Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 17



Setelah proses pemanenan ikan lele tersebut selesai, maka Pak Hartono menyisakan 10 kg ikan lele tersebut untuk dimasak dan dimakan oleh keluarga Pak Hartono sendiri, sekaligus para pekerja-pekerja yang bekerja di rumah Pak Hartono juga.


Setelah beberapa saat kemudian... Para pedagang ikan lele yang membeli ikan lele tersebut, kemudian setelah selesai dalam proses penimbangannya kemudian keseluruhannya ikan tersebut ditotal, lalu kemudian para pedagang tersebut segera membayarnya kepada Pak Hartono, lalu setelah itu pedagang-pedagang tersebut segera berpamitan kepada Pak Hartono dan Pak Joko, lalu semuanya segera pergi dari rumah Pak Hartono tersebut.


Kemudian setelah itu, Pak Hartono segera menyuruh Pak Joko untuk membenahi seluruh bekas-bekas dari proses pemanenan ikan tersebut, dan kemudian setelah semuanya sudah beres baru Pak Joko segera mandi.


Dan setelah selesai mandi, kemudian Pak Hartono memanggil Pak Joko untuk makan malam bersama di ruang makan rumahnya. Karena memang dari tadi siang pak Hartono dan Pak Joko belum sarapan atau belum makan.


Dan di ruang makan tersebut bukan hanya Pak Hartono dan Pak Joko, tetapi di situ juga ada Ibu Sumiatun dan ibu Sumarni ikut kumpul bersama mereka untuk menikmati makan malam tersebut.


Dan di ruang makan tersebut, Pak Hartono berbicara kepada Pak Joko.... Rupanya Pak Hartono mempunyai kejutan atau surprise kepada Pak Joko.


Memang ikan lele milik Pak Hartono tersebut saat itu harga per kg nya adalah rp30.000, sedangkan dari hasil panen tersebut mencapai 6 ton. Jadi hasil keseluruhannya, yaitu: mencapai 180 juta total keseluruhannya dari ke-10 kolam tersebut.


Sedangkan biaya perawatan mulai awal termasuk pembelian bibit sampai dengan lele tersebut dipanen, yaitu: mencapai 50 juta. Jadi Pak Hartono meraup untung dari ikan lele tersebut, yaitu: sebanyak 130 juta. Jadi Pak Hartono merasa keberhasilan tersebut adalah berkat ketelatenan dari Pak Joko dalam merawat ikan lele tersebut, dan hal itulah yang membuat Pak Hartono berinisiatif untuk memberinya bonus dengan cara membuat kejutan di ruang makan tersebut... Dan hal itu pun sudah mendapat izin dari ibu Sumiatun istrinya, di mana rencana dari Pak Hartono tersebut sudah dibicarakan dengan sang istri mulai tadi siang, dan sang istri pun setuju.


Pak Hartono berkata kepada Pak Joko di depan ibu Sumiatun dan ibu Sumarni...


"Baiklah semua.!! Kami ada yang ingin dibicarakan terutama kepada mas Joko.!! Berhubung tadi siang ikan lele kami sudah dipanen, dan dan hasil panen pun kami rasa berhasil, jadi kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mas Joko. Yang mana mas Joko mulai dari awal proses penaburan benih atau bibit dari ikan tersebut sampai panen tadi, kami merasa puas dan bangga terhadap keberhasilan mas Joko yang telah merawat lele tersebut dengan sukses.


Jadi selain kami mengucapkan terima kasih kepada mas Joko, jadi izinkan kami memberikan sesuatu hadiah untuk mas Joko dan Mbak yu Sumarni.!!"


Ucap pak Hartono kepada Pak Joko dan ibu Sumarni sembari menyerahkan sebuah bungkusan, yang mana bungkusan tersebut telah dipersiapkan oleh ibu Sumiatun mulai tadi, dan sengaja dibuat untuk dijadikan surprise bagi Pak Joko dan ibu Sumarni.


Kemudian Pak Joko menerima bungkusan tersebut sembari bertanya kepada Pak Hartono....


"Apa ini dek.??"


Kemudian Pak Hartono menjawab....


"Sudahlah mas terima saja.!!"


Kemudian ibu Sumiatun berkata sambil bertepuk tangan....


"Buka.!! "buka.!! "buka.!! "buka.!!"


Kemudian Pak Hartono membuka bungkusan tersebut dengan dibantu oleh sang istri" ibu Sumarni....


Kemudian setelah bungkusan tersebut mereka buka....!! Maka betapa terkejutnya mereka berdua saat mengetahui isi dari bungkusan tersebut.!! Maka dengan sangat gemetar Pak Hartono dan ibu Sumarni berkata....


"Apa ini dek...!! Apa ini dek...!!"


Tanya Pak Joko dan ibu Sumarni kepada Pak Hartono dan ibu Sumiatun....


Dan ternyata isi dari bungkusan tersebut adalah uang sebanyak 10 juta rupiah yang dibungkus rapi oleh pak Hartono dan ibu Sumiatun untuk dirinya dan istrinya.


Kemudian ibu Sumiatun berkata kepada keduanya....


"Sudahlah Mbak Yu dan mas Joko.!! Terimalah itu.!! Kami ikhlas kok.!! itu sebagai rasa terima kasih kami kepada kalian berdua, yang mana kalian berdua telah berhasil merawat ikan-ikan lele tersebut. dan itu sekaligus rasa terima kasih kami, karena kalian berdua betul-betul bersungguh-sungguh membantu kami dalam segala hal di rumah ini. Dan hal itu telah kami sepakati berdua, Dan kami sangat ikhlas memberikan itu semua kepada kalian.!! Jadi kami mohon terimalah hadiah kami tersebut..!!"


Kemudian ibu Sumarni berkata kepada Pak Hartono dan ibu Sumiatun....


"Ini bener buat kami dek.??"


Tanya ibu Sumarni kepada sang adik ibu Sumiatun...


Lalu ibu Sumiatun menjawab....


"Bener kak.!! Itu buat kakak dan mas Joko.!! Tolong terima ya.!!"


Kemudian sontak saja.... Ibu Sumarni langsung berdiri dan menghampiri adiknya tersebut, yaitu: ibu Sumiatun dan memeluknya sembari berkata....


"Alhamdulillah.!! Terima kasih banyak ya dek.!! Atas hadiah ini kepada kami, semoga rezeki adek bertambah, dan semoga adek beserta keluarga semua diberikan kesehatan dan diberikan kelancaran usaha dan rezekinya.!!"


Kemudian ibu Sumiatun dan Pak Hartono mendengar ucapan doa dari ibu Sumarni tersebut berucap....


"Amin...!!"


Setelah mereka semuanya selesai makan malam kemudian Pak Hartono dan ibu Sumiatun segera pindah ke ruang tengah kemudian mereka berdua duduk santai sambil menonton televisi di ruangan tersebut.


Sedangkan Pak Joko membantu istrinya membereskan piring-piring dan gelas di meja makan tersebut, kemudian di bawah ke dapur dan kemudian mereka berdua segera mencucinya. Lalu setelah itu mereka berdua segera menuju ke ruang belakang, dan mereka pun ngobrol berdua di sana sebelum mereka beristirahat. Dan tempat istirahat mereka sendiri ada di ruang belakang rumah tersebut, sedangkan lantai atas memang sengaja tidak ditempati, karena tempat tersebut sebelumnya ditempati oleh Icha. Jadi lantai atas tersebut setelah ditinggal pergi oleh Icha untuk studi ke luar negeri, jadi lantai atas tersebut cuma dibersihkan saja oleh ibu Sumarni setiap hari, karena tempat itu memang lagi kosong tanpa berpenghuni.


Pak Joko sendiri bekerja di rumah Pak Hartono tersebut digaji rp100.000 per hari oleh Pak Hartono, dan sang istri pun demikian... yakni: Ibu Sumarni. Beliau juga digaji rp100.000 per hari. Jadi mereka berdua sama-sama mendapatkan gaji rp100.000 setiap harinya. Maka mereka berdua tidak heran kalau mendapatkan hadiah sebesar itu oleh pak Hartono. Mereka berdua sangat senang karena dengan hadiah tersebut... Berarti mereka berdua otomatis menambah pundi-pundi penghasilan mereka berdua. Dan mereka berdua juga merasa kebaikan Pak Hartono tersebut adalah suatu hal yang sangat luar biasa menurut mereka berdua. Karena hadiah tersebut selain nominalnya besar bagi mereka, lagi pula hadiah tersebut adalah cuma-cuma. Artinya hadiah tersebut di luar gaji mereka dalam mereka bekerja di sana, dan mereka merasa kebaikan Pak Hartono tersebut adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa bagi Pak Joko dan istrinya.


Setelah mereka lama mengobrol, tidak terasa waktu mulai larut malam. Kemudian mereka bersiap-siap untuk istirahat. Lalu Pak Hartono mengunci semua pintu, termasuk pintu gerbang depan dan semua pintu-pintu belakang rumah, semuanya dikunci oleh Pak Joko. Dan setelah semuanya terkunci, maka Pak Joko segera masuk ke dalam rumah dan kemudian mereka semua beristirahat.


Lalu keesokan harinya, aktivitas di rumah tersebut kembali seperti biasanya....


Pagi-pagi sekali Pak Joko bangun lebih awal. Setelah beliau salat subuh, kemudian Pak Joko membuka pintu gerbang depan dan terus menuju ke halaman belakang rumah, untuk mempersiapkan segala perkakas-perkakas atau alat-alat pertukangan untuk semua para pekerja, yang sebelumnya berkumpul di suatu tempat, kemudian oleh Pak Joko dikeluarkannya semua agar bila para pekerja tersebut mulai datang untuk melakukan pekerjaannya, mereka sudah siap dengan segala perkasnya tersebut.


Di pagi itu... Sebelum para pekerja-pekerja tersebut datang, maka Pak Hartono segera menemui Pak Joko yang kebetulan saat itu berada di halaman belakang rumah.


Kemudian Pak Hartono segera menyuruh Pak Joko untuk membersihkan semua kolam ikan lele tersebut satu persatu sebelum kolam-kolam tersebut di isi air. Karena memang setelah proses panen, maka kolam tersebut harus dilakukan sterilisasi atau pembersihan, agar kolam tersebut menjadi bersih. Hal itu untuk menjaga kuman-kuman atau kotoran-kotoran yang menempel di kolam tersebut setelah sebelumnya ditempati oleh ikan-ikan lele yang sudah dipanen tersebut, karena memang bibit yang akan dilepaskan kembali ke kolam-kolam tersebut harus menempati tempat yang steril atau bersih. Jadi kolam tersebut nantinya setelah semuanya selesai dibersihkan, kemudian kolam tersebut akan dilakukan proses pengeringan selama tiga hari agar semua kuman-kuman dan bakteri-bakteri, baik dari ikan lele yang selesai dipanen tersebut, ataupun dari sisa-sisa makanan yang ada di kolam tersebut agar tidak menimbulkan penyakit atau bakteri kepada bibit-bibit yang akan dimasukkan ke kolam tersebut untuk selanjutnya.


Dan itu bukan hal yang mudah bagi Pak Joko, karena kolam tersebut selain lebar dan panjang satu persatunya, kolam tersebut semuanya adalah 10 petak. Jadi bagi Pak Joko walaupun proses pembersihan kolam tersebut berat baginya, namun Pak Joko adalah seorang pekerja keras dan tekun.


Sedangkan di dapur.... Ibu Sumarni dan ibu Sumiatun sedang sibuk membersihkan ikan-ikan lele yang kemarin disisakan sebanyak 10 kg tersebut, untuk dimasak dan dimakan oleh semuanya, termasuk para pekerja nantinya. Jadi mulai pagi-pagi sekali mereka berdua memang sengaja mengolah dan membersihkan ikan lele tersebut, lalu kemudian dimasak.


Dan memang untuk hari itu Pak Hartono dan ibu Sumiatun berencana beda dengan hari-hari biasanya. Mereka berencana akan memasak lalapan. Baik untuk yang dimakan sendiri, ataupun para pekerja. Karena memang selain ikan tersebut sudah sampai pada waktu panen, hitung-hitung Pak Hartono juga ingin berbagi rezeki kepada para pekerja-pekerja tersebut.


Setelah beberapa waktu kemudian... Para pekerja yang akan bekerja di rumah Pak Hartono pun sudah datang, karena memang waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi. Sementara itu Ibu Sumarni dan Ibu Sumiatun yang memasak di dapur juga telah siap, lalu sesa'at kemudian Ibu Sumarni segera memanggil Pak Joko untuk membantu mengeluarkan sarapan pagi untuk para pekerja tersebut. Kemudian Pak Joko yang waktu itu tengah membersihkan kolam, maka beliau langsung membantu mengeluarkan sarapan tersebut dari dapur ke halaman belakang rumah. Kemudian setelah sarapan tersebut sudah siap, maka Pak Joko segera menyuruh para pekerja-pekerja tersebut untuk segera sarapan pagi dengan ditemani oleh dirinya, dan mereka pun semua makan bersama.


Mereka semua sarapan di pagi itu memang beda dengan yang biasanya, karena memang masakan tersebut tidak sama dengan hari-hari sebelumnya. Mereka semua dimanjakan dengan masakan lalapan dengan menggunakan lauk ikan lele,maka tentu saja hal itu membuat para pekerja-pekerja tersebut menjadi lahap makannya.


Sedangkan Pak Hartono juga dipanggil oleh ibu Sumiatun untuk segera makan di ruang makan rumahnya, dengan ditemani oleh istrinya tersebut, dan dengan masakan yang sama yaitu lalapan ikan lele.


Kemudian setelah mereka semua selesai makan pagi, maka para pekerja tersebut memulai pekerjaannya yaitu: meneruskan pembangunan tempat peristirahatan di halaman belakang rumah tersebut. Sedangkan Pak Joko meneruskan tugasnya yaitu membersihkan kolam-kolam ikan lele, yang sebelumnya ditugaskan oleh pak Hartono kepada dirinya. Sedangkan Pak Hartono sendiri melihat para pekerja-pekerjanya yang sedang sibuk melakukan tugasnya, sembari memeriksa bahan-bahan material pembangunan tersebut. Karena Pak Hartono khawatir jikalau bahan-bahan tersebut ada yang kekurangan. Sedangkan pengecatan pagar itu sendiri yang sebelumnya dikerjakan oleh Pak Joko, untuk sementara itu ditinggal dulu, karena Pak Joko ada tugas yang lebih penting dari Pak Hartono yaitu: membersihkan kolam ikan lele, karena kolam tersebut membutuhkan pengerjaan yang lebih cepat agar bisa segera ditempati lagi atau di isi lagi dengan bibit-bibit yang baru.


*Untuk sementara kita tinggalkan sejenak kegiatan di rumah Pak Hartono....!! Sekarang kita menuju ke California Amerika serikat.!!*


Di mana saat itu Icha dan kelima teman-temannya akan memulai studinya di hari pertama ke kampus.


Di hari itu sebelum Icha dan semuanya berangkat kuliah, maka seperti biasanya mereka memasak dulu untuk sarapan pagi.


Mereka berbelanja tiga hari sekali ,sedangkan memasak, yaitu satu kali sehari. Jadi mereka berbelanja untuk keperluan tiga hari dalam satu kali belanja, kemudian kalau masalah memasak, mereka masak satu kali untuk dimakan tiga kali sehari.


Setelah mereka selesai sarapan pagi, kemudian mereka semua segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Seperti biasa Adit selalu mengontrol mereka dan memperingati mereka, agar tidak terlambat berangkat ke kampus. Setelah semuanya sudah siap, kemudian mereka segera berangkat ke kampus dengan naik bus.


Kebetulan pada saat itu di hari perdana mereka memulai studinya, yang mengajar mereka di kampus tersebut adalah om Robert sendiri.


Kebetulan om Robert mengajar kurikulum sains dan teknologi.


Memang bagi beberapa siswa di Universitas tersebut pelajaran itu adalah salah satu pelajaran yang agak sulit tapi tidak dengan Icha Adit dan yang lainnya karena memang mereka adalah siswa unggulan atau siswa yang terbaik apalagi bagi Icha dan Adit yang jelas-jelas keduanya tersebut mendapatkan beasiswa dari pemerintah karena memang keduanya tersebut adalah semua yang terpilih yang terbaik dari yang baik di kampus yang sebelumnya yaitu: "Universitas Brawijaya Malang Jawa timur Indonesia"


Seperti yang terjadi sebelumnya... Yang namanya Icha menjadi tren dan topik sekaligus perhatian di kampus tersebut, karena bukan Icha namanya kalau masalah mata pelajaran di segi apapun dia merasa kesulitan karenanya. Karena kepintaran dan kecerdasan Icha itu sudah tampak mulai dia masih kecil. Karena sewaktu Icha baru masuk di bangku sekolah dasar, kalau masalah pelajaran Icha adalah bintangnya. meskipun Adit adalah tergolong siswa yang berprestasi dengan meraih beasiswa, tapi Ica adalah di atasnya.... Baik dari segi kualitas keilmuan dan kecerdasannya. Tak ayal di kampus tersebut lagi-lagi Icha menjadi bintang yang membuat kagum bagi siswa-siswa yang lain di kampus tersebut. karena bagi Icha sama saja, baik dalam segi pelajaran dan pergaulan. Hanya yang beda bagi Icha di negri tersebut ialah: suasana dan kebiasaan. "Ya maklum saja namanya negeri orang, kata pepatah Lain ladang lain belalang..." Begitu juga kebiasaan, adat timur dan adat barat tidak mungkin sama. Jadi mereka hanya butuh penyesuaian saja.


Setelah beberapa waktu Icha kuliah di sana, Icha mulai terkenal....


Sama seperti pada waktu Icha masih kuliah di Universitas BRAWIJAYA malang. Icha mulai disorot media-media setempat, dan Icha juga sering dipanggil ke stasiun-stasiun televisi di negeri tersebut. Itu semua berkat kepintaran dan kecerdasannya dalam hal pendidikan, dan lebih-lebih yang membuat Icha lebih terkenal lagi, Icha juga berpenampilan baik. Selain berparas cantik, dengan bodi yang seksi Icha juga pandai bergaul walaupun dengan teman-teman asing di negri tersebut, karna memang Icha mahir dalam berbahasa asing.


Icha mahir bukan hanya berbahasa Inggris saja, tapi Icha juga mahir berbahasa "China,Spanyol, dan Jepang." Jadi pantas saja kalau Icha menjadi terkenal di sana.


Sedangkan Adit.... Walaupun Adit juga unggul dalam segi mata pelajaran, akan tetapi dia beda dengan Icha. Kalau Icha selain l pintar dalam mata pelajaran, Icha juga menguasai 5 bahasa. Tapi Adit tidak menguasai 5 bahasa, tetapi Adit hanya bisa menguasai dua bahasa, yaitu: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris saja.


Rupanya kepopuleran Icha tersebut sudah di ketahui Pak Hartono dan ibu Sumiatun dengan mengetahui hal tersebut lewat tayangan televisi. Dan lagi-lagi hal tersebut membuat Pak Hartono dan ibu Sumiatun merasa senang dan bangga terhadap Icha, karena sekarang Icha dikenalnya bukan hanya nasional, tapi sudah merambat go internasional.


Keterkenalan Icha tersebut tidak membuat teman-teman Icha yang lain terutama teman-teman Icha yang kelima cewek, yaitu: "Rebecca" "Anggun" "Fitriani" dan "Melinda"merasa iri terhadap Icha, malah mereka merasa bangga dengan Icha. Karena bagaimanapun juga, mereka merasa dengan terkenalnya Icha, maka mereka juga menjadi ikut terkenal di negeri tersebut, karena memang mereka sama-sama berasal dari negara yang sama dan seperjuangan dengan Icha.


Hari-hari pun berlalu.!! Tidak terasa waktu itu adalah hari minggu, atau hari libur. Jadi Icha" Adit" dan teman yang lain tidak ada jadwal untuk kuliah, jadi mereka semua mempergunakan waktu tersebut untuk bersantai di rumah om Robert tersebut. Dan karena memang rumah tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang mewah, termasuk kolam renang" lapangan olahraga" dan taman-taman yang indah, jadi mereka semua mempergunakan waktu tersebut untuk santai di tempat itu..


Tepat pagi-pagi sekali... Icha dan teman-temannya berbelanja ke pasar seperti biasanya untuk membeli bahan-bahan pokok. Mereka semua berbelanja bersama, lalu setelah mereka selesai berbelanja ke pasar tersebut, lalu mereka semua langsung memasak, lalu kemudian setelah mereka selesai memasak kemudian mereka semua makan pagi bersama. Lalu setelah mereka selesai makan pagi maka Icha mengajak teman-temannya tersebut untuk berenang di kolam belakang rumah om Robert tersebut.


kemudian Icha berkata....


"Oke teman-teman.!! Kita kan sekarang udah kelar nih.!! Masak udah... Makan udah.... Jadi gimana kalau waktu luang ini kita gunakan untuk berenang di kolam belakang rumah yuk.!!' ucap Icha kepada teman-temannya tersebut....


Kemudian teman-temannya menjawab....


"Oke setuju.!!" Jawab teman-temannya tersebut secara bersamaan.


Kemudian mereka semua langsung menuju ke halaman belakang rumah, yang mana kolam tersebut ada di halaman tersebut.


Memang kolam tersebut agak luas, dengan berukuran lebar 20 m dan panjang 30 m dengan kedalaman 2 meter. Dan kolam tersebut sangat indah" rapi" dan terawat. Karena memang om Robert memiliki dua pembantu, satu laki-laki dan satu perempuan. Pembantu om Robert yang laki-laki memang dikhususkan untuk merawat halaman, yaitu: kolam" lapangan olahraga" dan taman-taman atau bunga-bunga hias di rumah om Robert tersebut. Sedangkan pembantu wanitanya bertugas di dalam rumah yaitu: memasak sekaligus membersihkan rumah.


Setelah Icha dan teman-temannya sampai ke kolam tersebut.... Maka Icha dan teman-temannya terkejut dengan adanya seseorang yang berenang terlebih dahulu di kolam tersebut. Kemudian semuanya memeriksa siapakah gerangan yang berenang di kolam tersebut, dan setelah diperhatikan, ternyata yang berenang tersebut adalah Adit. Rupanya Adit sedari tadi memang sudah ada di situ, dan bermain-main dengan berenang di kolam tersebut.!!


Kemudian Icha dan teman-teman yang lain menyapa Adit.....


"Halo Adit.... Lu udah dari tadi di sini Dit.!! Gue kira siapa.... ternyata elu.!!"


Ucap Icha kepada Adit....


Kemudian Adit menjawab....


"Eh iya nih.!! Gue udah dari tadi di sini nah.!! kalian sendiri ke sini ngapain.??" Tanya Adit....


Kemudian mereka semua menjawab secara bersamaan....


"Ya renang lah.... Masak nyuci.!!"


Lalu semuanya tertawa....


Lalu setelah itu Adit naik ke permukaan setelah sebelumnya Adit berenang di kolam tersebut agak lama, dan sekalian memberi waktu kepada Icha dan teman-temannya, untuk bermain-main di kolam tersebut.


Adit yang waktu itu hanya memakai celana pendek dan tidak memakai baju, kemudian segera naik dari kolam tersebut ke permukaan. Dan tanpa disadarinya oleh Adit, mereka semua termasuk Icha mengagumi Adit yang waktu itu dalam keadaan tidak memakai baju. Itu karena memang Adit selain tampan, mereka baru mengetahui bahwa tubuh Adit sangat Atletis, dan lagi berkulit putih. "Ya maklum saja, Adit memang anak orang kaya. Jadi Adit di rumahnya memang rajin berolahraga, dengan alat-alat olahraga yang lengkap di rumahnya. hal itulah yang membuat tubuh Adit menjadi sangat Atletis dan seksi.