Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 33



   Setelah beberapa waktu kemudian, Pak Joko kemudian tiba di rumah Pak Hartono, dan beliau segera menghadap kepada Pak Hartono. Setelah beliau menghadap, kemudian beliau menceritakan perihal undangannya tersebut bahwa dirinya sudah menyampaikan undangan tersebut kepada anak dan menantunya. Lalu kemudian setelah beberapa saat, ibu Sumarni istrinya memanggilnya untuk membantu mengeluarkan makanan dari dapur ke belakang rumah untuk para pekerja. Karena kebetulan pada saat itu waktu sudah menunjukkan jam istirahat siang, atau makan siang. Jadi Pak Joko langsung saja mengeluarkan makanan-makanan tersebut. Dan setelah makanan tersebut selesai dikeluarkan semua ke belakang rumah, kemudian Pak Joko segera memanggil seluruh para pekerja untuk beristirahat dan makan siang bersama dirinya.


Waktu pun terus berlalu....


   Dan setelah ke esokan harinya, di mana pada hari itu adalah hari Minggu, tentu saja para pekerja yang biasa bekerja di di belakang rumah Pak Hartono tersebut semuanya libur. Sedangkan Pak Hartono dan Pak Joko, di pagi hari itu mulai sibuk dengan mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan acara yang akan berlangsung nanti malam tersebut.


Dan Tak lama kemudian, anak Pak Joko beserta menantunya yaitu: "Ratna" dan "Untung" yang kemarin berjanji akan datang ke rumah Pak Hartono untuk bantu-bantu mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan acara tersebut, rupanya sudah datang. Tentu saja mereka disambut dengan baik oleh pak Hartono dan Pak Joko. Lalu Tak lama kemudian, Pak Hartono segera mempersilahkan Ratna anak Pak Joko tersebut untuk bergabung dengan yang lainnya di ruangan dapur, sedangkan Untung menantu dari Pak Joko tersebut mereka ajak berbenah-benah di rumah tersebut. Dan Tak lama kemudian mereka segera sarapan pagi dulu, di mana pada saat itu Ibu Sumarni mengeluarkan makanan untuk mereka pada saat itu. Lalu kemudian mereka semua yaitu: Pak Hartono" Pak Joko" dan Untung", mereka segera sarapan pagi bersama. Lalu setelah itu mereka melanjutkan aktivitasnya berbenah-benah di ruangan tersebut.... Ada yang membuat umbul-umbul" ada yang membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan acara tersebut" dan ada pula yang menggelar alas atau tempat duduk di ruangan rumah tersebut." Aktivitas mereka tersebut berlangsung sampai tengah hari. Dan memang acara tersebut membutuhkan area yang sangat luas, karena undangan itu sendiri berjumlah 500 orang. Tentu saja kalau hanya di ruang tamu rumah tersebut, maka ruangan itu kurang menurut ukuran dan kapasitas. Jadi area itu di luaskan ke halaman depan.


   Setelah beberapa waktu kemudian, aktivitas di rumah tersebut khususnya bagi Pak Hartono dan yang lainnya belum berakhir. Maka setelah mereka semua sudah memasuki jam makan siang atau waktu dzuhur, maka mereka semuanya segera beristirahat sejenak untuk mandi dan salat zuhur dulu, Tapi sebelumnya mereka makan siang dulu bersama. Lalu setelah selesai semuanya, maka aktivitas tersebut dilanjutkan kembali.


   Setelah penataan ruangan semuanya selesai, maka Pak Hartono berpikir sejenak.... Pak Hartono merasa ada yang kurang dalam perlengkapan tersebut. Kemudian Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....


"Ini kayaknya ada yang kurang mas.!!"


Ucap pak Hartono kepada Pak Joko.


   Kemudian Pak Joko meresponnya....


"Loh.... Apalagi yang kurang dek.!! Kan semuanya sudah.!! Umbul-umbul sudah.!! Tulisan-tulisan sudah.!! Alas-alas untuk tempat duduk juga sudah.!! Jadi menurut dek Hartono apalagi yang kurang nih...??


Ucap Pak Hartono kepada Pak Joko.


Kemudian "Untung" menantu dari Pak Joko yang saat itu berada di antara mereka itu, menjawab tentang tanda tanya Mereka tadi.


   Untung berkata....


"Oh iya Om.... Maaf nih sebelumnya kalau saya lancang.!! Jadi kalau boleh saya kasih saran.... Kalau acara ini diadakan semeriah ini, tentu saja ada yang kurang menurut saya.!! Yang kurang itu adalah sound system atau pengeras suara Om.!! Jadi kalau Om tidak pakai sound system tersebut, maka di samping acara ini kurang sakral atau kurang meriah, lagi pula kurang tepat menurut saya Om.!! Karena acara ini sendiri Om kan pakai ceramah atau pengajian.!! Nah kalau hal itu dilaksanakan, ya otomatis Om harus pakai pengeras suara.... Biar kedengeran dengan yang lain.!! Lagi pula lewat sound system atau pengeras suara tersebut, acara ini makin tambah meriah menurut saya sih Om.!!


Ucap Untung kepada Pak Hartono dan Pak Joko.


"Iya juga.... Betul juga kata Untung tadi itu dek.!! Karena kalau kita nggak pakai apa yang dikatakan tadi oleh Untung itu..... Ya jelas nggak kedengaran sama yang di luar ruangan.!! Kan yang ada di luar ruangan tersebut nanti para undangan.!? Sedangkan yang di dalam itu kebanyakan anak-anak yatim.!? Jadi alangkah baiknya kalau dek Hartono mendatangkan sound system atau pengeras suara menurut saya sih dek.!!"


Ucap pak Joko kepada Pak Hartono.


   Kemudian Pak Hartono menjawab....


"Oh.... Iya ya.!! Kenapa saya tidak kepikiran ke situ.!! Padahal itu bagian dari acara ini juga..... Dan penting lagi.!! Untung saja ada "Untung menantu mas Joko, yang memberikan solusi seperti ini.!! Kalau tidak.!! Kan saya jadi bingung.!! Ya maklum saja.... Ya namanya orang tua ya.... Begini ini.!! Jadi agak rada-rada pikun sedikit.!!


Ucap pak Hartono kepada dirinya sendiri.


   Mendengar ucapan dari Pak Harto tersebut, maka kemudian Pak Joko dan Untung tertawa bersama-sama....


"Hahaha..... hahaha....!!"


   Kemudian Pak Hartono berkata....


"Baiklah kalau begitu mas.!! Saya akan pergi ke rumah tetangga dulu.!! Kebetulan tetangga kita ada yang punya sound system, jadi saya akan bicara kepada tetangga itu, untuk menyewa sound system nya untuk keperluan nanti malam.!!


   Kemudian Pak Hartono segera berangkat untuk menyewa sound system yang dimaksud..... Dan selang beberapa lama kemudian, Pak Hartono datang lagi. Lalu sesaat kemudian ada sebuah mobil pick up memuat sound system tersebut, dan segera masuk ke halaman rumah Pak Hartono. Lalu kemudian Pak Joko dan untung segera membantu menurunkan sound system tersebut, dari atas mobil kemudian diturunkan dan ditata di halaman rumah Pak Hartono. Kemudian sang operator dari sound system tersebut juga ikut bersama mobil itu tadi. Lalu setelah sound system tersebut ditata dengan rapi, lalu kemudian sang operator merapikan atau membenahi kabel-kabel, atau alat-alat pesawat dari sound system itu tersendiri. Kemudian setelah semuanya sudah siap, maka kemudian sang operator mulai mengoperasikan sound system tersebut, dan saat itu juga sound system yang disewa oleh pak Hartono itu mulai dengan menyetel lagu-lagu religi pada saat itu. Maka terdengar semarak lah suasana di rumah halaman tersebut.


   Setelah beberapa waktu kemudian, maka acara tersebut tiba pada waktunya.  Jadi setelah semuanya selesai salat magrib, maka satu persatu tamu undangan berdatangan ke rumah Pak Hartono.  Tak terkecuali dengan sang ustad yang akan memimpin acara tersebut, juga sudah datang.  Begitu juga dengan semua para guru yang sebelumnya sudah diundang oleh pak Hartono, maka mereka pun juga sudah datang. Dan setelah semua para tetangga" dan kerabat" para guru" dan Pak ustadz" sudah datang semuanya, maka yang ditunggu-tunggu oleh pak Hartono ialah anak-anak yatim.  Dimana yang sebelumnya juga diundang oleh pak Hartono tersebut, rupanya masih belum datang.  Ya.... Ma'lum saja.... Karena lokasi atau tempat dari panti asuhan yang diundang tersebut, memang agak jauh tempatnya.  Jadi kalau mereka semua berangkatnya sama, yaitu setelah salat magrib.... Maka mereka jelas akan datang belakangan.  Maka dari itu Pak Hartono dan semuanya bersabar menanti kedatangan anak-anak yatim tersebut.


   Setelah beberapa saat kemudian, maka terlihat ada beberapa mobil datang dan memasuki halaman rumah Pak Hartono.  Kemudian Pak Hartono dan Pak Joko segera menghampiri mobil-mobil tersebut. Dan setelah Pak Joko dan Pak Harto menghampiri mobil tersebut, maka mereka segera tahu siapa yang datang tersebut, dan rupanya mereka adalah semua anak-anak yatim yang diundang oleh pak Hartono sebelumnya.  Dan terlihat di antara mereka juga ada pengasuh dan pengurus panti asuhan dari anak yatim tersebut.  Maka mereka semua segera turun dari mobil-mobil tersebut.  Kemudian Pak Hartono dan Pak Joko menyambut mereka semua, dan mempersilakannya untuk masuk ke dalam ruangan rumah.  Lalu kemudian mereka semua mengikuti Pak Joko dan Pak Hartono yang masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan rumah, karena memang kebetulan untuk undangan khusus yaitu:  Anak- anak yatim"  sang ustad" dan para guru," mereka semua berada di dalam ruangan rumah.  Kemudian untuk para undangan yang lain, yaitu para tetangga.... Mereka semua ada di teras depan rumah.


   Kemudian setelah semuanya hadir di rumah Pak Hartono tersebut, lalu Pak Hartono segera berbisik kepada sang ustadz untuk memulai acara tersebut.  Kemudian pak ustadz langsung saja memulai acara itu dengan mengawali pembukaan, atau sambutan kepada semua para undangan, termasuk kata-kata penghormatan kepada Pak Hartono sekeluarga.  Lalu kemudian sang ustad mulai dengan kata-kata tausiah yaitu.: mengenai perihal inti dari acara yaitu: peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida, maka pak ustadz mengisi tema tersebut dengan kata-kata keagamaan.  Dan tema yang kedua tak lupa Pak ustadz juga mengisi dengan kata-kata yang berkaitan dengan anak-anak yatim.  Jadi sang ustadz tersebut mewarnai dan melengkapi tausiyahnya dengan dua tema, "satu" yaitu tema mengenai hal kebaikan dan keutamaan orang yang mengingat orang yang telah meninggal, dengan cara bersedekah dan mengundang orang-orang untuk membantu doa kepada orang yang telah meninggal tersebut.  Lalu Yang kedua Pak ustadz menyinggung kebaikan dan keutamaan bagi orang-orang yang memuliakan anak-anak yatim, tapi tema yang kedua tersebut juga dikaitkan dengan kebaikan dari tema yang pertama.  Yaitu dalam rangka bersedekah di peringatan 100 hari wafatnya orang yang meninggal, dengan bersedekah kepada anak-anak yatim.  Jadi dua tema tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lain, mengenai hal kebaikannya dan keutamaannya.