Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
Bab 19



Setelah mereka berdua duduk beristirahat, kemudian sejenak mereka diam dan saling bingung keduanya.... Mereka bingung kepada dirinya sendiri, karena mereka merasa harus memulai kata-kata dari mana untuk memulai perkataan. Dan akhirnya mereka berdua berbicara dengan memulai kata-kata yang sama, dan kata-kata itu pun dilakukan secara bersamaan...


Kemudian mereka berkata....


"Elu...!! Elu...!!" Ucap mereka secara bersamaan....


Setelah mereka berdua mengucapkan kata-kata itu... Lalu mereka terdiam sejenak dengan tersipu malu antara keduanya. Kemudian setelah itu Adit mempersilahkan Icha untuk berbicara terlebih dahulu.


Adit berkata kepada Icha....


"Silakan Icha... elu berbicara terlebih dahulu.!! Dan gue akan mendengarkan lu.!!"


"Elu yang duluan Dit.!!" ucap Icha....


"Silakan lu yang duluan Icha.!!" ucap Adit....


Kemudian Icha memulai pembicaraan tersebut....


"Oh iya Dit.!! Gue lihat... Lu mahir sekali tadi pagi berenang di kolam.!! Emangnya lu sejak kapan belajar renangnya.??"


Kemudian Adit menjawab....


"Gue sih emang sejak kecil diajarin ama bokap gue, dan emang di rumah gue punya kolam renang sendiri. Jadi gue hampir setiap hari main di kolam renang, setelah gue tahu berenang. Tapi akhir-akhir ini emang gue nggak terlalu sering sih...!! Ya maklumlah... Lu kan tahu sendiri selain gue males, ya emang nggak ada waktu untuk renang.


Kemudian kita bertanya lagi....


"Nah selain renang, elu sering olahraga apa lagi.? Karena gue lihat badan lu sangat berotot sekali.!! Karena nggak mungkin lah kalau cuma olahraga renang bisa membentuk otot kayak lu.!!"


Lalu Adit menjawab....


"Wah... Kalau itu gue sering berolahraga fitnes di rumah gue.!! Karena kebetulan keluarga gue mempunyai alat-alat olahraga lengkap.!! Ya seperti angkat besi dan lain-lain.!!"


Kemudian setelah itu Adit bertanya balik kepada Icha....


"Nah kalau lu sendiri Icha bagaimana.?? Emangnya lu nggak pernah belajar berenang sama sekali.!! Karena yang terjadi tadi pagi itu lu bisa tenggelam gitu.!! Berarti kan lu kan nggak bisa renang.!! Jadi bagaimana Icha.??


Mendengar pertanyaan dari Adit tersebut.... Ica seketika tertunduk sembari memalingkan wajah dengan mata yang berkaca-kaca. Karena Icha merasa sedih dengan keadaannya yang dulu, karena memang Adit tidak tahu tentang masa lalu Icha, yang ada Adit tentang Icha, ialah masa sekarang. Dan Adit juga tidak tahu bahwa Icha adalah bukan Anak asli dari pak Hartono... dan memang riwayat tersebut sengaja oleh Icha disimpan rapat-rapat kepada teman-temannya, termasuk Adit. Karena masa lalu tersebut begitu kelam dan begitu menyayat hati menurut Icha... Tapi bagaimanapun riwayat masa lalu tersebut tidak mungkin selamanya tersimpan rapat dalam memori Icha. Jadi dalam benak Icha saat ini berada dalam dua pilihan: "menceritakan tentang masa lalunya, atau tidak." Karena memang dari dulu Icha berprinsip masa lalu tersebut tidak akan diceritakannya kepada siapapun, walaupun terhadap teman-temannya sampai pada waktu yang tepat" orang yang tepat" dan momen yang tepat. Jadi Icha berpendapat... Apakah momen ini atau orang yang akan diceritakannya tentang masa lalunya tersebut adalah memang Adit," atau bagaimana.!? Jadi hal itulah yang membuat Icha tertunduk dan terdiam, dan dengan mata yang berkaca-kaca, karena yang ada dalam perasaan Icha saat ini bercampur aduk....Yaitu antara sedih" bingung" dan lain-lain.


Kemudian Icha berbicara kepada Adit....


"Masa lalu gue sangat menyedihkan Adit.!! Kalau gue cerita ama lu, mungkin lu nggak akan percaya Adit.!! Karena yang lu kira kehidupan gue lempeng-lempeng aja kayak sekarang. Padahal gue dulu sewaktu kecil nggak kayak gini, dan bahkan kehidupan masa kecil gue nggak semulus teman-teman gue semuanya, termasuk lu Adit.!!"


Lalu Adit berkata....


"Emangnya ada apa Icha.?? Coba lu ceritakan ke gue.!! Gue akan menjadi pendengar yang baik buat lu, dan apapun yang lu ceritakan ke gue... Gue akan merespon dengan baik.!!"


Kemudian Icha berkata....


Kalau Adit berkata....


"Iya bener Icha.!! Ayo cerita ke gue.!! Gue janji akan menjadi pendengar yang baik untuk cerita lu.!! Ayo ceritakan semuanya ama gue.!!"


Kemudian Icha berkata....


"Baiklah Dit.!! Gue akan ceritakan semuanya dari awal.!!"


Lalu Icha menceritakan semuanya dari awal....


"Begini Dit.!! Sewaktu gue masih kecil dan belum masuk sekolah, ya... Kira-kira umur 3 atau 4 tahun, gue sudah merasakan kesengsaraan dalam keluarga gue.!! Terutama kesengsaraan tersebut dirasakan diakibatkan oleh masalah kekurangan ekonomi, dan hal tersebut memicu pertengkaran antara bokap dan nyokap gue. Sedangkan bokap gue yang asli bernama "Suseno" dan nyokap gue yang sekarang itu. yakni: Sumiatun yang menjadi istri dari Pak "Hartono" yang sekarang udah menjadi bokap gue. Karena memang sewaktu gue masuk di bangku kelas 3 sekolah dasar, bokap gue yaitu: Suseno bercerai dengan nyokap gue, dan bokap gue tersebut meninggalkan gue ama nyokap gue begitu saja.!! Tapi sebelumnya itu gue memang udah serba kekurangan.!! Jangankan untuk uang saku, untuk hidup sehari-hari repot.!! Apa lagi buat beli baju baru untuk lebaran aja gue jarang dibeliin, atau dimanjakan dengan makanan-makanan yang enak oleh keluarga gue.!! Pekerjaan bokap gue sendiri yaitu hanyalah seorang buruh tani, itu pun kalau ada orang yang menyuruh... Kalau nggak ada ya nganggur aja.!! Maka Tak jarang nyokap gue bingung ke sana kemari untuk berhutang kepada tetangga, hanya sekedar untuk keperluan sehari-hari.


Dan parahnya menurut gue pertengkaran nyokap gue dan bokap gue hampir terjadi tiap hari, dan itu kerap kali terjadi di hadapan gue. dan lu bisa bayangin Dit.!! Bagaimana gue waktu itu yang masih polos dan tidak tahu apa-apa, sering menyaksikan bokap dan nyokap gue bertengkar di depan mata gue sendiri.!! Dan akhirnya gue menjadi trauma akibat terjadinya pertengkaran bokap dan nyokap gue tersebut, sehingga gue waktu itu menjadi minder, tidak percaya diri dan takut kalau ada orang bertengkar.!! Dan yang parahnya waktu itu gue sering di BULLY oleh teman-teman gue di sekolah.!! Dan bahkan bukan hanya teman sekolah saja, anak-anak tetangga gue juga sering mem BULLY gue.!! Dan lu bisa bayangin betapa sakitnya hati gue pada waktu itu.!! Gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, teman-teman gue di sekolah membeli ini dan itu, sedangkan gue hanya berdiri menyaksikan mereka, karena gue sendiri tidak memiliki uang untuk membeli makanan tersebut.!! Dan bahkan kalau gue mau berkumpul dan bermain dengan mereka, gue selalu ditolak... Karena menurut mereka, baju gue tidak layak dan tidak sebagus dengan yang mereka pakai.


Dan setelah gue duduk di bangku kelas 3 SD, maka bokap dan nyokap gue resmi bercerai.!! Maka secara otomatis tentu saja gue yang waktu itu berada di bangku kelas 3 sekolah dasar tersebut menjadi putus sekolah, karena kejadian itu. Karena bagaimana tidak, sewaktu bokap gue masih ada aja, gue kekurangan dalam segi finansial, apalagi waktu gue dan nyokap gue ditinggal bokap... Tentu saja kehidupan gue dan nyokap gue bertambah parah, dan bertambah memperhatikan.!! Karena bagaimana tidak, semenjak kejadian tersebut gue dan nyokap gue hanya menjadi buruh tukang cuci di rumah-rumah tetangga, dan gue beserta nyokap gue seringkali hanya dikasih makan saja tanpa dibayar pakai uang.!!


Setelah beberapa waktu kemudian, rupanya ibu guru gue yang mengajar di sekolah dasar tempat gue sekolah, rupanya mengetahui bahwa salah satu murid di kelas 3 tersebut" yaitu "gue" sudah lama tidak masuk kelas.!! Dan rupanya ibu guru bertanya kepada teman-teman gue perihal putusnya gue di sekolah tersebut.


Dan akhirnya ibu guru gue langsung datang ke rumah dan menanyakan langsung ke gue dan nyokap gue.!! Ibu guru gue itu menanyakan kenapa gue nggak masuk sekolah, kebetulan pada saat itu gue sudah kurang lebih 2 minggu nggak masuk sekolah. Setelah guru gue tersebut bertanya kepada nyokap gue, maka nyokap gue menjawab pertanyaan guru gue. Ya tentu saja nyokap gue ngomong apa adanya.!! Nyokap gue bilang ama guru gue bahwa gak masuknya gue atau putusnya gue ke sekolah itu diakibatkan karna gue nggak ada lagi yang membiayai.!! Baik untuk uang saku meskipun cuma sedikit, ataupun yang lain-lain. Jadi nyokap gue bilang ama guru gue... Jangankan sekolahin gue, buat makan sehari-hari aja ngutang sini ngutang sana sama tetangga, karena memang bokap gue menceraikan nyokap gue.!! Jadi alasan nyokap gue bilang ke Bu guru, bahwa gue nggak ada lagi yang membiayai.!!'


Sesaat Adit memutus cerita Icha, dan bertanya kepada Icha....


"Lalu setelah guru lu mendengar cerita dari nyokap lu.... Apa yang dilakukan oleh guru lu tersebut, dan siapa nama lu itu.??"


Kemudian Icha menjawab dan meneruskan ceritanya....


"Oh iya Dit.!! Gue lupa nyebutin nama bu guru gue itu.!! Ibu guru gue tersebut bernama "Farida," sedangkan Ibu Farida itu sendiri adalah istri dari Pak Hartono" yaitu: orang yang sudah menjadi suami nyokap gue, atau bokap gue yang sekarang.!!


Setelah Ibu Farida mendengar cerita dari nyokap gue, kemudian Ibu Farida terkejut.!! Karena beliau tidak menyangka putusnya gue dikarenakan dengan hal yang diceritakan nyokap gue sebelumnya.


Dan bahkan yang membuat beliau sedih... Sebelum gue putus dari sekolah tersebut, kehidupan gue memang sangat memprihatinkan dan sangat menyentuh perasaan dari Ibu Farida itu sendiri. Maka sontak saja ibu guru gue tersebut menjadi sangat sedih.!! Dan dari perasaan tersebut... Maka timbul dari Bu Farida ke gue dan nyokap gue untuk membantu.!! Dan benar saja.... Setelah guru gue tersebut mengetahuinya, maka Bu Farida berbicara kepada nyokap gue untuk menawarkan suatu harapan yang mungkin bisa meringankan beban penderitaan gue dan nyokap gue.!! Dan guru gue tersebut menawarkan pekerjaan di rumahnya yaitu: nyokap gue disuruh bekerja di rumah Ibu Farida guru gue tersebut, dengan menjadi pembantu rumah tangga. Setelah tawaran tersebut ditawarkan kepada nyokap gue, maka nyokap gue menyetujuinya.!! Dan bahkan bukan cuma itu, ibu guru gue tersebut berencana meneruskan pendidikan gue yang sebelumnya putus di bangku kelas 3 SD, agar pendidikan gue tersebut bisa diteruskan dengan biaya yang ditanggung oleh Ibu Farida atau guru gue tersebut. Jadi nyokap gue dan gue berperasaan waktu itu, bahwa Ibu Farida guru gue itu adalah seorang manusia yang berhati malaikat pada saat itu.!! Karena tanpa pertolongan beliau, nyokap gue dan gue tidak mungkin membuat kehidupan gue sampai kayak yang sekarang ini.!! Karena pertolongan beliau dulu bukan hanya meneruskan pendidikan gue di sekolah dasar itu saja, bahkan beliau meneruskan pendidikan gue sampai ke SMP" lalu ke SMA" dan lalu sampai kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Yaitu sama lo waktu itu di kampus tersebut.!! Tapi waktu itu Ibu Farida tidak sempat menyaksikan gue sampai di wisuda, karena beliau keburu meninggal dunia.!! Dan itu membuat gue sangat sedih waktu itu, karena betapa mulianya hati beliau, betapa berjasanya seorang Ibu Farida menurut gue.!! Karena gue menganggap ibu Farida tersebut adalah malaikat penolong bagi gue dan nyokap gue.!! Dan untungnya yang sayang kepada gue bukan hanya Ibu Farida saja, tapi juga dengan Pak Hartono. Karena kasih sayang pak Hartono juga gue rasakan sewaktu dulu gue pertama kali ditolong Ibu Farida.!! Dan memang waktu itu Ibu Farida dan suaminya, yaitu Pak Hartono yang sekarang menjadi bokap gue itu, memang benar-benar menganggap gue dan nyokap gue keluarga mereka sendiri.!! Dan kebetulan mereka tidak mempunyai anak dalam rumah tangga mereka.


Jadi gue dijadikan anak angkat oleh mereka berdua, dan mereka berdua memperlakukan gue layaknya seperti putri kandungnya mereka sendiri.!! jadi gue merasa nyaman dengan mereka berdua, karena mereka berdua begitu sayangnya ke gue.!!"


Sesaat Adit memutus lagi cerita dari Icha, dan bertanya kepada Icha....


"Lalu setelah Ibu Farida tersebut meninggal dunia, terus bagaimana tentang kehidupan lu selanjutnya.??"


Kemudian Icha menjawab dan meneruskan ceritanya....


"Jadi setelah Ibu Farida meninggal dunia, itu terjadi sebelum gue di wisuda di Universitas Brawijaya Malang waktu itu.!! Jadi gue setelah di wisuda, gue hanya dihadiri oleh nyokap gue sendiri dan juga Pak Hartono yang waktu itu belum menjadi bokap gue.!! Tapi walaupun mereka berdua datang di acara wisuda gue tersebut, gue masih belum bisa MOVE ON dari kesedihan gue waktu itu, yang mana dalam acara wisuda gue tersebut tidak dihadiri oleh Ibu Farida sang penolong gue. Jadi gue merasa kebahagiaan tersebut kurang sempurna dan kurang lengkap menurut gue.!!


Lalu setelah gue selesai wisuda, baru Pak Hartono bokap gue tersebut melamar nyokap gue, dan lamaran tersebut disaksikan langsung ama gue waktu itu.!! Dan gue sendiri waktu terjadinya lamaran tersebut gue menjadi bingung, karena gue memang sebelumnya nggak nyangka sama sekali akan terjadinya proses lamaran tersebut. Lagi pula gue sendiri menganggap Pak Hartono tersebut adalah seorang ayah yang sangat bertanggung jawab kepada anaknya. Itu yang ada dalam perasaan gue.!! Jadi intinya walaupun Pak Hartono tidak melamar nyokap gue ataupun tidak menikah dengan gagang gue, gue tetep menganggap Pak Hartono tersebut adalah bokap gue yang sangat gue hormati, dan lagi sangat gue sayangi dengan segala kasih sayang dan pengorbanan beliau ke gue dari dulu.!!"