
Kemudian setelah Pak Joko dan semua pekerja tersebut selesai makan, maka Pak Hartono segera memanggil Pak Joko ke pojok halaman belakang.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....
"Begini mas...!! Saya berinisiatif, selain pembangunan pagar ini, saya mau di pojok kiri sebelah sini, bagaimana kalau dibangun tempat peristirahatan atau tempat bersantai dengan permanen...!!
Sedangkan di pojok kanan sebelah sana, saya berinisiatif untuk dibuatkan pemandangan dengan wahana air mancur, agar menambah keelokan dari halaman ini...!!
Bagaimana menurut mas...?"
Tanya Pak Hartono kepada Pak Joko...
Kemudian Pak Joko menjawab....
"Wah bagus banget sekali itu dek...!! Rencana adek itu sangat bagus menurut mas. Karena selain menambah eloknya pemandangan di area sini, tempat peristirahatan ini berguna sekali sewaktu-waktu kalau ada tamu dari jauh, atau pembeli atau pedagang ikan yang akan membeli ikan adek nanti, ada tempat singgah atau tempat bersantai. Jadi kita tidak kerepotan mencari tempat. Mas setuju sekali dengan rencana adek tersebut. Apalagi di pojok sebelah kanan sana ada tempat pemandangan yang indah jadi siapapun yang berkunjung di sini pasti akan betah dan senang..!!"
Kemudian Pak Hartono berkata....
"Baiklah kalau begitu...!! Tapi untuk pembuatannya sendiri kita vakum dulu kepada pagar dulu mungkin ya mas...!! Dan begitu juga dengan para pekerja, mungkin kita tidak usah menambah para pekerja lagi, jadi cukup mereka saja, karena pembangunan ini sendiri kita kan tidak ke susu. Lagi pula biar mereka bisa maksimal dalam mengerjakan pekerjaannya...!!"
Lalu Pak Joko berkata....
"Oh iya baiklah dek kalau memang para pekerja tersebut tidak perlu ditambah ya cukup ini aja saya setuju dengan pendapat adik...!!
Kemudian Pak Hartono segera menyuruh pak Joko untuk belanja bahan material....
"Baiklah kalau begitu mas..!! Mas Joko sekarang segera berangkat untuk membeli bahan-bahan material untuk pembuatan pagar ini, dan ini uangnya...!! Nanti kalau ada apa-apa mas langsung telepon saya saja ya mas.!!"
Kemudian Pak Joko menjawab....
"Baiklah kalau begitu dek..!! Mas segera berangkat ke toko bangunan untuk belanja bahan-bahan yang diperlukan...!!"
Kemudian Pak Joko segera berangkat untuk membeli bahan-bahan material. Sedangkan Pak Hartono mengarahkan para pekerja tersebut ke area pagar yang akan dibangun, sembari menunjukkan batas-batas penggalian yang akan digali. Tapi sebelum mereka melakukan penggalian, Pak Hartono menyuruh mereka untuk membersihkan dulu pagar tersebut. Dan para pekerja itu pun segera melaksanakan perintah Pak Hartono dengan menebang seluruh batang-batang kayu yang ditanam sebelumnya, lalu dikumpulkan di satu tempat di area tersebut dengan rapi.
Dan Tak lama kemudian..!! Barang-barang yang dibeli Pak Joko rupanya sudah tiba. Barang-barang tersebut berupa "pasir" "batu bata" "semen" "kapur" dan lain-lain. Maka barang-barang tersebut segera diturunkan di area tersebut.
Sedangkan Pak Joko yang ikut mengiringi barang-barang tersebut kemudian langsung ikut menurunkan barang-barang itu dan ditanya dengan rapi.
Setelah pembersihan pagar selesai...!! Maka para tukang tersebut mulai melakukan pengukuran. Dan setelah pengukuran selesai, maka dilanjut dengan penggalian pondasi pagar. Dan setelah penggalian selesai, maka para pembantu tukang tersebut mulai melakukan pengadonan campuran semen dan pasir beserta kapur, untuk segera dilakukan pemasangan batu bata di pondasi pagar itu.
Pekerjaan tersebut dalam pengawasan langsung oleh Pak Joko yang sudah diberi wewenang untuk mengurusi pekerjaan tersebut. Di samping mengurusi kolam lele yang sudah menjadi pekerjaan utama dari Pak Joko.
Sedangkan Pak Hartono duduk di kursi halaman belakang tersebut, dengan ditemani oleh ibu Sumiatun dan Icha.
Sedangkan ibu Sumarni sibuk memasak di dapur. Selain memasak untuk keperluan Pak Hartono sekeluarga, Ibu Sumarni juga memasak untuk keperluan para pekerja tersebut.
Kebetulan untuk rencana dari Pak Hartono yang ingin membuat tempat per istirahatan atau tempat bersantai di pojok sebelah kiri halaman belakang tersebut, dan sekaligus pemandangan dengan wahana air mancur di sebelah pojok kanan, belum diceritakan kepada istrinya "ibu Sumiatun dan Icha." Maka dalam kesempatan tersebut Pak Hartono membicarakannya kepada keduanya, sembari duduk santai di kursi halaman belakang tersebut.
Maka Pak Hartono berbicara kepada keduanya....
"Begini bu, dan Icha...!! Saya berencana mau membuat tempat peristirahatan atau tempat santai di pojok sebelah kiri halaman. Sedangkan di pojok sebelah kanan halaman, saya berencana untuk membuat pemandangan dengan wahana air mancur, agar menambah elok suasana dan pemandangan...!!"
" bagaimana menurut kalian.??"
Tanya Pak Hartono kepada keduanya....
Kemudian ibu Sumiatun menjawab....
"Saya setuju mas..!! Selain kita sering ada di halaman depan rumah, kan kita tidak kalah seringnya berada di halaman belakang...!! Lagi pula di halaman belakang ini lebih aktif, soalnya di sini ada kolam ikan lele. Jadi kalau mas berencana membangun apa yang direncanakan mas tadi, itu lebih bagus deh..!! Jadi kita akan sering berada di halaman belakang ini, karena akan merasa lebih nyaman...!!"
"Begitu kan Icha....??" Tanya ibu Sumiatun kepada Icha....
Kemudian Icha menjawab....
"Iya deh pah...!! Betul apa yang dikatakan Ibu tadi....!! Icha setuju dengan rencana papa...!! ya.... hitung-hitung daripada kita jauh-jauh refreshing cari pemandangan ke mana-mana, lebih baik kita manfaatin aja pekarangan rumah kita ini, dengan didesain sedemikian indah, agar enak dipandang dan betah di tempat ini. Jadi Icha sangat setuju dengan rencana papa tersebut, dan Icha bangga deh...!! Ternyata papa adalah seorang arsitek ulung. Icha nggak nyangka deh sama papa....!!"
Ucap Icha dengan manja....
Kemudian Pak Hartono merespon ucapan Icha....
"Loh iya dong....!! Siapa dulu...!! Papanya siapa dong.....!?"
Ledek Pak Hartono kepada Icha....
Mendengar ucapan dari Pak Hartono tersebut, maka ibu Sumiatun dan Icha tertawa.
Setelah beberapa saat kemudian, dari ruangan dapur terdengar Ibu Sumarni memanggil Icha untuk meminta tolong mengeluarkan sarapan siang untuk para pekerja....
"Icha...!! Ke sini sebentar...!! Tolong Tante nih bawakan sarapan untuk para pekerja ke halaman belakang...!!"
Mendengar panggilan dari tantenya Icha segera menghampiri tantenya tersebut di ruang dapur, lalu di ikuti oleh ibu Sumiatun untuk membantu mengeluarkan sarapan siang untuk para pekerja.
Lalu mereka bersama-sama membawa sarapan untuk para pekerja tersebut ke teras belakang rumah.
Dan setelah semuanya komplit, baru para pekerja tersebut dipanggil oleh Pak Joko dan Pak Hartono untuk segera makan siang dulu. Kemudian setelah mereka dipanggil, para pekerja tersebut semuanya makan bersama, dan ditemani oleh Pak Joko dan Pak Hartono.
Mereka makan bersama dengan para pekerja.
Kemudian setelah mereka sudah selesai makan siang, lalu beristirahat sejenak, kemudian Pak Hartono segera mempersilahkan mereka untuk mandi dulu dan salat zuhur. Dan mereka pun segera mandi ke kamar mandi yang telah tersedia di halaman samping belakang rumah Pak Hartono tersebut secara bergantian. Dan mereka salat zuhur di pelataran belakang rumah Pak Hartono.
Kemudian setelah satu jam mereka beristirahat, kemudian mereka segera melanjutkan pekerjaannya. Kemudian setelah jam 04.00 sore mereka semua pulang. Dan begitu seterusnya....
Setelah beberapa saat berlalu tempat pukul 19 WIB, tiba-tiba HANDPHONE Icha berbunyi. Kemudian Icha segera melihat siapa gerangan yang menelpon tersebut.
Dan setelah dilihat ternyata yang menelpon tersebut adalah Adit teman Icha. Memang kabar dari Adit adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh Icha dan Pak Hartono. Karena jika Adit menelpon, itu berarti penting terkait dengan kabar studi mereka yang ke California.
Maka sebelum Icha mengangkat HANDPHONE nya, Icha segera memanggil Pak Hartono untuk bersama-sama mendengarkan kabar dari Adit tersebut.
Baru kemudian Icha memanggil Pak Hartono....
"Pah...!! Papah...!! Ke sini sebentar pa...!! Ada telepon dari Adit...!!"
Pak Hartono yang waktu itu ada di lantai atas dan mendengar panggilan dari Icha, maka segera menghampiri Icha di ruang tamu lantai bawah.
Kemudian Pak Hartono bertanya....
"Ada apa Icha.?"
"Ini Adit menelpon pah...!!"
Jawab Icha....
Kemudian Icha mengangkat HANDPHONE nya sembari mengucap salam....
" Halo Assalamualaikum.!!"
Kemudian Adit menjawab....
"Waalaikumsalam.!!"
"Apa kabar Icha.!!" Ucap Adit....
" Gue baik-baik aja.!! Lu sendiri gimana.!!" Balas Icha....
"Gue baik-baik aja.!!" Jawab Adit...
"Eh gimana nih..!! Udah ada kabar belum.?" Tanya Icha....
Kemudian Adit menjawab....
"Ya makanya sekarang gue telepon elu..!! Jadi gini, tadi sore WEBSITE datang ke email gue, terus gue baca dan ternyata hasilnya "Alhamdulillah"kita semua diterima Icha tadinya gue nggak percaya gitu aja takutnya bohongan ternyata setelah gue teliti betul-betul ternyata website tersebut asli dan memang datang dari situs resmi dari "THE UNIVERSITY OF CALIFORNIA."
Lalu setelah itu gue langsung nelpon om Robert untuk memastikan, dan sekaligus minta klarifikasi penentuan jadwal kita untuk berangkat ke sana.
Lalu om Robert bilang bahwa kita bisa berangkat Senin depan ke California.!!"
"Gimana lu siap Icha." Tanya Adit....
Kemudian Icha menjawab....
"Oke gue siap Adit.!! Tapi gimana dengan teman-teman yang lain, apa mereka sudah lu kasih tahu semua nya.??"
Kemudian Adit menjawab pertanyaan Icha....
"Udah barusan.!! Gue udah ngabarin ke mereka semua. Tinggal lu doang yang baru gue kabarin tentang hal ini
Lalu Icha berkata....
"Ya udah makasih banget ya Adit atas informasinya memang kabar ini yang gue tunggu-tunggu mulai kemarin sekali lagi THANK YOU banget ya Adit...!!"
Kemudian Adit menjawab....
"Oke sama-sama Icha..!! Oke kalau gitu udah dulu ya Icha, kita sambung lagi kapan-kapan.!!" "Assalamualaikum.!!"
Kemudian Icha menjawab....
"Waalaikumsalam.!!"
Setelah Icha menutup HANDPHONE nya, kemudian Icha langsung sujud syukur sembari mengucap.... "Alhamdulillah" ya "Allah"..!! Engkau telah mengabulkan doa hambaMu... Sembari menangis dan menadahkan kedua tangannya. Lalu mengusapkan kedua telapak tangan ke mukanya.
Ibu Sumiatun dan ibu Sumarni yang dari tadi juga sudah ada di tempat tersebut bersama Icha dan Pak Hartono, mereka semua berucap.... "Alhamdulillah" terima kasih ya "Allah"..!! Engkau telah mengabulkan doa kami...!! Terima kasih ya "Allah"...!! Sembari menadahkan kedua tangannya ke atas.
Lalu setelah itu, Icha segera bangun dari sujud syukurnya, dan langsung memeluk mereka satu persatu sambil menangis senang dan bahagia. Sembari berkata kepada mereka satu persatu. "Pah Ica diterima Pah..!! Ibu Ica diterima..!! Tante Ica diterima..!!"
Mereka pun satu persatu memeluk Icha sembari mengucapkan kata selamat kepada Icha....
"Iya selamat ya Nak ya...!!" Sembari mereka mengelus-ngelus kepala Icha dengan penuh rasa kasih sayang.
Lalu mereka semuanya duduk kembali di kursi ruang tamu tersebut.
Kebetulan jadwal keberangkatan ke California tersebut adalah Senin depan, sedangkan hari itu adalah hari Senin. Jadi ada jeda satu minggu untuk keberangkatan Icha ke Amerika. Jadi mereka membicarakan apa dan bagaimana terkait dengan keberangkatan Ica nanti ke Amerika.
Mereka membicarakan hal itu sampai larut malam dan pada akhirnya pak Hartono menyuruh mereka semua untuk segera beristirahat.
Dan setelah mereka selesai sarapan, maka segera para pekerja tersebut langsung melaksanakan tugasnya. Yaitu membangun pagar belakang rumah Pak Hartono. Sedangkan Pak Joko langsung mengurusi ikan-ikan lele seperti biasanya, termasuk memberi makan ikan-ikan tersebut.
Sedangkan Pak Hartono.!! Ibu Sumiatun.!! Dan Icha.!!
Mereka semua kumpul di ruang tengah lantai atas. Rupanya mereka membicarakan sesuatu yang sangat penting.
Iya tentu saja...!! Bagaimana tidak.!! Tiga hari lagi tepat 40 hari wafatnya Ibu Farida. Jadi sengaja Pak Hartono membicarakan hal itu kepada istri dan anaknya.
Hartono berbicara kepada mereka...
"Jadi begini Ibu, dan Icha... Tiga hari lagi tepat 40 hari dari wafatnya Ibu Farida. Jadi kita harus menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan tersebut, karena nanti kan kita mengundang beberapa tetangga untuk tahlilan bersama di rumah ini. Jadi kita harus segera menyiapkan segala sesuatunya untuk pelaksanaan acara tersebut. Dan saya harap ibu segera merencanakan apa saja yang dibutuhkan termasuk berbelanja barang belanjaan untuk kebutuhan tersebut...!!" "Bagaimana Bu.?"
Kemudian ibu Sumiatun menjawab....
"Bagaimana kalau kita melibatkan kak Sumarni mas.!! Karena bagaimanapun dia yang lebih berpengalaman mengenai hal ini.!!"
Kemudian Pak Hartono berkata....
"Oh ya nggak apa-apa itu malah lebih bagus..!! Awalnya tadi akan saya libatkan Mbak Yu dengan kita, tapi berhubung Mbak Yu lagi repot memberi sarapan kepada para pekerja, jadi saya urungkan niat saya itu.!!"
Kemudian ibu Sumiatun menyuruh Icha untuk segera memanggil Ibu Sumarni yang saat itu kebetulan ada di dapur ruang bawah....
"Icha cepat panggil tantemu ke sini.!!"
"Baik bu..!! Jawab Icha.!!"
Dan Tak lama kemudian ibu Sumarni datang bersama Icha, kemudian duduk di kursi bersama mereka di ruangan atas tersebut.
Kemudian Ibu Sumiatun segera memberitahu kepada kakaknya tersebut tentang rencana mereka tadi yang sudah dibicarakan.
Ibu sumiatun berkata kepada Ibu Sumarni....
"Begini kak.!! Kebetulan 3 hari lagi tepat 40 hari wafatnya Ibu Farida. Jadi kami membicarakan hal ini untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk barang belanjaan dan kebutuhan untuk pelaksanaan acara tersebut. Karena kami akan mengundang beberapa tetangga, untuk tahlil bersama di rumah ini. Jadi sengaja kami melibatkan kakak untuk membantu memikirkan tentang apa dan bagaimana untuk kelancaran acara tersebut, termasuk belanjaan barang-barang kebutuhan.!!"
Kemudian ibu Sumarni berkata....
"Kalau begitu kita belanjanya sudah mulai dari sekarang dek.!! Sebab kalau nggak gitu, kita nggak sempat lagi untuk mempersiapkan segala sesuatunya...!!
Kemudian Icha bicara....
"Iya betul Bu apa yang dikatakan tante barusan.!! Kalau nggak belanja sekarang kapan lagi.!! Kan waktunya sudah mepet.!! Ditambah lagi kita kan sekarang repot dengan melayani para pekerja di belakang.!!"
Kemudian Pak Hartono berkata....
"Baiklah kalau begitu.!! Kita akan segera berangkat ke pasar. Sebaiknya Mbak yu ikut dengan kami belanja ke pasar, sedangkan Icha tolong ambil alih dulu pekerjaan di dapur ya.!! Karena bagaimanapun juga Mbak yu Sumarni lebih paham tentang apa yang harus dibeli untuk kebutuhan tersebut...!!" Bagaimana Icha.??"
Baiklah Pah Icha siap menggantikan tante Sumarni di dapur sementara.!!"
Kemudian ibu Sumarni berkata kepada ibu Sumiatun....
"Baiklah kalau gitu kakak akan memberitahu mas Joko dan sekaligus berpamitan dulu ya dek.!!
"Iya kak...!!" Jawab ibu Sumiatun kepada Ibu Sumarni.
Lalu kemudian setelah mereka sudah siap, maka mereka semua segera berangkat ke pasar dengan naik mobil untuk berbelanja. Sedangkan Icha menggantikan posisi ibu Sumarni di dapur, untuk memasak keperluan para pekerja yang membangun pagar di halaman belakang rumah.
Sedangkan Pak Joko juga sibuk dengan kolam ikan lelenya di belakang rumah sekaligus mengurusi para pekerja, dan mengawasi takut ada kebutuhan yang perlu dibeli, atau air minum, rokok, dan lain-lain, itu semua dalam pengawasan Pak Joko.
Setelah beberapa waktu kemudian, tibalah waktu jam makan siang untuk para pekerja. Maka kemudian Icha segera mempersiapkan sarapan untuk mereka, dengan mengeluarkan sarapan siang tersebut dari dapur, lalu dibawa ke teras belakang rumah sebagaimana biasanya. Dan setelah semuanya sudah siap, maka Icha segera memberitahukan kepada Pak Joko untuk memanggil semua para pekerja tersebut untuk sarapan siang. Lalu mereka pun dipanggil oleh Pak Joko dan kemudian mereka segera makan siang, dan ditemani oleh Pak Joko sendiri.
Sedangkan Pak Hartono dan yang lain masih belum pulang dari pasar, untuk berbelanja kebutuhan-kebutuhan untuk prosesi 40 hari wafatnya Ibu Farida.
Setelah beberapa waktu kemudian, Pak Hartono dan yang lainnya sudah pulang dari pasar, dan membawa banyak belanjaan di dalam mobil. Kemudian Icha yang mengetahui hal tersebut, segera menghampiri mereka, kemudian ikut menurunkan barang-barang belanjaan dari mobil ke dalam rumah.
Dan setelah barang-barang tersebut sudah dibawa ke dalam rumah, lalu barang-barang tersebut dibenahi oleh ibu Sumiatun dan Ibu Sumarni.
Lalu ibu Sumiatun bertanya kepada Ibu Sumarni....
"Jadi ini apa dulu yang mau kita racik kak.?"
Kemudian ibu Sumarni menjawab....
"Sebaiknya kita meracik bumbu dulu dek.!! Karena bumbu itu tidak gampang kadaluarsa. Kalau yang lainnya bisa menyusul.!!"
Kemudian mereka segera meracik bumbu tersebut.
Sedangkan Pak Hartono langsung menuju ke halaman belakang rumah untuk melihat pekerjaan di belakang rumahnya.
Kemudian Pak Hartono segera menemui Pak Joko, dan bertanya kepada Pak Joko....
"Bagaimana mas, apa ada yang kekurangan atau ada barang-barang yang butuh kita beli.!!"
Kemudian Pak Joko menjawab....
"Oh iya dek kebetulan stok semen dan pasir menipis, kayaknya kita segera beli bahan tersebut.!!"
Kemudian Pak Hartono berkata....
"Baiklah mas, kalau begitu mas segera ke toko bangunan untuk membeli barang tersebut, dan ini uangnya.!! Nanti kalau ada apa-apa mas langsung telepon saya ya.!!"
"Baik lah dek.!!" Jawab Pak Joko.
Kemudian Pak Joko langsung saja berangkat ke toko bangunan, untuk membeli bahan-bahan yang dimaksud.
Kemudian Pak Hartono langsung melihat hasil dari pembangunan pagar rumahnya. Dan pembangunan pagar itu sendiri sudah mencapai 40% menuju ke selesai. Jadi masih membutuhkan beberapa hari lagi untuk selesai pengerjaannya. Itu pun masih belum ke pekerjaan yang lain, termasuk pembuatan tempat peristirahatan, dan air mancur yang direncanakan oleh pak Hartono sebelumnya.
Jadi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, akan membutuhkan lebih banyak waktu dan lebih banyak biaya . Karena dibanding dengan pagar yang dikerjakan sekarang ini, itu masih belum seberapa. Karena tempat peristirahatan yang direncanakan oleh pak Hartono tersebut bersifat permanen.
Sedangkan pagar itu sendiri berdiameter: tinggi 3 meter, sedangkan panjang 50 meter.
Dengan memasang kawat berduri di atasnya sebagai pengaman.
Tak lama kemudian pasir dan semen yang dibeli oleh Pak Joko ke toko bangunan itu telah tiba, dan langsung saja pasir dan semen tersebut diturunkan dari mobil PICK UP yang memuatnya.
Setelah beberapa waktu kemudian, karena waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 sore, lalu semua para pekerja tersebut segera berhenti bekerja. Namun sebelum mereka berangkat pulang, seperti biasanya mereka sarapan dulu yang sudah dipersiapkan oleh Icha sebelumnya.
Maka semuanya makan termasuk Pak Joko.
Dan setelah semuanya selesai makan, baru mereka berpamitan pulang kepada Pak Hartono dan Pak Joko. Sedangkan Pak Joko sendiri langsung ke kolam ikan lele, untuk memberi makan ikan lele tersebut. Lalu kemudian Pak Joko membereskan alat-alat kerja yang ditinggalkan oleh para pekerja tersebut lalu disimpannya menjadi satu di satu tempat. Lalu setelah itu Pak Joko segera mandi dan salat asar kemudian beristirahat.
Setelah beberapa waktu berlalu, tidak terasa acara prosesi 40 hari wafatnya Ibu Farida telah sampai pada waktunya. acara tersebut akan dilaksanakan setelah maghrib, sedangkan keluarga ibu Sumiatun pada pagi hari itu sudah mulai sibuk dengan segala sesuatunya
Sedangkan Pak Joko seperti biasa sibuk dengan pekerjaannya mengurusi kolam ikan lele, dan mengurusi para pekerja di belakang rumah itu.
Kemudian Pak Hartono berbicara kepada ibu Sumiatun....
"Bu..!! Ini acara akan dilaksanakan nanti malam setelah maghrib, jadi sekarang saya harus membuat surat undangan untuk para tetangga yang akan diundang untuk acara nanti malam...!! Jadi saya bertanya kepada ibu, kira-kira berapa orang nanti dari tetangga kita yang akan kita undang Bu""
Lalu ibu Sumiatun menjawab....
"Iya benar sih mas..!! Kita harus secepatnya membuat surat undangan untuk kemudian disebarkan kepada tetangga yang akan kita undang. Mengenai undangan tersebut si menurut saya mas, sekitar 200 orang dan satu orang ustad mungkin cukup mas, untuk memimpin acara tersebut.!!"
"bagaimana mas.?" Tanya ibu Sumiatun....
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Ya baiklah Bu.!! Saya setuju dengan pendapat Ibu. Kalau begitu saya akan segera membuat undangan tersebut, dan sekaligus mengundang seorang ustad untuk memimpin acara nanti malam. Dan saya akan segera menyebarkan undangan tersebut kepada para tetangga yang akan kita undang nanti malam.
Kemudian ibu sumiatun berkata kepada Pak Hartono....
"Baiklah mas, silahkan kalau mas mau mengurusi itu. Ibu akan kembali mengerjakan pekerjaan ibu di dapur, untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan nanti malam.!!"
Kemudian Pak Hartono segera berangkat ke percetakan, untuk mencetak surat undangan sebanyak 200 lembar yang akan dibagikan kepada para tetangganya nanti yang akan diundang.
Kebetulan percetakan tersebut tidak begitu jauh dari rumah Pak Hartono. Jadi Pak Hartono tidak membutuhkan waktu begitu lama untuk mencetak surat undangan tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian surat undangan itu pun jadi. Kemudian Pak Hartono kembali ke rumah sebelum Pak Hartono menyebarkan undangan tersebut, dan kembali berbicara dengan ibu Sumiatun.
Kemudian Pak Hartono berbicara kepada ibu Sumiatun....
"Bu.!! Ini saya sudah selesai membuat surat undangannya.!! Tapi sebelum saya menyebarkan surat undangan ini, saya ada yang ingin tanyakan kepada ibu.!!"
Lalu ibu sumiatun berkata....
"Iya mas.!! Apa yang mas ingin tanyakan kepada ibu.!!"
Kemudian Pak Hartono berkata....
"Ini kan surat undangan sebanyak 200 lembar.!! Sedangkan kita kan ada para pekerja di belakang rumah kita, jadi nggak enak kan kalau mereka semua tidak kita undang.!! Terus yang jadi pertanyaan saya" surat undangan ini apa khusus untuk tetangga kita, apa plus dengan para pekerja kita.!! Bagaimana Bu.?"
Kemudian ibu Sumiatun menjawab....
"Kalau menurut Ibu sih mas.!! Sebaiknya undangan tersebut dikhususkan kepada tetangga kita saja, sedangkan para pekerja kita di belakang, cukup diberitahu dengan cara menyuruh mereka datang nanti malam ke rumah ini saja mas.!! "Bagaimana mas.?" Tanya ibu Sumiatun....
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Baiklah Bu.!! Mas setuju dengan pendapat Ibu. Kalau begitu mas segera menyebarkan undangan ini sekaligus pergi ke rumah pak ustad, untuk mengundang beliau untuk memimpin acara nanti malam.!!"
Kemudian Pak Hartono langsung berangkat untuk menyebarkan undangan tersebut, dan dibagikan satu persatu kepada para tetangganya yang diundang. Dan setelah undangan tersebut rata dibagikan, tidak lupa Pak Hartono kemudian langsung pergi ke rumah pak ustad,dan mengundang pak ustad tersebut untuk memimpin acara nanti malam di rumahnya setelah Magrib.
Setelah semua undangan tersebut selesai dibagikan oleh pak Hartono, dan sang ustad pun sudah selesai diundang, kemudian Pak Hartono langsung berangkat pulang ke rumahnya.
Dan setelah Pak Hartono sampai ke rumahnya, kemudian Pak Hartono langsung menuju ke halaman belakang rumahnya, lalu beliau duduk di kursi belakang rumahnya sembari meminum kopi. Dan Tak lama kemudian tiba waktunya untuk para pekerja makan siang. Lalu kemudian Icha dan Ibu Sumarni segera mengeluarkan sarapan siang untuk mereka, lalu kemudian Pak Joko segera menyuruh mereka semua untuk makan siang bersama dengan dirinya.
Setelah mereka semua selesai makan siang, kemudian Pak Hartono memanggil Pak Joko.
Dan Pak Joko mendengar panggilan dari Pak Hartono, segera mendekat dan duduk di kursi di halaman belakang rumah tersebut.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada Pak Joko....
"Begini mas.!! Nanti malam kan ada acara di rumah ini yaitu prosesi tahlilan dalam rangka 40 hari wafatnya ibu Farida istri saya. Terus undangan sudah saya sebarkan kepada para tetangga, bersama satu orang pak ustadz untuk memimpin acara tersebut. Dan saya ingin mas juga mengundang menantu mas yang di sana, untuk bisa hadir juga di acara nanti malam. Sedangkan para pekerja ini biar saya sendiri nanti yang akan berbicara kepada mereka semua. Jadi sekarang saya minta mas untuk segera pergi menemui anak mas Joko dan menyuruhnya hadir nanti malam di sini ya.!!"