
Adit yang mendengar rintihan kesakitan dari kekasihnya tersebut, terus merangkulnya. Dia merasa bersalah kepada Icha, karena kejadian tersebut itu diakibatkan karena ulahnya. Maka di sela-sela dia merangkul kekasihnya tersebut, lalu dia berkata....
"Iya... Iya sayang.!! Iya gue tahu.!! Nanti gue Obatin.!! Kita kepinggir dulu ya.!! Gue minta maaf ya sayang.!! Gue yang salah.!! Gue nggak bermaksud nyakitin lu Icha.!! Sekali lagi gue minta maaf ya, ama elu Icha.!! Semua yang gue lakuin ke elu tadi itu semata-mata karena gue amat mencintai dan menyayangi elu Icha.!! Jadi maafin gue ya.!!"
Ucap Adit dengan nada panik, sembari terus merangkulnya ke tepi sungai.
Setelah Adit yang merangkul Icha tersebut sampai ke tepian sungai, lalu kemudian Adit segera mendudukkan Icha dan menyandarkannya ke tebing di pinggiran sungai tersebut. Dan kemudian Adit segera memeriksa luka di lengan Icha tersebut.
Lalu Adit memeriksa lengan kekasihnya yang terluka itu, sembari menanyakannya dengan nada yang panik.....
"Mana.!! Mana sayang.!! Mana yang luka.!! Coba gua periksa deh.!!
Ucap Adit kepada Icha.
Kemudian Icha segera memberitahukan lukanya tersebut kepada Adit, dengan menyodorkan lengannya yang terluka tersebut.
Kemudian Adit langsung memegang lengan kekasihnya tersebut, dan segera mengecup luka itu untuk mengeluarkan darahnya. Hal itu dilakukannya berulang-ulang, hingga darah yang keluar dari luka di lengan Icha tersebut tidak ada lagi.
Kemudian Icha yang mengetahui reaksi dari kekasihnya tersebut, maka yang ada bukannya merintih kesakitan. Tapi rupanya kecupan Adit yang mengeluarkan darah dari luka di lengannya tersebut, rupanya membuat Icha tertegun dan terdiam sembari memandang wajah Adit dengan tidak berkedip sama sekali. Dan di situlah perasaan Icha berubah, dari waktu sebelum Icha terluka dan mengejar Adit di tengah sungai tersebut. Rupanya keromantisan dan perhatian Adit kepadanya, sangatlah luar biasa yang dirasakan oleh Icha saat itu. Maka tak henti-hentinya Icha tetap memandang wajah Adit dengan mulut belepotan dengan darah, dari akibat mengecup lukanya tersebut.
Adit yang semula tidak merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh Icha tersebut, maka dia terus saja mengecup luka di lengan Icha, dan mengeluarkan darahnya sampai tidak tersisa sama sekali darah yang keluar dari luka tersebut. Dan Adit juga tidak merasa dengan reaksi Icha saat itu. Tapi setelah beberapa saat kemudian, Icha yang biasanya merintih kesakitan, yang mana rintihan tersebut dia ucapkan mulai dari awal tadi ia jatuh di tengah sungai tersebut, sampai dia dirangkul dan dibawa kekasihnya tersebut ke tepi sungai itu, dan setelah Adit sadar bahwa rintihan dari kekasihnya tersebut sudah tidak terdengar lagi, maka dia segera menghentikan kecupannya di lengan kekasihnya yang luka tersebut. Kemudian dia segera menoleh ke wajah Icha, lalu di situlah pandangan mereka secara dekat terjadi..... Dan di saat bertatapan secara langsung dan dekat itulah, mereka merasakan kekacauan yang sangat dahsyat. Dalam perasaannya Icha yang saat itu terluka di lengannya akibat terjatuh di sungai, maka seketika itu juga luka itu tidak dirasakannya lagi rasa sakitnya, akibat perasaan tersebut. Sedangkan Adit yang semula terus mengecup lengan Icha dan mengeluarkan darahnya dari luka tersebut, dia juga tidak merasakan bau amis dan anyirnya darah yang tersisa dan belepotan di mulutnya tersebut. maka adegan tersebut terjadi beberapa saat lamanya.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua akhirnya tersadar dengan apa yang terjadi. Maka dengan cepat Adit buru-buru mengambil obat merah dan perban yang ada di dalam tas yang di bawanya, untuk mengobati luka yang diderita oleh Icha tersebut. Sedangkan Icha sendiri kembali menjadi salah tingkah dengan pura-pura merintih kesakitan, padahal luka tersebut tidak seberapa, dan rasa sakitnya pun sudah mereda. Maka langsung saja Adit mengoleskan obat merah ke lukanya, dan langsung memakaikan perban. Lalu setelah itu mereka duduk berdampingan, dan bersandar di tebing di pinggir sungai tersebut sembari mengobrol.
Icha berkata....
"Adit.... Apa yang telah elu lakuin ke gue tadi itu.?? Dan mengapa elu lakuin itu semua ke gue Dit.!? Terus terang aja ya Dit.!! Gue bukan tipe cewek murahan yang gampang elu perlakukan seenaknya aja.!! Dan asal lu tahu ya Dit.!! Gue mulai dari kecil sampai sekarang belum pernah ngelakuin hal-hal yang aneh-aneh, apalagi gue emang belum pernah diperlakukan seenaknya gitu aja oleh siapapun.!! Jadi gue mohon ama elu Adit.!! Kalau emang elu mencintai gue, jangan lakuin hal yang kayak gitu lagi.!! " PLEASE" Adit.!! Bukankah kita udah tahu, bahwa perbuatan kayak gitu itu nggak boleh dan dilarang oleh agama kita.!! Dan bukankah elu sendiri itu kan anak seorang ustadzah.!! Jadi gue mohon ama elu Dit.!! Jangan merendahkan harga diri lu sendiri, dan juga gue, dan jangan rusak hubungan kita yang emang semenjak pertama kita jalin, kita berdua udah berkomitmen agar hubungan ini kita jaga dengan baik-baik.!! Maka gue mohon ama elu Dit.... Jagalah kesucian cinta ini sampai pada akhirnya nanti di mana waktu itu datang, maka hubungan kita ini menjadi halal, lalu lu boleh ngelakuin apa saja ke gue, karena emang gue udah resmi menjadi milik elu.!!"
Ucap Icha kepada Adit dengan nada lirih dan makna yang begitu dalam.
Kemudian Adit yang mendengar kata-kata dari kekasihnya tersebut, kemudian langsung tertunduk lesu dan segera menyesali perbuatannya tersebut. Saat itu perasaan Adit menjadi kacau, karena rasa cintanya yang mendalam terhadap Icha tersebut rupanya telah membuat kekasihnya itu menjadi sedih. karena sebelumnya Adit tidak mengira sama sekali, bahwa apa yang dilakukannya tersebut telah membuat Icha kecewa. Padahal menurutnya, apa yang dilakukannya tersebut hanya semata-mata karena ingin menunjukkan rasa cintanya kepada sang kekasih, dan tak lebih dari itu. Dan memang Adit sendiri menyadari, bahwa hal tersebut dalam ajaran agama yang dianutnya itu tidak boleh dilakukan. Jadi dalam hal tersebut, Adit menjadi bingung sendiri dalam menyikapi kejadian tersebut. Maka dirinyalah yang paling bersalah menurut perasaannya. Karena Adit sendiri juga tahu, betapa Icha adalah seorang cewek yang betul-betul menjunjung tinggi harkat dan martabat. Baik itu harga dirinya, maupun orang lain. Dan perilakunya sendiri pun menurut yang dia kenal, Icha itu adalah seorang yang berbudi luhur, sopan, dan menghargai orang lain. Jadi karena hal itulah Adit menjadi sangat kebingungan yang sangat luar biasa.
Kemudian Adit berkata kepada Icha....
"Icha.... Gue minta maaf ama lu.!! Gue tahu gue salah dalam hal ini ama lu Icha.!! Dan gue sadar apa yang telah gue lakuin ke elu itu tadi, itu emang nggak pantas dan emang nggak boleh, walaupun dengan alasan apapun.!! Dan gue berjanji ama elu Ica.!! Gue nggak bakalan ngelakuin itu lagi ke elu.!! Tapi gue berani sumpah ama lu Icha.!! Nggak ada sedikitpun dalam hati gue untuk nyia-nyiain ,lu, apalagi ngecewain elu.!! Dan elu sendiri kan tahu Icha.!! Gue itu sayang banget ke elu.!! Dan seumur hidup gue, baru kali ini gue ngerasain perasaan cinta terhadap seorang cewek... Yaitu elu Icha.!! Tapi bukannya gue ngebela tentang perbuatan salah gue ke elu Icha.!! Tapi emang itulah yang terjadi.!! Mungkin karena kebodohan gue dan tidak kehati-hatian gue, sehingga gue bisa lupa bahwa hal-hal yang nggak boleh tersebut gue lakuin, termasuk perbuatan gue ama lu Icha.!! Jadi sekali lagi gue mohon maaf ke elu Icha.!! Jadi "PLEASE" Icha.!! Gue mohon banget ama elu agar maafin gue.!! Jadi kalau elu nggak bisa maafin gue, maka gue nggak bakalan bisa maafin gue sendiri, dan gue siap menerima resiko apapun dari lu, sebagai penebus kesalahan gue ama elu Icha.!! Bahkan kalau perlu, gue rela mati.... Asalkan elu maafin gue.!!"
Ucap Adit kepada kekasihnya tersebut dengan nada bersalah, dan makna yang mendalam.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kekasihnya tersebut, maka Icha langsung menyandarkan kepalanya ke bahu Adit sembari mengucapkan kata yang memaafkan kekasihnya tersebut, terhadap kesalahan yang telah diperbuat kepada dirinya itu tadi. Rupanya kata-kata Adit itu telah meluluh lantahkan segala ego dan emosi yang bersarang di dalam perasaan Icha sebelumnya. Maka Adit yang mengetahui bahunya telah dijadikan tempat bersender kepada kekasihnya tersebut, kemudian langsung saja Adit mengelus kepala kekasihnya itu dengan rasa cinta dan kasih sayang.
Kemudian tidak lama berselang, keempat teman mereka yaitu: Rebecca, Anggun, Melinda, dan Fitriani, yang sebelumnya semuanya itu berenang di kubangan air terjun itu, kemudian mereka segera memanggil keduanya, yaitu Adit dan Icha untuk segera bergabung dengan mereka. Kemudian mendengar mereka memanggil keduanya itu, lalu Adit merespon panggilan mereka itu dengan melambaikan tangannya, sebagai tanda tidak mau dengan ajakan mereka tersebut. Karena Adit sendiri menyadari, bahwa tidaklah mungkin dia akan berenang ke tempat itu, sementara Icha sang "kekasih" masih dalam kondisi yang terluka, dan baru saja diobati olehnya. Jadi Adit memilih untuk tidak berenang bersama mereka, namun dia memilih untuk menemani sang kekasih di pinggir tebing tersebut. Kemudian setelah itu, Icha segera menyuruh Adit untuk segera bergabung dengan mereka, agar mereka merasa senang dengan berenang di tempat itu bersama-sama dengannya. Sedangkan Icha akan menunggu mereka di tempat itu saja. Maka Adit yang dapat saran dari kekasihnya tersebut, tentu saja menolaknya mentah-mentah. Karena dia sendiri tahu, bahwa saran Icha tersebut hanyalah basa-basi saja. Artinya dalam kondisi seperti itu, tentu saja Icha membutuhkan teman untuk ngobrol, ataupun menghilangkan rasa kesepian. Maka akhirnya mereka berdua tetap di tempat tersebut dengan tetap duduk di tempat semula, sembari ngobrol dan melihat-lihat pemandangan di tempat tersebut.