Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 31



Setelah beberapa hari kemudian, tidak terasa bahwa peringatan 100 hari wafatnya Ibu Faridah itu pun sudah kurang dua hari lagi. Maka kesibukan pun sudah terlihat di rumah Pak Hartono, di mana di rumah tersebut terutama di bagian dapur sudah menampakkan aktivitas kesibukannya. Di mana pada saat itu dua orang tetangga yang dipekerjakan untuk membantu di rumah tersebut, sudah mulai melaksanakan pekerjaannya. Tapi meskipun begitu, para pekerja yang biasa bekerja di rumah Pak Hartono, yaitu para tukang yang membuat atau yang membangun rumah peristirahatan atau rumah tempat bersantai di halaman belakang rumah tersebut, tetap berjalan seperti biasanya. Begitu juga dengan Pak Joko.... Di mana yang sebelumnya Pak Joko yang melaksanakan pengecatan pagar mulai dari tempo hari yang lalu itu, rupanya sudah selesai dikerjakannya. Maka pagar rumah Pak Hartono itu pun terasa elok dipandang, karena memang sudah diperbarui dengan cara dilakukan pengecatan. Sedangkan Pak Hartono sendiri sudah mengantisipasi tentang apa-apa saja yang akan dilakukan menjelang pelaksanaan acara tersebut, termasuk pembuatan surat undangan yang akan disebarkan kepada para tetangganya.


Maka di pagi itu setelah beliau selesai sarapan pagi, Pak Hartono segera memanggil istrinya untuk membicarakan perihal undangan tersebut.


Kemudian Pak Hartono berbicara kepada istrinya....


"Jadi begini Bu.!! Ini bagaimana ya.?? Surat undangan sudah selesai saya buat, dan saya sudah membuat surat undangan tersebut sebanyak 500 surat undangan. Tapi rencana saya yang 200 undangan akan saya bagikan kepada anak-anak yatim di panti asuhan Bu.!! Sedangkan yang 300 buah, akan saya sebarkan kepada para tetangga. Jadi total semua 500 undangan Bu.!! Bagaimana menurut Ibu.??"


Tanya Pak Hartono kepada ibu Sumiatun.....


Lalu Ibu Sumiatun menjawab pertanyaan dari suaminya tersebut....


"Iya... Nggak apa-apa sih mas.!! Tapi ngomong-ngomong, banyak sekali undangan kita untuk kali ini ya mas.!! Kalau dibandingkan dengan acara yang kemarin, yaitu peringatan 40 harinya, itu lebih banyak sekarang kalau masalah undangan. Karena bukan apa-apa sih mas.... Kalau mas ingin mengundang 200 anak yatim dari panti asuhan, otomatis itu kan tidak serta merta acara itu nantinya sama dengan acara yang kemarin mas.!! Yaitu cuma pembacaan doa-doa saja. Jadi menurut ibu kalau kita mengundang anak yatim itu, biasanya dalam acara tersebut harus ada tausiyahnya mas.!! Dan kalau kita sudah sampai langkah tersebut, maka otomatis kita akan mengundang ustad juga lain dari yang sebelumnya.!! Yang jelas ustad tersebut nanti kita akan suruh memberikan tausiyah kepada undangan kita, terutama kepada anak-anak yatim itu nanti.!! Dan terus untuk yang para pekerja kita, apakah mas akan mengundang secara lisan atau mengundang secara langsung, ataukah mas akan menggunakan surat undangan itu juga untuk mengundang mereka.!! Karena kalau mas mengundang secara langsung, maka undangan kita akan lebih dari 500 orang mas.!! Dan juga menurut Ibu mas, alangkah baiknya kalau undangan yang 300 orang untuk tetangga tersebut, itu kalau bisa dilebarkan lagi kepada tetangga-tetangga sebelah, atau kenalan-kenalan mas yang lain.!! Jadi itu sih sekedar masukan dari saya mas, Tapi.... Keputusan sih ada di tangan mas.!! Bagaimana mas.??"


Tanya ibu Sumiatun kepada suaminya tersebut.


Mendengar saran dari istrinya tersebut, maka Pak Hartono berkata....


"Iya benar Bu.!! Saya setuju sekali dengan saran Ibu.!! Baik.!! Nanti saya akan mengundang pak ustad dan sekalian menyuruh kepada Pak ustad tersebut agar pada malam acara nanti, pak ustad tersebut memberikan tausiyah.!! Dan saya akan menceritakannya juga kepada beliau, bahwa saya juga dalam hal ini mengundang 200 anak yatim. Mengenai usulan Ibu tadi, yaitu agar melebarkan undangan di luar tetangga kita, jadi menurut saya.... Saya juga akan menyuruh mas Joko, khusus bagi para pekerja dan juga menantunya yang di desa sebelah. Dan juga tak lupa untuk mengundang pak guru dan istrinya yang mengontrak rumah Ibu itu, dia akan saya undang juga.!! Tapi nanti yang memberikan surat undangannya biar mas Joko saja. Oh iya Bu.!! Saya juga hampir lupa untuk memberitahukan kepada Ibu.... Jadi untuk anak-anak yatim yang kita undangan nanti, itu akan kita perlakukan khusus Bu.!! Yaitu: selain mereka kita beri makan dan juga bingkisan sama dengan undangan yang lain, tapi nanti di akhir acara saya berinisiatif untuk memberikan sedekah berupa uang, yang nanti akan saya masukkan ke dalam amplop, dan akan saya bagikan satu persatu kepada anak yatim tersebut Bu.!! Jadi bagaimana menurut Ibu.??"


Tanya Pak Hartono kepada istrinya tersebut.


Kemudian ibu Sumiatun merespon ucapan suaminya tersebut....


"Baiklah mas.... Itu sudah benar sekali menurut ibu, dan ibu sangat mendukung sekali tentang rencana mas itu.!! Jadi untuk sekarang sebaiknya mas mengundang Pak ustadnya dulu deh.!! Takutnya kalau sang ustadz tersebut tidak kita undang terlebih dahulu, walaupun kurang dua hari dari sekarang takutnya beliau keburu diundang orang.!! Dan kalau untuk masalah anak yatim itu sendiri, itu juga lebih baik mas sekarang ke panti asuhan saja dan segera bertemu dengan pengurus panti asuhan tersebut, untuk membicarakan hal ini.!! Itu yang menurut Ibu didahulukan saja dulu. Kalau untuk undangan yang lain termasuk untuk para tetangga dan para pekerja itu, kita bisa sebarkan belakangan saja.!! Karena meskipun tidak disebarkan sekarang, kan besok masih ada waktu.!! Jadi itu sih mas menurut Ibu.!!"


Lalu Pak Hartono berkata....


"Baiklah Bu.... Kalau begitu mas akan segera berangkat ke rumah pak ustad untuk mengundang beliau, lalu setelah itu mas akan langsung ke rumah panti asuhan untuk bertemu kepada pengasuhnya dulu, lalu mas akan memberitahukan kepada pengasuh tersebut tentang niat mas yang akan mengundang 200 anak yatim dari panti asuhan tersebut.!! Kalau begitu mas berangkat dulu ya Bu.!?


Icap pak Hartono kepada istrinya tersebut sembari melangkah keluar dari rumah tersebut dengan mengucap salam....


"Assalamualaikum.!!"


"Waalaikumsalam.!!" Hati-hati mas.!!"


Setelah keesokan harinya, pelaksanaan atau peringatan 100 hari wafatnya Ibu Faridah itu pun semakin dekat. Maka keluarga Pak Hartono makin sibuk saja, terutama di bagian dapur.


Di mana pada saat itu suasana di ruangan dapur rumah Pak Hartono tersebut, sangatlah padat dengan segala aktivitas terkait dengan pelaksanaan peringatan tersebut. Ada yang membuat kue" ada yang memotong daging dan mengolahnya" ada yang menyiapkan bingkisan-bingkisan" dan lain-lain. Bisa dikatakan saat itu suasana di rumah Pak Harto tersebut betul-betul padat dengan aktivitas. Sedangkan para pekerja di belakang rumah, tetap bekerja seperti biasanya. Karena pengawasan dari pekerja tersebut, diserahkan sepenuhnya oleh pak Hartono kepada Pak Joko. Sedangkan Pak Joko sendiri yang hari-hari kemarin sibuk dengan pengecatan pagar, sekarang beliau sudah selesai dengan pekerjaannya tersebut. Jadi bisa dikatakan Pak Joko bisa lebih fokus mengawasi para pekerja-pekerja tersebut. Adapun Pak Hartono, beliau sibuk dengan hal-hal yang terkait dengan acara pelaksanaan peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida itu. Sementara mengenai undangan sendiri untuk para tetangga, beliau masih belum menyebarkannya. Begitu juga dengan para pekerjanya yang oleh pak Hartono juga akan diundang tersebut, Pak Hartono belum memberikan undangan kepada mereka semua. Jadi untuk sementara yang selesai diundang terlebih dahulu oleh pak Hartono ialah: pak ustad dan 200 orang anak yatim. Maka hal tersebut segera dibahas oleh pak Hartono dengan sang istri.


Hartono berbicara kepada istrinya....


"Nah ini bagaimana Bu.!! Kayaknya undangan yang untuk para tetangga ini sudah waktunya kita bagikan, begitupun dengan para pekerja. Karena mengingat waktu sendiri, ini sudah besok malam loh bu, pelaksanaan tersebut sampai pada waktunya.!! Bagaimana Bu.??"


Tanya Pak Hartono kepada istrinya....


Kemudian ibu Sumiatun menjawab....


"Ya pasti mas.!! Kalau nggak sekarang kapan lagi.!? Malah besok kita akan lebih sibuk dari sekarang.!! Jadi untuk hal ini sebaiknya mas panggil mas Joko dulu deh.!! Karena kalau untuk undangan para pekerja dan menantu dari mas Joko, dan juga pak guru yang menyewa rumah Ibu itu, biar mas Joko saja yang mengantarkan undangannya.!! Jadi mas Joko kita suruh mengantarkannya sekarang saja.!!Sedangkan mas sendiri, sebaiknya sekarang berangkat untuk menyebarkan undangan tersebut kepada para tetangga. Karena untuk para tetangga, kalau bukan mas Hartono yang mengantarkan undangan tersebut, terus siapa lagi.!? Kan kalau mas Joko tidak begitu kenal dengan tetangga kita.!! Iya kan mas.!?


Ucap ibu Sumiatun kepada suaminya tersebut.


Kemudian Pak Hartono merespon ucapan istrinya tersebut....


"Baiklah Bu.!! Benar kata Ibu tadi.!! Kalau begitu, mas akan memanggil mas Joko dulu untuk menyuruhnya menyebarkan undangan ini.!!"


Ucap pak Hartono sembari melangkah keluar menuju halaman belakang rumah, untuk menemui Pak Joko.


Setelah beberapa saat kemudian, Pak Hartono yang saat itu sudah berada di halaman belakang rumahnya, kemudian segera memanggil Pak Joko yang saat itu beliau sedang bersama para pekerja yang mengerjakan pekerjaannya. Lalu kemudian setelah Pak Joko dipanggil oleh pak Hartono, maka secepatnya Pak Joko menghampiri Pak Hartono yang saat itu beliau sedang duduk di kursi teras belakang rumah. Kemudian setelah mereka berdua duduk di kursi tersebut, maka Pak Hartono segera mengutarakan maksudnya kepada Pak Joko.


Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....


"Jadi begini mas.... Maksud saya memanggil mas Joko ke sini karena ada sesuatu hal yang sangat penting, terkait dengan pelaksanaan peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida, yang kebetulan acara tersebut akan berlangsung besok malam.!! Nah maka dari itu saya ingin minta tolong kepada mas Joko, untuk mengedarkan undangan seperti yang sudah terjadi kemarin, yaitu undangan yang saya suruh sebarkan ke mas pada waktu itu di hari peringatan 40 hari wafatnya Ibu Farida. Nah sekarang saya ingin mas kembali mengedarkannya.!! tapi kali ini beda mas.... Untuk para pekerja itu sendiri, saya yang pada waktu itu mengundang langsung secara lisan, tapi untuk sekarang saya mengundang mereka semua dengan pakai surat undangan.!! Dan bukan hanya itu mas.!! Dan tak lupa mas supaya mengantarkan undangan juga kepada menantu mas yang di desa seberang, dan juga saya mohon kepada mas Joko agar mas Joko juga mengantarkan surat undangan kepada Pak guru yang menyewa rumah istri saya itu mas.!! Dan untuk pelaksanaannya sendiri atau waktu pembagian surat undangan, itu harus dimulai sekarang juga mas.!! Bagaimana mas.??"


Ucap pak Hartono kepada Pak Joko....