Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 18



   Setelah Adit berada di atas.... Kemudian Adit langsung duduk di kursi santai di sebelah kolam, sembari meminum kopi dengan handuk di tubuhnya. memang sewaktu mereka menyapa tadi, Adit tidak begitu memperhatikan mereka, tapi memang waktu itu merekalah yang memperhatikan Adit, karena Adit sibuk dengan berenang. Jadi Adit setelah disapa oleh mereka, Adit tadi tidak melihat ke mereka, melainkan Adit langsung naik ke permukaan dan duduk di kursi sebelah kolam tersebut.


   kemudian teman-teman Icha yang lain langsung masuk ke dalam kolam dan berenang, tapi tidak dengan Icha. Icha masih tertegun dan masih tidak percaya dengan orang yang selama ini akrab dengannya dan Icha menganggap biasa-biasa saja, ternyata orang tersebut adalah orang yang sangat mencuri perhatian Icha saat itu.


   Beberapa saat kemudian... Teman-teman Icha yang lebih dulu turun ke kolam untuk berenang, kemudian memanggil Icha yang saat itu masih berdiri di luar kolam. Kemudian Icha yang mengetahui dirinya dipanggil oleh teman-temannya, lalu menghampiri pintu kolam yang saat itu Adit berada di sebelahnya, atau di dekat pintu kolam tersebut yang sedang duduk di kursi santai sambil minum kopi di meja kecil.... Lalu setelah Icha hampir sampai di pintu kolam tersebut, lalu tiba-tiba Adit bangun dari tempat duduknya, yang kebetulan saat itu Adit ingin menggeser tempat duduknya sembari berjemur di sinar matahari, karena tempat duduknya semula berada di bawah payung lebar yang tentu saja tempat itu tidak terkena oleh sinar matahari.


   Kemudian setelah Adit bangun dari tempat duduknya, dan berniat untuk pindah ke tempat yang lebih terbuka, dan terkena sinar matahari sembari membawa kursinya" tiba-tiba... Sewaktu dia berbelok, tanpa disengaja Adit hampir menabrak Icha yang saat itu mau turun ke kolam lewat pintu atau tangga kolam tersebut,, yang memang tempat itu berada di dekat Adit duduk sebelumnya.


Maka tak ayal mereka berdua sama-sama terkejut dan tertegun beberapa saat.....!! Karena mereka berdua sama-sama tidak sengaja ataupun tidak mengira sebelumnya akan hal itu. Semua itu dikarenakan walaupun mereka saling kenal sudah lama, tapi tidak waktu itu... Icha yang saat itu terpanah dengan Adit dalam keadaan seksi dengan memakai celana pendek, dan tidak memakai baju dengan ketampanan dan tubuh seksinya dan berotot, ternyata hal itu telah membuat Icha terpanah. Itu terjadi karena memang Icha sebelumnya tidak pernah melihat pemandangan tersebut, dan juga karena Adit sebelumnya memang dikenal orang yang sopan, baik dalam pembicaraan, tingkah laku, maupun dalam berpakaian, tapi tidak saat itu.... Jadi hal itulah yang membuat Icha terpanah bukan main.!!


   Sebaliknya juga demikian.!! Icha yang sebelumnya di mata Adit adalah gadis yang sopan dan baik-baik... Baik dalam hal pergaulan ataupun dalam hal berpakaian, Tapi tidak untuk saat itu... Adit sangat terpanah dengan kecantikan Icha.!! Icha yang saat itu berpakaian seksi yaitu: memakai celana pendek juga, dan memakai baju ketat karena memang Icha berniat untuk berenang di kolam, ternyata hal tersebut membuat Adit terpanah bukan main... Karena Adit tidak mengira, ternyata Icha bukan hanya cantik dan pintar, ternyata Icha memiliki tubuh yang seksi, langsing, tinggi, dan putih. Dan memang kalau dibandingkan dengan teman-temannya yang lain, Icha yang paling sempurna... Jadi hal itulah yang membuat Adit terpanah saat itu.


   Mereka berdua tertegun agak lama dengan saling pandang antara keduanya... Di antara keduanya ada sesuatu yang sangat ganjil yang mereka berdua rasa yaitu: perasaan aneh.!! Di mana perasaan tersebut pertama kalinya dirasakan oleh keduanya, dan perasaan aneh tersebut melanda keduanya. Maka tanpa terasa... Adit yang saat itu memegang kursi untuk dipindahkannya, tiba-tiba kursi tersebut jatuh dari genggamannya tanpa terasa. Itu karena Adit merasa gemetar seluruh tubuh.... Begitupun Icha, serasa bumi yang dipijaknya bagaikan dilanda gempa bumi yang dahsyat. Dan mereka tidak tahu perasaan apakah itu.!! Karena memang mereka berdua tidak pernah mengalaminya.... Icha yang sebelumnya melihat Adit dari kejauhan saja sudah terpanah, apalagi saat itu dia berada tepat di hadapan Adit yang dalam keadaan seksi. Tentu saja hal itu membuat Icha bagaikan disambar petir di sambolong.!! Begitupun Adit... Icha yang menurut Adit sebelumnya biasa-biasa saja dan menganggapnya sebagai teman biasa saja, tapi tidak saat itu, di mana Icha tidak pernah memakai pakaian yang sebelumnya atau yang pernah dilihat Adit sebelumnya, dengan memakai celana pendek dan baju ketat dengan kulit putihnya dan seksi tersebut, tentu saja hal itu membuat Adit bagaikan disamber geledek di siang hari.


Rupanya kejadian tersebut telah membuat mereka berdua "jatuh cinta"


   Setelah beberapa saat kemudian... Teman-teman Icha yang lain yang saat itu berada di tengah-tengah kolam yang lagi berenang, meledek keduanya dan berkata....


"Cie" "cie" Ada yang lagi kasmaran nih ye....!! Asiiiik...!! Ajakin kita dong.!!"


Ucap mereka kepada keduanya.....


   Mendengar mereka diledek oleh teman-temannya.... Kemudian Icha dan Adit menjadi salah tingkah.!! Adit yang waktu itu memegang kursi untuk dipindahkan ke tempat lain dan jatuh dari genggamannya, kemudian Adit mengambilnya kembali, dan kemudian segera memindahkan kursi tersebut ke tempat yang lebih terbuka, atau ke tempat yang terkena sinar matahari untuk berjemur.


Sedangkan Icha lalu menuju ke pintu kolam, dan selanjutnya mulai turun dari tangga kolam tersebut untuk berenang.


   Setelah beberapa saat kemudian.... Icha yang saat itu berada di tangga kolam, kemudian mulai turun. Rupanya Icha tidak bisa berenang, karena memang Icha mulai kecil tidak pernah belajar berenang. Lain halnya dengan keempat temannya tersebut. Kalau mereka memang biasa berenang, karena di antara mereka sebagian ada yang memiliki kolam renang di rumahnya. Kemudian teman-teman Icha menyuruhnya untuk segera turun ke kolam.


Budian mereka semua bilang kepada Icha....


"Hai Icha..!! Kemari dong...!! Asik nih..!! Ayo kemari Icha bareng sama kita nih..!!"


   Kemudian Icha menjawab mereka....


"Aduh gimana nih..!! Gue nggak bisa renang teman-teman..!! ini kolam dalam apa nggak sih..!! Soalnya gue takut nih...!! Tolong bantu gue dong...!!"


Icap Icha kepada teman-temannya yang saat itu berada di tengah-tengah kolam.


   Kemudian teman-temannya berkata....


"Ah gampang..!! Nanti kita bantuin..!! Ke sini dulu..!! Kolamnya gak dalam kok.!!"


   Kemudian Icha berkata lagi....


"Enggak ah..!! Gue takut...!! Soalnya gue nggak bisa berenang nih..!! Gimana dong..!?"


   Lalu teman-temannya berkata kepada Icha sembari memberi semangat, dengan bertepuk tangan dari tengah-tengah kolam tersebut....


"Icha...!! Icha...!! Icha....!! Icha...!! Icha....!!"


   Icha yang saat itu dalam benaknya berada dalam dua pilihan, yaitu: antara takut karena tidak bisa berenang untuk masuk ke kolam tersebut, dan juga perasaan malu, Yang mana saat itu karna Icha diperhatikan oleh Adit di pinggir kolam yang kebetulan lagi berjemur. Dan akhirnya perasaan tersebut yang paling kuat adalah rasa malunya, karena Icha merasa diperhatikan oleh Adit. Jadi Icha merasa malu kalau Icha tidak sampai berenang karena takut. Jadi hal tersebutlah yang membuat Icha memberanikan diri dan akhirnya mau untuk turun ke kolom tersebut.


   Setelah beberapa saat kemudian... Icha lalu turun ke kolam tersebut, dan benar saja.... setelah Icha mulai turun ke kolam tersebut, tiba-tiba Icha langsung menggelepar-gelepar di kolam tersebut. Ica yang benar-benar tidak menguasai renang itu, akhirnya Icha mulai tenggelam dengan tubuh yang timbul tenggelam di air tersebut. Dan parahnya... Teman-temannya yang ke empat-empatnya tersebut tidak begitu merasakan kejadian tersebut, karena mereka mengira Icha adalah akting belaka. Karena sebelumnya Icha terlihat baik-baik saja, dan tidak pernah bilang kepada mereka bahwa Icha tidak menguasai renang. Lagi pula Icha dikira oleh mereka adalah over acting, karena Icha diliatin oleh Adit di samping kolam.


Jadi mereka baru menyadari bahwa apa yang dikatakan Icha sebelumnya bahwa Icha tidak bisa berenang itu bukan lelucon, tapi memang benar-benar Icha tidak bisa berenang. Dan hal itu pun dirasakan juga oleh Adit... Pasalnya Adit juga tidak menyangka bahwa ucapan Icha tadi itu bukanlah candaan belaka, buktinya Icha memang benar-benar tenggelam di kolam tersebut.


   Kemudian setelah tubuh Icha dibaringkan di samping kolam, lalu Adit kemudian memompa bagian samping dada Icha, yaitu: paru-paru untuk memancing air yang berada di paru-paru Icha agar bisa keluar. Sembari berkata....


"Ayo Icha..!! Bangun Icha..!! Lu bisa..!! Lu kuat..!! Ayo Icha muntahkan air di paru-parumu..!! Ayo Icha..!! Lu harus bisa..!! Lu harus kuat..!! Ayo Icha..!!"


Ucapan sembari memompa paru-paru Icha....


   Kemudian teman-teman Ica yang lain ada yang meniupkan udara ke mulut Icha, dan sebagian yang lain ada yang menangis sembari menyemangati Icha dan meneriaki Ica agar segera bangun dengan berkata....


"Icha..!! Lu nggak boleh gitu..!! Icha ayo bangun Icha..!! Bangun Icha ayo bangun..!! Lu harus kuat..!! Lu harus bisa..!! Ayo Icha..!!"


   Om Robert dan semua keluarganya yang mendengar keributan di belakang rumahnya tersebut, kemudian segera berhamburan keluar menuju ke kolam renang tersebut, dan semua para pembantunya juga ikut berhamburan ke tempat tersebut. Jadi seketika itu juga suasana di tempat tersebut menjadi sangat dramatis dan mencekam.


   Setelah beberapa saat kemudian... semua teman-teman Ica termasuk Adit, berhasil mengeluarkan air yang bersarang di paru-paru Icha. Dan saat itu juga Icha mulai memuntahkan air tersebut, dengan batuk-batuk sembari mulai membuka matanya secara perlahan.


Teman-temannya semua termasuk Adit yang mengetahui reaksi Ica tersebut, maka semuanya merasa gembira sekali seraya mengucap....


"Alhamdulillah.!!"


   Kemudian setelah Icha sadar dari pingsannya, dan semua air di paru-parunya telah keluar... Maka Icha segera bangun dan langsung memeluk teman-temannya tersebut, dan teman-temannya pun menyambut pelukan Icha seraya menangis dan meminta maaf kepada Icha.


Mereka berkata kepada Icha....


"Maafin gue ya Icha... Sumpah gue nggak nyangka sama lu.!! Gue ngira lu bisa berenang, dan ucapan lu tadi gue ngira lu bercanda doang.!! Sekali lagi gue minta maaf ya Icha..!!"


Ucap teman-temannya kepada Icha dengan ucapan yang sama....


   Kemudian Icha menjawab teman-temannya tersebut....


"Ya udah nggak apa-apa..!! Lagian gue juga kok yang salah..!! Orang gue nggak bisa renang malah gue beranikan diri turun ke kolam... Ya gini deh jadinya..!! Udah lah nggak apa-apa...!!"


   Kemudian Adit menambahkan....


"Udahlah.... Kita sebaiknya Jangan saling menyalahkan..!! Seharusnya kita bersyukur Icha selamat. Dan untuk ke depaannya gue harap Icha jangan sendirian mandi di kolam ya.!! Dan nanti kalau Icha mau biar gue ajarin untuk cara berenang ya.!!!"


   Kemudian Icha dan teman-temannya yang mendengar kata-kata dari Adit tersebut, lalu teman-temannya langsung meledek Icha dengan berkata....


"Cie" "cie" "cie" ada yang mau diajari renang rupanya nih yee.!!"


   Icha yang mengetahui dirinya diledek oleh teman-temannya, langsung bilang.....


"Ih...!! kalian apaan sih...!! Malu deh ah..!! Itu ada om Robert dan semuanya.!! Kan gue malu..!! Kalian tuh ih...!! Ada-ada aja deh..!!"


   Om Robert dan sang istri beserta anaknya dan juga pembantu-pembantunya, yang waktu itu berada di tempat tersebut, semuanya bertepuk tangan. Untuk memberi semangat kepada Icha yang sebelumnya telah melewati masa-masa dramatis. Dan mereka juga tertawa melihat kelakuan- kelakuan mereka yang sangat kompak, dan saling mendukung antara satu dan yang lainnya. dan om Robert yang menyaksikan itu semua merasa senang.


   Kemudian setelah itu mereka semuanya segera bubar. Icha dan keempat teman ceweknya tersebut langsung menuju ke rumah untuk segera ganti baju, sedangkan Adit langsung menuju ke rumah yang satunya, yaitu rumah yang ditempati oleh om Robert dan keluarganya. Kemudian karena waktu sudah cukup siang dan memang waktunya sudah masuk dzuhur, dan masuk jam makan siang, maka mereka segera bersiap-siap untuk salat dzuhur, lalu kemudian setelah itu mereka segera makan siang bersama. Terus setelah itu mereka beristirahat siang.


   Lalu setelah sore harinya, mereka semua ke ruang samping rumah tersebut yaitu: menuju ke lapangan olahraga. Pada saat itu mereka bersepakat untuk main bola basket, yang mana lapangan bola basket tersebut berada di samping lapangan tenis. Kemudian Icha dan teman-temannya segera main basket bersama, dan tidak lupa Adit juga bergabung dengan mereka. Jadi mereka berenam main basket bersama di sore itu.


   Setelah beberapa saat mereka main basket bersama, kemudian Icha dan Adit segera pamit kepada teman-temannya yang lain untuk ngaso dulu. Mereka berdua beralasan, mereka merasa kelelahan dan kecapean. lalu mereka duduk berdua di taman di samping rumah, atau di sebelah lapangan basket tersebut. Kemudian teman-temannya yang mengetahui hal itu, mereka sengaja memberikan ruang untuk mereka berdua. Lagi pula mereka baru jadian, jadi teman-temannya tersebut beranggapan memang mereka berdua layak diberikan waktu dan ruang untuk menyampaikan perasaan hatinya tersebut.