Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 10



Kebetulan pendaftaran sekarang lagi di buka, dan om Robert menyuruh saya untuk segera berangka ke sana dan sekaligus membawa lima orang teman lagi.


Dan untuk tempat tinggal...!! Kita bisa menempati rumah om Robert.  Kebetulan om Robert memiliki 2 rumah yang berdampingan, dan yang satu tidak per penghuni.


Jadi kita akan  menempati  rumah tersebut.


    Kemudian Adit mengeluarkan sebuah MAP dari dalam tas yang di bawanya kemudian di sodorkan kepada  pak Hartono.


   Lalu pak Hartono bertanya....


"Apa ini...??"


   Lalu Adit menjawab....


"Itu data-data lengkap mengenai alamat: "Universitas"  "rumah om Robert"  profil om Robert"  dan data-data resmi surat pendaftaran di Universitas, yang di tanda tangani oleh om Robert dan Rektor di sana.


   Kemudian pak Hartono membaca dan meneliti dengan seksama data-data tersebut.


Dan memang data tersebut sangat lengkap tentang profil sang Dosen "Robert"  beserta alamat detil "Universitas"  dan rumah Robert dengan semua foto-fotonya.


Dan pak Hartono juga memeriksa legalitas surat-surat tersebut dan semua itu memang betul dan legal.


 


   Setelah membaca dan memeriksa data-data tersebut, kemudian Pak Hartono bertanya....


"Jadi untuk kelanjutannya ini bagaimana Adit.?"


   Kemudian Adit menjawab.....


"Jadi begini Om,  kalau memang Icha setuju dan mau untuk studi ke sana bersama kami, maka harus menandatangani surat tersebut dan kami pun demikian.   Lalu kemudian surat tersebut akan Adit kirim ke California, sebagai tanda bukti bahwa kita akan kuliah ke sana.  Jadi surat tersebut setelah selesai ditandatangani, cukup Adit memfotonya lalu akan Adit kirim ke sana.


Dan di sana om Robert dan Rektor sendiri yang akan menerima data tersebut.   Jadi sifatnya pendaftaran ini adalah pendaftaran "ONLINE"  Om.!!"


  


   Kemudian Pak Hartono bertanya lagi....


"Selain dari penandatanganan tersebut jadi apalagi persyaratan yang harus dilengkapi....


   Adit menjawab....


"Seperti biasa Om, yaitu:   "fotocopy kartu keluarga"   "fotocopy KTP"   dan "akte kelahiran"


   Kemudian Pak Hartono menyuruh ibu Sumiatun untuk mengambil surat-surat yang dibutuhkan tersebut. Sedangkan Icha langsung menandatangani surat pendaftaran yang tadi.


Dan setelah semua surat-surat tersebut diambil oleh ibu Sumiatun, lalu surat-surat itu difoto secara bersamaan dengan surat yang ditandatangani oleh Icha.   Lalu kemudian dikirim ke situs resmi CALIFORNIA OF UNIVERSITY  lewat email.  Sebagaimana Adit telah mengirim data-data dirinya dan keempat temannya sebelumnya.


Dan Adit juga mengirim foto tersebut kepada omnya di California yaitu: "Robert."


   Kemudian setelah foto tersebut dikirim lalu Adit berkata....


"Baiklah Om..!! tante...!! dan Icha...!! foto sudah saya kirim lewat situs resmi melalui email, dan saya juga telah mengirim foto tersebut kepada om Robert.   Dan untuk selanjutnya biar papa nanti yang menghubungi om Robert untuk segera merespon pendaftaran ini, dan sekalian memberi kabar tentang hal tersebut secepatnya.   Jadi om...!! tante...!! dan Icha...!! menunggu kabar dari saya ya.!!"


   Lalu Pak Hartono berkata kepada Adit....


"Baiklah nak Adit, kami percaya kepada nak Adit..!!     Tapi om mau nanya kepada nak Adit...!! Kira-kira kapan ya kabar tersebut bisa Om terima dari nak Adit.??"


   Kemudian Adit menjawab....


"Insya Allah dalam waktu satu minggu ini om, kabar tersebut sudah datang.   Pokoknya kalau kabar tersebut sudah datang, maka Adit akan langsung menelpon Om.  Jadi kalau begitu Adit minta nomor HANDPHONE om dan Icha.!!"


   Kemudian Pak Hartono dan Icha memberikan nomor HANDPHONE nya kepada Adit, dan Adit menyimpan nomor HANDPHONE mereka.


   Sesaat kemudian Adit dan kawan-kawan segera berpamitan kepada semuanya.  Kemudian Adit berkata....


"Baiklah kalau begitu "Om"  Icha" dan tante"  kami  pamit pulang dulu ya..!!"


"Assalamualaikum.!!"


   Kemudian semuanya menjawab....


"Waalaikumsalam.!!!"


   Kemudian mereka semua segera keluar dari rumah Pak Hartono, dan menuju ke mobil lalu segera berangkat pulang.


Sedangkan Pak Hartono"  Icha"  dan ibu Sumiatun"  mengantar mereka sampai halaman rumah.


   Memang rumah Adit dan ke empat temannya tersebut, berada di luar kota di wilayah tempat kampus Icha dulu. Dan rumah mereka pun semuanya ada di kota tersebut.  Meskipun rumah mereka satu dengan yang lain tidak saling berdekatan, mereka sering berkumpul bersama.  Sedangkan Icha adalah satu-satunya rumah yang paling jauh dari mereka berlima, karena Icha sendiri berada di kampung.  Jadi mereka kalau ingin menghubungi Icha secara berhadapan langsung, itu kayaknya agak sulit karena mereka berjauhan. Jadi mereka kalau ingin menghubungi Icha hanya sering lewat telepon. Begitu juga dengan Icha kalau ingin menghubungi mereka hanya lewat telepon.


   Setelah tamunya tersebut pulang, lalu kemudian semuanya masuk ke dalam rumah.   Dan sesaat kemudian ibu Sumarni rupanya sudah menyiapkan makan siang untuk mereka semua.   Dan kebetulan memang sudah waktunya makan siang.   Lalu kemudian mereka semua segera berkumpul di ruang makan termasuk Pak Joko yang mulai tadi pagi mengurusi kolam ikan lele di belakang rumah Pak Hartono.   Dan mereka pun semua makan siang bersama.


  


   Di ruang makan tersebut Icha kepikiran dengan rencananya untuk studi ke luar negeri yang dibicarakan tadi. Ada perasaan senang dan bahagia bercampur dalam benaknya, sehingga membuat Icha menjadi optimis dan bersemangat untuk mengejar cita-citanya tersebut. Karena Icha berpikiran dirinya harus membuat kedua orang tuanya tersebut merasa bangga, senang, dan bahagia.   Jadi Icha harus sukses mengejar karir dan cita-citanya tersebut.   Apalagi dirinya masih muda dalam perjalanan masih panjang, dan lagi dalam segi kemampuannya di bidang pendidikan, dirinya merasa mampu. Dan lagi ditambah dukungan keluarga termasuk Pak Hartono yang mendukung dirinya sepenuhnya, itu semua membuat Icha sangat optimis dan lebih bersemangat lagi untuk semuanya itu.


   Icha memang kuliah yang sebelumnya mengambil jurusan hukum dan begitupun untuk studi yang kali ini Icha akan vakum mengambil jurusan tersebut.           Tapi kalau 5 teman nya yang tadi itu semuanya beda-beda.   Ada yang mengambil jurusan "hukum" "ekonomi"  "sosial" dan "sastra. Tetapi kalau Adit sendiri dia mengambil jurusan agama. Dan Adit memang dikenal "baik"  "pintar"  "ganteng"  dan selain itu Dia adalah anak seorang dosen yang kaya raya.  Tapi walaupun begitu, dia orangnya nggak sombong, loyal sama teman, baik dalam pergaulan, dan orangnya sangat sopan, dan taat beribadah. Sewaktu mereka masih kuliah di Universitas yang mereka tempat sebelumnya tersebut, hanya Icha dan Adit yang menerima beasiswa untuk melanjutkan studi mereka. Jadi mereka walaupun melanjutkan studi ke California tersebut, mereka tidak begitu khawatir masalah pembiayaan, karena mereka sudah ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan 4 teman yang lainnya, tentu saja mereka menggunakan dana sendiri.  Tapi walaupun mereka tidak semuanya menerima beasiswa, tapi mereka kompak dan tidak iri satu sama yang lain.  Jadi kebersamaan adalah segala-galanya buat mereka semua.


   Kemudian Pak Hartono berkata kepada Icha di ruang makan tersebut....


"Icha...!!  Kamu yang semangat ya Nak...!!  Kami semua mendukung Icha. Jadi Icha harus optimis mengejar cita-citanya, dan tetap fokus ke depan. Buat kami semua bangga"  buat kami semua senang"   dan buat kami semua bahagia.   Karena harapan kami satu-satunya adalah Icha...!!  Jadi Icha jangan memikirkan hal-hal lain di rumah ini nanti setelah ada di luar negeri...!! Kalau Ica rindu kepada kami nanti Icha bisa video CALL kami di sini.  Dan satu lagi pesan papa terhadap Icha,  Icha harus hati-hati di sana, jaga diri baik-baik, rukun-rukun lah dengan teman-temanmu, dan jaga kebersamaan antara kamu dan teman-temanmu...!! Dan lagi yang terpenting Jangan lupa berdoa ya Nak..!! Dan jaga salat lima waktu di sana, serta doakan kami semua yang di sini, dan kami pun demikian, akan mendoakanmu di sana...!!"


   Lalu Icha menjawab....


"Iya Pah... Icha akan selalu ingat pesan papa.!!"


   Lalu kemudian ibu sumiatun berkata....


"Iya Nak...!! Betul apa kata-kata papamu. Jangan pikirkan kami di sini, fokuslah kamu dengan pendidikanmu, dan hati-hatilah di sana. Itu pesan Ibu kepadamu.


   Kemudian Icha  menjawab....


"Iya Bu... Icha akan selalu ingat pesan Ibu.!!"


   Kemudian ibu Sumarni dan Pak Joko menambahkan....


"Iya betul Icha apa yang dikatakan papamu dan Ibumu...!! Tante dan om Joko juga demikian, kami bangga terhadap Icha.  Selain ponakan tante "cantik"  "pintar"   dan mempunyai cita-cita yang tinggi, tante merasa senang dan bangga...!! Satu doa kami terhadap Icha semoga Icha sukses mengejar cita-citanya,  dan selamat selama ada di sana, juga semoga sehat selalu....!!"


   Semua mendengar kata-kata doa dari ibu Sumarni tersebut.....


Mengucap...."Amin.!!!"


   Sesaat kemudian ibu Sumiatun berkata kepada Pak Hartono....


"Kalau begitu kita harus segera mengurus paspor untuk Icha dong mas...!!"


   Kemudian Pak Hartono menjawab....


"Iya Bu...besok kita ke kantor Imiggrasi di kota untuk mengurus paspor tersebut.!!"


   Lalu setelah mereka selesai makan siang, kemudian ibu Sumarni segera membereskan piring-piring dan gelas yang ada di meja, kemudian dibawa ke belakang untuk segera dicuci.


   Dan sesaat kemudian, tiba-tiba HANDPHONE Ica berbunyi.....   Dan setelah di lihat ternyata yang menelfon tersebut adalah Rebecca teman Icha yang tadi pagi ikut bersama teman-teman yang lain bertamu ke rumahnya.   Dan kemudian Icha mengangkat HANDPHONE nya....


" Halo Assalamualaikum.!!"  Ucap Icha....


"Waalaikumsalam.!!"   Jawab Rebecca.


   Kemudian mereka berdialog lewat HANDPHONE tersebut dengan menggunakan kata-kata anak zaman sekarang.  Karena mereka semua dengan teman-temannya kalau berbicara memang menggunakan kata kata zaman sekarang.


Ya maklumlah...!! Namanya anak muda, bicaranya memang agak lebih modern sedikit ketimbang bahasa orang tua.  Dan dan kata-kata itu dikhususkan untuk percakapan antara sesama mereka saja.  Tapi kalau mereka berbicara kepada orang yang lebih tua, ataupun guru, dan orang tua masing-masing, mereka sangat sopan dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dan diantara sekian banyak dari teman-teman mahasiswa, hanya mereka berlima yang akrab sekali dengan Icha.  Karena mereka semuanya sama-sama saling menghargai satu dengan yang lain. Ditambah lagi mereka satu tujuan, dan juga mereka semuanya adalah anak baik-baik dan tidak niko-neko. Baik dalam urusan pendidikan, pertemanan, ataupun kehidupan sehari-harinya. Mereka semuanya selalu berpikiran positif dan taat beribadah.  Itulah yang menjadi kunci keakraban dan kebersamaan mereka.


   Kemudian Rebecca berkata....


"Eh Icha...!! lagi ngapain lu.?


  


"Nih gue lagi selesai makan nih.!!"


   Jawab Icha....


   Kemudian Rebecca bertanya kepada Icha....


"Eh Icha... Nih gue mau nanya nih Ama elu, kita berangkatnya ini kan ke luar negeri...!! Jadi kita kan harus pakai paspor...!! Soalnya gue nggak kepikiran sama sekali nih... Bagaimana dengan elu sendiri Icha.??"


  


   Kemudian Icha menjawab....


"Ah... elu Rebecca kayak anak SD aja...!! Ya iyalah masa pakai daun pisang...!!"   Jawab Icha sambil tertawa.


   Kemudian Rebecca berkata....


"Iya nih gue pusing banget nih kenapa kok bisa nggak kepikiran kayak gitu ya.!!"


   Lalu Icha berkata....


"Kalau gue... tadi nyokap dan bokap sudah membicarakan hal itu, dan mereka berencana besok akan segera mengurusi paspor tersebut...!!"


   Kemudian Rebecca bertanya kepada Icha....


"Emangnya kalau ngurusin paspor ke mana Icha.??"


   Kemudian Icha menjawab....


"Ke kantor KUA....!! "Ledek Icha kepada Rebecca"   Ya ke kantor Imiggrasi lah.....!! Emangnya lu mau nikah...!!  "Ledek Icha lagi."


   Lalu Rebecca berkata....


"Ah elu Icha...!! Dasar lu...!! awas lu ya...!!"     Ucap Rebecca sambil tertawa.   


"Ya udah kalau gitu besok gue akan ngajak bokap dan nyokap untuk ngurusin paspor kayak lu tuh.!!"


   Kemudian Icha berpesan kepada Rebecca....


"Eh Rebecca jangan lupa ya, kasih tahu ama teman-teman yang lain juga.   Takutnya juga nggak pada kepikiran kayak elu  tuh....!!"


   Lalu Rebecca menjawab....


"Oke beres Icha...!! Ya udah kalau gitu udah dulu ya.?"


"Assalamualaikum.!!"


   Kemudian Icha menjawab salam tersebut....


"Waalaikumsalam.!!"


   Ke esokan harinya setelah sarapan pagi, maka "Icha"  Pak Hartono"  dan ibu Sumiatun"  segera bersiap-siap untuk berangkat mengurus paspor ke kantor Imiggrasi di kota.


Dan setelah semuanya beres, lalu ibu Sumiatun berpamitan kepada Ibu Sumarni dan Pak Joko.


"Kakak..!!  Kami akan pergi dulu mengurus paspor untuk Icha ke kota. Jadi kami titip rumah ya kepada kakak dan mas Joko.


Nanti kalau ada apa-apa segera telepon kami ya kak.!!"


   Kemudian ibu Sumarni dan Pak Joko menjawab....


"Baiklah dek... hati-hati di jalan ya.!!"


   Lalu kemudian mereka semua berpamitan dan mengucap salam kepada Ibu Sumarni dan Pak Joko....


"Assalamualaikum.!!"


   Kemudian mereka menjawab salam tersebut....


"Waalaikumsalam.!!"


   Kemudian Pak Hartono dan semuanya segera keluar rumah dan menuju ke mobil di garasi rumah, dan kemudian mereka segera berangkat pergi menuju ke kota untuk mengurusi paspor untuk Icha ke kantor Imiggrasi.


Pengajuan paspor ke kantor tersebut adalah paspor tujuan untuk studi.


   Setelah beberapa waktu kemudian mereka sudah selesai mengurusi paspor di kantor tersebut, dan mereka segera pulang ke rumah.


Dan sesampainya di rumah kemudian tiba-tiba HANDPHONE Icha berbunyi.


Dan Icha pun segera melihat siapa gerangan yang menelponnya.  Dan kali ini ternyata yang menelponnya adalah teman Icha yang bernama:  "Anggun."


   Maka Icha segera mengangkat HANDPHONE nya sembari mengucap salam....


" Halo Assalamualaikum.!!"


   Kemudian Anggun menjawab....


"Waalaikumsalam.!!"


   Lalu Icha bertanya kepada Anggun....


"Eh... Elu Anggun....!!  Ada apa lu nelpon gue.??"


   Kemudian Anggun menjawab....


"Iya Icha, eh...!!  Tadi Rebecca nelpon gue, dan dia ngomongin paspor ke gue.   Gue jadi bingung nih soalnya gue nggak kepikiran sama sekali ke situ.   Dan rebecca ngomong ke gue bahwa dia udah nelpon elu tentang hal ini.   Jadi gue pengen tahu langsung nih, dan sekalian mau nanya ke lu emangnya lu udah ngurusin paspor atau belum nih...??"


 


   Kemudian Icha menjawab....


"Iya emang betul kemarin Rebecca nelpon gue, dan nanyain masalah paspor ke gue.  Kalau kemarin gue ya belum ngurusin, soalnya kan baru kemarin rencana ke California itu disepakati....!!  Tapi kalau sekarang ya gue udah kelar ngurusin paspor tersebut, soalnya barusan gue udah ngurusi paspor tersebut ama bokap dan nyokap gue ke kantor Imiggrasi.!!"


   Kemudian Anggun berkata....


"Percaya gue ama elu Icha...!! lu tuh ya, emang hebat...! Tiap ada rencana langsung aja diberesin gue kagum ama lu Icha.!!"


   Lalu Icha berkata....


"Ya iyalah...!! Emangnya kita main-main ke California, kan nggak tuh...!! California itu luar negeri loh gun...!! Lu kira kita akan ke keluar kota, sembarangan lu...!!"     "Ledek Icha ke anggun."


   Kemudian Anggun berkata....


"Enak aja lu ngomong...!!  Dasar lu, awas lu ya...!!"  


"Gurau Anggun kepada Icha sembari ketawa."


   Kemudian Anggun menambahi....


"Iya deh Icha, kalau gitu gue akan nelpon yang lain, biar bisa sama-sama untuk mengurusi paspor.   Kalau nggak hari ini besok juga nggak apa-apa, kan masih banyak waktu nih untuk ngurusin paspor tersebut.!!"


   Kemudian Icha berkata....


"Iya deh semangat ya...!! Semoga cepat sukses, dan salam ke yang lain dari gue ya.!!"


   Kemudian Anggun membalas sembari mengucap salam....


"Iya deh, kalau gitu udah dulu ya.!!"


"Assalamualaikum.!!"


   Kemudian Icha menjawab....


"Waalaikumsalam.!!"


   Keesokan harinya sambil menunggu kabar dari Adit, Pak Hartono dan yang lainnya mengerjakan aktivitas sehari-hari sebagaimana biasanya.


Selain membangun kolam lelenya, rupanya Pak Harsono memiliki keinginan lain.  Yaitu membangun pagar belakang rumahnya, karena memang pagar yang di belakang rumahnya tersebut belum di tembok melainkan hanya pagar berupa pagar seadanya.  Yaitu terbuat dari batang kayu yang ditanam, lalu dikasih bambu yang dibelah, dan dipakukan kepada batang kayu tersebut.  Oleh sebab itu Pak Hartono berencana untuk membangun pagar tersebut menjadi pagar yang permanen.  Oleh sebab itu rencana tersebut dimusyawarahkan kepada semuanya, termasuk Ibu Sumarni dan Pak Joko.


Karena bagaimanapun juga mereka akan ikut terlibat kerepotan dalam urusan tersebut.!! Maka dari itu sebelum pelaksanaan itu dimulai, Pak Joko memberitahu tentang rencananya itu kepada mereka lebih awal. Agar mereka bisa lebih mengerti dan paham tentang apa dan bagaimana rencana tersebut setelah mulai dikerjakan.


   Kemudian Pak Hartono segera memanggil mereka semua, dan berkumpul di ruang tengah rumah. Kemudian setelah mereka berkumpul semua, maka Pak Hartono berbicara tentang maksudnya tersebut kepada mereka semua.


   Pak Hartono berkata....


"Begini...!! ada yang mau saya bicarakan.


Saya memiliki rencana untuk membangun pagar belakang rumah ini, karena memang dari dulu pagar tersebut belum dibangun seperti yang di samping dan depan rumah ini. Sebenarnya keinginan tersebut sudah lama saya rencanakan, tapi terkendala dengan kesibukan lain.  Jadi mumpung sekarang ada kesempatan, saya mau melaksanakan rencana tersebut.  Lagi pula kalau dipikir-pikir, di luar pagar halaman belakang tersebut adalah pekarangan milik orang lain.  Jadi saya merasa tidak enak dengan pemilik pekarangan tersebut, karena kalau kita menanam batang kayu pagar tersebut, itu tambah lama kan tambah besar.  Sedangkan pagar tersebut adalah merupakan batas dari pekarangan ini, dengan pekarangan orang lain tersebut.   Jadi kalau pagar tersebut kita tembok atau kita permanenkan, itu selamanya akan menjadi batas yang jelas dan pasti. Jadi saya sendiri tidak akan merasakan ke khawatiran lagi, bahwa pagar tersebut  akan memakan lahan orang lain....!!"   "Bagaimana menurut kalian.??"


   Kemudian ibu Sumiatun menjawab....


"Kalau saya setuju mas...!! Karena selain pagar itu merupakan batas pekarangan, lagi pula kita lebih aman kalau pagar tersebut dipermanenkan. Selain itu kelihatannya lebih rapi dan lebih enak dipandang.!!"


   Kemudian Icha ikut bicara....


"Iya pah Icha setuju dengan rencana papa...!! Lagian kalau pagar tersebut dipermanenkan bukan hanya kelihatan bagus, tapi kita akan lebih aman dari orang-orang yang bermaksud tidak baik.  Karena sebenarnya pagar belakang halaman rumah itu sangat rawan dari hal-hal yang buruk, termasuk maling yang berniat jahat. Iya nggak pa...!?"


   Kemudian Pak Hartono berkata....


"Iya... kamu benar Icha.!!"


   Kemudian Pak Joko juga menambahi...


"Iya itu benar sekali dek...!! Saya setuju dengan rencana adek. Kalau  pagar tersebut dibangun, kita tidak khawatir lagi kalau semisalnya kita meninggalkan barang-barang seperti "pacul"  "timba" dan lain-lain di halaman belakang ini, karena sudah tidak kelihatan lagi dari luar.


   Kemudian ibu Sumarni bertanya kepada Pak Hartono....


"Lantas kapan dek pagar tersebut akan dibangun.??"


   Lalu Pak Hartono menjawab....


"Lebih cepat lebih baik Bak yu.!!"


   Memang halaman belakang rumah Pak Hartono tersebut sangat luas. Karena meskipun sudah dipotong dengan pembuatan kolam lele yang sebelumnya, lahan tersebut masih luas.  Karena memang  pekarangan Pak Hartono tersebut kalau di total luasnya yaitu: 50 meter persegi, plus "halaman depan" dan "samping."


Dan rumah Pak Hartono sendiri berlantai 2 berukuran 9 kali 20 meter.


Halaman depan seluas 10 m, dan halaman belakang seluas 20 meter. Sedangkan halaman samping masing-masing tersisa 20 setengah meter.


Dan bukan hanya itu.!! Pak Hartono juga memiliki uang yang banyak yang ditabung di bank.  Karena memang dulunya orang tua dari Pak Hartono sendiri hanya memiliki anak satu-satunya yaitu Pak Hartono.  Dan orang tua Pak Hartono tersebut memiliki kebun kopi yang sangat luas, sedangkan rumah yang ditempati orang tua Pak Hartono dulu, ya rumah yang ditempati Pak Hartono sekarang. Tapi yang dulu belum dibangun seperti sekarang.  Jadi sebelum orang tua Pak Hartono tersebut meninggal, orang tua Pak Hartono mewariskan semua tanah, termasuk kebun kopinya kepada Pak Hartono sendiri.  Lalu setelah orang tua Pak Hartono meninggal, maka kebun kopi tersebut oleh pak Hartono dijual beserta tanahnya, karena Pak Hartono sendiri terkendala dengan kepengurusan lahan kopi tersebut.!! Jadi setelah dijual kemudian oleh pak Hartono uangnya di bangun rumah 2 lantai yang sekarang ditempati, dan sisanya ditabung di bank.


  Sedangkan almarhumah Ibu Farida berasal dari luar kota.   Dan rumah itu sendiri dibangun oleh pak Hartono bersama dengan Ibu Farida sewaktu mereka dulu masih sama-sama muda, dan mereka berdua tidak dikaruniai anak.  Jadi mengenai hak waris Pak Hartono tidak ada.  Jadi sangatlah pantas kalau Hartono akan mewariskan semua tersebut kepada Icha, walaupun Icha asal mulanya adalah anak angkat, tetapi sekarang dia adalah anak pak Hartono, karena ibunya Icha  "ibu Sumiatun"  telah resmi menjadi istri dari Pak Hartono sendiri.


   Beberapa saat kemudian, Pak Hartono segera berdiskusi dengan Pak Joko tentang kebutuhan material untuk pembangunan pagar tersebut.


   Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....


"Bagaimana mas, apa saja bahan material yang kita butuhkan untuk pembangunan pagar ini.?"


   Pak Joko menjawab....


"Ya kita sama dengan waktu pembuatan kolam beberapa hari yang lalu itu dek,  ya kita harus belanja bahan-bahan material seperti: "pasir" "batu bata"  "semen"   "kapur"  dan lain-lainnya....!!"


   Kemudian Pak Hartono berkata....


"Baiklah kalau begitu mas, besok pagi mas ke toko bangunan untuk membeli bahan-bahan material yang dibutuhkan untuk pembuatan pagar tersebut.!! 


   Lalu Pak Hartono bertanya kepada Pak Joko....


"Untuk para pekerjanya sendiri bagaimana mas, berapa orang yang dibutuhkan untuk menggarap pagar kali ini.?"


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Mungkin untuk para pekerjanya sendiri kita cukup hanya dengan merekrut dua orang tukang dan dua orang pembantu tukang.!!  Jadi semuanya 4 orang.  Saya rasa itu cukup. Dan untuk perekrutannya sendiri, nanti saya akan merekrut sebagian para pekerja yang tempo hari kerja di sini waktu pembuatan kolam itu dek.!!"


   Lalu Pak Hartono segera menyuruh pak Joko untuk merekrut para pekerja tersebut....


"Baiklah kalau begitu mas, sekarang mas langsung saja rekrut para pekerja tersebut, biar besok mereka langsung bekerja di sini.!!"


"Baiklah kalau begitu dek mas segera berangkat.!!"    Ucap Pak Joko....


   Kemudian Pak Joko langsung mandi dan ganti baju, kemudian mengambil sepeda motornya lalu berangkat untuk merekrut para pekerja tersebut.


   Setelah Pak Joko selesai merekrut pada pekerja, maka Pak Joko langsung pulang ke rumah Pak Hartono, karena waktu sudah sore.  Dan Pak joko tidak mampir dulu ke rumah anak dan menantunya, walaupun para pekerja tersebut berasal dari desa tersebut.


   Sesampainya di rumah Pak Hartono, kemudian Pak Joko ditanya oleh pak Hartono....


"Bagaimana mas...!! Dapat para kerja tersebut.?"   Tanya Pak Hartono.....


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Alhamdulillah dapat dek..!! Mas sudah merekrut 4 orang para pekerja, dan sekalian mas bilang kepada mereka agar besok pagi-pagi mereka langsung berangkat ke sini, dan langsung mengerjakan pekerjaannya.!!"


   Kemudian Pak Joko langsung menuju ke kolam lele, untuk segera memberi makan Lulu tersebut. Karena memang sudah waktunya lele tersebut dikasih makan.


Sedangkan Pak Hartono kemudian duduk di kursi halaman belakang tersebut, sembari minum kopi dengan ditemani oleh ibu Sumiatun dan Icha.


  Keesokan harinya tepat tempat pukul 06.30 pagi, para pekerja yang kemarin direkrut oleh Pak Joko, semuanya datang ke rumah Pak Hartono.


Mereka semua disambut oleh pak Hartono dan Pak Joko di halaman rumah. Kemudian Pak Hartono dan Pak Joko segera menunjukkan pagar di halaman belakang tersebut, tentang batas-batas yang akan dilakukan penggalian untuk pondasi pagar itu sendiri.


   Karena pagar itu sendiri masih dalam keadaan utuh, dengan tanaman kayunya dan palang-palang bambu diantaranya, maka sebelum dilakukan penggalian pagar tersebut, tanaman-tanaman kayu dan palang-palang bambu tersebut harus dibersihkan dulu.


   Namun sebelum mereka semua mengerjakan pekerjaannya tersebut, maka Pak Hartono dan Pak Joko segera mempersilahkan mereka semua untuk sarapan pagi dulu yang sudah dipersiapkan oleh ibu Sumarni.


Dan kemudian mereka semua segera sarapan pagi dan ditemani oleh Pak Joko.


   Sedangkan Pak Hartono menuju ke area pagar belakang sembari melihat-lihat sekitar pekarangan tersebut, dan rupanya Pak Hartono dalam pikirannya timbul rencana. Selain membangun pagar tersebut, Pak Hartono rupanya akan memanfaatkan lahan kosong di pojok sebelah kiri kolam, untuk dibangun tempat peristirahatan atau tempat bersantai.  Sedangkan di pojok kanan kolam, Pak Hartono berinisiatif untuk dibangun pemandangan dengan wahana air mancur.