Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 36



*WAKTU TERUS BERJALAN*


   Setelah waktu menunjukkan pukul 04.00 sore, maka rombongan tersebut sudah sampai ke tempat yang dituju yaitu: kawasan pegunungan ROCKY....


Maka semua bus yang mengangkut para mahasiswa itu segera menghentikan kendaraannya di salah satu tempat, di mana tempat itu merupakan perbukitan di kaki gunung ROCKY tersebut. dan tempat itu sangatlah indah" strategis" dan nyaman." Di mana yang akan ditempati oleh mereka tersebut adalah suatu hamparan tanah lapang yang di sisi kanan terdapat air terjun yang sangat indah, sedangkan di sisi kiri terdapat danau yang sangat bagus dan indah, sedangkan dari depan atau dari arah mereka masuk ke area itu tadi, terdapat hutan lindung yang tidak begitu lebat dengan tanaman-tanaman pohon yang besar-besar.


   Setelah beberapa saat mereka sampai dan bus-bus tersebut berhenti di tempat itu, maka sesaat mereka semua terbelalak takjub dan kagum akan tempat itu. Mereka semua terpanah akan keindahan tempat tersebut. Semua yang ada di dalam bus tersebut merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu, maka semuanya tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata "wow" "AMAZING"..... "AMAZING".... Sembari memandangi alam sekelilingnya. Mereka beranggapan tempat tersebut adalah surga bagi mereka. Pantas saja tempat itu menjadi favorit bagi para wisata-wisata, terutama bagi para siswa-siswa sebelumnya yang kemping di tempat itu, karena saking indah dan bagusnya tempat itu.


   Setelah beberapa waktu kemudian, maka semua para mahasiswa yang berada di dalam bus-bus tersebut kemudian mereka semuanya turun, setelah sang panitia penyelenggara dan para dosen menyuruhnya turun. Lalu semuanya berkumpul di satu titik di dataran lapang tersebut, kemudian para panitia dari penyelenggara tersebut menurunkan semua alat-alat camping dan barang-barang lainnya yang semula di bawa oleh mobil truk tersebut. Setelah diturunkan semuanya, lalu kemudian mobil-mobil tersebut diparkirkan di salah satu pojok Tanah lapang tersebut, tepatnya di bawah satu buah pohon yang rindang dan cukup besar. Kemudian siswa-siswa tersebut setelah semuanya berkumpul, kemudian dapat arahan dari para dosen. Mereka semuanya dapat pembinaan dan arahan dari para dosen dan panitia penyelenggara acara tersebut.


   Sang dosen segera menyuruh para mahasiswa tersebut untuk segera mendirikan kemahnya masing-masing. Mereka diperkenankan berkelompok dalam satu kemah, yaitu laki-laki dengan laki-laki, sedangkan yang perempuan bersama-sama dengan perempuan. Dan di dalam kemah tersebut boleh diisi berapa orang saja secukupnya atau sendiri pun juga boleh, karena tempat kemah itu sendiri, mereka ada yang menyewa, dan ada juga yang memilikinya sendiri. Kalau Adit, Icha, dan teman-temannya memang menyewa, karena mereka tidak mungkin membawa tempat kemah tersebut dari rumah. Jadi mereka menyewa dua buah tempat kemah, yang satu buat Adit sendiri, dan yang satunya buat Icha bersama dengan keempat teman temannya, yang semuanya adalah cewek. Sedangkan bagi siswa-siswa yang lain, mereka pun semua sama. Ada yang satu kemah berisi 4 orang, ada yang berisi dua orang, ada juga yang berisi satu orang. Dan tidak sedikit ada yang berisi dari 6 orang, karena tempat kemah itu sendiri ada yang berukuran cukup besar, dan ada yang berukuran sedang, dan ada juga yang berukuran kecil. Jadi jelas kalau bagi yang ukuran besar, tentu saja isinya akan lebih banyak sesuai dengan kapasitas tempat kemah tersebut. Begitupun dengan ukuran-ukuran yang lain. itu juga tergantung dari pertemanan mereka dan kelompok-kelompok mereka. "Itu kalau masalah tempat kemping atau tempat kemah." Sedangkan untuk kelompok dalam satu grup, mereka dibatasi minimal 5 orang atau 6 orang, dan maksimal adalah 10 orang, dan tidak boleh lebih dari itu. Sedangkan Icha dan teman-temannya termasuk Adit, mereka tergabung menjadi satu kelompok atau satu grup. Jadi mereka semua ada enam orang dalam satu kelompok. Dan tempat kemah mereka pun dipisah antara yang cewek dengan yang cowok. Jadi tempat kemah mereka untuk yang cewek berada di sisi kanan Tanah lapang tersebut, sedangkan tempat kemah yang cowok berada di sisi kiri dari tanah lapang tersebut. Sedangkan di tengah-tengah dari tanah lapang tersebut memang dibiarkan kosong, karena nanti akan ditempati CHALLENGE CHALLENGE, atau perlombaan-perlombaan, dan juga kegiatan-kegiatan lain. Sedangkan tempat kemah bagi para dosen dan juga panitia, mereka memang sengaja mengambil posisi di ujung tempat masuk dari dari tempat itu sendir, ataupun menutup akses jalan keluar masuk dari tempat yang mereka tempati. Hal itu di ambil, karna mereka sekalian berjaga-jaga agar para siswa-siswa tersebut tidak ada yang keluar dari tempat itu Se enaknya.


   Sedangkan jadwal kemping itu sendiri dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari 3 malam. Jadi kegiatan tersebut sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang-matang oleh pihak kampus, termasuk para dosen dan para panitia penyelenggara tersebut. Mereka sudah mengantisipasi semuanya terkait dengan kegiatan tersebut. Selain mereka menyiapkan bekal-bekal mereka di tempat itu selama tiga hari tiga malam tersebut, mereka juga sudah mempersiapkan GENSET atau mesin untuk alat penerangan pada waktu malam, ataupun untuk keperluan lain, seperti mengecas ponsel, ataupun lain-lain. Sedangkan bahan bakarnya sendiri, mereka juga sudah mempersiapkannya, dengan membawa stok bahan bakar yang diperkirakan cukup untuk waktu yang telah ditentukan. Begitu juga dengan keperluan-keperluan bahan pokok, termasuk beras dan lauk pauk juga sudah dipersiapkannya.


   Sedangkan tempat lapang itu sendiri berdiameter: lebar 50 meter, dan panjang mencapai 100 meter. Jadi tempat itu cukuplah luas bagi mereka semua untuk camping di sana, bahkan tempat itu lebih dari cukup dan indah dengan dikelilingi tempat-tempat yang indah, seperti yang dari awal diceritakan tadi, yaitu kanan dan kiri dikelilingi danau dan air terjun, sedangkan dari arah depan dari arah tempat mereka masuk ke tempat itu, terdapat hutan yang indah dengan pepohonan yang sangat besar dan tidak begitu lebat. dan ditambah lagi hutan itu aman untuk mereka, karena memang sudah steril dari binatang-binatang buas. Sedangkan tempat tanah lapang tersebut juga dikelilingi pagar-pagar besi yang kokoh dengan dua pintu, yaitu pintu masuk dan pintu ke arah hutan di depan.  Sedangkan di pojok sebelah kanan dari tempat itu juga tersedia MCK yang memang sudah tersedia, atau memang sengaja disediakan oleh pengelola tempat tersebut khusus bagi para wisatawan baik asing ataupun lokal, ataupun bagi para mahasiswa-mahasiswa yang camping di tempat itu seperti yang dilakukan oleh mereka saat itu. Jadi mereka berada di tengah-tengah pagar yang aman dan nyaman, karena memang tempat itu sendiri memang sudah dikhususkan oleh pemerintah setempat, untuk dijadikan tempat wisata termasuk acara camping seperti itu.


   Setelah beberapa saat kemudian, hari sudah hampir magrib. Sedangkan tenda-tenda dari para mahasiswa tersebut semuanya sudah didirikan masing-masing. Sedangkan panitia sudah mulai bersiap untuk menghidupkan mesin GENSET, untuk penerangan. Dan kebetulan pada saat itu para panitia sedang sibuk dengan menghubungkan kabel-kabel dari pusat mesin GENSET itu sendiri, kepada seluruh tenda-tenda dari para mahasiswa tersebut. Dan tak lupa para panitia itu juga memberikan penerangan di tengah-tengah Tanah lapang tersebut, agar tempat itu terlihat lebih semarak.


   Dan Tak lama kemudian, para dosen segera memberi pengumuman kepada mereka semua yang diumumkan lewat pengeras suara, yang berasal dari tenda para dosen di area tersebut. Dan kebetulan yang memimpin para dosen tersebut sekaligus para panitia di acara itu adalah om Robert. Jadi kalau mengenai pengarahan atau pengumuman atau yang lain-lain, maka semua itu harus melalui om Robert, atau om Robert sendiri yang melakukan hal itu. Maka setelah mereka semua mendapatkan arahan atau pengumuman dari pengeras suara tersebut, maka mereka segera melakukannya. Kebetulan isi dari pengumuman tersebut ialah, agar para kelompok dari mereka semua segera memasak. Dan kebetulan yang memberikan pengumuman tersebut ialah om Robert sendiri, dan tentu saja dengan memakai bahasa Inggris. Maka kemudian mereka semua segera melakukan perintah tersebut.


   Adit memang satu kelompok dengan Icha dan yang lainnya, tapi kemah mereka memang terpisah. Karena peraturan yang dibuat sebelumnya seperti yang diceritakan di awal tadi. Tapi kalau dengan urusan memasak atau makan, mereka diperkenankan untuk saling membantu dalam urusan tersebut. Karena memang tujuan mereka kemping tersebut ialah.... Selain dengan menambah wawasan dan pengalaman, mereka juga dilatih dengan kemandirian. Baik secara fisik ataupun mental.


   Lalu beberapa saat kemudian, terdengar lagi sebuah pengumuman yang diumumkan lewat pengeras suara. Dan isi pengumuman tersebut ialah.... Menyuruh kepada mereka-mereka yang beragama muslim untuk segera menunaikan salat Magrib, karena memang waktu sudah masuk jam salat magrib. Maka sebagian dari para mahasiswa-mahasiswa tersebut termasuk "Adit" "Icha" "Anggun" "Rebecca" "Fitriani" dan "Melinda" yang tergabung dalam satu grup, maka mereka segera menunaikan salat Magrib di tenda mereka masing-masing dengan cara bergantian. Sedangkan bagi para mahasiswa yang lain yang tidak beragama muslim, maka mereka terus mengerjakan pekerjaannya yaitu memasak untuk makan mereka sendiri dalam grup itu. Sedangkan para dosen juga sama, yaitu bagi yang beragama muslim, maka mereka semua segera melaksanakan salat magrib. Tapi kalau dalam hal memasak bagi para dosen itu sendiri, mereka menugaskan para panitia penyelenggara tersebut, untuk melakukannya. Dan memang tenda-tenda dari para panitia itu sendiri tepat berjajar dengan tenda-tenda para dosen tersebut.


   Setelah beberapa saat kemudian dan setelah mereka selesai menunaikan salat Magrib bagi yang beragama muslim, maka seiring waktu itu juga para mahasiswa-mahasiswa tersebut sebagian dari kelompok mereka, rupanya sudah ada yang selesai memasak. Dan saat itu juga kemudian pengeras suara dari para dosen terdengar lagi, dengan arahan agar bila mereka sudah selesai memasak supaya masakannya tersebut dibawa ke tengah-tengah lapangan dari tempat itu.