Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 13



   Setelah beberapa waktu kemudian mereka bertiga akhirnya sampai ke rumah.  Pak Hartono langsung menuju ke halaman belakang rumahnya menemui Pak Joko yang saat itu duduk di salah satu tempat di pojok halaman belakang sambil mengawasi para pekerja. Tapi sebelum menemui Pak Joko, Pak Hartono melihat-lihat kolam ikan lelenya, dan setelah itu melihat-lihat pagar belakang rumahnya tersebut yang kebetulan saat itu pembangunan pagar tersebut sudah mencapai 75%. Kemudian Pak Hartono memeriksa seluruh bahan-bahan material, dan selanjutnya Pak Hartono menghampiri Pak Joko.


   Kemudian Pak Hartono bertanya kepada Pak Joko....


"Bagaimana mas apa ada bahan-bahan material yang kurang.!!"


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Kalau bahan material mas rasa tidak perlu nambah lagi untuk sementara.!! Tapi kalau dek Hartono mau, mas rasa yang perlu dek Hartono beli untuk sekarang yaitu mungkin chat tembok.!!  Jadi selain yang perlu dicat tersebut tembok yang baru selesai dibangun.!!  Akan lebih baik lagi kalau seluruh pagar ini termasuk yang di samping kanan dan kiri dan depan, bagaimana kalau di chat semua.!?  Itu kalau dek Hartono setuju.!!"


   Kemudian Pak Hartono berkata lagi....


"Baik saya setuju mas.!!  Tapi kalau kita mengecat pagar tersebut sekarang, apakah kita memakai tenaga dari salah satu pekerja tersebut atau bagaimana mas.? Mengingat pekerjaan itu sendiri masih belum kelar.  Jadi kalau kita memakai salah satu tenaga dari pekerja tersebut, takutnya mengganggu pekerjaan yang sebelumnya mas.!!  Bagaimana menurut mas.??"


   Lalu Pak Joko menjawab....


"Itu gampang dek.!!  Kalau masalah mengecat pagar ini biar mas saja, agar tidak mengganggu pekerjaan mereka yang sekarang.!!  Kalau kita menggunakan salah satu tenaga dari mereka, jelas itu mengganggu dek.!!  Jadi biar mas saja yang mengecatnya. Jadi di sela-sela kesibukan mas nanti, mas akan sempat-sempatkan melakukan pengecatan tersebut.!!  Yang penting untuk sekarang dek Hartono membeli catnya dulu saja.!!"


   Kemudian Pak Hartono berkata....


"Baiklah kalau begitu mas.!!  Sekarang sebaiknya mas pergi ke toko bangunan untuk membeli cat tersebut.!!"   "Dan ini uangnya.!!"


   Kemudian Pak Joko segera berangkat membeli cat ke toko bangunan yang disuruh Pak Hartono terhadap dirinya, dan dengan uang yang sudah dikasih Pak Hartono kepadanya.


Sedangkan Pak Hartono segera menyuruh salah satu tukang untuk segera membuatkan tangga untuk Pak Joko, setelah Pak Joko memulai pengecatan pagar tersebut.  Karena pagar tersebut memang agak tinggi, jadi cara pengecatannya harus memakai tangga.


   Tak lama kemudian Pak Joko datang dengan membawa dua kaleng cat yang berisi 5 kg, per kalengnya. Kemudian Pak Joko menaruh kaleng cat tersebut, kemudian menghampiri tukang yang membuat tangga untuk dirinya, dan sekalian membantu pembuatan tangga tersebut.


   Setelah beberapa saat kemudian tangga tersebut sudah jadi, kemudian tangga tersebut digotong ke halaman depan, untuk memulai pengecatan dari pagar halaman depan terlebih dahulu oleh Pak Joko.


Tapi waktu itu hari sudah memasuki jam istirahat siang.  Kemudian Pak Joko dipanggil oleh istrinya "Ibu Sumarni"  untuk segera memanggil para pekerja agar segera makan siang. Kemudian Pak Joko langsung memanggil para pekerja tersebut, dan menyuruhnya untuk segera makan siang bersama dirinya.  Karena kebetulan pada saat itu selain jam sudah masuk waktu makan siang atau istirahat siang, sarapan itu pun sudah siap.!!   Kemudian mereka makan siang bersama.


Dan setelah mereka semua selesai makan siang, kemudian mereka mandi dan segera salat dhuhur, lalu kemudian beristirahat sejenak dengan ngobrol bersama sambil minum kopi dan menghisap rokok, sebelum mereka bekerja lagi seperti biasanya.


   Sedangkan Icha yang saat itu lagi beres-beres di dalam rumah, tiba-tiba HANDPHONE Icha berbunyi.!! Kemudian Icha melihat ke HANDPHONENE nya siapakah gerangan yang meneleponnya.  Dan setelah dilihat, ternyata yang menelpon Icha tersebut adalah "Adit.!!"


   Lalu Icha mengangkat HANDPHONENE nya dan mengucap salam....


"Halo Assalamualaikum Adit.!?"


   Kemudian adik menjawab....


"Waalaikumsalam Icha.!!"


   Kemudian Icha bertanya kepada Adit....


"Ada apa Dit elu nelpon gue.!!"


   Lalu Adit menjawab....


"Gini Icha.!!  Gue dan teman-teman yang lain udah siap nih.!!  Nah lu sendiri gimana Icha, apa lu sudah siap juga.??"    Tanya Adit kepada Icha....


   Lalu Icha menjawab....


"Oh iya Dit.!!  Gue udah siap juga nih.!!  Kebetulan sekarang nih gue lagi beres-beres takutnya besok ada yang ketinggalan. jadi gue mulai tadi udah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.!!"  Oh iya Dit.!!  Besok kan kita berangkatnya pagi-pagi ke bandara.!!   Nah hal itu sudah lu konfirmasikan ama teman-teman yang lain apa belum.??"


   Kemudian Adit menjawab....


"Udah Icha.!! gue mulai tadi malam udah ngingetin teman-teman kita agar segera bersiap-siap, dan mempersiapkan segala sesuatunya agar jangan sampai ada yang ketinggalan. dan lagi gue sudah bilang ama teman-teman yang lain agar besok pagi-pagi sekali segera berangkat dari rumah masing-masing untuk menuju ke bandara, dan kita semuanya bertemu di bandara.!?" "Gimana Icha.??"


   Lalu Icha menjawab....


"Ya udah Dit kalau gitu semuanya udah CLEAR, dan gue juga udah siap. Ya oke kalau gitu besok kita bertemu di bandara ya.!!  Dan salam ke teman- teman yang lain.!!"


   Kemudian Adit berkata....


"Ya udah kalau gitu Icha gue pamit dulu ya.!!  Salam kompak selalu, semangat, dan sampai bertemu besok.


"Assalamualaikum.!!"


"Waalaikumsalam.!!"   Jawab Icha....


    Sementara itu Pak Hartono segera menemui Pak Joko untuk membicarakan tentang keberangkatannya besok untuk mengantar Icha ke bandara.  Jadi Pak Hartono bermaksud untuk meliburkan para pekerja sementara karena kebetulan mereka sibuk dengan hal keberangkatan Icha tersebut.


   Kemudian Hartono berkata kepada Pak Joko....


"Begini mas.!!  Berhubung besok kita akan berangkat mengantar Icha ke bandara, jadi sebaiknya para pekerja kita suruh libur dulu untuk waktu satu hari besok saja.  Jadi untuk hal itu mas saja yang membicarakannya langsung kepada para pekerja.!!" "gimana mas.??"   Tanya Pak Hartono....


   Kemudian Pak Joko menjawab....


"Baiklah kalau begitu dek.!!  Mas akan segera membicarakannya kepada para pekerja, agar besok mereka libur dulu satu hari karena ada kepentingan keluarga.!!"


   Kemudian Pak Joko segera menghampiri para pekerja tersebut dan berbicara kepada mereka semua...


"Begini bapak-bapak.!! Ada yang saya mau bicarakan kepada kalian semua. Saya mendapat amanah dari Pak Hartono agar menyampaikan kepada kalian semua.!!  Berhubung besok Pak Hartono dan segenap keluarga ada acara keluarga yaitu:  mereka semua akan keluar kota untuk mengantarkan anaknya ke bandara yang akan berangkat ke Amerika untuk studi.   Jadi saya disuruh menyampaikan kepada kalian semua bahwa terkait dengan hal itu besok pekerjaan ini di liburkan satu hari saja yakni:  untuk besok saja.  Lalu setelah itu bapak bekerja lagi di sini sebagaimana biasanya.!!"   "Bagaimana Pak.??"   Tanya Pak Joko....


   Kemudian para pekerja tersebut menjawab....


"Baiklah Pak Joko kalau begitu besok kami akan libur dulu.!!"


   Setelah beberapa waktu kemudian tidak terasa hari sudah mulai malam. Setelah keluarga Pak Hartono selesai melaksanakan salat isya, mereka semuanya berkumpul di ruang tengah rumah Pak Hartono.  Tak terkecuali Pak Joko dan ibu Sumarni, mereka juga ikut berkumpul bersama mereka untuk membahas keberangkatan Icha ke bandara besok pagi.


Icha besok akan berangkat jam 06.00 pagi karena bandara yang akan dituju tersebut adalah bandara "JUANDA" Surabaya.  Jaraknya lumayan jauh.  Ada sekitar 3 jam perjalanan ditempuh dengan mobil.


   Kemudian Pak Hartono berbicara kepada semuanya....


"Jadi begini.!!  Terkait dengan keberangkatan Icha besok pagi ke bandara.!!  Jadi saya minta semuanya ikut mengantarkan Icha ke bandara, termasuk mas Joko dan mbak yu Sumarni.  Jadi saya minta kepada mas Joko dan Mbak Yu Sumarni untuk bersedia ikut mengantar Icha, karena bagaimanapun juga Icha adalah keponakan dari mbakyu Sumarni dan mas Joko juga.!!"


Bagaimana mas Joko dan Mbak Yu.??"   Tanya Pak Hartono....


   Kemudian mereka menjawab....


"Baiklah dek.!!  Mbak yu dan mas Joko akan ikut mengantarkan Icha ke bandara besok pagi.  mbak yu seneng loh bisa mengantarkan ponakan tante di bandara.!!  Malah tante akan merasa sedih jika tante tidak di ikutsertakan untuk mengantarkan ponanakan Tante ini.!!  Jadi tante sangat berterima kasih karena telah di ikutsertakan dalam hal ini.!!"


   Ucap Ibu Sumarni sembari melihat kepada Icha....


   Lalu Icha menjawab....


"Terima kasih Tante dan Om.!!  Icha senang deh mendengarnya.!!  Dengan ikutnya tante dan om ke bandara, itu akan menambah semangat lagi bagi Icha, dan itu juga membuat Icha merasa tenang dan senang dengan ikutnya tante dan om.!!  Sekali lagi Icha sangat berterima kasih kepada tante dan om yang telah sudi mau ikut mengantar Icha besok pagi ke bandara.!!"


   Lalu Pak Joko menjawab....


"Iya sama-sama Icha.!!  Om dan tante selalu mendukung Icha.!!  Semangat ya Icha.!!"


"Iya terima kasih Om.!! Jawab Icha....


   Lalu kemudian setelah mereka semua selesai membicarakan hal tersebut, maka semuanya segera bubar untuk segera beristirahat. Karena waktu sudah larut malam dan lagi menjaga stamina mereka agar fit. Karena besok pagi-pagi sekali mereka semua akan berangkat menuju bandara, untuk mengantarkan Icha yang akan berangkat ke Amerika serikat.


   Kemudian keesokan harinya setelah jam menunjukkan pukul 04.00 pagi, mereka semua segera bangun dari tidurnya kemudian mandi dan salat subuh.  Lalu setelah mereka selesai salat subuh, maka mereka semua segera bersiap-siap dan berkemas. Pak Hartono segera mengecek mobilnya sekaligus memanasi mesin mobilnya, karena mobil tersebut akan dibawa pergi agak jauh.  Sedangkan Pak Joko langsung beres-beres ke halaman belakang dengan memberi makan ikan lele terlebih dahulu sebelum berangkat.  Sebenarnya waktu memberi makan lele tersebut bukan jam segitu.  Tapi berhubung Pak Joko akan ikut bersama rombongan yang lain, maka lele-lele tersebut diberi makan terlebih dahulu.  Sedangkan Icha. Ibu Sumiatun. dan ibu Sumarni, berkemas-kemas dan memeriksa sekali lagi perlengkapan-perlengkapan yang  akan dibawa.


   Setelah beberapa saat kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.  Dan mereka pun bersiap-siap untuk segera berangkat menuju ke bandara. Icha, ibu Sumiatun, dan ibu Sumarni, segera memasukkan semua perlengkapan-perlengkapan dan barang-barang milik Icha ke dalam mobil. Dan setelah barang-barang tersebut semuanya masuk dalam mobil, kemudian Ibu Sumiatun segera mengunci semua pintu rumah. Dan setelah itu semuanya masuk dalam mobil kecuali Pak Hartono karena Pak Hartono memegang kunci pintu gerbang halaman depan rumah dan setelah Icha, ibu Sumiatun, dan ibu Sumarni masuk dalam mobil, maka Pak Hartono segera menjalankan mobilnya tersebut keluar dari halaman rumahnya menuju ke jalan, sembari menunggu Pak Joko yang akan menutup pintu gerbang depan rumah Pak Hartono tersebut.


Dan setelah Pak Joko selesai mengunci pintu gerbang depan rumah, kemudian Pak Joko langsung ikut masuk ke dalam mobil, dan duduk di kursi depan mobil tersebut. Sedangkan Icha, dan ibu Sumiatun, beserta ibu Sumarni duduk di kursi bagian belakang mobil.  Kemudian mereka langsung berangkat menuju ke bandara "JUANDA" Surabaya."


Setelah 2 jam perjalanan maka Pak Hartono mengerahkan mobilnya ke sebuah rumah makan. Memang mereka berangkatnya pagi-pagi sekali dari rumah, jadi mereka tidak sempat sarapan.  Kemudian setelah mereka berhenti di rumah makan, lalu semuanya turun dari mobil kemudian mereka semua masuk ke sebuah rumah makan tersebut. Kemudian Pak Hartono segera memesan makanan lalu mereka semua makan di rumah makan tersebut.


Di tengah-tengah mereka lagi asyik makan tiba-tiba HANDPHONE Icha berbunyi kemudian Icha melihat ke HANDPHONE nya siapakah gerangan yang meneleponnya tersebut.  Setelah dilihat oleh Icha ternyata yang menelpon tersebut adalah "Rebecca"teman Icha.  Kemudian Icha mengangkat teleponnya tersebut sambil menyantap makanannya.


"Halo Assalamualaikum.!!" Sapa Icha...


   Kemudian Rebecca menjawab....


"Waalaikumsalam.!!"


   Kemudian Rebecca berkata....


"Eh Icha.!!  lu sekarang udah di mana apa lu udah nyampe ke bandara.??"       Tanya Rebecca....


   Kemudian Icha menjawab....


"Belum nih.!!  Nih gue sekarang lagi  di rumah makan lagi sarapan nih.!! kebetulan tadi pagi gue nggak sempat sarapan. "Nah lu sendiri bagaimana.?"


    Tanya Icha....


   Lalu Rebecca menjawab....


"Wah sama nih.!!  Sekarang gue lagi makan juga nih ama nyokap dan bokap gue.!!  Kok bisa sama ya.!?"


   Kemudian Icha bertanya....


"Eh Rebecca.!!  Gimana ama teman-teman yang lain.!! Apa  mereka udah berangkat juga.?"


   Lalu Rebecca menjawab....


"Iya Icha!!  Tadi udah gue telepon mereka dan mereka semuanya udah berangkat.!! Dan mungkin di antara mereka salah satunya udah ada yang nyampe ke bandara.!!"


"Ya udah.!!  Kalau gitu udah dulu ya sampai ketemu di bandara.!!"


"Oke.!!" Jawab Icha....


"Assalamualaikum.!!"  Pamit Rebecca..


"Waalaikumsalam.!!" Jawab Icha....


   Setelah Icha selesai menerima telepon dari Rebecca, kebetulan Icha juga sudah selesai makan.  Kemudian Icha segera mengajak semuanya untuk segera meneruskan perjalanan menuju ke bandara.


"Baiklah kalau sudah selesai makan sebaiknya kita langsung berangkat lagi Pah.!!  Karena Icha takut ketinggalan pesawat nih.!!"  ucap Icha kepada Pak Hartono....


   Kemudian Pak Hartono menjawab....


"Baiklah kalau begitu sebaiknya kalian semua masuk ke dalam mobil dulu ya.!!  Karena papa akan ke kasir dulu untuk membayar semua makanan ini.!!"


"Baiklah Pah.!!"  Jawab Icha....


    Kemudian mereka semua keluar dari rumah makan tersebut, dan langsung menuju ke mobil.  Sedangkan Pak Hartono langsung ke kasir untuk membayar semua makanan tersebut. Setelah selesai pak Hartono membayar makanannya, maka Pak Hartono langsung keluar dari rumah makan tersebut dan menuju ke mobilnya, lalu semuanya masuk ke dalam mobil kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju ke bandara.


Perjalanan mereka diperkirakan satu jam lagi akan sampai ke tempat tujuan, sedangkan jadwal keberangkatan pesawat yang akan menuju ke Amerika akan berangkat pukul 09.00 lewat 30 menit.  Jadi kalau Icha sampainya ke bandara tersebut tepat pukul 09.00 pagi, maka akan ada jeda setengah jam untuk mereka ngobrol sejenak.  Karena pada waktu mereka makan di rumah makan tadi, jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Sedangkan tiketnya sendiri Icha sudah memesan secara online jauh-jauh hari.  Jadi keberangkatan pesawat itu sendiri sudah terjadwal di tiket yang Icha pesan sebelumnya.


   Setelah beberapa waktu kemudian tempat pukul 09.00 pagi, mereka pun sampai ke bandara "JUANDA" Surabaya.  Kemudian mereka semua menurunkan barang-barang Icha dari mobil. Setelah selesai barang-barang tersebut diturunkan, Pak Hartono segera memarkirkan mobilnya di area parkiran, lalu mereka semua duduk di kursi ruang tunggu di bandara tersebut.


   Setelah beberapa saat kemudian semua teman-teman Ica pun datang satu persatu. mereka adalah Adit, Rebecca, Anggun, Fitriani, dan Melinda.


Mereka juga sama-sama diantar oleh keluarga masing-masing, dengan membawa mobil masing-masing.


Kemudian mereka semua bersalaman dan berkenalan antara orang tua masing-masing  lalu kemudian mereka menjadi dua kelompok. Icha beserta teman-temannya satu kelompok, sedangkan masing-masing orang tua menjadi satu kelompok.  mereka semua ngobrol karena memang waktu keberangkatan mereka masih kurang 30 menit lagi. Jadi kesempatan tersebut digunakan oleh mereka dengan sebaik-baiknya untuk saling menguatkan antara satu dengan yang lain.


   Setelah waktu keberangkatan kurang 20 menit lagi, maka masing-masing orang tua dari siswa tersebut segera memanggil anaknya, termasuk Pak Hartono dan Ibu Sumiatun segera memanggil Icha. Karena sebentar lagi mereka akan berangkat, maka mereka di detik-detik keberangkatannya tersebut digunakan untuk memberi masukan semangat, motivasi, dan lain-lain.  Karena di detik itulah mereka menjadi momen yang terakhir kalinya berkumpul dengan orang tua masing-masing.


  Kemudian ibu Sumiatun berbicara kepada putrinya....


"Icha.!!  Ingat pesan ibu nak ya.!! Icha harus jaga diri baik-baik di sana, jaga kesehatan, dan jangan lupa salat lima waktu.  Icha harus fokus dalam pendidikan, dan Jangan memikirkan kami yang di sini, serta rukun-rukun lah dengan semua teman-temanmu, karena mereka semua seperjuangan denganmu.!!"


"Baik bu.!!"   Jawab Icha....


   Kemudian Pak Hartono menambahi....


"Icha.!!  Papa pesan sama kamu Nak ya.!!  Kamu harus semangat, dan kamu juga harus menatap masa depan.!!  Kejarlah karirmu, dan kejarlah cita-citamu.!!  Kamu harus jadi orang sukses nak.!!  Buatlah kami semua bangga terhadapmu.!!  Karena Icha adalah satu-satunya harapan kami semua, dan hanya Icha penerus kami.!!  Dan satu yang penting jangan kecewakan almarhumah Ibu Farida.!! Buat dia tersenyum di alam sana.!!  Buat dia bangga di alam sana.!!"


  


"Iya pah.!!"  Jawab Icha....


   Kemudian ibu Sumarni juga berpesan...


"Icha tante berpesan sama kamu Icha harus menatap masa depan Icha masih muda kejarlah cita-cita mu nak angkatlah derajat orang tuamu dan jadilah Icha orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Dan ingat Icha, harkat dan martabat orang tua ada di tanganmu.!!"


"Iya Tante.!!"  Jawab Icha....


   Dan tidak lama kemudian.!! Pengumuman persiapan untuk keberangkatan pesawat ke Amerika sudah diumumkan.


Maka Icha segera berpamitan kepada mereka semuanya, dan Icha memeluk mereka satu persatu.  Dimulai dari ibunya, lalu Pak Hartono, kemudian ibu Sumarni, dan Pak Joko,


Begitu pula dengan teman-teman Icha yang lain.  Mereka semuanya berpamitan kepada orang tua masing-masing, dan berpelukan kepada orang tuanya tersebut.


Dan di situlah tangis mereka pecah.!! Mereka tidak kuasa menahan air mata di detik-detik terakhir tersebut. mereka sama-sama merasa akan sangat kehilangan orang yang sangat disayanginya.!!  Pak Hartono yang dikenal sebagai orang yang paling kuat dan tahan menahan air mata... Saat itu tidak dia tidak kuasa menahannya.  Begitu juga dengan Pak Joko... Walaupun dia tidak begitu dekat dengan Icha, tapi saat itu dia juga tidak kuasa menahan air matanya, karena momen di saat itu adalah momen yang sangat amat mengharukan yang terjadi satu kali dalam hidup mereka semuanya.


   Setelah beberapa saat kemudian.!! Icha mulai mundur perlahan dan mulai berjalan perlahan menuju pintu bandara, dengan lambaian tangan dan air mata.  Begitu juga dengan teman-teman Ica yang lain.!! mereka semua berjalan menuju pintu masuk bandara.  Mereka semua tidak henti-hentinya menangis... Seakan mereka semua tidak ingin berpisah.!!


   Setelah mereka masuk ke pintu masuk bandara dan menyerahkan tiket kepada petugas, kemudian mereka langsung berjalan menuju pesawat.  Dan mereka pun mulai naik ke tangga pesawat dan disaksikan langsung oleh para orang tua siswa tersebut, termasuk Pak Hartono dan yang lainnya.  Mereka semua menyaksikan anak-anak mereka mulai naik ke tangga pesawat dengan uraian air mata dan lambaian tangan. begitupun Icha.!!  Dia mulai naik ke tangga pesawat dan sesekali menoleh kepada ibu Sumiatun dan yang lainnya sembari melambaikan tangan dan deraian air mata.  Mereka semuanya masih diselimuti dengan rasa kesedihan yang mendalam.!! Dan sampai akhirnya Icha dan teman-temannya sampai di pintu pesawat mereka melambaikan tangan untuk yang terakhir kalinya, dan terus memandangi orang tuanya yang menyaksikan mereka di bandara juga dengan lambaian tangan dan deraian air mata.


   Setelah beberapa saat kemudian pintu pesawat itu pun mulai tertutup, dan mesin pesawat pun mulai dihidupkan oleh sang pilot.  Dan selanjutnya pesawat itu pun mulai berjalan perlahan dan perlahan, kemudian mulai cepat dan terus cepat, dan sampai akhirnya pesawat pun mulai menaikkan moncongnya ke atas.


   Ibu Sumiatun dan yang lainnya menyaksikan keberangkatan pesawat itu pun, tidak henti-hentinya terus melambaikan tangannya.  Terus dan terus dan sampai akhirnya pesawat itu pun menghilang dari pandangan mereka semua.


   Setelah pesawat itu menghilang dari pandangan mereka, lalu kemudian satu persatu dari keluarga teman-teman Icha mulai berpamitan kepada Pak Hartono dan yang lainnya, dan sampai akhirnya tidak tersisa sama sekali dari para orang tua teman-teman Icha tersebut.


Tetapi tidak dengan ibu Sumiatun.!! Beliau tetap pada posisinya di pagar bandara, dan terus menetap ke awan dengan tatapan kosong seakan beliau masih menyaksikan Icha di dalam pesawat tersebut.  Dan beliau pun tidak bergeming dari tempatnya sama sekali.  Ibu Sumiatun masih merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi saat itu.


Maklum saja" kalau orang tua yang lain dari teman-teman Icha, semuanya tidak seperti ibu Sumiatun. Mereka ada yang memiliki dua anak, ada yang memiliki tiga anak, dan seterusnya. Jadi mereka walaupun ditinggal oleh anak yang satu, tetapi mereka masih ada anak yang lain yang bisa menghiburnya.  Tapi tidak dengan ibu Sumiatun.!!  Ibu Sumiatun hanya memiliki Icha seorang, jadi pantas kalau beliau sangat terpukul dengan kepergian Icha tersebut. Apalagi perpisahan mereka bukan waktu yang sebentar.!!  Jadi hal itulah yang membuat ibu Sumiatun merasa sangat kehilangan.  Dalam benaknya dia ingat betul, mulai dia mengandung Icha, sampai melahirkan, dan sampai Icha menjadi anak-anak, dan bahkan sampai sekarang, itu ia betul karena beliau adalah ibu kandungnya.  Dan perasaan itu sekarang tergambar semua dalam benaknya, sehingga membuat ibu Sumiatun merasa sangat kehilangan Putri tercinta dan semata wayangnya tersebut.


   Kemudian Pak Hartono menghampiri istrinya tersebut untuk mengajaknya pulang....


"Buu... Ayo sebaiknya kita pulang.!!


Tidak baik berdiri disini lama-lama loh.!!  Nanti nggak enak dilihat orang. Sudahlah.!!  Jangan bersedih terus-menerus itu nggak baik.!!  Lagi pula Icha pergi bukan untuk apa, tapi Icha pergi meneruskan studinya Bu.!! Sudahlah sebaiknya ibu mendoakan Icha agar Icha selamat di sana, selalu sehat, dan semoga tercapai cita-citanya.!!  Dan ingat Bu, Ibu itu adalah ibu kandung Icha lo.!! Sebaiknya ibu mendoakannya semoga Icha tidak ada apa-apa dan selamat sampai tujuan.!!"


   Pak Hartono yang membujuk istrinya tersebut rupanya tidak berhasil, karena ibu Sumiatun tetap tidak bergeming dari tempatnya. Beliau tetap berdiri dan memandang kosong ke awan dengan diam seribu basah dan dengan mata yang berkaca-kaca.


Kemudian Pak Hartono memberi isyarat kepada Ibu Sumarni untuk membujuknya, dengan harapan" dengan dibujuk saudaranya tersebut.!!  Istrinya tersebut mau menerima bujukannya dan akan segera pulang.


   Kemudian ibu Sumarni setelah mengetahui isyarat dari Pak Hartono, maka segera menghampiri saudaranya tersebut dan membujuknya.


   Ibu Sumarni berkata kepada ibu Sumiatun....


"Dek.... dengarkan kakak.!!  Adek ingat dulu sewaktu Icha masih kecil dan sewaktu kalian berdua diceraikan oleh Suseno suamimu.!?  Bagaimana perasaan waktu itu, dan apakah ada kesedihan dari suatu permasalahan melebihi dari masalah tersebut.!? Kakak rasa tidak ada.!!  Karena waktu itu jangankan adek, kakak yang merasakan kesedihan sewaktu diceraikan oleh suamimu, juga merasa nggak kuat.  Adek sendiri dalam keadaan kesusahan yang sangat luar biasa, dan dengan tanggung jawab penuh di pundak adek untuk menghidupi anak adek yaitu Icha.!!  Tapi apa yang terjadi dan apa yang adek lihat "Allah" berkehendak, dan "Allah" menakdirkan lain. sekarang Icha dan adek dalam segi kesulitan tersebut sudah terhapuskan dengan memiliki keluarga baru.!!  Tapi kenapa sekarang kakak lihat kesedihan dari adek tersebut seakan-akan melebihi masalah yang dulu itu.!!  Ingat dek, adek adalah ibu kandung dari Icha, dan Icha sendiri sekarang bertaruh dengan nasib.  Dia mengejar cita-citanya, dia menggenggam seribu harapan untuk membahagiakan orang tuanya, yaitu adek.!!  Dan dia juga menggenggam harapan untuk mengangkat harkat dan martabat orang tuanya. yaitu juga adek.!! pantaskah seorang ibu meratapi atau berlarut dalam kesedihan, sementara sang anak bertaruh dengan nasib.!? Ingat dek.!!  Yang dibutuhkan oleh Icha sekarang adalah doa dari ibu, yaitu adek.!!  Kakak rasa adek tidak pantas bersikap seperti ini.  Maka dari itu kakak mohon, sebaiknya adek segera pulang bersama kami semua, dan kemudian kita salat dan berdoa. Itulah jalan yang paling terbaik.!! Sekali lagi ayo kita pulang dek.!!"