Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 08



Setelah pak Joko dan Ibu Sumarni dipanggil, maka segera mereka menghadap pak Hartono. lalu mereka semuanya kumpul di ruang tamu rumah untuk membahas perihal acara mereka ke kantor KUA.


Mereka berdua bertanya-tanya dalam hati mereka, ada apakah gerangan kok di panggilnya secara bersamaan.


Sejenak mereka berdua saling pandang dengan perasaan waswas dan khawatir, takut-takut salah satu dari mereka ada yang berbuat salah


Terkait dengan pekerjaan mereka. Apalagi mereka masih baru bekerja di rumah tersebut, tentu saja dengan dipanggilnya mereka berdua secara bersamaan dan berkumpul dengan mereka semua itu, membuat Pak Joko dan ibu Sumarni menjadi cemas.


Kemudian ibu Sumarni bertanya kepada Pak Hartono tentang maksud pemanggilan dirinya dan suaminya tersebut....


"Ada apa Pak.? Bapak memanggil kami berdua.!? Apakah ada masalah terkait dengan pekerjaan kami berdua di rumah bapak, dan apakah kami berbuat salah dalam masalah pekerjaan kami, atau bagaimana Pak.!? Karna terus terang kami berdua merasa khawatir Pak.!! Dan kalau memang itu benar, maka kami berdua minta maaf kepada Pak Hartono yang sebesar-besarnya. dan kami tidak akan mengulangi kesalahan kami lagi, dan kami berjanji akan memperbaiki pekerjaan kami.!?"


Pak Hartono beserta ibu Sumiatun dan Icha mendengar ucapan dari ibu Sumarni tersebut, langsung tersenyum.


Kemudian Pak Hartono berkata kepada keduanya....


"Begini bu, dan pak Joko.!! Kalian jangan suudzon dulu, dan jangan mempunyai pikiran yang aneh-aneh terhadap kami.!! Maksud kami bukan begitu.!! Lagian ibu Sumarni dan pak Joko tidak mempunyai salah kok dengan kami.!! Lagi pula ibu Sumarni dan pak Joko dari awal sudah di kasih tahu, bahwa kami tidak menganggap ibu Sumarni dan pak Joko sebagai seorang pembantu, apalagi menganggap orang lain di rumah ini, karena memang kenyataannya begitu.!! Ibu Sumarni kan memang saudaranya ibu Sumiatun.!! Sedangkan ibu Sumiatun calon istri dari saya sendiri.!! Jadi mana mungkin lah saya secara pribadi tidak menghargai kalian berdua.!! Kan gak masuk akal.!?"


Mendengar ucapan Pak Hartono tersebut, ibu Sumarni dan Pak Joko merasa lega, karena semua kekhawatiran mereka tersebut adalah salah. Dan mereka sekarang menjadi lebih tenang dan tidak cemas lagi.


Kemudian Pak Joko bertanya kepada Pak Hartono....


"Kalau begitu ada apa Pak, bapak manggil kami berdua ke sini.?"


Lalu Hartono berkata....


"Jadi begini pak Joko dan Ibu Sumarni.!! Maksud kami memanggil kalian berdua tidak lain untuk membahas acara kami, yaitu pelaksanaan akad nikah antara saya dan Ibu Sumiatun di kantor KUA. Yang mana beberapa hari yang lalu kami telah mendaftar ke kantor tersebut, dan kebetulan kami diberi tenggang waktu 1 minggu, yaitu: hari senin sekarang untuk pelaksanaan akad nikah tersebut. Maka dari itu, untuk melengkapi persyaratan acara tersebut, maka kami berinisiatif untuk mengajak kalian berdua, sekaligus menjadi saksi pernikahan saya dan Ibu Sumiatun nanti di kantor KUA.!! Bagaimana.!! Apakah Bapak dan Ibu Sumarni mau untuk menjadi saksi pernikahan kami di kantor KUA...??"


Lalu mereka menjawab....


"Baiklah pak, kami bersedia untuk menjadi saksi pernikahan Bapak dan Ibu di kantor KUA...!!"


Lalu pak Hartono berkata....


"Baiklah... Kalau begitu kalian segera mandi dan ganti baju, lalu kita segera berangkat ke kantor KUA...!!"


Lalu mereka bubar dan segera mandi dan ganti baju, lalu bersiap-siap untuk segera berangkat.


Kemudian setelah mereka selesai mandi dan ganti baju, lalu mereka kumpul dan kemudian segera keluar rumah untuk segera berangkat. Dan tidak lupa Ibu Sumiatun mengunci pintu rumah, sedangkan pak Hartono menuju ke garasi mobil, lalu mengeluarkan mobil dari garasi tersebut, dan kemudian mereka semua masuk ke dalam mobil lalu mereka berangkat ke kantor KUA.


Pak Joko duduk di kursi depan mobil sejajar dengan Pak Hartono yang mengemudi mobil tersebut, sedangkan ibu Sumiatun dengan ibu Sumarni dan Icha, duduk di kursi belakang mobil.


Selama mereka dalam perjalanan, mereka ngobrol di dalam mobil membicarakan tentang hal pernikahan Pak Hartono dan ibu Sumiatun.


Lalu ibu Sumarni berkata kepada ibu Sumiatun....


"Selamat ya dek.!! Sebentar lagi adek akan resmi menjadi istri dari Pak Hartono. kakak hanya berharap semoga kalian menjadi keluarga yang "sakinah" "mawadah" "warohmah." Dan pesan kakak rukun-rukunlah selalu dengan keluarga barumu nanti.


Kemudian ibu Sumiatun menjawab....


"Amin...!! Terima kasih ya kak atas doanya.!!"


Kemudian ibu sumiatun juga berpesan kepada Icha....


"Icha.!! Tante juga berpesan kepada Icha.!! Sebentar lagi Icha sudah mempunyai keluarga baru. jadi lebih semangat lagi ya Nak.!! Harapan tante semoga hal ini bisa memotivasi Icha untuk lebih semangat lagi dalam mengejar karir dan cita-cita terutama dalam hal pendidikan. dan satu lagi doa dari Tante semoga Icha kelak menjadi orang yang sukses,dan bisa membanggakan orang tua. sekaligus bisa mengangkat derajat dan martabat orang tua.!!"


Icha yang mendengar doa dari tantenya tersebut langsung berucap....


"Amin.!!"


Kemudian Icha dan Ibu jumiatun langsung memeluk Ibu Sumarni sembari Icha mengucapkan....


"Terima kasih ya Tante atas doanya.!!"


Kemudian dipercepat nih menjawab....


"Iya sama-sama sayang.!!"


Setelah beberapa saat kemudian, mereka sampai ke kantor KUA tersebut. Lalu kemudian mereka segera turun dari mobil dan langsung masuk ke pintu kantor KUA tersebut.


Sesampainya di pintu kantor tersebut, seperti biasa mereka ditanya oleh satpam kantor tersebut tentang apa maksud kedatangan mereka itu.


Lalu satpam itu berkata....


"Selamat pagi pak...apa ada yang bisa kami bantu.!!"


Lalu pak Hartono menjawab....


"Oh iya pak kebetulan hari ini adalah jadwal pernikahan saya. Yang mana jadwal tersebut diberikan kepada kami satu minggu yang lalu. Dan tepat hari ini adalah hari jadwal yang diberikan pihak. kantor kepada kami.!!"


Jawab pak Hartono, sembari memperlihatkan surat jadwal yang diberikan pihak kantor tempo hari yang lalu, kepada satpam tersebut....


Kemudian satpam tersebut memeriksa surat jadwal yang dibawa pak Hartono tersebut, lalu kemudian satpam itu berkata....


"Oh ya pak kalau begitu silakan Bapak ambil antrian dulu, dan setelah itu menunggu panggilan pak ya.!!"


Lalu pak Hartono menjawab....


"Oh ya baik pak.!!"


Kemudian pak Hartono mengambil nomor antrian. Dan nomor antrian tersebut adalah antrian nomor 10. Kemudian pak Hartono,, Ibu Sumiatun,, Icha,, pak Joko,, dan Ibu Sumarni duduk di kursi ruang tunggu, sembari menunggu panggilan.


Setelah beberapa waktu mereka menunggu, lalu kemudian tibalah panggilan nomor antrian 10. Yaitu nomor antrian yang dipegang oleh pak Hartono.


Lalu mereka berlima masuk ke ruangan penghulu. Lalu pak Hartono mengucap salam kepada petugas yang ada di dalam ruangan tersebut...


"Assalamu'alaikum.!!"


Lalu petugas di ruangan itu menjawab....


"Waalaikumsalam.!!"


Lalu petugas di ruangan tersebut berkata....


"Silakan masuk Bapak,, Ibu,, dan silakan duduk..!!"


Lalu lalu mereka berlima duduk di kursi yang mengelilingi meja panjang di ruangan tersebut.


Di ruangan tersebut selain dari keluarga pak Hartono". Juga ada 4 orang yang terdiri dari seorang penghulu,, bersama pak Mudin,, dan dua orang staf.


Kemudian pak penghulu membuka map yang berisi surat-surat persyaratan dari pak Hartono, dan membacanya.


Kemudian pak penghulu bertanya kepada pak Hartono....


"Betul Bapak bernama Bapak Hartono bin Sulaiman.??" Tanya pak penghulu....


"Iya betul pak.!!". Jawab pak Hartono....


Kemudian pak penghulu bertanya kepada Ibu Sumiatun....


"Betul Ibu bernama Ibu Sumiatun binti Subagyo.??"


Lalu Ibu Sumiatun menjawab....


"Iya betul pak.!!"


Kemudian pak penghulu berkata....


"Baik saya bacakan surat keterangan atau profil kalian berdua.... Calon mempelai laki-laki bernama Bapak Hartono bin almarhum Sulaiman kelahiran 5 Oktober 1947. Seorang pensiunan TNI, dan status duda:. cerai mati.!!".


"Sedangkan calon mempelai wanita bernama Ibu Sumiatun binti almarhum Subagyo kelahiran 17 Februari 1952. Seorang ibu rumah tangga status janda: cerai hidup.!!"


Apakah betul data yang saya baca tadi Bapak,, ,,Ibu.?". Tanya pak Bengkulu....


Kemudian pak Hartono dan Ibu Sumiatun menjawab....


"Iya betul pak.!!"


Lalu pak penghulu meneruskan membaca data tersebut....


"Baik... wali nikah dari mempelai wanita tidak ada dan diwakilkan kepada hakim. Dan mas kawin berupa seperangkat alat sholat. "Apakah betul itu Bu.?". Tanya pak penghulu kepada Ibu Sumiatun....


Lalu Ibu Sumiatun menjawab....


"Iya betul pak.!!"


Lalu pak penghulu bertanya kepada bapak Hartono....


"Bagaimana pak Hartono, apakah Bapak menyanggupi mas kawin tersebut, dan apakah Bapak membawa saksi dalam pernikahan Bapak ini.?"


Kemudian pak Hartono menjawab....


"Iya pak saya sanggup membayar mas kawin tersebut, dan saya sudah membawa saksi dari rumah pak. Ini dua orang saksi beserta Anak saya pak ikut bersama kami sekarang.!!"


Lalu pak penghulu berkata....


"Baiklah kalau begitu karena persyaratan sudah lengkap dan saksi sudah ada maka kita langsung mulai saja akad nikah ini.!!"


Kemudian pak penghulu memegang tangan pak Hartono sembari mengucap....


"Wahai Hartono bin almarhum Sulaiman... Saya merupakan wali hakim dalam hal ini, kuasa penuh untuk menikahkan engkau dan mengawinkan engkau dengan seorang wanita bernama Sumiatun binti almarhum Subagyo, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai....!!" Kemudian pak Hartono menjawab....


"Saya terima kawin dan nikahnya Sumiatun binti Subagyo, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai.!!"


Lalu pak penghulu menoleh kepada saksi dan bertanya...


"Bagaimana saksi...syah....?"


Kemudian saksi menjawab....


"Syah...!!"


Kemudian pak penghulu menyuruh pak Mudin untuk berdoa.


Lalu pak Mudin pun berdoa.


Dan mereka pun sejak saat itu sudah resmi menjadi suami istri.


Lalu setelah itu mereka semua tanda tangan termasuk saksi-saksi,, mempelai berdua,, dan pak penghulu sendiri.


Lalu pak penghulu memberikan dua buah buku nikah. Satu untuk suami, dan satu untuk istri. Lalu buku nikah tersebut dipegang dan diangkat sembari diabadikan lewat foto oleh Icha sang anak.


Setelah prosesi akan nikah selesai, maka mereka dipersilahkan pulang oleh petugas KUA. Karena setelah mereka masih ada yang mengantri untuk melaksanakan akad nikah juga.


Lalu pak Hartono dan yang lainnya segera berpamitan kepada pak penghulu dan yang lainnya.


Pak Hartono berkata kepada pak penghulu....


"Baik karena prosesi akad nikah sudah selesai, maka kami pamit pulang pak.!"


Lalu pak penghulu berkata..


"Oh iya pak... hati-hati pak ya.!"


Lalu pak Hartono mengucap salam...


"Assalamu'alaikum.!!"


Kemudian pak penghulu menjawab...


"Waalaikumsalam.!!"


Kemudian pak Hartono dan yang lainnya keluar dari ruangan tersebut, dan segera menuju ke mobil dan segera mereka pulang ke rumah.


Selang beberapa saat kemudian mereka pun tiba di rumah, lalu Ibu Sumiatun,, Ibu Sumarni,, Pak Joko,, dan Icha segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah. Sedangkan pak Hartono memasukkan mobil ke dalam garasi.


Kemudian setelah itu Pak Hartono menyuruh mereka semua untuk segera kumpul di ruang tamu.


Pak Hartono berkata...


"Baik semuanya saya mohon untuk kumpul di ruang tamu dulu, karena ada yang saya mau bicarakan kepada kalian semua.


Lalu ibu Sumarni membuatkan kopi untuk mereka semua dan menyiapkan makanan kecil, lalu ditaruh di meja ruang tamu tersebut.


Lalu Pak Hartono berkata kepada mereka semua....


"Begini ini kan kami sudah resmi menjadi suami istri, jadi status saya pribadi sudah menjadi keluarga kalian semua. Jadi saya minta kepada Ibu Sumarni dan Pak Joko jangan memanggil saya lagi dengan sebutan bapak, karena saya sudah menjadi suami dari Ibunya Icha. Jadi alangkah baiknya kalian memanggil saya adik, sebagaimana kalian memanggil istri saya adik juga. Jadi saya akan memanggil kalian Mbak yu dan mas...!! bagaimana kalian setuju.?"


"Baiklah kalau begitu Pak...!! eh..!! Adik...!!" sembari semuanya tertawa.


Lalu Icha juga berbicara....


"Wah... Kayaknya nggak adil nih kalau cuma Om Joko dan tante Sumarni disuruh manggil bapak.!!"


Lalu Pak Hartono bertanya kepada Icha....


"Maksudmu apa Icha.?"


Lalu Icha menjawab....


"Ya iyalah... Bagaimana mau adil kalau Om aja dan Tante disuruh manggil adik, dan bapak memanggil mereka dengan sebutan mbak yu dan mas. kalau begitu Ibu harus manggil mas juga dong kepada bapak....!! ya kan...!! adil kan.!!".


Lalu semuanya tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Icha, dengan nada manja tersebut.


Lalu Ibu Sumiatun berkata....


"Iya deh...!! iya deh....!! Saya akan memanggil Pak Hartono...!! eh....!! mas Hartono.!!"


Lalu kembali semuanya tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ibu Sumiatun tersebut.


Kemudian Pak Hartono berkata kepada Icha....


"Loh... Kalau begitu kamu harus berubah juga dong manggilnya ke saya.!!"


Lalu Icha bertanya....


"Jadi Icha harus manggil apa dong kalau gitu.?"


Halo Pak Hartono menjawab....


"Loh... Iya dong..!! kan kemarin Icha memanggil bapak ke saya.!!


Jadi sekarang ya harus panggil papa..!! iya kan...!! kan anak saya cuma Icha saja, nggak ada yang lain.!!"


"Oke siapa takut...!! Ica akan langsung panggil papa. dan Icha akan panggil Ibu saya dengan sebutan mama...!! Bagaimana Dil...?"


Lalu mereka semua menjawab....


"Dil........!!"


Lalu kembali mereka semua tertawa gembira.


Kemudian setelah itu mereka semua bubar.Pak Joko langsung pergi ke halaman belakang, sedangkan ibu Sumarni langsung memasak untuk sarapan siang mereka. dengan ditemani dan dibantu oleh ibu Sumiatun dan Icha. Sedangkan Pak Hartono bersama sama dengan Pak Joko ke belakang rumah, untuk melanjutkan renovasi kolam ikan lele miliknya.


Pak Hartono sebelumnya memiliki tiga petak kolam ikan lele. Dan itu pun bukan permanen, tetapi kolam tersebut dibuat semi permanen, dengan menggunakan terpal plastik.


Tapi sekarang Pak Hartono berencana akan membuat kolam tersebut menjadi kolam permanen, dan menambah kolam tersebut akan dijadikan 10 petak kolam ikan lele.


Dan itu mengharuskan kolam yang sebelumnya tiga petak tersebut, harus dibongkar total dan pengerjaannya pun harus memanggil tukang.


Maka dari itu Pak Hartono membicarakannya kepada Pak Joko, tentang apa dan bagaimana untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.


Lalu Pak Hartono berbicara kepada Pak Joko....


"Ini bagaimana mas tentang pengerjaannya sendiri, karena saya maunya pekerjaan ini secepatnya selesai agar segera bisa ditempati. Dan lagi bagian pengepul-pengepul ikan lele saya tidak terlalu lama kekurangan stok ikan lele.!?"


Kemudian Pak Joko menjawab....


"Jadi begini dek, kalau dik Hartono menginginkan pekerjaan ini cepat selesai, jadi mau nggak mau kita harus menempatkan tenaga yang cukup untuk mengerjakan kolam ini.!!"


Lalu pak Hartono bertanya....


"Ya nggak apa-apa mas...!! jadi kita harus mendatangkan tukang berapa orang untuk mengerjakan ini semua mas.?"


Kemudian Pak Hartono menjawab....


"Kalau menurut saya, kita harus mendatangkan lima orang tukang, dan 5 orang pembantu tukang, untuk mengerjakan kolam ini.!!"


Lalu Pak Hartono bertanya....


"Lalu kira-kira berapa hari selesainya ini mas, kalau kita mendatangkan tenaga segitu.?"


Kemudian Pak Joko berkata....


"Kalau menurut saya ini dek, sekitar dua minggu insya Allah semuanya rampung dek, dan segera bisa ditempati.!!"


"Baiklah kalau begitu mas. Masalah ini saya akan pasrahkan semuanya kepada mas Joko saja tentang perekrutan tenaga kerjanya dan pengawasannya. Kalau masalah biaya, mas tinggal membicarakan kepada saya saja...! "Bagaimana mas.?". Tanya Pak Hartono kepada Pak Joko....


Kemudian Pak Joko menjawab....


"Baiklah kalau gitu mas, kebetulan saya banyak kenalan dan tetangga di kampung sebelah. Kalau cuma mencari tenaga segitu insya Allah saya bisa.!!"


Lalu Pak Hartono berkata....


"Baiklah mas, kalau begitu besok mas segera berangkat untuk mencari atau merekrut tenaga kerja tersebut. Dan ini uang sekedar untuk biaya perekrutan tenaga kerja tersebut, dan keperluan lain-lain. dan kalau ada kekurangan masalah biaya, mas segera membicarakan nya kepada saya.... ya mas...!!"


Kemudian Pak Joko berkata....


"Baiklah dek kalau begitu, besok saya akan segera berangkat untuk merekrut tenaga kerja tersebut. Dan untuk sekarang saya masih akan membenahi dan membongkar terpal-terpal bekas kolam ini dulu, agar besok akan segera bisa dilaksanakan pengerjaannya...!!"


"Oh ya mas silakan.!!" Ucap pak Hartono.


Beberapa saat kemudian tiba-tiba Icha memanggil mereka berdua....


"Papa... !!Om...!! sebaiknya kita sarapan dulu, ini sarapannya sudah siap loh...nanti keburu dingin...!!"


Sebentar kemudian mereka semuanya berkumpul di ruang makan, dan mereka pun makan siang bersama. Tak terkecuali Ibu Sumarni dan Pak Joko. Karena Pak Hartono tidak menganggap mereka pembantu, melainkan mereka menganggap satu keluarga. Karena memang mereka betul-betul masih keluarga dengan istrinya, "sumiatun"


Dan mereka pun makan bersama sambil ngobrol satu sama yang lain dengan begitu akrabnya. Dengan nuansa dan suasana yang begitu hangat dan kental dengan rasa kekeluargaan, dan kebersamaan.


Dan tak lupa Pak Hartono dan Pak Joko membicarakan masalah tadi yang dimusyawarahkan mereka berdua di halaman belakang, tentang renovasi kolam ikan lele kepada ibu Sumiatun,, Icha,, dan ibu Sumarni.


Dan rencana itu pun dapat persetujuan dari mereka, dan mereka senang mendengarnya. Lagian Pak Hartono tidak menganggap Pak Joko dan ibu Sumarni sebagai pembantu, tapi mereka menghormati nya dan memperlakukannya sebagai keluarga sendiri.


Kemudian setelah mereka selesai makan lalu Pak Hartono berbicara kepada Pak Joko....


"E..... Mas Joko...!! bagaimana kalau mas Joko merekrut para pekerja tersebut berangkatnya hari ini saja. Karena kalau mas Joko berangkat besok, kan tidak serta-merta mereka akan bekerja besok juga. Jadi kalau mas Joko berangkatnya sekarang, maka besok mereka sudah bisa mulai kerja di sini mas...!! Bagaimana mas...??"


Mendengar ucapan Pak Hartono tadi, maka Pak Joko menjawab....


"Oh...iya betul juga ya... Baiklah dek, kalau begitu saya akan segera mandi dan ganti baju, lalu akan berangkat untuk merekrut para pekerja.


Agar besok para pekerja tersebut bisa langsung mengerjakan pekerjaannya. Dan lagian agar bisa cepat selesai dan akan segera bisa ditempati kolam lelenya.!!"


Lalu kemudian Pak Joko segera mandi dan ganti baju, lalu langsung berangkat ke kampung sebelah tempat ia tinggal sebelumnya. Dan segera mencari dan merekrut para pekerja yang akan bekerja di rumah Pak Hartono, dalam pembuatan kolam ikan lele tersebut, dengan naik sepeda motor miliknya.


Setelah hari sudah beranjak sore Pak Joko sudah selesai mencari dan merekrut para pekerja,dan Pak Joko mendapatkannya.


Lalu Pak Joko mampir ke rumah anak dan menantunya di desa tersebut. Sembari menggendong cucunya, pak Joko menceritakan semuanya kepada anak dan menantunya. Dan mereka mendengar penuturan dari Pak Joko tersebut mereka merasa senang. Karena sekarang ayahnya tersebut sudah memiliki pekerjaan di rumah Pak Hartono.


Setelah beberapa saat kemudian, Pak Joko segera pamit kepada anak dan menantunya, untuk kembali ke rumah Pak Hartono. Karna akan segera mengabarkan hasil perekrutan para pekerja yang disuruh Pak Hartono terhadapnya.


Lalu sesampainya Pak Joko di rumah Pak Hartono maka kabar tersebut langsung diberitahukannya kepada Pak Hartono


Pak Hartono bertanya kepada Pak Joko....


"Bagaimana mas...!! mas sudah dapat merekrut para pekerja tersebut.?"


Kemudian Pak Joko menjawab....


"Iya..."Alhamdulillah" dapat dek...!! saya sudah merekrut semua para pekerja, dan saya menyuruh mereka semua besok agar langsung bekerja di sini, untuk memulai pembuatan kolam lelenya.!!"


Lalu Pak Hartono berkata....


"Oh iya... "Alhamdulillah" terima kasih mas.!!


"Iya sama-sama dek....!!ucap Pak Joko.


Kemudian Pak Joko berkata....


"Oh iya...!! Karena ini hari sudah sore, maka kami pamit pulang dulu ya dek.!!"


Lalu Pak Hartono menjawab....


"Oh iya mas hati-hati.... Dan jangan lupa besok mas mengatur para pekerja tersebut ya mas..!!"


"Oh iya baik dek...!!". Jawab Pak Joko...


Kemudian Pak Joko dan ibu Sumarni segera pulang ke rumah ibu Sumiatun yang dulu.


Lalu keesokan harinya, Pak Joko dan ibu Sumarni berangkat pagi-pagi ke rumah Pak Hartono. Karena mereka akan segera menyambut kedatangan para pekerja yang kemarin direkrut...


Dan betul saja tepat pukul 07.00 pagi mereka semuanya datang ke rumah Pak Hartono. Dan mereka pun disebut oleh pak Hartono dan Pak Joko, lalu kemudian mereka segera dibawa ke halaman belakang rumah sembari Pak Hartono menunjukkan batas-batas pembuatan kolam yang akan digali.


Setelah beberapa saat kemudian ibu Sumarni" ibu sumiatun"dan Icha" membawakan sarapan ke halaman belakang tersebut, untuk para pekerja yang akan memulai kerja hari itu. Lalu kemudian Pak Hartono dan Pak Joko mempersilahkan para pekerja tersebut untuk sarapan pagi dulu sebelum mereka mengerjakan pekerjaannya.


Pak Hartono berkata kepada mereka semua....


"Baik bapak-bapak semua, sebaiknya sarapan dulu karena sarapannya sudah siap nih..!!"


Kemudian mereka semua berkumpul bersama dan makan sebelum mereka mulai bekerja.


Sedangkan Pak Hartono dan Pak Joko, membicarakan tentang kebutuhan-kebutuhan material apa saja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tersebut.


Lalu Pak Hartono berbicara kepada Pak Joko....


"Jadi kita harus belanja apa saja ini mas, untuk kebutuhan yang akan dikerjakan hari ini.?"


Lalu Pak Joko menjawab....


"Oh iya... sebaiknya kita segera membeli bahan-bahan material dek, seperti pasir" kapur" semen" batu bata" dan lain-lain.!!"


Kemudian Pak Hartono berkata....


"Baiklah kalau begitu, saya rasa mas Joko saja yang belanja ke toko bangunan untuk membeli bahan-bahan yang disebutkan tadi. Sedangkan saya menemani para pekerja di sini mas, takutnya ada yang perlu ditanyakan oleh para tukang-tukang yang akan melakukan penggalian pondasi.!!"


Kemudian Pak Joko menjawab....


"Baiklah kalau gitu dek...!! Saya akan belanja bahan material ke toko bangunan dulu.!!"


Lalu kemudian Pak Hartono memberikan uang kepada Pak Joko, untuk keperluan pembelian bahan material yang akan dibelinya ke toko bangunan.


Dan Pak Joko segera berangkat naik sepeda motor ke toko bangunan tersebut. Dan kebetulan toko bangunan tersebut tidak begitu jauh dari tempat tinggal Pak Hartono.


Setelah para pekerja tersebut selesai sarapan pagi, maka mereka semua memulai pekerjaannya dengan menggali pondasi kolam yang sudah diukur batas-batas dari penggalian pondasi tersebut.


Dan beberapa saat kemudian, bahan-bahan material yang dibeli oleh Pak Joko ke toko bangunan rupanya sudah datang. Termasuk pasir" semen" kapur" dan batu bata. Semuanya itu diangkut oleh mobil "PICK UP" milik toko tersebut, dan Pak Joko ikut mengiringi pengiriman barang tersebut ke rumah Pak Hartono.


Kemudian kalau masalah pacul dan sekrup, Pak Hartono kebetulan memiliki nya sendiri. Jadi tidak usah membeli lagi ke toko bangunan.


Setelah bahan bangunan tersebut diturunkan dari mobil, maka sebagian dari pekerja tersebut ada yang mengolah pasir, semen, dan kapur tersebut untuk memulai pemasangan pondasi kolam.


Setelah penggalian selesai, maka pemasangan batu bata pun untuk pembuatan pondasi kolam tersebut di laksanakan oleh para pekerja tersebut. Dan pekerjaan pun berlanjut seterusnya.


Setelah 2 minggu kolam tersebut dikerjakan, maka kolam tersebut sudah rampung atau selesai pengerjaannya. Dan itu sesuai dengan prediksi Pak Joko terhadap Pak Hartono, yang mana Pak Joko memprediksikan pengerjaan kolam tersebut akan selesai sekitar 2 minggu dengan tenaga kerja sebanyak itu.


Dan Pak Hartono pun puas dengan hasil kerja yang dikerjakan oleh para tukang-tukang tersebut. Karena memang hasilnya sangat bagus, dan sesuai dengan kemauan Pak Hartono.


Dan sebelum para pekerja itu pamit pulang maka Pak Hartono segera memberikan upah-upah mereka sembari berkata....


"Saya berterima kasih banyak ya bapak-bapak....atas pekerjaan kalian. Dan ini upah bapak-bapak semua. Sekali lagi saya sangat berterima kasih..!!"


Kemudian para pekerja tersebut berkata....


"Iya sama-sama Pak. Semoga kolam bapak membawa berkah, dan hasilnya berlimpah, dan sukses selalu...!!"


Mendengar kata-kata doa dari para pekerja tersebut lalu Pak Hartono berucap....


"Amin.....!!"


Lalu kemudian para pekerja tersebut segera pamit kepada Pak Hartono dan Pak Joko.