Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 51



   Sedangkan di tempat lain, Icha dan Adit terus saja berteriak-teriak memanggil-manggil teman-temannya, sembari berjalan perlahan-lahan di hutan tersebut.!


   Sedangkan kabut itu sendiri tetap menyelimuti hutan tersebut, dan rupanya belum juga mereda....


   Selangkah demi selangkah Mereka berdua tetap berjalan dan berteriak-teriak di tengah-tengah hutan tersebut, dengan tetap memanggil-manggil ke empat temannya yang lain.!


    Dan rupanya, tindakan Mereka tersebut dengan tanpa disadari oleh Mereka sendiri, maka telah membawa Mereka sendiri kian jauh masuk ke tengah-tengah hutan.!!


   Karena langkah mereka bukannya menuju keluar dari hutan tersebut, malah makin masuk jauh ke dalam hutan.!!


   "Dan...! Tentu saja kejadian tersebut semakin mencekam....!!"


   Dan akibat dari ke khawatiran yang dialami oleh keduanya, maka tak ayal hal itu membuat Icha menangis, karena meratapi nasib dirinya saat itu.!


   Sedangkan Adit yang mengetahui hal itu, maka Ia segera menenangkan kekasihnya tersebut...


   "Icha berkata...!"


"Adit.!!  Gimana nih. Adit...?!  Kita udah tersesat. Adit...!!  Di mana teman-teman kita. Adit....!!  Dan. Gimana kabar mereka semua.!?"


  "ucap Icha kepada Adit, sembari menangis sedih..."


   "Kemudian Adit menjawab...!"


"Tenang Icha.!!  Elu jangan panik.!! Tenang Icha ada gue.!!  Elu nggak sendiri kok.!!  Kita pasti menemukan jalan keluar dari sini.!!  Dan. Mengenai teman-teman kita yang lain. Gue punya firasat, bahwa mereka semuanya udah kumpul bersama yang lain.!!  Karena mereka tidak jauh dengan Mahasiswa-mahasiswa lain di hutan ini tadi.!!  Jadi... Pokoknya lu jangan khawatir.!!  Gue akan ngejaga lu seutuhnya.!!"


  "ucap Adit kepada kekasihnya tersebut, dengan nada tenang sembari membujuknya, agar Ia jangan menangis lagi."


   "Kemudian Icha berkata lagi...!"


"Iya.... Tapi. kan- kita ini kayaknya udah terlalu jauh masuk ke dalam hutan.!!  Jadi... gimana dong.!? Gue takut Adit.!!  Kok jadi gini. Sih....!!"


  "ucap Icha kepada Adit, dengan nada sedih..."


   "Lalu Adit berkata...!"


"Tenang sayang....!!  Kan- ada gue di samping elu.!?  Elu percaya kan. Ama gue...!?  Jadi... Gue mohon ama lu Icha. Jangan terlalu khawatir.!!  Karena menurut gue, kejadian ini terjadi, di samping tidak kita sengaja, lagi pula, ini merupakan salah satu tantangan buat kita, untuk menjalani ujian ini, dan harus berhasil menyelesaikannya.!!   Jadi... Gue mohon ama lu Icha. Serahkan semuanya ama gue.!!  Dan gue janji, gue akan ngejaga elu. Dan membawa elu selamat dari hutan ini.!!  Gue janji.!!"


    "ucap Adit kepada kekasihnya tersebut dengan tenang..."


   Lalu mendengar kata-kata kekasihnya tersebut, kemudian Icha segera menyandarkan kepalanya ke bahu Adit, dan Adit segera mengelus-elus kepala kekasihnya tersebut dengan rasa kasih sayang...


   Setelah beberapa waktu berlalu, maka tidak terasa, rupanya Mereka berdua sudah seharian berada di dalam hutan tersebut.!


   Dan tepat pukul (04.00 sore,) maka kabut yang menyelimuti hutan tersebut, perlahan-lahan mulai menipis dan terus menipis, dan akhirnya kabut itu-pun sirna.!


   Kemudian, hutan itu-pun kembali cerah dan terang dari segala arah...


   "Namun parahnya...!"


Ketertersesat Mereka di dalam hutan tersebut, Mereka tidak bisa berkomunikasi dengan teman-teman lainnya, ataupun dengan siapapun, dan juga Mereka tidak bisa menerima panggilan dari siapapun juga.!!


   ,Karena hal itu disebabkan, hutan tersebut jauh dari jangkauan sinyal Ponsel.!


   Sebenarnya, mereka berdua sedari tadi sudah berusaha menelpon teman-temannya ataupun yang lain.!


   Akan tetapi keberadaan Mereka berdua di dalam hutan tersebut, memang tidak terjangkau oleh sinyal dari jaringan apapun.!


   Jadi, mereka berdua hanya mengandalkan jam tangan, yang ada di lengan mereka berdua, dan itu-pun hanya untuk menunjukkan waktu saja.!


   Maka dengan segala keterbatasan tersebut, hal itu cukup membuat Mereka berdua menjadi bertambah sengsara di dalam hutan tersebut.!


   Sedangkan di dalam tas yang mereka bawaa, hanyalah perlengkapan-perlengkapan kesehatan saja, seperti "P3K"  "Korek api" sebuah Pisau" dan "Sebuah helai kain," untuk melindungi mereka dari kedinginan...


   Hal itu memang sengaja mereka bawa dan persiapkan, sebelum mereka berdua masuk ke dalam hutan tersebut, karena memang kawasan udaranya cukup dingin...


   Jadi... perlengkapan-perlengkapan Mereka berdua yang sangat terbatas itu, sebenarnya sangat membantu mereka berdua di dalam hutan tersebut.


   Sedangkan itu di tempat perkemahan, om Robert dan para Dosen yang lain, yang semula berencana untuk meminta bantuan kepada "Badan nNasional Penanggulangan Bencana" atau "BNPB" setempat tersebut, rupanya sudah dilaksanakan, dan Mereka semuanya sudah datang ke tempat perkemahan tersebut.!


   "Semua anggota dari tim tersebut, berjumlah 50 orang...."


   "Maka setelah Mereka sampai ke perkemahan itu, kemudian pimpinan atau kepala Kesatuan "BNPB" tersebut bertanya kepada om Robert dan yang lainnya.?"


   "Lalu om Robert menjelaskan, tentang kronologi kejadian tersebut dari awal.?"


   Dan setelah om Robert selesai menjelaskan semuanya, tentang kejadian tersebut kepada pimpinan dari kesatuan anggota tersebut, maka sesaat kemudian Mereka semua segera bersiap-siap untuk memulai pencarian kedua mMahasiswa yang tersesat di dalam hutan tersebut, yaitu "Adit" dan "Icha".!!


   Kemudian om Robert juga segera membentuk tim, untuk bersama-sama dengan Mereka dalam pencarian Icha dan Adit yang tersesat di dalam hutan itu, dengan mengumpulkan beberapa Mahasiswa-mahasiswa bagian cowok, dan beberapa anggota Panitia yang ada di tempat itu.!


   Sementara untuk, para Mahasiswa-mahasiswa yang bagian cewek, mereka semua disuruh tetap berada di tempat semula "yaitu" perkemahan, dan tidak diperbolehkan ikut dalam pencarian tersebut.!


   Tim yang dari om Robert tersebut, terdiri dari 20 orang dari Mahasiswa mahasiswa cowok.!


   (5 orang dari panitia, dan tiga orang dari Dosen,)  termasuk om Robert sendiri yang akan ikut mencari Adit dan Icha, dan yang akan bergabung dalam pencarian bersama dengan anggota "BNPB" yang berjumlah 50 orang tersebut...


   Sedangkan sisa dari Mahasiswa-mahasiswa cowok yang berada di tempat perkemahan tersebut, mereka ditugaskan untuk menjaga Mahasiswa yang bagian cewek di tempat tersebut.!


   Sedangkan sisa dari Dosen dan  Panitia beserta Crew dari mobil pengangkut mereka itu, memang semuanya sengaja tidak diikutsertakan dalam pencarian tersebut.!


   Jadi... Mereka ditugaskan untuk "STAND BY" di tempat perkemahan itu, sekaligus untuk menjaga semua sisa dari para Mahasiswa, berikut barang-barang Mereka semua yang ada di tempat tersebut.!


 


   Dan kebetulan yang memimpin doa tersebut, adalah om Robert sendiri...


   Kemudian semua yang ada di tempat itu, sejenak Mereka semua larut dalam keheningan dan kekhusu'an dalam doa tersebut...


   Kemudian setelah pembacaan doa selesai, maka seluruh tim tersebut mulai bergerak menuju ke arah hutan, dan mulai pencarian Icha dan Adit.!


   Sedangkan perbekalan-pebekalan yang Mereka bawa, baik yang dibawa oleh tim "BNPB" ataupun tim dari om Robert sendiri cukup lengkap.!


   Mulai dari alat-alat Medis, berikut Penerangan, ataupun Makanan.!


   Semua itu sudah Mereka bawa semua, karena rencana tersebut sebelumnya sudah diantisipasi dengan segala kebutuhan yang diperlukan, dalam rangka pencarian "Adit" dan "Icha" dengan segala resikonya.


   Dan tidak lupa dari tim BNPB itu sendiri, mereka lebih lengkap dalam hal perlengkapan-perlengkapan mereka tersebut.!


   Setelah semua tim tersebut berada di dalam hutan, maka Mereka semua mulai melakukan pencarian tersebut dengan cara berteriak-teriak.!


  ereka memanggil Icha dan Adit, dengan cara memakai alat bantu pengeras suara berupa toa kecil, yang memakai kekuatan baterai...


   Toa kecil tersebut, dikalungkan ke tubuh salah satu dari anggota tim "BNPB," dan tim om Robert saat itu...


   Sedangkan sebagian yang lain, Mereka memanggil Icha dan Adit tersebut dengan manual, yaitu berteriak-teriak dengan sekencang-kencangnya, sembari memegang alat penerangan berupa senter yang mereka gunakan sebagai alat bantu penerangan di dalam hutan tersebut.!


   Karena memang hari sudah beranjak petang, jadi hutan tersebut sudah mulai pekat.!


   "Dan cara pencarian Mereka-pun terbagi menjadi dua.!"


   Tim dari "BNPB" bergerak sendiri ke arah lain, sedangkan tim dari om Robert bergerak sendiri ke arah yang lain juga.!


   Dan mereka dilengkapi dengan radio panggil, yang masing-masing dipegang oleh Kepala atau pimpinan dari tim tersebut...


   Dan kebetulan, alat tersebut dari tim om Robert dipegang oleh om Robert sendiri...


   Dan cara pencariannya-pun sudah diatur sebelumnya, yaitu: dalam dua kelompok tersebut tidak boleh bercerai-berai antara kelompoknya masing-masing.!


    Karena hal tersebut, mengantisipasi agar Mereka juga tidak tersesat di hutan itu.!


   Sedangkan di tempat perkemahan, rupanya di tempat itu tidak hanya para Mahasiswa dan beberapa Dosen berikut Panitia saja yang ada di tempat itu.!


   Tapi rupanya, beberapa orang dari Wartawan lokal juga turut hadir di tempat itu, dan meliput kejadian yang terjadi di kawasan tersebut.!


   Dan para Wartawan tersebut bermacam-macam...


    "Ada yang dari Media cetak, ataupun dari Wartawan dari salah satu Televisi swasta di daerah tersebut.!"


   Dan diantara dari mereka itu-pun ada yang menyiarkan secara LIVE, sehingga kabar tersebut tidak hanya merambah di sekitar kawasan atau daerah tersebut saja, melainkan kabar tersebut juga sampai ke Negara tetangga.!


   "Tak terkecuali dengan Negara "Indonesia" sendiri.!"


   "Maka tak ayal, kabar itu-pun sampai kepada Pak Hartono dan ibu Sumiatun, dan juga Pak Joko dan ibu Sumarni.!!"


   Awalnya mereka tidak mengetahui hal tersebut, karena memang seluruh teman-teman Icha bersepakat, agar tidak mengabarkan kejadian tersebut kepada Orang tua dari Icha yaitu "ibu Sumiatun dan Pak Hartono,!"


   "Karena Mereka beralasan, agar Mereka tidak terlalu panik akan kejadian tersebut.!"


   "Begitu juga dengan om Robert..."


Beliau sendiri juga tidak mengabarkan kepada saudaranya, yaitu orang tua dari Adit.!


   Karena Beliau juga sama beranggapan, Beliau khawatir jika saudaranya tersebut mendengar kabar tersebut, maka mereka akan panik.!


   Lagi pula, kejadian itu masih baru, atau mulai tadi siang...


   Jadi dengan alasan itulah, kabar tersebut tidak langsung dikabarkan kepada keluarga yang berada di "Negara Indonesia" saat itu.!


   Tapi setelah mendengar dan melihat siaran dari Televisi yang mereka tonton, maka baik Orang tua Icha ataupun Orang tua Adit, mereka langsung saja tersentak kaget, dan merasakan kesedihan yang begitu mendalam.!!


   Karena bagaimana-pun juga, kejadian tersebut sangat amat tidak diharapkan oleh mereka.!


   Dan mereka sangat menyesali kejadian tersebut...


   Maka dengan menyikapi adanya hal itu, terutama Orang tua dari Adit, Mereka langsung saja menelpon kepada saudaranya, yaitu "om Robert.!!"


   Akan tetapi, komunikasi Mereka tidak tersambung, karena om Robert sendiri yang waktu itu, Beliau berada di tengah hutan, dan lagi mencari keduanya yang tersesat di dalam hutan tersebut.!


   Jadi... Komunikasi mereka terhambat dengan adanya jaringan sinyal antara keduanya...


   Sedangkan bagi Pak Hartono dan ibu Sumiatun, Mereka tidak punya nomor Telepon yang lainnya, kecuali hanya Nomor Icha dan Adit.!


   Dan sebenarnya, setelah Merekamengetahui kabar tersebut, maka Mereka langsung mengabari keduanya.!


 


   Namun... Mereka juga terhambat dengan sinyal itu tadi.!


   "Maka akhirnya mereka hanya pasrah dan berdoa, sembari menonton Televisi yang ada di rumah mereka, dengan perasaan harap-harap cemas, sembari menunggu kabar dari Pemerintah disana..."