
Setelah mendengar bujukan dari saudaranya tersebut, kemudian ibu Sumiatun langsung luluh. Lalu memeluk saudaranya tersebut, dan menangis sejadi-jadinya. Kemudian ibu Sumarni sang kakak mengelus-elus kepala sang adik, dan menyeka air matanya dengan penuh rasa kasih sayang sebagai seorang saudara.
Kemudian ibu Sumarni berkata....
"Sudahlah dek.!! Jangan menangis terus, tidak enak dilihat orang.!!"
Kemudian ibu Sumiatun menghampiri sang suami Pak Hartono, dan memeluknya.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada sang istri....
"Sudahlah Bu.!! Jangan begitu, malu dilihat orang ah.... Ayo sebaiknya kita segera pulang Bu.!! Ini yang lain sudah dari tadi pulang duluan loh.!!"
Kemudian ibu Sumiatun menjawab....
"Baiklah mas.!! Ayo kita pulang.!!"
Setelah itu kemudian mereka semua menuju ke mobil di tempat parkiran mobil, dan segera mereka masuk ke dalam mobil lalu mereka segera berangkat pulang.
Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 11.30 siang, berarti mereka semua berada di bandara tersebut 2 jam setengah. Jadi mereka diperkirakan sampai ke rumah perkiraan jam 02.30. karena memang perjalanan tersebut ditempuh dengan waktu 3 jam.
Selama dalam perjalanan mereka semua jarang berkomunikasi satu dengan yang lain. Karena dalam perasaan mereka, mereka masih terguncang dengan perasaan sedih akibat dari perpisahan mereka tadi. Ibu Sumiatun yang duduk di kursi depan bersama Pak Hartono yang menyetir mobil, sama-sama diam seribu bahasa. Karena pikiran mereka masih di selimuti dengan perasaan sedih. Sedangkan ibu Sumarni dan Pak Joko yang duduk di kursi belakang, mereka saling pandang antara satu dengan yang lain. Mereka bingung harus memulai obrolan dari mana, karena mereka juga tahu betapa sedihnya mereka berdua karna perpisahannya dengan Icha. Dan mereka juga tahu perpisahan mereka adalah perpisahan yang dengan jarak waktu yang cukup lama, jadi tidak gampang buat mereka melupakannya begitu saja. Dan akhirnya pak Joko memberi isyarat kepada istrinya untuk memulai obrolan yang sekiranya bisa menghibur mereka berdua.
Kemudian ibu Sumarni yang mengetahui isyarat dari suaminya tersebut,, langsung memulai obrolan.
Ibu Sumarni berkata kepada Pak Hartono....
"Oh iya dek.!! Bagaimana dengan rencana pembangunan tempat peristirahatan,. atau tempat bersantai, dan pemandangan di ruang belakang rumah yang adek rencanakan tersebut.!! Apakah jadi akan dibuat, atau gimana dek.??"
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Oh iya Mbak Yu.!! Tetap kok.!! Pembangunan tersebut akan tetap saya laksanakan.!!"
Lalu Pak Joko berkata....
"Oh iya dek.!! Kebetulan pembangunan pagar itu sendiri sudah hampir selesai loh.!! Jadi menurut mas, sebaiknya dek Hartono sudah harus mempersiapkan segalanya untuk pembangunan tersebut dek. Seperti bahan-bahan material dan yang lainnya.!!"
"Bagaimana dek.??" Tanya Pak Joko kepada Pak Hartono....
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Baiklah mas.!! Saya setuju dengan usulan mas.!! Saya akan segera mempersiapkan segala kebutuhan terkait dengan pembangunan tempat tersebut.!!"
Kemudian ibu Sumarni menyambung kata-kata tersebut....
"Mbak Yu punya usul nih.!! Bagaimana kalau setelah pembangunan tersebut selesai, lahan samping rumah tersebut kan masih lebar dan panjang, jadi usulan Mbak Yu bagaimana kalau tempat tersebut dibangun tempat cafe.!! ya hitung-hitung selain bisa nambah-nambah penghasilan, lagi pula tempat itu tidak mubazir.!!"
"Bagaimana dek.??" Tanya ibu Sumarni kepada Pak Hartono....
Kemudian Pak Hartono menjawab sembari tersenyum....
"Kalau saya sih setuju saja dengan usulan Mbak Yu tadi. Tapi saya harus tanyakan dulu kepada istri tercinta saya nih.!!"
Kemudian Pak Hartono bertanya kepada sang istri di sampingnya tersebut sembari tersenyum....
"Bagaimana istriku sayang.!! Apakah kamu setuju dengan usulan Mbak Yu tadi.??"
Ibu sumiatun yang mendengar pertanyaan suaminya tersebut, kemudian menjawab dengan perasaan geli....
"Ah" mas ah" apaan sih ah" lagian Mbak Yu sih.!! Ada-ada aja deh ah.!!"
Ucap ibu Sumiatun sembari tersenyum....
Lalu semuanya yang ada di dalam mobil pun tertawa, dan suasana pun mulai pulih, dan hangat kembali setelah sebelumnya kaku.
Hal tersebut membuat Ibu Sumarni dan suaminya merasa senang, karena memang tugas mereka untuk membuat hangat kembali suasana yang sebelumnya sempat kaku, dan mereka berdua pun merasa senang dan puas, karena merasa tugas mereka berhasil untuk membuat keduanya senang.
Setelah beberapa waktu mereka dalam perjalanan, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 siang. Rupanya mereka sudah 2 jam dalam perjalanan, dan mereka pun merasa lapar.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada mereka semua....
"Baiklah semuanya.!! Ini sudah 2 jam kita berjalan loh.!! Dan kayaknya perut sudah mulai lapar nih.!! Bagaimana kalau kita cari warung nasi dulu.??"
Kemudian ibu sumiatun menjawab....
"Iya nih mas.!! Saya juga merasa lapar nih.!! Sebaiknya kita makan dulu.!!"
Setelah beberapa saat kemudian, Pak Hartono berhenti di salah satu rumah makan di pinggir jalan raya. Dan kemudian mereka semua turun dari mobil lalu mereka semua masuk ke dalam rumah makan tersebut, kemudian mereka memesan makanan, lalu semuanya makan bersama.
Setelah semuanya selesai makan di warung tersebut maka mereka semua kembali ke mobil dan kemudian lanjutkan perjalanan pulang.
Setelah beberapa waktu berlalu, tepat pukul 01.30 siang mereka pun semua sampai ke rumah. Dan mobil pun sudah berada di depan pintu gerbang depan rumah Pak Hartono. Kemudian Pak Joko lebih dulu turun dari mobil untuk membuka gerbang tersebut, yang sebelumnya digembok oleh Pak Joko sewaktu tadi pagi mereka berangkat mengantar Ica ke bandara. Dan setelah pintu tersebut terbuka, kemudian Pak Hartono menjalankan mobilnya langsung masuk ke halaman depan rumahnya. Dan kemudian ibu Sumiatun dan ibu Sumarni segera turun dari mobil tersebut. Sedangkan Pak Hartono langsung memasukkan mobil ke garasi rumahnya. Kemudian ibu Sumiatun segera membuka pintu depan rumahnya, lalu kemudian mereka masuk dan disusul oleh pak Hartono. Sedangkan Pak Joko langsung menuju ke halaman belakang rumah, memeriksa dan melihat-lihat ikan lele di halaman belakang tersebut. Dan kebetulan lele tersebut sebelumnya sudah dikasih makan oleh Pak Joko sewaktu tadi pagi akan ikut berangkat mengantarkan Icha ke bandara. Jadi ikan lele tersebut akan dikasih makan setelah sore nanti, karena memang ikan lele tersebut dikasih makan dua kali dalam sehari.
Lalu setelah itu mereka semua segera mandi dan salat zuhur. Dan setelah mereka salat zuhur, kemudian Pak Hartono dan ibu Sumiatun segera beristirahat siang. Karena memang mereka merasa kecapean setelah mereka melakukan perjalanan jauh. Sedangkan ibu Sumarni langsung menuju ke dapur dan bersiap-siap untuk memasak, sedangkan Pak Joko juga beristirahat di teras belakang rumah Pak Hartono. Selain Pak Joko juga merasa kecapean, memang beliau saat itu lagi tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Jadi kesempatan tersebut digunakan oleh Pak Joko untuk beristirahat. Kalau ibu Sumarni memang tugasnya memasak, jadi walaupun ibu Sumarni merasa kecapean juga, beliau menahan rasa capeknya tersebut untuk melaksanakan tugasnya yaitu memasak untuk semuanya.
Waktu terus berlalu... Setelah malam tiba, mereka berkumpul menjadi dua kelompok. Pak Joko dan ibu Sumarni berada di halaman belakang rumah, sedangkan Pak Hartono dan ibu Sumiatun berada di teras depan rumah mereka. Dan beberapa saat kemudian tiba-tiba ponsel Pak Hartono berdering. Kemudian Pak Hartono mengecek ponselnya, dan melihat siapa gerangan yang menelponnya tersebut. Setelah dilihat ternyata yang menelpon tersebut adalah Icha... Pak Hartono yang mengetahui bahwa yang menelpon tersebut adalah Icha, maka sebelum Pak Hartono mengangkat HANDPHONE nya, maka ibu Sumiatun yang saat itu bersama dengan Pak Hartono, kemudian segera memanggil Ibu Sumarni dan Pak Joko untuk segera bergabung dengan mereka, agar mereka juga sama-sama tahu bahwa yang menelponnya tersebut adalah Icha. Kemudian setelah Ibu Sumarni dan Pak Joko dipanggil oleh ibu Sumiatun, kemudian mereka juga bergabung dengan mereka di teras depan rumah tersebut. Dan setelah mereka semua berkumpul, maka Pak Hartono segera mengangkat HANDPHONE nya.
Kemudian Pak Hartono mengangkat HANDPHONE nya sembari mengucap salam...
"Halo Assalamualaikum.!!"
Kemudian Icha menjawab....
"Waalaikumsalam.!!"
Kebetulan dalam komunikasi tersebut mereka semua menggunakan video CALL, jadi mereka tidak hanya mendengar suaranya saja, akan tetapi mereka berkomunikasi lengkap dengan wajah mereka.
Kemudian Icha berkata....
"Halo Papa.!! Ini Icha Papa.!! Ibu dan yang lainnya mana Papa.??"
Mendengar suara, wajah, dan sekaligus pertanyaan Icha.!! Maka Pak Hartono dan yang lainnya sontak gembira tiada kepalang.
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Halo Icha.!! Ini Papa Nak." Ini Ibu." ini Tante Sumarni." Dan ini om Joko.!!"
Jawab Pak Hartono sembari menggerakkan HANDPHONE nya ke wajah mereka satu persatu, sembari melambaikan tangannya menyapa Icha yang juga melambaikan tangannya ke mereka.
Kemudian kita berkata kepada mereka....
"Halo semuanya.!! Sekarang Icha sudah sampai ke bandara LOS ANGELES Amerika serikat, dan kebetulan di sini waktu menunjukkan pukul 04.00 sore, dan sebentar lagi kami rencananya akan langsung ke California untuk menuju ke rumah om Robert.!!
Oh iya pah.!! Sekarang di sana jam berapa.??"
"Tanya Icha kepada Pak Hartono....
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Di sini sekarang waktu menunjukkan pukul 07.00 malam Icha.!!"
"Oh iya.!? Kalau begitu sudah dulu ya semuanya, karena Icha sebentar lagi akan berangkat ke California dengan teman-teman semua untuk menuju ke rumah om Robert.!!"
Kemudian ibu Sumiatun berkata....
"Ya sudah nak hati-hati ya.!! Dan jangan lupa terus kabari kami di sini ya Icha.!!"
Lalu Icha menjawab....
"Iya Bu Icha akan selalu mengabari ibu dan semuanya.!! Kalau begitu udah dulu ya.!!"
"Assalamualaikum.!!" Ucap Icha....
Kemudian ibu Sumiatun dan yang lainnya menjawab....
"Waalaikumsalam.!!"
Setelah mereka selesai berkomunikasi dengan Icha, lalu mereka semua berucap syukur kepada Tuhan karena Icha telah sampai dengan selamat ke bandara LOS ANGELES Amerika serikat.
Setelah beberapa saat kemudian ibu Sumiatun berbicara kepada Ibu Sumarni kakaknya....
"Oh iya kak.!! Kebetulan kami semua sudah lapar nih.!! Apa kakak sudah siap masakannya.??
Tanya ibu Sumiatun kepada kakaknya....
Kemudian sang kakak menjawab....
"Oh ya dek.!! Kebetulan kakak sudah menyiapkan semuanya di ruang makan.!!"
Kemudian ibu Sumiatun mengajak semuanya untuk segera makan malam, lalu semuanya segera menuju ke ruang makan untuk makan malam bersama.
Di ruang makan itu pun mereka tidak henti-hentinya selalu membicarakan Icha, terutama ibu Sumiatun orang yang paling merasa sangat kehilangan sejak awal keberangkatan dari bandara "JUANDA" Surabaya.
Ibu Sumiatun merasa senang karena anaknya telah sampai ke Amerika, dan sekaligus memberikan kabar Dengan menelpon dirinya. Itu sudah mengobati rasa kekhawatiran dirinya terhadap putrinya tersebut, dan sekaligus bisa mengobati rasa rindu walaupun berpisahnya hanya mulai tadi siang saja, tapi bagi ibu Sumiatun sebagai orang tuanya waktu segitu serasa setahun lamanya. Tapi dengan dirinya berdialog tadi dengan sang anak, apalagi memandang langsung wajahnya walaupun hanya lewat telepon, itu sudah mengobati segala-segalanya bagi dirinya.
Setelah beberapa saat kemudian... Mereka pun selesai makan malam. Lalu Pak Hartono dan ibu Sumiatun menuju ke ruang tengah untuk nonton televisi sambil minum kopi, dan sekaligus ngobrol. Sedangkan ibu Sumarni, beliau sibuk membereskan piring-piring dan gelas-gelas sehabis mereka makan tadi, lalu semuanya dibawa ke ruang dapur untuk segera dicuci. Sedangkan Pak Joko terus ke belakang rumah untuk memeriksa kolam ikan lele, termasuk lampu penerangan dari kolam tersebut semuanya diperiksa oleh Pak Joko. Karena Pak Joko khawatir lampu-lampu penerangan kolam tersebut takutnya ada yang tidak nyala.
Setelah beberapa waktu kemudian... Hari sudah semakin malam, dan mereka pun bersiap untuk beristirahat. Kemudian Pak Joko segera mengunci gerbang depan rumah, lalu kemudian memeriksa semua sekitar rumah termasuk pintu-pintu. Baik pintu depan ataupun pintu samping dan belakang, semuanya diperiksa oleh Pak Joko dan semua dikunci, lalu kemudian Pak Joko masuk ke dalam rumah kemudian beristirahat.
Lalu keesokan harinya aktivitas mereka kembali seperti biasanya. Pagi-pagi sekali Pak Joko bangun lebih awal, begitupun dengan ibu Sumarni. Pak Joko langsung membuka gerbang depan rumah, sedangkan ibu Sumarni langsung ke dapur untuk memasak. Baik memasak untuk keluarga Pak Hartono, ataupun memasak untuk para pekerja. Karena para pekerja setelah kemarin diliburkan, maka sekarang pekerja tersebut akan mulai masuk kembali untuk meneruskan pekerjaannya yaitu" menyelesaikan pembangunan pagar halaman belakang rumah Pak Hartono.
Setelah waktu menunjukkan pukul 07 pagi, maka semua para pekerja pun datang. Dan seperti biasa sebelum mereka bekerja, mereka sarapan pagi dulu.
Maka ibu Sumarni segera menyiapkan sarapan untuk mereka dengan mengeluarkannya dari dapur ke teras belakang rumah, dengan dibantu oleh Pak Joko sang suami. Dan setelah sarapan tersebut telah selesai dikeluarkan semuanya, maka Pak Joko segera menyuruh para pekerja tersebut untuk segera makan dengan ditemani oleh dirinya, lalu kemudian mereka semuanya makan bersama di teras belakang rumah tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka semuanya telah selesai makan. Kemudian mereka semua mulai melakukan pekerjaannya. Begitu juga dengan Pak Joko, beliau sibuk dengan lele-lelenya dengan memberi makan lele tersebut, yang semuanya ada 10 petak tersebut satu persatu sampai tuntas lalu. Setelah Pak Joko selesai memberi makan lele-lele tersebut, kemudian Pak Joko bersiap-siap untuk melakukan atau mengerjakan pengecatan pagar rumah Pak Hartono. Yang mana cat tersebut sudah dibeli dari toko bangunan dua hari yang lalu, sebelum Pak Joko ikut mengantarkan Icha bersama semuanya ke bandara JUANDA Surabaya.
Tapi ketika Pak Joko baru akan memulai pengecatan, tiba-tiba Pak Hartono memanggilnya.!! Mengetahui dirinya dipanggil oleh pak Hartono, maka Pak Joko segera menghampiri Pak Hartono yang kebetulan saat itu duduk di kursi halaman belakang rumah. setelah Pak Joko menghampiri Pak Hartono, lalu kemudian Pak Joko bertanya kepada Pak Hartono.
"Iya ada apa dek.? Adek memanggil saya.!?" Tanya Pak Joko....
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Begini mas.!!; Ini kan pembangunan pagar itu sendiri sudah mencapai 75% mas.!! Dan sebentar lagi akan selesai. Jadi maksud saya, mas kan pernah memberi usulan kepada saya untuk segera membeli bahan-bahan material, untuk pembangunan tempat peristirahatan atau tempat bersantai di pojok halaman belakang ini. Jadi menurut mas bagaimana.? Apa kita segera membeli saja, atau tunggu dulu.!?"
"Bagaimana pendapat mas.??"
Tanya Pak Hartono kepada Pak Joko....
Kemudian Pak Joko menjawab....
"Oh iya.!! Menurut saya sih dek... sebaiknya adek segera membeli bahan-bahan tersebut, agar bilamana pagar tersebut selesai dikerjakan, dan penyelesaiannya pun dalam keadaan tanggung" artinya belum masuk ke waktu selesai kerja. Jadi para pekerja tersebut bisa langsung mengerjakan pekerjaan yang baru dek.!!
"Itu menurut mas, kalau menurut dek Hartono bagaimana.??" Tanya kak Joko....
Lalu Pak Hartono menjawab....
"Baik mas saya setuju dengan pendapat mas.!! Jadi kalau begitu sebaiknya mas segera belanja bahan-bahan tersebut ke toko bangunan seperti biasanya, dan untuk sementara tinggalkan pengecatan tembok dulu, karena itu bisa dilakukan kapan saja. Jadi kalau untuk hal ini sebaiknya disegerakan saja dulu mas.!! Jadi sekarang mas segera berangkat dan ini uangnya.!! Dan kalau ada apa-apa atau kekurangan apa, mas bisa langsung hubungi saya ya mas.!!"
Lalu Pak Joko menjawab....
"Baiklah dek.!! Kalau begitu mas akan segera berangkat ke toko bangunan untuk membeli bahan-bahan material ke toko bangunan biasanya.!!"
Kemudian Pak Joko langsung berangkat untuk membeli bahan-bahan bangunan, yang disuruh oleh pak Hartono kepadanya.
Kali ini pak Joko belanja bahan material tidak seperti biasanya, karna yang akan di bangun oleh pak Hartono adalah tempat peristirahatan
Atau tempat santai. Jadi pak Hartono menyuruh pak Joko agar belanja bahan-bahan material lebih banyak dari pada sebelumnya. karna ukuran bangunan tersebut agak besar dan lebar dengan ukuran 6 * 12 m lengkap dengan kamar kecil dan mushola. Sedangkan taman atau pemandangan di pojok sebelah kanan, berukuran 4 meter persegi. Jadi pembangunan tersebut bukan hanya memakan waktu yang lama, tapi juga memakan biaya yang tidak sedikit. Tapi memang Pak Hartono kalau bicara masalah biaya, Pak Hartono uang tabungannya di bank cukup banyak. Karena Pak Hartono diwarisi kebun kopi oleh almarhum orang tuanya, dan semua kebun kopi tersebut dijual oleh pak Hartono, dan uangnya selain buat bangun rumah, sisanya ditabung di bank. Dan tidak tanggung-tanggung kebun kopi yang diwariskan oleh orang tuanya kepada Pak Hartono.!! Kebun kopi tersebut mencapai 6 hektar. Jadi dapat dibayangkan berapa banyak uang hasil penjualan tanah berikut pohon kopi yang dijual oleh Pak Hartono tersebut.
Kalau untuk masalah ternak lelenya Pak Hartono mendapatkan dana tersebut dari gaji pensiunan pak Hartono sendiri sebagai seorang pensiunan TNI. Dan memang Pak Hartono pensiun lebih awal di usia 40 tahun, karena Pak Hartono beralasan pensiun dini tersebut dikarenakan sewaktu mereka masih bersama dengan Ibu Farida sama istri, memang mereka tidak dikaruniai anak. Jadi Pak Hartono sendiri merasa karirnya tersebut dalam militer tidak ada penyemangat atau harapan dari penerus mereka yaitu anak, jadi Pak Hartono merasa tidak begitu bersemangat menjadi seorang anggota militer. Dan dengan alasan itulah Pak Hartono akhirnya pensiun dari anggota TNI, yang saat itu dijalaninya. Dan selain dari itu, dana tersebut juga diperoleh dari sang istri, di mana sang istri tersebut yakni ibu Farida berprofesi sebagai guru sekolah dasar.
Setelah beberapa saat kemudian... Pak Joko yang dari tadi pergi ke toko bangunan untuk belanja bahan-bahan material, rupanya sudah datang dari toko bangunan yang berbelanja bahan-bahan material. Kedatangan Pak Joko tersebut tidak bersama barang-barang yang dibelinya di toko bangunan tersebut, karena memang barang yang dibeli tersebut lebih banyak daripada yang sebelumnya. Dan lagi pula sang pemilik toko tersebut dan para pekerjanya sudah hafal dan terbiasa dengan mengirim barang ke rumah Pak Hartono tersebut. Jadi Pak Joko cukup memesan barang-barang yang akan dibeli, dan membayarnya ke pemilik toko tersebut, kemudian masalah barang nanti menyusul.
Setelah Pak Joko menaruh sepeda motornya, kemudian langsung menghadap Pak Hartono dan berkata....
"Begini dek Hartono.!! Mas sudah memesan seluruh kebutuhan material dan yang lainnya kepada toko bangunan, dan sebentar lagi barang-barang tersebut akan diantarkan ke sini.!! Barang-barang tersebut diantaranya: "pasir 2 truk" "Semen 200 bal" "batu bata sebanyak 5000 biji" "batu koral untuk bahan cor sebanyak 1 pick up" "kapur bubuk sebanyak 500 bungkus" "keramik secukupnya" dan tak lupa juga besi untuk urat cor.!! Oh iya tadi uang yang dek Hartono titipkan ke saya kebetulan kurang, jadi uang tersebut saya bayarkan semuanya, dan saya berjanji dengan pemilik toko tersebut, bahwa kekurangannya tersebut akan kami lunasi setelah barang-barang tersebut semuanya diantarkan ke sini. Dan pemilik toko tersebut menyetujuinya. Dan untuk selanjutnya terserah dek Hartono, dan ini notanya dek.!!"
Sembari nota tersebut diserahkan oleh Pak Joko kepada Pak Hartono.
Kemudian Pak Hartono mengambil nota tersebut dan meneliti tentang satu persatu harga barang di nota tersebut, dan sekaligus total keseluruhan barang, dan juga tak lupa Pak Hartono juga memeriksa kekurangan dari pembelian barang-barang tersebut di nota yang diserahkan oleh pak Joko kepada dirinya.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....
"Baiklah mas.!! Saya sudah memeriksa dan meneliti semuanya di nota ini. Selanjutnya nanti kalau barang-barang tersebut datang dan semuanya sudah lengkap, biar saya lunasi sekalian atas kekurangan dari barang-barang tersebut.!! Dan sekarang mas Joko saya minta sebelum barang-barang tersebut datang dan diturunkan di sini, jadi mas Joko saya minta untuk merencanakan kira-kira barang-barang tersebut kalau sudah datang akan ditaruh di sebelah mana. Jadi masalah itu saya pasrahkan semuanya kepada mas Joko.!! Ya mas.!!"
Lalu Pak Joko menjawab....
"Baiklah kalau begitu dek.!!"
Kemudian Pak Joko langsung melihat-lihat ke halaman tersebut untuk dijadikan tempat penurunan barang-barang yang telah dipesannya di toko bangunan, jika barang-barang tersebut sudah datang. Dan Tak lama kemudian Pak Joko sudah menemukan tempat yang pas untuk dijadikan tempat penurunan barang-barang material yang sudah dipesannya tersebut.
Dan benar saja... Beberapa saat kemudian barang-barang material yang sudah dipesannya ke toko bangunan tersebut rupanya sudah datang, dan yang datang terlebih dahulu yaitu pasir. Kemudian pasir tersebut diturunkan di tempat yang sebelumnya pak Joko memilih tempat yang pas untuk barang tersebut... Dan memang barang-barang tersebut tidak cukup dengan di bawah satu kali muatan, walaupun dengan kendaraan besar termasuk truk Karena barang-barang tersebut memang banyak. Jadi untuk mengantarkan barang-barang tersebut ke rumah Pak Hartono dibutuhkan berulang-ulang kali.
Setelah beberapa saat kemudian.... Rupanya waktu sudah memasuki jam istirahat siang dan sekaligus jam makan untuk para pekerja. Kemudian ibu Sumarni kelihatan sibuk mengeluarkan nasi dan sebagainya dari ruangan dapur ke teras belakang rumah Pak Hartono, yang dibantu oleh ibu Sumiatun. Kemudian setelah semuanya lengkap dikeluarkan dari ruang dapur tersebut, kemudian ibu Sumarni segera memberitahukan kepada suaminya "Pak Joko" untuk segera memanggil para pekerja tersebut agar segera makan siang dulu. Lalu kemudian Pak Joko segera memanggil para pekerja tersebut untuk segera makan siang, yang ditemani oleh pak Joko sendiri.
Sedangkan ibu Sumiatun sendiri menghampiri suaminya "Pak Hartono," dan mengajak suaminya tersebut untuk sarapan atau makan siang di ruang makan di dalam rumahnya, yang ditemani oleh dirinya sendiri, di mana makanan tersebut sebelumnya yang sudah dipersiapkan oleh ibu Sumarni. Kemudian mereka selanjutnya masuk ke ruang makan rumahnya, dan mereka berdua segera makan siang bersama.
Setelah beberapa saat kemudian... Pak Hartono dan ibu Sumiatun sudah selesai makan siang. kemudian mereka berdua segera mandi, lalu salat zuhur, dan selanjutnya mereka beristirahat siang.
Sedangkan para pekerja, mereka setelah makan siang lalu kemudian mereka mandi dan salat zuhur, setelah itu mereka beristirahat dengan ngobrol sesama temannya sambil merokok dan minum kopi. Karena memang para pekerja tersebut waktu istirahat siang yaitu selama 1 jam. Setelah satu jam tersebut, mereka segera melanjutkan pekerjaannya.
Begitu juga dengan ibu Sumarni dan Pak Joko... Ibu Sumarni segera membereskan piring-piring dan yang lainnya dari para pekerja tersebut, setelah mereka selesai makan tadi. Kemudian piring-piring tersebut langsung dicucinya dan kemudian ibu Sumarni sendiri setelah itu makan siang sendiri di dapur.
Sedangkan Pak Joko setelah makan siang, beliau lalu mandi dan salat zuhur, lalu kemudian beristirahat sejenak dengan ngobrol bersama para pekerja, dan selanjutnya melanjutkan aktivitasnya lagi. Karena mereka berdua sejatinya memang bekerja di rumah Pak Hartono tersebut. walaupun mereka masih keluarga dengan sang pemilik rumah, yaitu ibu Sumiatun dan Pak Hartono,
Tapi mereka tidak menganggap pembantu terhadap dirinya dan istrinya. tapi walaupun begitu, Pak Joko dan ibu Sumarni cukup tahu diri siapa mereka dan siapa dirinya dan istrinya. Dan memang Pak Hartono dan ibu Sumiatun sangat menghargai mereka berdua, dan mereka berdua pun sangat menghormati Pak Hartono dan ibu Sumiatun. Karena mereka berdua di samping memang keluarga dengan dirinya dan istrinya, tapi mereka sangat sopan dan tidak memperlakukan dirinya dan istrinya sebagai seorang pembantu. Jadi tidak ada alasan bagi Pak Joko dan istrinya untuk tidak menghormati mereka.