
Lalu setelah Pak Hartono dan yang lainnya pergi berangkat ke pasar untuk berbelanja, kemudian saat itu Pak Joko yang ditugaskan oleh pak Hartono untuk tunggu di rumah, maka beliau mencari kesibukan dengan meneruskan pengecatan pagar rumah tersebut. Dan kebetulan pengerjaan pengecatan rumah tersebut sudah mencapai 75%, itu artinya sedikit lagi menuju selesai pekerjaannya. Sedangkan pengerjaan atau pembangunan tempat peristirahatan atau tempat santai itu sendiri, sudah mencapai 60%.
Setelah beberapa saat kemudian, Pak Joko yang saat itu sedang sibuk mengecat pagar, lalu terdengar dari halaman depan rumah suara klakson mobil. Lalu Pak Joko yang mendengar suara klakson tersebut, kemudian segera menghentikan kegiatannya yang mengecat pagar. Lalu kemudian segera menghampiri ke arah suara tersebut, yang berasal dari halaman depan rumah. Dan benar saja.... Setelah Pak Joko tiba di halaman depan rumah, kemudian Pak Joko melihat ada sebuah truk yang memasuki halaman rumah tersebut. kemudian Pak Joko segera bertanya kepada sang supir dari truk tersebut.
Pak Joko berkata....
"Maaf Pak.... Apa yang Bapak muat di dalam truk itu.??"
Tanya Pak Joko kepada sang sopir.
Kemudian si sopir menjawab....
"Oh iya pak.... Kebetulan yang kami muat ini adalah pasir, sisa dari kemarin yang saya bawa kemari yang Bapak beli kemarin. Jadi yang Bapak beli kan dua truk.... Yang satu truknya sudah kami antarkan ke sini, jadi sisa yang ini, dan sekarang sudah genap 2 truk pak.!!"
Ucap sang sopir tersebut kepada Pak Joko.
Tapi Pak Joko agak heran, karena hari itu adalah hari Minggu, biasanya para pekerja semuanya libur. Sedangkan pekerja di rumah Pak Hartono saja libur, apalagi para pekerja atau karyawan toko.
Lalu Pak Joko bertanya kepada sang sopir itu lagi....
"Lho kenapa diantarkan sekarang pak.? Bukannya sekarang hari Minggu.!? Kan biasanya libur.!? Tapi kenapa bapak masuk kerja di toko tersebut, dan mengantarkan barang lagi ke sini.!?"
Kemudian sang sopir tersebut menjawab....
"Oh iya pak.... Kami memang sengaja lembur hari ini, karena jadwal pengantaran barang di toko kebetulan lagi padat.!! Apalagi besok Pak.!! Saking padatnya maka kami diharuskan lembur.!!"
Kemudian Pak Joko berkata....
"Oh baiklah kalau begitu Pak.!! Mari ikutin saya Pak ke belakang rumah, untuk menurunkan pasir tersebut.!!"
Kemudian Pak Hartono berjalan ke belakang rumah lalu diikutin oleh sang sopir tersebut dengan truknya, dan kemudian Pak Joko menunjukkan lokasi untuk tempat penurunan pasir tersebut, lalu sang sopir mengarahkan truknya ke arah yang ditunjuk oleh Pak Joko, lalu kemudian temannya yang di belakang yang bertugas untuk menurunkan pasir, kemudian mulai menurunkan pasir tersebut. Sedangkan Pak Joko langsung menuju ke dapur untuk membuatkan kopi mereka, sembari menyiapkan makanan kecil. Lalu setelah kopi siap dan sepiring makanan kecil juga siap, maka Pak Joko mengeluarkannya dari dapur ke meja teras belakang rumah, lalu kemudian Pak Joko memanggil sang sopir tersebut untuk terlebih dahulu mencicipi kopi dan makanan kecil yang disediakan oleh Pak Joko di meja tersebut, sembari menunggu para pekerja yang bertugas menurunkan pasir tersebut, kemudian sang sopir bersama Pak Joko duduk di kursi dengan minum kopi dan mencicipi makanan kecil yang tersaji di meja halaman belakang tersebut sambil ngobrol, sembari menunggu para pekerja lain yang sedang bertugas menurunkan pasir.
Pak Joko berkata kepada sang sopir tersebut....
" Oh ya pak.... Kebetulan saat ini pak Hartono atau yang mempunyai rumah ini lagi tidak ada di rumah Pak.!! Jadi di sini saya hanya sendiri, karena beliau ada kepentingan yang harus diselesaikan.!!
Tapi nggak apa-apa.... Memang saya ditugaskan untuk berada di rumah, takut-takut ada tamu yang berkunjung ke rumah ini.!! Dan buktinya sekarang benar kan.... Yaitu bapak datang dengan mengantarkan pasir ke sini.!! Jadi kalau rumah ini tidak ada yang menjaga, kan otomatis Bapak tidak bisa mengantarkan pasir kesini kan pak.!!"
Kemudian sang supir tersebut menjawab....
"Iya betul kata bapak.!! Jadi kalau kami ke sini pas mengantarkan pasir ini tapi kebetulan orangnya nggak ada, otomatis kami kembali pak.!! Tapi ngomong-ngomong yang punya rumah ini ke mana sih.??"
Tanya si sopir tersebut kepada Pak Joko.
Lalu Pak Joko menjawab....
"Oh iya pak.... Kebetulan Pak Hartono dan istrinya serta istri saya, mereka semua berangkat ke pasar untuk berbelanja.!! Kebetulan 3 hari lagi pak Hartono akan memperingati 100 hari wafatnya mendiang istrinya, yaitu Ibu Farida.!! Jadi mereka semua membeli semua keperluan-keperluan untuk acara tersebut.!! Dan memang mereka berangkatnya sudah tadi pagi, dan kemungkinan sebentar lagi mereka akan kembali pak!! Kalau saya sendiri memang ditugaskan oleh pak Hartono untuk menjaga rumah ini.!!"
Beberapa saat kemudian, dua orang pekerja yang ditugaskan untuk menurunkan pasir di dalam truk tersebut, rupanya sudah selesai menurunkan pasirnya. Lalu keduanya segera dipanggil oleh Pak Joko, untuk bergabung dengan mereka. Dan setelah mereka menghampiri Pak Joko dan sopir tersebut, maka mereka segera meminum kopi yang telah disediakan oleh Pak Joko sebelumnya, sembari menikmati makanan kecil dan menghisap rokok yang juga telah disiapkan sebelumnya oleh Pak Joko untuk mereka.
Lalu setelah selesai mereka semua ngobrol dan menghabiskan kopinya tersebut, maka mereka semua segera berpamitan kepada Pak Joko untuk kembali. Lalu kemudian mereka semua segera naik truk tersebut, lalu kemudian segera meninggalkan halaman rumah tersebut.
Dan Tak lama kemudian, Pak Joko kembali mendengar suara klakson mobil dari halaman depan. Maka langsung saja pak Joko segera memeriksa ke halaman depan tersebut, untuk melihat siapakah gerangan yang ada dalam mobil tersebut. Dan setelah Pak Joko melihat siapa yang datang, rupanya mereka adalah Pak Hartono beserta ibu Sumiatun dan istrinya. Rupanya mereka semua telah pulang dari pasar untuk berbelanja. Lalu kemudian Pak Joko terus menghampiri mobil tersebut, untuk segera membantu menurunkan barang-barang belanjaan yang ada dalam mobil itu.
Setelah barang-barang tersebut selesai diturunkan dari mobil dan dibawa ke dalam rumah, maka semuanya kembali ke tugas masing-masing. Ibu Sumarni langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang, sedangkan Pak Joko langsung menuju ke halaman belakang dan meneruskan pekerjaannya, yaitu mengecat pagar rumah. Sedangkan Pak Hartono dan ibu Sumiatun, mereka duduk berdua di teras rumah depan sembari membicarakan sesuatu hal, terkait dengan pelaksanaan peringatan 100 hari wafatnya Ibu Farida tersebut. Termasuk salah satunya yang dibahas adalah mengenai tenaga kerja,, yang akan mengerjakan pembuatan "kue-kue" ataupun "bumbu-bumbu" ataupun yang lainnya. Jadi mereka berdua segera membahasnya tentang hal itu.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada istrinya....
"Jadi selanjutnya bagaimana ini Bu.?? Kan ini kurang 3 hari lagi pelaksanaan tersebut.!! Apakah tenaga kerja atau ibu-ibu yang kita suruh mengerjakan pekerjaan ini apa harus dimulai dari sekarang, atau gimana Bu.??"
Tanya Pak Hartono kepada istrinya tersebut.
Lalu ibu Sumiatun menjawab....
"Menurut saya sih mas.... Iya betul.!! Sebaiknya dari sekarang saja.!! Jadi sekarang sebaiknya kita mencari tenaga tersebut, Tapi untuk pelaksanaannya kita suruh kepada mereka nanti untuk mengerjakan besok.!! Jadi kalau kita menyuruh mereka dari awal, kita menghemat waktu. Karena bukan apa-apa, kan mas masih harus membuat undangan kan, untuk para tetangga yang akan kita undang pada malam pelaksanaan tersebut.!?"
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Oh iya betul sih buk.!! Baiklah kalau begitu ayo kita pergi ke tetangga kita, untuk mencari ibu-ibu yang mau untuk kita suruh membantu mengerjakan ini semua.!!"
Kemudian ibu Sumiatun berkata....
"Baiklah mas.!! Tapi tunggu dulu.... Saya akan berpamitan dulu kepada mbakyu Sumarni, takutnya dia kebingungan mencari saya.!!"
Ucap ibu Sumiatun kepada suaminya.
Lalu Ibu Sumiatun segera pergi ke dapur menemui Ibu Sumarni untuk berpamitan, atau memberitahu bahwa dirinya akan pergi ke tetangga untuk mencari para pekerja yang akan membantu mengerjakan segalanya besok. Lalu setelah Ibu Sumiatun selesai berpamitan kepada Ibu Sumarni, kemudian langsung mengajak suaminya tersebut untuk mencari tenaga kerja terutama ibu-ibu, untuk mengerjakan sesuatunya besok terkait dengan keperluan peringatan dari 100 hari wafatnya Ibu Farida tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, maka mereka rupanya telah selesai dan berhasil merekrut dua orang dari tetangganya tersebut, untuk membantu mengerjakan sesuatu hal yang dimaksud. Dan setelah mereka berhasil merekrut tenaga kerja tersebut, maka mereka segera kembali ke rumah. Dan setelah itu kemudian Pak Hartono segera berpamitan kepada istrinya, untuk langsung membuat surat undangan yang akan dibagikan kepada para tetangganya sewaktu tiba pelaksanaan nanti.
Tapi sebelum Pak Hartono berangkat untuk keperluan tersebut, tiba-tiba Ibu sumiatun sang istri menahannya, rupanya istrinya tersebut mengajak suaminya untuk segera makan siang dulu.
Setelah mereka semua selesai makan siang, maka Pak Hartono kembali berpamitan kepada sang istri untuk pergi membuat surat undangan, tapi lagi-lagi sang istri menahannya untuk yang kedua kalinya.
Ibu Sumiatun berkata kepada suaminya tersebut....
"Ntar dulu mas.... Jangan terburu-buru ah.!! Kan waktu masih panjang.!! Sebaiknya mas mandi dulu deh.... dan salat zuhur dulu, kemudian istirahat sejenak, baru nanti agak sore mas pergi untuk membuat surat undangan itu.!! Lagi pula mas kan lelah, karna sedari pagi mengantarkan kami ke pasar.!! Dan bahkan barusan kita mencari ibu-ibu dari tetangga kita, untuk untuk menyuruh mereka bekerja di sini besok.!!"
Ucap ibu Sumiatun kepada sang suami.
Lalu Pak Hartono menjawab....
"Oh... Iya betul juga sih kata ibu.!! Kok saya jadi lupa ya bahwa sekarang saya mempunyai istri yang paling setia, dan perhatian kepada saya.!! Dan istri tersebut rupanya cinta banget kepada saya.!! Wah kayaknya saya mesti dibawa ke dokter nih.... untuk segera diperiksakan pikiran saya.!! Kalau hati sih... Memang sudah cinta banget.!! Tapi.... Pikiran sering lupa, bahwa di samping saya ada istri yang setia.... Cantik.... Perhatian.... Baik.... dan ya..... Pokoknya super lah.!!"
Ucap pak Hartono dengan ada gombal kepada istrinya tersebut....
Ibu Sumiatun yang mendengar kata-kata gombal dari sang suami, kemudian merespon....
"Hm.... Hm... Hm..... Mulai deh.!! Mulai deh.!! Udah ah.!! Cepat mandi.!! Nanti keburu habis waktu dzuhur nih.!!"
Ucap ibu Sumiatun kepada suaminya tersebut dengan nada penuh cinta.