Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 47



   Setelah beberapa saat lamanya mereka ada di sana, maka Icha dan Adit segera berbicara kepada semua teman-temannya, tentang apa dan bagaimana yang akan mereka lakukan di tempat itu. 


   Lalu kemudian mereka semuanya segera memutuskan yaitu..... "Rebecca" "Anggun"  "Fitriani"  dan  "Melinda" hanya ingin menikmati pemandangan dan berkeliling di danau tersebut, dengan mahasiswa-mahasiswa lain sambil berfoto-foto ria di tempat tersebut.


    Sedangkan Icha dan Adit, mereka berdua bersepakat untuk menyewa perahu kecil, yang memang berada di tepi danau tersebut, dan memang disediakan dan disewakan untuk para pengunjung ditempat itu.


   Maka kemudian mereka semua segera melakukan apa yang sudah direncanakan sebelumnya itu tadi yaitu: Rebecca dan teman-temannya segera berlalu...


   Sedangkan Icha bersama dengan Adit segera menuju ke tempat perahu kecil yang ada di tepi danau tersebut.!


   Maka tak lama kemudian, Icha dan Adit segera menyewa perahu kecil yang ada di tepi danau yang disewakan tersebut.!


   Kemudian keduanya segera menaiki perahu kecil itu, lalu Adit segera mendayung perahu yang ditumpangi berdua itu...


   Kemudian perahu itu-pun segera melaju ke tengah-tengah danau, dan mengitari danau tersebut.!


   Dan memang di tengah-tengah danau itu, banyak dari sebagian Mahasiswa-mahasiswa yang naik perahu kecil seperti mereka tumpangi itu.!


   Dan ada juga yang dari Wisatawan-wisatawan lain, yang memang berlibur ke tempat itu, juga menaiki perahu seperti yang Adit dan Icha tumpangi tersebut.!


  Mereka-pun asik menaiki perahu yang disewanya tersebut, sembari ngobrol berdua, dan sesekali Adit menggayung perahu yang ditumpangi tersebut dengan sebuah gayung yang memang tersedia di perahu itu...


   Sedangkan teman-teman Icha yang cewek dan yang tadi memang bersepakat untuk jalan-jalan di sekitar danau, dengan menikmati pemandangan dan panorama di danau tersebut, mereka sesekali melihat dan melambaikan tangannya kepada Icha dan Adit di tengah-tengah danau itu...


  Dan memang mereka semua menyadari dan sudah tahu, bahwa keduanya memang membutuhkan ruang dan waktu untuk sesekali berduaan, agar bisa keduanya saling memadu kasih....


   Karena memang keduanya diketahui sedang berpacaran, dan memang status keduanya adalah dua orang kekasih yang saling mencintai...


   Sedangkan Adit dan Icha yang mengetahui teman-temannya yang melambaikan tangan ke arahnya dari kejauhan tersebut, mereka tidak lupa sesekali membalas lambaian tangan temannya tersebut sembari tersenyum...


    Begitu juga dengan para Mahasiswa-mahasiswa lain yang berpasangan dan yang lagi naik di atas perahu yang berada di tengah-tengah danau tersebut.!


   Mereka juga tidak lupa sesekali menyapa Adit dan Icha, sambil sesekali bergurau di antara mereka, tatkala mereka berpapasan dalam menaiki perahu tersebut.!


    "Ya.... Begitulah....."


Rupanya mereka semua menikmati suasana di tempat itu, dengan sangat rasa senang dan bahagia, dan ada rasa kepuasan tersendiri di antara mereka semua...


   Setelah beberapa waktu mereka asyik naik perahu kecil dan berdayung di tengah-tengah danau tersebut, maka tanpa disadarinya, bahwa perahu yang dinaiki oleh Icha dan Adit tersebut rupanya bocor....!!


   Hal tersebut memang tidak disadari dan tidak diketahui oleh mereka berdua, karena perahu kecil tersebut yang dinaikinya tertutup dengan potongan-potongan kayu yang ditata rapi di atas perahu itu.!


   Karena memang kayu tersebut berfungsi sebagai tempat duduk bagi mereka...


    Dan juga di bawahnya telah tersedia alat-alat keamanan diantaranya..." Ada bahan-bahan pelampung dan ember kecil, untuk menguras air di dalam perahu kecil tersebut, jikalau ada resapan air masuk dari luar.!


   "Dan itu-pun bukan kategori perahu bocor...!"


   Akan tetapi perahu yang saat itu dinaiki oleh keduanya itu, bukan hanya resapan air yang masuk, akan tetapi memang betul-betul bocor yang dialami oleh perahu kecil itu sendiri.!


   "Dan ironisnya....."


Hal tersebut, baru mereka sadari pada waktu air yang masuk ke dalam perahu tersebut, sudah mencapai potongan-potongan kayu atau tempat duduk dari mereka berdua yang menaiki perahu itu.!


    "Maka sontak saja keduanya menjadi terkejut, terutama bagi Icha.!"


   Hal itu tentu saja sangat dirasakannya, karena bagaimanapun juga Dia menyadari, bahwa Dia tidak bisa berenang.!


    Maka pantas saja kalau Dia sangat panik waktu itu.!


   "Sedangkan Adit, Dia merasa tenang..."


   Karena bagaimanapun juga, Dia mahir dalam berenang, dan Dia sendiri sadar, bahwa di perahu kecil tersebut ada pelampung atau pengaman di dalamnya...


    Jadi hal tersebut, memang diperuntukkan untuk kejadian-kejadian yang seperti mereka alami saat itu.!


    Maka di tengah-tengah kepanikan Icha tersebut, Adit tidak henti-hentinya menenangkan kekasihnya tersebut, untuk tetap tenang dan jangan panik.!


   Setelah beberapa saat kemudian, maka Adit segera mengambil dua buah ember kecil yang berada di bawah potongan kayu, atau tempat duduk mereka tersebut.!


    Lalu kemudian satu buah ember diberikannya kepada Icha, dan satu lagi dipegang sendiri.!


    Lalu kemudian mereka berdua segera menguras air yang ada di dalam perahu kecil tersebut secara bersamaan, dan hal itu terus-menerus dilakukan oleh mereka berdua.!


    Tetapi rupanya, kebocoran yang dialami oleh perahu kecil tersebut tambah lama rupanya tambah besar.!!


  Hal itu mereka rasakan, bahwa air yang mereka kuras tersebut rupanya tidak banyak membantu, atau tidak banyak berkurang dari dalam perahu kecil itu sendiri.!


    Dan hal itu juga, rupanya membuat Icha bertambah panik.!!


   "Icha berkata kepada Adit...."


"Aduh..... Gimana ini Dit.!!  Kok airnya nggak berkurang sih.....!!  Aduh gawat nih.!!  Gue takut nih.!!  Adit, gimana dong ah....!!"    


   "ucap Icha kepada Adit, dengan nada ketakutan."


   "Kemudian Adit menjawab...."


"Tenang dong Icha...!!  Tenang dong.!! Kan ada gue....!!  Jangan panik gitu sayang...!!  Udah deh.!!  Percaya ama gue.!!  Elu nggak usah khawatir.!! Lagian....!!  Walaupun perahu ini nantinya akan karam, kan- ada pelampung.!!  Lagi pula gue mahir kok, dalam berenang.!!  Jadi, lu tenang aja deh.!!  pasrahkan aja semuanya ama gue.!!  Gue akan atasi semuanya ini.!!"


   "ucap Adit kepada Icha, dengan nada penuh ketenangan."


   Setelah beberapa saat kemudian, maka hal terburuk itu-pun terjadi juga....!!


   Di mana perahu kecil yang mereka tumpangi berdua tersebut mulai tenggelam, atau karam secara perlahan-lahan.!!


    Maka Adit yang mengetahui hal tersebut, maka Dia cepat-cepat mengambil langkah dengan mengambil dua buah pelampung yang ada di perahu tersebut.!


   Kemudian satu pelampung diserahkan kepada Icha, dan satu pelampung lagi dipegangnya sendiri.!


   Dan setelah pelampung tersebut mereka pegang, maka perahu itu-pun mulai meluncur ke bawah danau, dan "tenggelam..."


    Maka dengan cepat, Adit segera memegang tangan Icha yang saat itu sedang merangkul pelampung yang diberikannya.!


   Lalu Adit segera berenang menuju ke tepian, dengan sebuah pelampung di tangan kiri dan tangan kanannya memegang tangan Icha.!


   Lalu Adit segera menarik Icha, dengan berenang ke tepian.!


   Kejadian tersebut tentu saja membuat semua yang ada di tempat itu, termasuk sebagian dari para Dosen dan Panitia acara Camping tersebut, semuanya panik.!!


  Begitu juga seluruh Mahasiswa-mahasiswa lain, termasuk teman-teman Icha dan pengelola tempat tersebut, semua perhatiannya menuju kepada keduanya, yang saat itu mengalami kejadian yang sangat dramatis tersebut...!!


    Maka sebagian dari mereka ada yang meneriaki, agar cepat-cepat berenang ke tepian, dan ada pula yang memperingati mereka, agar tetap tenang dan jangan panik, dan ada juga yang menyuruh mereka pelan-pelan saja jangan terburu-buru dalam mereka menuju ke tepian tersebut.!


   Setelah beberapa waktu kemudian, maka Adit berhasil membawa Icha ke tepi danau tersebut...


    Kemudian beberapa orang dari pengelola tempat tersebut, ataupun dari teman-teman Icha sendiri, segera menolong mereka dengan membantu mereka untuk naik ke atas pinggir danau tersebut.!


   Kemudian mereka segera di bawah ke suatu tempat di area tersebut, dan mereka segera diberikan kain handuk, untuk mengeringkan tubuh mereka yang basah tersebut.!


    Lalu setelah itu, beberapa orang dari Mahasiswa-mahasiswa yang ada di tempat itu tak terkecuali dengan teman-teman Icha sendiri yang bagian cewek, mereka menanyakan kronologi dari kejadian tersebut kepada keduanya.?


    Dan tak lupa juga dengan om Robert dan beberapa Dosen lainnya berikut beberapa orang Panitia, tak lupa juga mereka menanyakan hal itu kepada keduanya.?


    "Maka Icha dan Adit segera menceritakannya mulai awal, sampai terjadinya kejadian yang sangat dramatis tersebut kepada semuanya.!


   Kemudian setelah itu, semuanya bubar, setelah mengetahui Adit dan Icha yang selamat dan tidak mengalami cedera sedikitpun itu...


    Lalu kemudian Icha dan Adit segera pindah dari tempat tersebut, menuju ke sebuah kursi yang ada di pinggir danau tersebut, sembari mengobrol dan menyaksikan teman-temannya yang  lain...


  Keduanya menyaksikan teman-temannya yang lain baik yang berada di tengah-tengah danau yang naik perahu, ataupun para pemancing-pemancing di pinggir-pinggir danau tersebut...


    Mereka duduk santai sambil mengobrol dan minum teh hangat, yang telah disediakan oleh pengelola tempat tersebut...


   "Lalu tak lama kemudian, datanglah dua orang menghampiri mereka berdua...."


   Dimana dua orang tersebut,mereka adalah bagian dari Panitia pengelola tempat tersebut.!


   Mereka datang meminta maaf kepada Icha dan Adit, yang mana kejadian yang mereka alami, ataupun perahu yang mereka sewa dari tempat tersebut, adalah kesalahan Panitia pengelola itu sendiri.!


    Walaupun kejadian tersebut memang murni karena kecelakaan, dan tanpa disengaja.!


   Jadi lantaran dari kejadian tersebut, dua orang dari Panitia pengelola tempat itu menyatakan rasa bersalahnya kepada Adit dan Icha.!


   Sedangkan Adit dan Icha yang mengetahui dan mendengar pernyataan rasa bersalah dari keduanya itu, maka mereka "mengatakan,"  tidak ada yang bersalah dalam kejadian barusan itu.!


    Karena kejadian tersebut hanyalah murni kecelakaan saja....!


   Dan Adit bersama Icha juga bilang kepada keduanya, bahwa kalau memang perahu tersebut diketahui bocor, maka tidaklah mungkin mereka berdua akan menyewakan Perahu tersebut kepada keduanya.!!


    "Dan Adit juga berkata,"  kalau perahu kecil tersebut diketahui bocor, maka tidaklah mungkin dirinya dan kekasihnya menyewa perahu tersebut.!!


    Jadi setelah keduanya sama-sama menyadari, maka keduanya langsung bersalaman kepada Icha dan Adit...


    "Lalu Icha bersama Adit menyambut salaman mereka dengan ramah tamah..."


  Lalu tak lama kemudian, kedua orang dari pengelola tersebut segera beranjak pergi...