
Setelah pak ustadz telah selesai memberikan ceramah atau tausiyah kepada seluruh undangan, maka beliau meneruskan acara tersebut dengan bacaan-bacaan dzikir dan doa-doa yang dikhususkan kepada almarhumah Ibu Farida. Dan acara itu pun berlangsung kurang lebih selama 3 jam. Lalu setelah bacaan zikir-zikir dan doa tersebut sudah selesai, maka Pak Hartono" Pak Joko" dan untung," segera mengeluarkan hidangan berupa makanan kepada seluruh tamu undangan tersebut. Lalu setelah makanan tersebut selesai dibagikan dan sudah rata cara pembagiannya, maka Pak Hartono segera mempersilahkannya kepada seluruh undangan termasuk Pak ustadz dan anak-anak yatim itu sendiri, untuk segera menikmati hidangan tersebut. Lalu mereka semuanya makan bersama-sama.
Setelah beberapa saat kemudian, seluruh tamu undangan itu pun sudah selesai makan. Kemudian Pak Hartono" Pak Joko" dan untung" segera mengeluarkan bingkisan dari dalam rumah, yang sebelumnya sudah dipersiapkan bagi para undangan tersebut. Lalu mereka membagikannya kepada undangan tersebut satu persatu, tak terkecuali dengan seluruh anak-anak yatim dan pak ustad itu sendiri. Dan setelah bingkisan tersebut selesai dibagikan, kemudian Pak Joko segera berbisik kepada Pak ustadz, agar nanti Bila seluruh undangan dipersilahkan untuk meninggalkan tempat tersebut, maka Pak Hartono menyuruh kepada sang ustadz agar seluruh undangan khusus.... Yaitu anak-anak yatim, agar tidak ikut meninggalkan rumah tersebut bersama-sama dengan undangan yang lain. Artinya Pak Hartono menginginkan, khusus bagi anak-anak yatim untuk tetap berada di tempat, untuk sementara. Maka setelah Pak Hartono membisikkan kata-kata itu kepada sang ustadz, maka kemudian pak ustadz mempersilahkan bagi para undangan yang di luar ruangan atau yang berada di teras depan rumah, untuk meninggalkan tempat termasuk semua para guru, pak ustad mempersilahkan mereka semua untuk dipersilahkan boleh meninggalkan tempat. Maka semuanya pun segera berpamitan untuk meninggalkan tempat tersebut, dan mulailah satu persatu seluruh tamu undangan yang ada di luar rumah tersebut, dan semua para guru tersebut meninggalkan rumah itu. Jadi yang tersisa di dalam ruangan itu sendiri yaitu: 200 anak yatim berikut para pengasuhnya, beserta sang ustadz itu sendiri.
Beberapa saat kemudian, maka Pak Hartono menghampiri satu persatu dari anak-anak yatim tersebut, dan memberikannya amplop yang isi di dalamnya adalah uang. Dan amplop-amplop tersebut dibagikannya rata satu persatu oleh pak Hartono kepada anak-anak yatim tersebut. Lalu setelah itu Pak Hartono mengucapkan rasa terima kasihnya kepada anak-anak yatim tersebut dan berikut para pengasuhnya, karena telah Sudi menghadiri undangan dari beliau. Lalu Tak lama kemudian, sang pengasuh dari anak-anak yatim tersebut segera berpamitan kepada Pak Hartono dan yang lainnya. Maka Pak Hartono mempersilahkannya untuk kembali pulang ke panti asuhan, lalu mereka semua satu persatu bersalaman kepada semuanya, yaitu kepada Pak Hartono" Pak Joko" untung" dan juga pak ustadz," yang waktu itu memang sengaja oleh pak Hartono ditahan dulu, atau sengaja disuruh agar tidak pulang terlebih dahulu. Dan setelah semuanya selesai bersalaman, maka semuanya mulai keluar dari rumah Pak Hartono tersebut. Namun sebelum itu, tak lupa Pak Hartono juga memberikan amplop yang disematkan di sela-sela waktu bersalaman tersebut. Lalu kemudian mereka semuanya segera menuju ke halaman depan rumah, dan segera naik ke mobil yang sebelumnya mereka bawa dari panti asuhan tersebut, dengan diiringi oleh Pak Hartono dan Pak Joko ke halaman rumah. Lalu kemudian perlahan mobil tersebut segera meninggalkan halaman rumah, dan segera berangkat pulang. Lalu setelah itu Pak Hartono dan Pak Joko kembali lagi ke ruangan rumah, di mana di situ masih ada pak ustadz yang lagi ngobrol dengan Untung, menantu dari pak Joko. Kemudian sesaat Pak Hartono mengucapkan rasa terima kasihnya kepada sang ustadz tersebut yang telah sudi menghadiri undangannya, dan turut mengsukseskan acara tersebut. Lalu Tak lama kemudian, sang ustadz itu sendiri juga segera berpamitan kepada Pak Hartono dan yang lainnya. Kemudian pak ustadz segera bersalaman kepada satu persatu di antara mereka semua. Dan di saat salaman itu juga, tak lupa Pak Hartono juga menyematkan sebuah amplop, yang juga di dalamnya berisi uang ke tangan sang ustadz tersebut. Lalu setelah itu Pak ustadz mulai meninggalkan rumah Pak Hartono sembari berucap salam..... "Assalamualaikum.!!"
Kemudian Pak Hartono dan yang lainnya menjawab salam tersebut.....
"Waalaikumsalam.!!"
Setelah semuanya bubar dan kembali kerumahnya masing-masing, kemudian pak Joko dan menantunya "Untung" segera merapikan tempat tersebut, dengan membawa semua piring-piring bekas semua para tamu undangan tadi makan. Kemudian setelah itu pak Joko dan untung juga merapikan alas tempat duduk, atau karpet yang ada di ruangan rumah, dan melipatnya dengan rapi. Kemudian setelah itu mereka segera menyapu ruangan rumah, dan membersihkannya sampai ke teras depan rumah yang semula ditempati oleh para tamu undangan. Sedangkan Pak Hartono sendiri, beliau segera menghampiri operator sound system yang pada saat itu masih berbenah untuk bersiap-siap membawa sound system nya, yang memang tadi siang sudah ada perjanjian dengan Pak Hartono, bahwa sang operator tersebut mengoperasikan sound system tersebut hanya sampai pada akhir acara saja. Maka setelah selesai acara tersebut, maka operator sound system itu kemudian segera merapikan alat-alat tersebut, untuk segera dibawa pulang. Lalu kemudian Pak Hartono segera menyerahkan uang sewa kepada sang operator tersebut, yang mana sesuai perjanjian.... Penyewaan sound system itu sudah sesuai kesepakatan tentang waktu dan harganya. Lalu setelah semuanya beres, maka Pak Joko dan untung yang waktu itu sudah selesai bersih-bersih di ruangan rumah, kemudian mereka segera membantu sang operator sound system tersebut, untuk menaikkan barang-barang ke atas mobil pick up yang terparkir di halaman rumah. Lalu setelah pekerjaan tersebut beres, maka operator sound system itu segera berpamitan kepada Pak Hartono dan semuanya, lalu kemudian dia segera berangkat meninggalkan rumah dan halaman Pak Hartono, dengan membawa sound sistemnya di dalam mobil pick up yang di bawahnya.
Maka setelah semua telah pulang ke rumah masing-masing, lalu yang tersisa di rumah tersebut yang masih belum pulang yaitu: anak dan menantu dari ibu Sumarni, yaitu Ratna beserta suaminya dan cucunya. Mereka memang sengaja disuruh oleh ibu Sumiatun dan ibu Sumarni, agar tidak terburu-buru pulang dulu sampai semuanya beres. Dan lagian karena waktu itu adalah malam hari, dan kebetulan yang akan dibawa pulang oleh Ratna dan suaminya agak lumayan banyak, sedangkan mereka sendiri akan pulang dengan berboncengan naik sepeda motor, maka Ibu Sumiatun melarang Ratna agar tidak ikut dengan sang suami berboncengan naik sepeda motor dengan membawa cucu, dan barang-barang yang akan dibawanya. Jadi ibunya pun berbicara dengan Ratna dan memberitahukannya, bahwa agar suaminya untuk pulang sendiri saja dulu dengan naik sepeda motor. Sedangkan Ratna sendiri rencananya akan diantarkan oleh pak Hartono dan ibu Sumiatun dengan naik mobil ke rumahnya, karena dengan alasan tadi, yaitu selain waktu malam hari, mereka akan kerepotan membawa barang-barang yang akan dibawanya. Ditambah lagi dengan anak mereka yang akan ikut dengan mereka pulang.
Setelah beberapa waktu kemudian, maka Untung berbicara kepada Pak Hartono, dan dia bilang akan segera pulang kepada beliau. Kemudian untung segera menuju ke ruang dapur, untuk menemui istrinya yang kebetulan saat itu masih berbicara dengan ibu Sumiatun dan ibu Sumarni. Kemudian ibu Sumiatun dan ibu Sumarni mengetahui Untung tersebut mengajak pulang istrinya, kemudian mereka segera mengajaknya untuk berkumpul di ruang tamu rumah untuk membicarakan rencana yang tadi. Kemudian mereka semua berkumpul di ruang tamu rumah. Lalu setelah mereka semua berkumpul, maka Ibu Sumiatun segera berbicara kepada suaminya tentang rencana tersebut, yaitu agar untuk menyuruh Untung pulang terlebih dahulu dengan membawa sepeda motornya, kemudian nanti Ratna agar diantar dengan mobil. Dan kemudian Pak Hartono menyetujui atau menyanggupi rencana tersebut, begitu juga dengan untung menantu dari Pak Joko tersebut. Lalu setelah untung mendengar rencana tersebut dan menyetujuinya, maka dia segera berpamitan pulang lebih dahulu kepada semuanya, termasuk kepada istri dan anaknya. Lalu kemudian Untung segera keluar dari rumah pak Hartono tersebut, dan segera pulang menuju ke rumahnya.
Kemudian setelah Untung pulang, lalu Pak Hartono dan Pak Joko segera membantu membawakan barang-barang yang akan dibawa oleh Ratna tersebut, dari rumah itu menuju ke mobil. Lalu setelah mereka selesai membawakan barang-barang tersebut, kemudian Ibu Sumiatun segera mengajak Ratna untuk bersiap-siap menuju ke mobil, dan menuju pulang ke rumahnya. Lalu Ratna segera berpamitan kepada semuanya, yaitu kepada Ibu Sumarni "sang ibu" dan Pak Joko "sang Bapak." Lalu setelah Ratna berpamitan, maka Ibu Sumarni dan Pak Joko mengantarnya ke halaman rumah menuju ke mobil. Lalu kemudian Ratna segera masuk ke dalam mobil, dengan diiringi oleh tantenya yaitu: ibu Sumiatun. Maka setelah itu Pak Hartono segera menghidupkan mobilnya, kemudian mereka segera berangkat untuk mengantarkan Ratna pulang ke rumahnya. Lalu setelah mereka pergi, kemudian Pak Joko dan ibu Sumarni kembali ke rumah, dan berbincang-bincang di teras depan rumah tersebut, sembari menunggu Pak Hartono dan ibu Sumiatun kembali pulang, dari rumah anaknya tersebut.