Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 29



   Setelah mendengar kata-kata dari ibunya tersebut, maka Icha tambah menjadi-jadi tangisnya...  Tapi tangisan kali ini adalah tangisan terharu yang diakibatkan oleh ucapan sang ibu kepadanya.  Dan Tak lama kemudian setelah beberapa saat Icha makin menjadi dengan tangisnya tersebut, maka Icha berkata kepada ibunya sembari menangis....


"Ibu.... Maafkan Icha ibu.!!  Icha telah banyak bersalah, dan banyak dosa kepada ibu.!!  Tapi Icha tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan ibu.!!  Posisi Icha dalam hal ini sama dengan ibu atau mungkin lebih.... Kalau ibu merasa rindu kepada Icha, maka Icha lebih dari  ibu!!  Dan kalau Ibu mencari perhatian Icha, maka itu pun juga lebih Bu.!!  Karena apalah arti seorang Icha tanpa peran seorang ibu.!!  dan tidak ada satu apapun dari perbuatan dan Budi dari Icha, untuk membalas semua pengorbanan ibu dan tanggung jawab ibu kepada Icha.!!  Posisi ibu dalam sanubari Icha tidak akan bisa tergantikan, karena bagi Icha surga ada di telapak kaki ibu.!!   Kata orang Icha pintar" kata orang Dika cerdas" kata orang Icha segudang prestasi..... Tapi bagi Icha semua itu kalau menyangkut urusan dengan ibu, tidak ada apa-apanya!! Karena semua yang Icha peroleh, entah itu ilmu" entah itu pengalaman" entah itu kecerdasan," semua itu berpangkal dan bersumber dari ibu belaka.!!  Maka dari itu lepas dari semua yang Icha dapatkan atau peroleh entah dulu, entah sekarang, atau entah nanti.... Semua itu Icha persembahkan hanya untuk ibu.!! Hanya satu harapan Icha.... doa dan restu dari ibu lah yang selalu Icha harapkan.!!  Maka dari itu sekali lagi Icha minta maaf kepada Ibu, kalau ucapan Icha dan perbuatan Icha menyinggung perasaan ibu dan telah melukai perasaan ibu.!!  Karena tanpa ridho dari ibu, apalah guna hidup seorang Icha" apalah guna kesuksesan seorang Icha.!!  Jadi Icha mohon sekali lagi, tolong maafkan Icha ya Bu.!!  Dan Icha mohon selalu doakan Icha.!!"


   Ucap Icha kepada ibunya dengan nada memohon....


   Kemudian ibu Sumiatun yang mendengar ucapan putrinya tersebut berkata....


"Iya nak.... Ibu maafkan Icha.!!  Dan Ibu juga minta maaf ya atas ucapan Ibu tadi.!!  Dan papamu juga minta maaf kepada Icha, tolong dimaafkan ya nak.!!"


   Lalu Icha menjawab....


"Iya Bu... Papa.... kalian tidak bersalah kok.!!  Yang salah justru Icha.!!  Jadi Icha yang minta maaf kepada kalian berdua.!!"


   Kemudian ibu Sumiatun dan Pak Hartono berkata kepada Icha....


"Ya sudah kalau begitu nak ya.!!  Kita sudahi dulu pembicaraan ini, dan kita sambung lagi lain waktu.!!"


   Kemudian Pak Hartono dan ibu Sumiatun berucap salam....


   "Assalamualaikum.!!"


   Kemudian Icha menjawab sembari menutup ponselnya....


   "Waalaikumsalam.!!"


   Kemudian setelah mereka menutup ponselnya, Pak Hartono dan ibu Sumiatun sejenak terdiam dan saling pandang sembari Ibu Sumiatun mengusap air matanya.  Lalu kemudian mereka setelah saling pandang, maka mereka tersenyum dan saling menyalahkan antara keduanya.


   Ibu Sumiatun berkata kepada suaminya...


"Mas sih... Hampir saja Ica ngambek.!!"  


   Ucap ibu Sumiatun kepada Pak Hartono.


   Lalu Pak Hartono merespon ucapan istrinya tersebut....


"Loh.... kok apa sih.... Ibu kan yang memulai Dengan kata-kata merajuk dan jadi perhatian Icha.!?"


   Kemudian ibu Sumiatun berkata lagi....


"Iya juga sih mas.!!  Tapi terus terang saja ibu gak nyangka deh, bahwa kata-kata kita tadi akan membuat Icha sesedih itu.!!  karena saya sendiri tidak mengira akan hal itu.!!  Dan memang sih.... Kalau kita mengingat latar belakang Icha yang dulu pernah trauma akan kejadian sedih, memang hal ini tentu saja akan mengungkit masa lalunya dia.!!  Tapi terus terang saja saya betul-betul tidak menyangka mas, karena seumur-umur baru kali ini Icha ngambek dan merasa sedih kepada saya.!!  Jadi saya kepikiran dan merasa sangat kasihan deh sama dia... Padahal maksud saya baik kan mas.!!  Saya mencari perhatian kepada dia, takutnya dia akan terbawa oleh suasana di negeri sana.!! Dan lagian kalau saya tahu Icha akan merasa sedih.... Maka nggak bakalan deh saya akan berkata-kata seperti tadi.!!  Aduh Icha.... Icha.!!" ucap Ibu sumiatun sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, menandakan rasa tidak percaya kepada apa yang terjadi.


   Lalu pak Hartono berkata....


"Sudahlah Bu.... Ibu jangan merasa sedih seperti itu.!!  Lagi pula kalau kita nggak menguji Icha dengan kata-kata tersebut, maka kita mana tahu kecintaan Icha kepada kita, dalam hal ini lewat kata-kata atau lewat-lewat perasaan.!!  kan kita terutama saya tahunya, Icha menampakkan Sayangnya atau rasa cintanya tersebut kepada saya seringkali dipraktekkan lewat perbuatan Bu.!!  Jadi menurut saya sih... Ini saya rasa baik juga menurut kita, karena kita secara langsung sudah mengetahui bagaimana cinta Icha kepada kita.!!  Iya kan Bu.?? Jangan jauh-jauh deh.... Jangankan Icha yang sudah jelas-jelas menyatakan perasaan cintanya tersebut lewat HANDPHONE dari jauh.... Saya saja kalau ingin mengatakan perasaan cinta dan sayang saya kepada Ibu, walaupun hampir tiap hari saya katakan itu.... Saya rasa belum cukup kok.!!  Saking cintanya saya kepada Ibu.!!  Apalagi Icha yang sudah jelas-jelas jauh dari kita, dan lewat jarak jauh lagi.!!  Dan lagian Icha kan bukan anak kecil lagi Bu.... Icha sudah dewasa, dan sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri.!! Dan dia bukan tipekal orang yang gampang DOWN, dan gampang sakit hati.!!   Karena dia sendiri sudah terbiasa dengan hal itu.!!  Jadi saya rasa Icha sudah matang Bu... Dalam hal ini akan urusan perasaan, termasuk perasaan saya kepada Ibu.!! ya.... Itu sih..... Menurut saya....!! Entah menurut yang lain.!!  Apa yang lain tersebut juga..... Merasa cinta kepada saya...!?  Atau enggak sih ya...!?"


   Ucap pak Hartono kepada istrinya tersebut, dengan nada merayu sembari tersenyum tipis yang tersungging di bibirnya.


   Kemudian ibu Sumiatun yang mendengar kata-kata rayuan dari suaminya tersebut, maka berkata....


   Lalu Pak Hartono berkata lagi....


"Loh... Benar kan.!!  Dari dulu sampai sekarang kuping saya ini, belum pernah deh.... Mendengar kata-kata bisikan I LOVE YOU dari orang yang saya cintai" yaitu Ibu.!!  Jadi kapan deh kata-kata tersebut kiranya dapat saya dengar langsung dari mulut Ibu nihh....!!"


   Ucap pak Hartono kepada istrinya dan kembali dengan nada rayuan, tapi kali ini lebih dahsyat..... Karena selepas mengatakan kata-kata tersebut, maka Pak Hartono mendekatkan telinganya kepada bibir ibu Sumiatun dengan bercanda.


   Kemudian ibu Sumiatun yang melihat kelakuan suaminya tersebut, maka beliau tidak bisa mengatakan apa-apa, cuma tersenyum sembari memukul-mukul pundak suaminya tersebut dengan manja.


   Kemudian Pak Hartono berkata lagi dengan pelan dan berbisik kepada istrinya tersebut....


"Ayo sayang.... Katakan Sayang..... Saya ingin dengar nih.!!  Ayo cepat katakan sayang.... Cepat.!!  Ini telinga Saya siap mendengar kata I LOVE YOU darimu kepada saya sayang....!!"


   Ucap pak Hartono kepada istrinya tersebut, kembali dengan nada merayu.


   Setelah beberapa saat istrinya tersebut tidak menjawab dan terus tersenyum dan memukul-mukul pundak suaminya tersebut, maka Pak Hartono langsung membopong istrinya tersebut, dan langsung menuju ke kamar.... Kemudian mereka berada dalam kamar, dan Tak lama kemudian pintu kamar tersebut ditutup.....


   Hari-hari pun berlalu, tidak terasa waktu pelaksanaan peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida tersebut sudah kurang 3 hari lagi.  Maka pagi itu Ibu Sumiatun dan Pak Hartono segera membahasnya kembali.  Dan kebetulan hari itu adalah hari Minggu, di mana para pekerja yang biasanya bekerja di rumah tersebut mereka semuanya libur.  Jadi pada pagi itu setelah Pak Joko selesai mengerjakan pekerjaannya, yaitu memberi makan ikan lele dan berbenah di kolam tersebut.  Sedangkan ibu Sumarni yang sedang memasak di dapur, kemudian segera menyiapkan makanan untuk mereka semua,  lalu kemudian mereka semua segera sarapan pagi bersama.  Dan memang kalau para pekerja tersebut sedang libur, maka Pak Hartono dan ibu Sumiatun makan bareng bersama Pak Joko dan ibu Sumarni di ruang makan rumah tersebut.  Karena Pak Hartono tidak menganggap mereka pembantu, atau orang lain di rumah tersebut.  Kecuali kalau pekerja tersebut bekerja, maka baru Pak Joko makan bersama para pekerja tersebut.  Dan setelah itu mereka beres-beres di rumah, lalu setelah itu Pak Hartono dan Ibu Sumiatul segera memanggil Pak Joko dan ibu Sumarni. Mereka dipanggil untuk membahas masalah peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida.  Dan setelah mereka dipanggil, maka semuanya berkumpul di ruang tamu rumah.


   Kemudian Pak Hartono berkata kepada mereka semua....


"Jadi begini Mbak Yu, dan mas Joko.... Kebetulan pelaksanaan peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida kurang 3 hari lagi.  Jadi saya rasa sudah waktunya kita mempersiapkan segalanya, termasuk berbelanja bahan-bahan untuk keperluan acara tersebut.  Jadi saya mohon sebentar lagi mbak yu Sumarni segera ikut kami ke pasar, untuk berbelanja keperluan-keperluan tersebut.!!  Sedangkan mas Joko saya harap di rumah saja untuk menjaga rumah.!!bagaimana Mbak Yu dan mas Joko.??"


   Tanya Pak Hartono kepada keduanya....


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Oh iya baiklah dek... Silakan kalau kalian ingin pergi untuk berbelanja ke pasar.!!  Biar saya tunggu di rumah saja, lagian takut ada tamu datang ke sini.!!"


   Ucap pak Pak Joko kepada Pak Hartono....


   Lalu ibu Sumiatun menambahkan....


"Jadi kita belanjanya ke pasar sama kayak yang kemarin mbak yu.... Ya itu kita berbelanja bahan-bahan untuk keperluan peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida.!!  Tapi kali ini agak beda, artinya kita belanjanya agak lebih.... Karena mas Hartono berkeinginan untuk acara kali ini akan dilaksanakan agak lebih meriah.!!  Jadi otomatis belanjanya akan lebih banyak juga dari yang kemarin.!!  Dan lagi pula dalam hal ini mbak yu kan yang lebih mengerti, barang-barang apa saja yang nanti akan kita perlukan.!!"


   Ucap ibu Sumiatun kepada saudaranya tersebut....


   Kemudian ibu Sumarni menjawab....


"Oh iya baiklah dek.!!  Kalau memang begitu tunggu apa lagi, sebaiknya ayo kita berangkat saja agar tidak kesiangan, dan agar barang-barang yang kita perlukan di pasar tersebut gampang kita nyarinya.!!  Karena kalau kita kesiangan, barang-barang tersebut bisa ada yang kekurangan akibat dibeli sama orang lain.!!  Jadi kalau kita berangkatnya lebih awal, kemungkinan kita lebih gampang, karena stok barang yang akan kita perlukan masih banyak.!!  Bagaimana dek.??"


   Ucap Ibu Sumarni kepada saudaranya tersebut.


   Kemudian Pak Hartono berkata....


"Baiklah kalau begitu.... Ayo kita berangkat bu...!!  E.... mas Joko.... Tolong titip rumah ya.!!  Nanti kalau ada apa-apa tolong telepon saya ya mas.!!"


   Ucap pak Hartono kepada Pak Joko sembari melangkah keluar dari rumah tersebut, dan menuju ke mobil  lalu mereka semua berangkat ke pasar untuk berbelanja.