, dan semuanya segera beristirahat malam.
*WAKTU PUN TERUS BERLALU.*
Setelah waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi, maka pengeras suara yang berada di tempat tersebut berbunyi lagi. Rupanya panitia acara memberikan atau memperingatkan kepada siswa-siswa tersebut, agar segera bangun dari tidurnya. Kemudian mereka juga dihimbau bagi yang beragama muslim, untuk segera menunaikan salat subuh. Kemudian setelah itu, mereka juga dihimbau agar segera memasak untuk sarapan pagi.
Kemudian semua siswa-siswa tersebut segera bangun dari tidurnya, lalu mereka segera melaksanakan perintah tersebut yaitu: bagi yang beragama muslim, maka mereka segera melaksanakan salat subuh, termasuk Adit Icha dan teman-temannya. Lalu setelah itu mereka segera memasak untuk sarapan pagi.
Kegiatan dipagi itu mereka laksanakan dengan sangat antusias dan dengan rasa yang sangat senang sekali. Karena memang selain mereka memasak di alam terbuka, lagi pula di hari itu sangatlah indah, baik suasana ataupun cuaca. Di mana keindahan tersebut terlihat dengan seiring terbitnya matahari di ufuk timur yang memancarkan sinar kemerahan, yang terlihat di celah-celah bukit dari pegunungan tersebut. Selain itu mereka dimanjakan juga dengan kicau-kicau burung yang beraneka ragam, dan sangat indah dan merdu di telinga. ditambah lagi dengan udara yang sangat segar dengan ciri khas pegunungan, apalagi suasana yang jauh dari kebisingan dan polusi udara. Maka suasana di saat-saat itu memanglah sangat ditunggu-tunggu oleh mereka semuanya.
Sedangkan Adit yang memang tempat kemahnya berlainan dengan Icha dan teman-temannya, kemudian pada waktu jam memasak itu, maka dia segera menghampiri Icha dan teman-temannya tersebut. maka kemudian langsung saja Adit membantu kelima temannya tersebut memasak. Dan di sela-sela waktu memasak tersebut, Adit berbicara kepada Icha dan teman-temannya.
Adit berkata....
"Wah.... Suasana di sini menurut gue indah sekali ya.!! Udaranya sejuk,!! pemandangannya sangat indah,!! suasananya sangat tenang.!! Dan ditambah lagi kita bisa menikmati terbitnya matahari di ufuk timur secara langsung di tempat perbukitan seperti ini, itu menurut gue mahal baget loh.!! Gimana menurut kalian.??"
Tanya Adit kepada teman-temannya tersebut, termasuk Icha.
Kemudian Icha menjawab dengan mewakili suara dari teman-temannya....
"Iya nih.!! Betul banget kata elu Dit.!! gue juga bisa ngerasain tempat ini indah banget.!! Malah menurut gue, jarang banget loh ada tempat kayak disini.!! Apalagi pada waktu pagi kayak gini.!! Kita bisa menikmati keindahan tempat ini.!! Ya.... Maklum saja.!! Tempat ini kan emang favorit.!! Kalau nggak indah, ya mana mungkin lah kita camping di sini.!! Iya nggak teman-teman.??"
Tanya Ica kepada keempat teman-teman ceweknya tersebut.
Kemudian Rebecca dan yang lainnya menjawab....
"Iya betul banget kata elu Icha.!! tempat ini emang indah sekali.!! malah menurut gue tempat ini kayak di surga aja nih.!! Malah menurut gue, kalau gue disuruh milih antara tempat tinggal gue yang di Indonesia dengan di sini, ya jelas gue milih di sinilah lah.!! Betul nggak teman-tema"
Tanya Rebecca kepada teman-temannya yang lain.
"Ha ha ha hahaha....!!"
Kemudian Adit merespon ucapan teman-temannya tersebut, dengan kata-kata menyindir kepada kekasihnya" yaitu Icha.
Adit berkata....
"Iya sih... Betul juga kata-kata kalian itu semua.!! Tempat ini emang indah dan sangat memanjakan mata.!! Tapi menurut gue sih.... Semua yang ada di sini, dengan segala keindahannya.... Belum sampai menarik hati gue untuk mencintai tempat ini.!!"
Kemudian keempat cewek teman-teman Icha yang mendengar kata-kata dari Adit tersebut, maka mereka segera merespon ucapan Adit tersebut. Walaupun mereka semua sudah tahu akan ke mana arah dari pembicaraan Adit tersebut, dan walaupun Adit menggunakan kata-kata filosofi yang sangat dalam, tapi mereka sudah membacanya.
Lalu kemudian mereka pura-pura bertanya dengan nada berlaga bodoh.
Mereka bertanya kepada Adit secara bersamaan....
"Menurut elu.!! Apa yang lebih indah dari tempat ini, dan apa yang telah memikat hati elu Dit.??"
Kemudian Adit menjawab....
"Iya emang.!! Kadi menurut gue.... kesejukan yang ada di tempat ini, dengan kicauan burung yang merdu, dan semua keindahan dari pemandangan tempat ini, itu masih tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan kekasih gue yang amat gue cintai.!! Karena semuanya itu menurut gue, tidak bisa melebihi dari apa yang ada di diri pacar gue yang gue cintai ini.!!"
Ucap Adit sembari melirik dan tersenyum tipis kepada Icha yang berada di sebelahnya tersebut.
Kemudian Icha yang mendengar kata-kata romantis dari kekasihnya tersebut, maka kemudian berkata....
"Ih...!! Adit....!! Apaan sih ah.!! Gombal deh ah.!! Bikin malu aja deh.!!"
Ucap Icha kepada kekasihnya tersebut dengan nada tersipu malu, dan senyum tipis yang tersungging di bibirnya, sembari mencubit lengan Adit dengan cubitan mesra.
Kemudian teman-temannya yang lain mengetahui hal tersebut, maka mereka segera meledeknya.
Mereka berkata....
"Cie.... cie.... cie.... mesra nih ye....!! SO SWEET banget sih.!! Kita jadi iri deh dengernya.!!"
Ucap teman-temannya tersebut kepada mereka dengan nada meledek.
Kemudian setelah itu mereka semuanya tertawa....
"Hahaha.....!! hahaha.....!!"