
Setelah Adit mengetahui kelinci tersebut roboh dengan pisau yang tertancap di badannya, lalu sesaat kemudian Adit menghampiri kelinci tersebut...
Dan kebetulan kelinci itu-pun belum mati, jadi Adit segera mencabut pisau yang menancap di tubuh kelinci tersebut, lalu kemudian kelinci itu-pun disembelih dengan pisau itu juga...
Dan setelah itu Adit segera membawa kelinci itu ke tempat Icha yang dari semula menunggunya di bawah pohon, yang berada di tempat tidak begitu jauh darinya...
Dan setelah Icha mengetahui Adit membawa seekor kelinci yang besar dan gemuk, maka Icha terlihat gembira...
Karena dalam pikirannya, sebentar lagi dirinya dan kekasihnya tersebut akan tidak lagi merasakan kelaparan, dengan adanya daging kelinci yang sebentar lagi akan dipanggangnya itu...
Maka tak lama kemudian, Adit segera menguliti kelinci yang semula sudah disebelahnya tersebut...
Lalu setelah kelinci tersebut sudah dikuliti, maka Icha mengambil alih pekerjaan itu, yaitu membersihkan daging kelinci tersebut...
Sedangkan Adit segera berpamitan kepada Icha, untuk kembali mencari air minum bagi keduanya di hutan tersebut, dengan mengumpulkan resapan-resapan embun yang menempel di dedaunan hutan itu...
Setelah Icha selesai membersihkan daging kelinci itu, kemudian Icha segera mengumpulkan ranting kayu-kayu kering yang berserakan di hutan tersebut...
Semua ranting-ranting kayu itu dikumpulkannya, lalu disatukan atau ditumpuk di satu tempat dengan menyerupai api unggun...
Lalu setelah kayu-kayu kering tersebut dirasa cukup, kemudian Icha segera membakarnya dengan korek api yang sebelumnya diserahkan oleh Adit kepadanya...
Lalu setelah Icha menyulutnya dengan korek api tersebut, kemudian menyalalah kobaran api dari kayu-kayu kering yang dikumpulkan oleh Icha sebelumnya itu...
Lalu sesaat kemudian, Icha segera memanggang daging kelinci yang sebelumnya sudah dibersihkan tersebut...
Kemudian tak lama setelah itu, Adit datang dengan membawa dua buah wadah air minum, yang semuanya sudah terisi penuh...
Maka tak lama kemudian keduanya segera melanjutkan pemanggangan daging kelinci tersebut...
Dan setelah beberapa saat kemudian, maka daging kelinci itu-pun rupanya sudah matang dengan sempurna...
Maka tanpa menunggu lama, keduanya segera menyantap dan menikmati daging kelinci tersebut...
Keduanya sangat lahap dalam menikmatinya, karena kebetulan mereka pas lagi lapar-laparnya...
Dan ditambah lagi, daging kelinci tersebut sangatlah gurih dan nikmat, karena memang selain daging kelinci tersebut masih baru, lagi pula kelinci hutan yang ditangkap oleh Adit tersebut sangatlah gemuk dan besar...
Jadi, lagi-lagi keduanya menghabiskan daging buruan tersebut.!
Dan untuk ukuran atau porsi dari daging kelinci itu pun sangatlah cukup bagi mereka berdua.
Sedangkan di tempat lain, para tim pencari baik dari tim "BNPB" ataupun tim dari om Robert, semuanya masih sibuk mencari keberadaan mereka berdua, dengan menyusuri hutan lebat yang mereka masuki.!
Dan meskipun mereka sampai sejauh itu masih belum menemukan keberadaan Adit dan Icha, tapi rupanya semuanya tidak putus asa dan bersemangat untuk mencari keduanya...
Pencarian itu-pun mereka luaskan dengan metode atau cara berpencar dan berkelompok, karena mengingat Medan atau lokasi pencarian mereka yang kedua tersebut, tidak sama dengan waktu awal mereka mencari di kawasan sebelumnya.!
Kalau kawasan sebelumnya, memang tergolong hutan yang dijelajahi untuk pencarian, memang tidak begitu sulit ataupun tidak begitu lebat.!
Tapi yang kedua itu, mereka mengalami kesulitan dengan medan dan keadaan hutan itu sendiri.!
Di mana hutan yang mereka masuki, itu lebih lebat dari sebelumnya...
Maka metode tersebut dipakai, yaitu dengan cara berkelompok.!
Jadi kelompok tim dari "BNPB" yang berjumlah 20 orang itu, mereka terbagi menjadi 5 kelompok.!
Dan masing-masing dari kelompok mereka dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan yang cukup.!
Mulai dari keperluan-keperluan pangan" kesehatan" ataupun lain-lainnya termasuk radio genggam. Mereka semua di masing-masing kelompok itu memegang radio genggam satu persatu...
Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi dari masing-masing kelompok itu, untuk salah arah ataupun tersesat.!
Sedangkan kelompok dari om Robert, juga dipecah menjadi tiga kelompok.!
Dan masing-masing dari kelompok mereka juga sama dengan kelompok yang sebelumnya, yaitu dari tim "BNPB" dalam masalah perlengkapan dan peralatan-peralatan lainnya...
Setelah beberapa waktu mereka berjalan menelusuri hutan itu untuk mencari keberadaan Adit dan Icha, maka tanpa disengaja, tim dari om Robert atau kelompok yang dipimpinnya sendiri itu menemukan tempat atau bekas singgahan orang di tempat itu, atau di tengah-tengah hutan tersebut.!
Maka om Robert dan kelompoknya yang mengetahui hal itu langsung saja memeriksa tempat itu dengan seksama.!
Di mana tempat atau bekas orang yang singgah di tempat tersebut setelah diteliti dengan seksama, rupanya mengarah ke Adit dan Icha.!
_Dan tempat itu-pun mereka rasa masih baru.!"
Dan mereka semua melihat di tempat itu ada bekas api unggun, dan juga ada bekas tempat tidur yang terbuat dari tali, yang diikatkan antara pepohonan di hutan tersebut...
Dan tempat tidur itu pun ada dua buah tempat tidur, dan ditambah lagi di sisi bekas api unggun itu juga terdapat tulang-tulang Ayam sisa dari mereka yang pernah singgah atau tidur di tempat itu.!
Termasuk tim "BNPB" tentang penemuannya tersebut.!
Setelah kelompok dari tim om Robert memberitahu kepada semuanya tentang penemuannya tersebut, maka semua tim pencari itu bertambah optimis dan semangat, bahwa mereka akan dapat segera ditemukan keduanya dengan cepat dan selamat.!
Karena menurut bukti-bukti dari penemuan tersebut menunjukkan, bahwa mereka berdua memang tidak begitu jauh dari tempat itu.!
Dan mereka berdua diyakini oleh semua tim atau kelompok dalam keadaan baik-baik saja, atau sehat-sehat saja...
Maka setelah selesai memeriksa tempat itu dan memberitahukan kepada yang lainnya, maka kembali mereka mencari keberadaan Icha dan Adit di dalam hutan tersebut, dengan berteriak-teriak memanggil nama keduanya di dalam hutan itu.!
Sedangkan di tempat perkemahan, semua Mahasiswa-mahasiswa yang berada di sana termasuk keempat teman Icha, tetap menunggu kabar dari tim pencari dengan perasaan cemas dan was-was...
Akan tetapi setelah mereka mendengar kabar, bahwa tim dari om Robert menemukan jejak atau bekas dari Icha dan Adit di dalam hutan tersebut, maka semuanya merasa senang dan gembira, walaupun keduanya masih belum ditemukan....
Karena dalam perasaan mereka, bukti-bukti dari penemuan tersebut menandakan, bahwa mereka berdua yang tersesat dalam hutan itu, setidaknya bisa dibilang dalam keadaan selamat dan baik-baik saja.!
Dan kabar itu-pun disampaikan oleh seluruh pencari dari tim yang berada di dalam hutan yang mencari keduanya, termasuk om Robert yang mengabarkan lewat radio genggam yang dipegangnya, lalu dikabarkan kepada sebagian Dosen dan panitia yang berada di perkemahan tersebut.!
Maka dengan adanya kabar itu juga, semua para wartawan yang tetap "STAND BY" di tempat itu untuk mengetahui kabar dari tim pencari tersebut, segera mengabarkan tentang penemuan dari tim pencari di dalam hutan tersebut.!
"Maka kabar itu-pun tentu saja didengar atau disaksikan dari layar Televisi yang berada di negara "Indonesia," yaitu orang tua dari Adit dan orang tua dari Icha.!!"
Maka para orang tua dari keduanya-pun, yang mengetahui kabar tersebut sangat merasa senang dan gembira...
Karena mereka semua juga memiliki firasat atau perasaan yang sama, dengan yang ada di tempat kejadian, yaitu setidaknya keduanya yang tersesat di dalam hutan itu bisa dikategorikan selamat dan baik-baik saja.!
Sedangkan di tempat lain, Icha dan Adit yang sebelumnya sudah selesai dengan makan mereka yaitu: menyantap daging kelinci hutan yang dipanggangnya, lalu mereka berdua sejenak berbincang-bincang di tempat itu...
"Mereka berdua membicarakan terkait dengan kejadian yang mereka alami.!"
Lebih tepatnya... Mereka membicarakan tentang apa dan bagaimana untuk selanjutnya yang akan mereka lakukan di hutan tersebut.!
"Icha berkata kepada Adit..!"
"Sekarang gimana ini Dit.??
*Kok, kayaknya kita tambah jauh dan tambah tersesat di hutan ini.!? "Karena gue rasa, mulai tadi pagi kita yang meneruskan perjalanan untuk mencari jalan keluar, kok kayaknya belum ada titik terang untuk menemukan jalan keluar tersebut.!! "Dan ditambah lagi, teman-teman kita dan yang lainnya, ataupun om Robert, kalau emang mereka semua mencari kita, kok kayaknya nggak ada tanda-tanda dari mereka untuk menemukan kita.!!
"Sedangkan kita sendiri nggak bisa memberikan sinyal kepada mereka, kalau mereka memang betul-betul mencari kita.!!
"Kan lu tahu sendiri....!!
*Ponsel yang kita bawa, bukan hanya nggak ada sinyal, tapi bahkan sekarang baterai dari ponsel kita emang udah LOWBAT.!!
"Jadi, gimana kita memberi sinyal kepada mereka semua.!?"
"ucap Icha kepada Adit, dengan nada kebingungan..!"
"Lalu Adit yang mendengar kata-kata dari Icha tersebut, kemudian menjawab...!"
"Udahlah Icha...!!
"lu tenang aja.!!
"Yang penting, kita selamat.!!
"Dan yang penting, lu aman dan tidak kelaparan di hutan ini.!!
"Kan- gue udah ngomong ama lu.!! "Bawa keselamatan elu, udah menjadi tanggung jawab gue.!!
" Jadi... Menurut gue, saat ini yang harus kita lakuin ialah.... Kita harus selamat dulu di dalam hutan ini.!! "Artinya.... Elu dan gue, meskipun tersesat di hutan ini, yang penting gue dan lu bisa menjaga diri.!!
"Baik dalam segi makanan, atau kesehatan, ataupun keselamatan.!! "Itu aja dulu cukup menurut gue.!!
"Dan menurut gue, elu harus optimis Icha.??
"Karena di samping kita berusaha untuk mencari jalan keluar di hutan ini, mereka semua termasuk teman-teman kita ataupun om Robert, tidak mungkin membiarkan kita berdua yang tersesat di dalam hutan ini.!!
"Jadi menurut gue, mereka semua pasti akan mencari kita!!
"Jadi, lu harus ingat itu.!!"
"ucap Adit kepada kekasihnya tersebut, dengan nada tenang.!"