
Kemudian Pak Joko segera mandi dan ganti baju lalu sholat ashar. Setelah itu baru Pak Joko segera berangkat ke rumah anak dan menantunya di kampung sebelah, untuk menyampaikan pesan dari Pak Hartono agar nanti setelah maghrib segera hadir memenuhi undangan Pak Hartono, dalam rangka acara tahlilan 40 hari wafatnya Ibu Farida istri dari Pak Hartono.
Sedangkan Pak Hartono memanggil semua para pekerjanya, dan mengundang mereka lewat ucapan untuk bisa hadir nanti setelah Magrib ke rumahnya, dalam acara tahlilan 40 hari wafatnya Ibu Faridah istrinya.
Hartono berkata kepada mereka....
"Mohon maaf bapak-bapak, nanti malam di rumah kami akan ada acara tahlilan dalam rangka 40 hari wafatnya istri saya Ibu Farida. Jadi kami mengundang bapak-bapak semua untuk bisa hadir nanti setelah maghrib di rumah saya ini. Dan saya sangat memohon sekali kehadiran bapak-bapak semua agar sudi memenuhi undangan saya ini.!!"
Mendengar undangan Pak Hartono tersebut, lalu mereka berkata....
"Baiklah Pak..?! Insya "Allah" kami semua akan menghadiri undangan Bapak ini. Dan kami semua sangat berterima kasih kepada Bapak Hartono, yang telah Sudi mengundang kami semua. Walaupun rumah kami tidak bertetangga dengan Bapak, dan walaupun kami semua hanya pekerja Bapak, tapi Bapak menghargai kami. Itu sangat berarti bagi kami..!! Jadi sekali lagi kami sangat berterima kasih atas undangan Bapak terhadap kami semua, dan insya "Allah" kami nanti bersama-sama akan memenuhi undangan Bapak ini.!!"
Lalu kemudian setelah mereka selesai berbicara dengan Pak Hartono, maka mereka semua segera mandi dan salat zuhur, lalu istirahat sejenak, lalu mereka ngobrol sambil minum kopi dan rokok yang sudah disediakan oleh keluarga Pak Hartono. Mereka sangat senang sekali bekerja di sana, karena Pak Hartono selain ramah, beliau juga dikenal sebagai orang yang pemurah suka memberi terhadap orang lain. Dan tidak hanya Pak Hartono, semua seisi rumah itu pun dikenal sangat baik dan ramah. Jadi mereka sangat betah sekali bekerja di sana. Apalagi mereka sangat dihargai oleh keluarga Pak Hartono.
Sedangkan Pak Joko yang disuruh oleh pak Hartono untuk pergi menemui anak dan menantunya, juga telah sampai ke rumah anak dan menantunya tersebut. Kemudian Pak Joko segera menyampaikan pesan dari Pak Hartono.
Kebetulan menantu dari Pak Joko tidak ada di rumah, beliau lagi dinas di pemerintahan kabupaten. Jadi Pak Joko hanya bertemu dengan Ratna sang anak, dan cucunya di rumah tersebut. Jadi Pak Joko menyampaikan pesan dari Pak Hartono berupa undangan agar menantunya bisa menghadiri undangan Pak Hartono tersebut kepada anaknya saja.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada Ratna....
"Suamimu lagi dinas nduk.?"
Tanya Pak Joko kepada anaknya....
Kemudian Ratna menjawab....
"Iya Pak...!! Mas Untung lagi dinas. Ya seperti biasa, ya nanti jam 03.30 sore beliau pulang.!!"
Kemudian Pak Joko berkata sembari menggendong cucunya, yang kebetulan saat itu tiba-tiba datang menghampiri kakeknya tersebut....
"Begini Nduk.!! Bapak datang ke sini membawa pesan dari Pak Hartono, yang mana Pak Hartono nanti malam akan mengadakan acara tahlilan, dalam rangka 40 hari wafatnya Ibu Farida istri Pak Hartono. Jadi Bapak disuruh untuk mengundang suamimu, agar bisa hadir nanti malam setelah maghrib di acara tahlilan tersebut. Dan kebetulan yang diundang selain tetangga pak Hartono sendiri di sana, Pak Hartono juga mengundang semua para pekerja yang bekerja di sana, dan kebetulan saya disuruh mengundang suamimu. Jadi nanti kalau suamimu sudah pulang, tolong kabar ini segera disampaikan ya.!! Jangan lupa ini penting lo nduk, karena bukan apa, Pak Hartono mengundang suamimu, itu berarti Pak Hartono menghargai Bapak juga. Jadi sebaliknya, kita harus menghargai beliau juga kan.!! Jadi tolong nanti disampaikan kepada suamimu, agar betul-betul bisa hadir untuk memenuhi undangan Pak Hartono ya.!!"
Kemudian Ratna menjawab....
"Baiklah pak, nanti saya akan sampaikan ke mas Untung perihal undangan ini. Dan saya akan bilang ke mas Untung, agar berusaha hadir dalam memenuhi undangan Pak Hartono ini.!!"
Kemudian setelah pesan dari Pak Hartono tersebut sudah disampaikan, maka Pak Joko segera pamit kembali untuk kembali ke rumah Pak Hartono. Namun sebelum Pak Joko berpamitan kepada sang anak, tak lupa Pak Joko merogoh sakunya, lalu mengambil beberapa lembar uang untuk kemudian dikasihkan kepada sang cucu yang digendongnya. Sembari berkata kepada sang cucu tersebut....
"Ini kakek ada rezeki buat cucu ambil ya.!! Tapi kakek pesan sama kamu, jangan nakal" jangan ngerepotin ayah dan ibu" dan jangan rewel ya.!!"
Kemudian sang cucu menjawab....
"Iya kek terima kasih ya kek.!!"
"Iya sama-sama.!! Kalau begitu kakek pergi dulu ya.!!" Ucap Pak Joko....
"Iya hati-hati ya kek.!!" Ucapkan sang cucu....
Lalu Pak Joko berpamitan kepada Ratna sang anak....
"Baiklah nduk, kalau begitu Bapak pergi dulu ya.!! Jangan lupa sampaikan salam dari Bapak mengenai undangan dari Pak Hartono ini lho.!!"
Kemudian Ratna menjawab....
"Iya pak nanti saya akan sampaikan ke mas Untung. Hati-hati Pak ya.!!"
Lalu Pak Joko mengucap salam....
"Assalamualaikum.!!"
Kemudian Ratna dan sang cucu menjawab....
"Waalaikumsalam.!!"
Lalu Pak Joko keluar dari rumah tersebut, dan diantar oleh sang anak "Ratna" dengan sang cucu sampai ke halaman depan rumahnya. Kemudian Pak Joko segera naik ke atas sepeda motornya, lalu kemudian langsung pergi dengan di iringi lambaian tangan oleh sang cucu.
Setelah beberapa sa'at kemudian,
Pak Joko tiba di rumah Pak Hartono. Maka langsung Pak Joko menghadap Pak Hartono, dan memberitahukan bahwa dirinya telah menyampaikan pesan yang telah diamanatkan kepadanya. Yaitu: menyuruh menantunya tersebut untuk bisa hadir dalam acara nanti malam di rumah Pak Hartono setelah Magrib.
Setelah beberapa waktu kemudian tibalah waktu tersebut yaitu acara tahlilan 40 hari wafatnya Ibu Farida tamu undangan pun satu persatu mendatangi rumah Pak Hartono dan Pak Hartono pun bersama dengan Pak Joko menerima tamu tersebut dengan berdiri di depan pintu sembari bersalaman dengan para tamu undangan tersebut satu persatu dan mempersilahkannya masuk ke ruang dalam rumah Tak terkecuali dengan pak ustad yang sebelumnya juga sudah diundang oleh pak Hartono termasuk juga menantu dari Pak Joko juga hadir di acara tersebut dan juga tidak ketinggalan semua para pekerja Pak Hartono yang sebelumnya sudah diundang secara lisan oleh pak Hartono semuanya pun hadir dalam undangan tersebut.
Pak Hartono dan Pak Joko yang mulai tadi menyambut mereka semua, kelihatan sangat senang, karena tamu undangan tersebut yang diundang sebelumnya oleh pak Hartono, semuanya hadir dalam acara tersebut, dan satu pun tidak ada yang absen.
Setelah semua tamu undangan telah hadir dan berkumpul di rumah Pak Hartono, dan dirasa waktu sudah cukup, maka Pak Hartono segera menyuruh pak ustad untuk memulai acara tersebut.
Dan acara pun dimulai....
Sedangkan Icha, Ibu Sumarni, dan ibu Sumiatun... Mereka semua sibuk di dapur menyiapkan hidangan untuk undangan tersebut, dan mereka berbagi peran masing-masing. Ada yang bagian nasi, ada yang bagian kue, dan ada yang bagian minuman.
Setelah acara tersebut sudah mencapai akhir atau hampir selesai, kemudian Pak Hartono dan Pak Joko membagikan hidangan kepada tamu undangan tersebut satu persatu. Sedangkan hidangan tersebut dibawa dari dapur oleh ibu sumiatun, Ibu Sumarni, dan Icha. Kemudian disodorkannya kepada Pak Hartono dan Pak Joko, lalu Pak Joko dan Pak Hartono membagikannya kepada mereka semua.
Setelah Pak ustad selesai berdoa, kemudian Pak Hartono dan Pak Joko segera mempersilahkan mereka semua untuk menikmati hidangan tersebut. Lalu kemudian mereka semua segera menikmati hidangan tersebut.
Sedang tamu undangan tersebut asyik menikmati hidangannya, ibu Sumiatun, Icha, dan ibu Sumarni, lagi sibuk menyiapkan bingkisan yang akan dihadiahkan kepada para tamu undangan tersebut. Bingkisan tersebut kata orang Jawa bernama "Berkat" yang isi di dalamnya adalah nasi lengkap dengan lauknya, dan macam-macam kue di atasnya lalu semuanya itu ditaruh di dalam satu wadah plastik, lalu kemudian dibungkus dengan plastik kresek.
Lalu setelah semua para tamu undangan tersebut selesai menikmati hidangan, lalu kemudian Pak Hartono dan Pak Joko dan dibantu dengan beberapa orang tamu undangan tersebut, segera menata piring-piring dan gelas, lalu kemudian di bawah ke ruang dapur.
Dan setelah piring-piring dan gelas tersebut selesai dirapikan, kemudian Pak Hartono dan Pak Joko segera membagikan bingkisan kepada para tamu undangan yang disodorkan oleh ibu Sumiatun, ibu Sumarni, dan Icha dari dalam. Pak Harto dan Pak Joko menerima bingkisan tersebut, lalu dibagikannya satu persatu kepada semua tamu undangan.
Kemudian setelah semua bingkisan itu dibagikan kepada satu persatu para undangan, lalu sesaat kemudian mereka satu persatu pulang ke rumah masing-masing dengan membawa bingkisan tersebut. Dan yang tersisa di rumah Pak Hartono hanyalah beberapa orang saja, yaitu:
pak ustad..!! Dan semua para pekerja Pak Hartono..!! Dan juga menentu dari Pak Joko yaitu: Untung.!!
Kemudian Pak Hartono dan Pak Joko duduk di antara mereka semua kemudian Pak Hartono berkata....
"Terima kasih banyak ya pak ustadz, dan semuanya. Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih atas kehadirannya..!!"
Kemudian pak ustadz menjawab....
"Ya sama-sama Pak Hartono, kami juga sangat berterima kasih kepada Pak Hartono sekeluarga atas undangannya. Semoga apa yang kita kerjakan malam ini termasuk shodaqoh-shodaqoh dari Pak Hartono sekeluarga, mudah-mudahan diterima oleh "Allah" "subhanahu wa ta'ala.!!" Dan semoga itu semua menjadi siraman bagi almarhumah, sehingga almarhumah ditempatkan di sisi "Allah" dengan segala kenikmatannya, dan semoga almarhumah dihapuskan dari segala dosa-dosa dan kesalahannya.!!"
Kemudian mereka semua berucap....
"Amin....!!"
Kemudian pak ustadz segera berpamitan dengan Pak Hartono dan Pak Joko. Dan bersalaman dengan keduanya dan tak lupa Pak Hartono menyisipkan sebuah amplop yang berisi uang, lalu dimasukkan ke saku baju sang ustad tersebut, lalu mereka bersalaman.
Kemudian pak ustadz mengucap salam kepada mereka....
"Assalamualaikum.!!"
Halo Pak Hartono dan Pak Joko dan yang lainnya menjawab salam tersebut....
"Waalaikumsalam.!!"
Dan sebelum mereka berpamitan, tiba-tiba Ibu Sumarni datang menghampiri menantunya tersebut. Kemudian membawa satu bingkisan lagi lalu diberikannya kepada "untung" sang menantu tersebut, sembari berkata....
"Untung.!! Ini Ibu titip buat cucu ibu di sana tolong bawa pulang ya, sampaikan salam ibu kepada istrimu dan anakmu.!!"
Kemudian menantunya tersebut menjawab....
"Baiklah Bu nanti untung akan sampaikan salam dari Ibu.!!"
Lalu setelah itu mereka semua segera berpamitan kepada semuanya sembari berucap salam.
"Assalamualaikum.!!"
Kemudian Pak Hartono dan yang lainnya menjawab....
"Waalaikumsalam.!!"
Dan mereka pun semua segera keluar dari rumah Pak Hartono dan kemudian mereka langsung pulang.
Lalu setelah semua tamu-tamu undangan pulang, kemudian Pak Hartono dan Pak Joko segera membereskan semua, termasuk alas tempat duduk berupa karpet yang sebelumnya digelar di ruangan rumah tersebut. Lalu Pak Hartono dan Pak Joko merapikannya semua. Sedangkan ibu Sumiatun, Icha, dan ibu Sumarni, mereka sibuk di ruang dapur dengan mencuci piring-piring dan gelas bekas tamu undangan tadi.
Dan semua itu mereka kerjakan sampai larut malam. Fan setelah pekerjaan tersebut selesai, maka mereka semua segera beristirahat karena waktu sudah larut malam.
Setelah keesokan harinya aktivitas di rumah tersebut kembali berjalan sebagaimana biasanya, di mana para pekerja yang bekerja di rumah Pak Hartono tersebut semuanya datang, dan seperti biasa sebelum mereka mengerjakan pekerjaannya, mereka sarapan pagi dulu yang ditemani oleh Pak Joko. Lalu setelah semuanya selesai makan, maka mereka semua langsung mengerjakan pekerjaannya. Sedangkan Pak Joko langsung memberi makan ikan lele seperti biasanya, dan setelah Pak Joko memberi makan ikan lele tersebut, maka Pak Joko segera mengurusi para pekerja-pekerja tersebut dengan mengawasi dan menjaga keperluan para pekerja tersebut. Termasuk bahan-bahan material, atau keperluan lainnya seperti air minum, rokok, dan lain-lain. Itu dijaga betul oleh Pak Joko agar tidak sampai kekurangan.
Setelah beberapa hari kemudian, maka tidak terasa waktu keberangkatan Icha untuk studi ke Amerika kurang satu hari lagi. Kemudian Pak Hartono, Icha, dan ibu Sumiatun, segera membahas hal tersebut. Karena memang hal tersebutlah yang ditunggu-tunggu oleh mereka semua mulai dari kemarin. Terlebih lagi Ica sendiri.
Maka ketiganya segera berkumpul di ruang tengah lantai atas rumah tersebut, untuk membahas semuanya itu. Terutama yang dibahas itu ialah persiapan-persiapan termasuk perlengkapan Icha untuk keberangkatannya harus lengkap, dan segera dipersiapkan saat itu juga. Karena besok pagi-pagi sekali mereka akan segera berangkat ke bandara.
Kemudian Pak Hartono berbicara kepada Icha dan ibu Sumiatun....
"Icha.!! Besok adalah waktunya Icha berangkat ke California.!! Jadi sekarang Icha harus mempersiapkan segala sesuatunya, agar jangan sampai ada yang ketinggalan termasuk surat-surat, atau berkas-berkas, ataupun perlengkapan-perlengkapan yang perlu Icha bawa ke California, harus mulai dibenahi dari sekarang.!! Dan saya minta kepada ibu juga membantu Icha untuk mempersiapkan segala sesuatunya.!! karena mengingat tempat yang akan dituju ini adalah luar negeri.!! Jadi kalau sampai ada barang-barang penting yang ketinggalan, ini akan bermasalah terutama buat Icha sendiri.!! Jadi saya mohon kepada ibu untuk membantu mempersiapkan segalanya keperluan dari Icha.
Kemudian Icha dan ibu Sumiatun menjawab....
"Baiklah Pak.!! Ucap Icha....
"Baiklah mas.!!"ucap ibu Sumiatun....
Kemudian Icha dan ibu Sumarni mulai mengumpulkan dan merapikan apa saja yang dibutuhkan, mulai dari pakaian, identitas, termasuk paspor, dan alat-alat kecantikan, semuanya dikumpulkan lalu dimasukkan ke dalam koper besar.
Setelah semuanya sudah terkumpul dan tertata dengan rapi,kemudian Icha berkata kepada ibu Sumiatun dan pak Hartono.
"Pah.!! Sekarang Icha minta tolong kepada papa, tolong anterin Icha ke makam Ibu Farida. Karena Icha ingin ziarah dan sekaligus berpamitan kepada Ibu Farida, karena besok Icha akan berangkat pagi-pagi sekali. Jadi kayaknya sekarang lebih tepat untuk ke makam Ibu Farida.!! "Tolong ya pah.!?"
Kemudian Pak Hartono menjawab....
"Baiklah kalau gitu Icha.!! Papa akan mengantarkan Icha dan ibu untuk ziarah ke sana, dan sebaiknya kita langsung berangkat saja yuk.!!"
Kemudian mereka bertiga segera berangkat berziarah ke makam Ibu Farida dengan berjalan kaki. Kebetulan makam tersebut tidak begitu jauh dari rumah Pak Hartono, ada sekitar 200 meter dari rumah pak Hartono. Dan akses jalan menuju ke makam tersebut tidak begitu sulit, karena memang pemakaman tersebut berada di pinggir jalan umum di desa tersebut.
Dan bukan hanya Ibu Farida saja yang dimakamkan di sana, akan tetapi Bapak dan Ibu dari Pak Hartono pun juga dikuburkan di sana. Jadi kalau Pak Hartono berziarah ke makam tersebut, bukan hanya makam istrinya saja yang diziarahi, akan tetapi pak Hartono juga berziarah ke makam kedua orang tuanya juga.
Setelah beberapa waktu mereka berjalan, maka tibalah mereka semua ke area pemakaman. Lalu mereka bertiga segera masuk ke area pemakaman tersebut melalui pintu pagar pemakaman tersebut. Kebetulan tanah pemakaman tersebut dikelilingi oleh tembok yang tingginya berdiameter satu setengah meter, dengan memakai dua pintu kanan dan kiri. Di sebelah depan dua pintu kanan dan kiri, di sebelah belakang dua pintu kanan dan kiri juga. pintu yang sebelah depan itu akses untuk para peziarah yang dari arah depan atau bagi penduduk yang berada di wilayah timur area pemakaman, sedangkan pintu yang dari belakang untuk akses para peziarah atau penduduk yang ada di sebelah barat area pemakaman. Sedangkan dari Area Selatan dan Utara tidak dipasang pintu akses ke pemakaman karena di luar sekitar pagar tersebut adalah lahan perkebunan penduduk.
Setelah ketiganya masuk ke lahan pemakaman, kemudian ketiganya langsung menuju ke makam Ibu Faridah. Ibu Sumiatun dan Icha yang dari rumah membawa air yang dicampur dengan kembang, kemudian menyiramkan air campuran kembang tersebut ke pusara Ibu Farida. Dan setelah itu mereka semua duduk di samping pusara Ibu Farida kemudian mereka semua berdoa, dan doa tersebut dipimpin oleh Pak Hartono.
Kemudian setelah mereka selesai berdoa, maka Icha berbicara di pusara Ibu Farida dengan nada yang sedih.
Icha berkata sembari menangis sedih....
"Ibu.!! Icha tahu ibu mendengar perkataan Icha.!! Dan Icha yakin Ibu tenang di alam sana.!! Karena Ibu adalah orang yang paling baik yang pernah Ica kenal. Di kesempatan ini Icha mohon pamit dan sekaligus mohon doa restu kepada ibu, karena Icha besok akan berangkat untuk studi ke luar negeri. Icha tahu itu cita-cita Ibu dari dulu.!! Dan itu juga perjuangan ibu terhadap Icha dari dulu. Ibu mau kan melihat Icha terus meniti karir dalam hal pendidikan dan menjadi orang sukses.?! Itu Icha masih ingat betul kata-kata ibu dulu bahwa Icha harus semangat, Icha harus bangkit dari keterpurukan sewaktu Ica masih kecil.!! Dan asal Ibu tahu.!! Semua pengorbanan ibu terhadap Icha dan kasih sayang ibu terhadap Icha tidak akan pernah Ica lupakan sampai kapanpun, karena Ibu adalah segala-galanya buat Icha. Dan Icha tidak akan pernah mengecewakan ibu di alam sana, Dan juga tidak akan pernah membuat ibu bersedih terhadap Icha, karena selain Icha meneruskan perjuangan ibu, Icha juga akan selalu mendoakan ibu dan mencintai ibu selamanya, walaupun ibu sudah tidak bersama kami lagi.!! Semoga kelak kita akan dipertemukan dan dikumpulkan bersama oleh "Allah" "Subhanahu wa ta'ala" di dalam surganya.
Pak Hartono dan ibu Sumiatun yang mendengar kata-kata sedih dan menyayat hati dari Icha tersebut.!! Tidak kuasa menahan air mata. Karena mereka merasa betapa erat cinta dan kasih sayang antara mereka semua. Apalagi sewaktu Ibu Farida masih ada, beliau sangat menyayangi Icha sampai rela ngebela-belain dan berkorban demi Icha.!! Karena mereka semua tahu, ibu Farida dan Pak Hartono tidak mempunyai keturunan atau tidak mempunyai anak penerus, jadi Icha lah yang menjadi tumpuhan dan harapan dari Ibu Farida. Dan Pak Hartono beserta ibu sumiatun tahu betapa Icha sangat mencintai Ibu Farida, karena bagi Icha Ibu Farida adalah sosok pahlawan yang paling berjasa dalam karir pendidikan Icha dari dulu sampai sekarang.!! Dan bahkan sosok sang Ibu Farida bagi Icha bukan hanya berjasa bagi Icha, tapi juga kepada ibunya, yakni ibu Sumiatun. Cinta Icha terhadap ibu Farida itu bisa dilihat sewaktu Ibu Farida meninggal dunia.!! Betapa terpukulnya sosok seorang Icha melihat orang yang disayanginya tersebut meninggal dunia waktu itu. Dan itu pun sempat membuat Icha DOWN dan patah semangat karena ditinggal oleh orang yang dicintainya, yaitu Ibu Farida.!! Tapi beruntung buat Icha karena yang menyayangi Icha bukan hanya Ibu Farida saja, tapi Pak Hartono yang sekarang sudah menjadi bapaknya sendiri bagi Icha, juga sangat menyayangi Ica dari dulu. Apalagi ibu Sumiatun sang Ibu tercinta. Itulah yang membuat Icha bersemangat lagi dan termotivasi untuk melangkah dan menatap masa depan sesuai dengan harapan orang-orang yang sangat dicintainya tersebut.
Tak ingin putrinya tersebut larut dalam kesedihan yang lebih mendalam, maka Pak Hartono berinisiatif untuk segera mengajaknya pulang dari makam Ibu Farida tersebut. Memang Icha berziarah ke makam Ibu Farida tersebut bukan sekali ini saja, bahkan setiap Kamis sore Icha dan Pak Hartono beserta ibu Sumiatun berziarah ke makam Ibu Farida tersebut. Tapi kali ini beda.!! Icha bukan hanya berziarah, tetapi Icha sekaligus berpamitan kepada arwah Ibu Farida dengan mendatangi pusaranya. Jadi momen tersebut adalah momen yang paling sedih bagi Icha, karena di momen kali ini setiap kali Icha memandang batu nisan dari makam ibu Farida yang bertuliskan namanya tersebut, maka seakan-akan Icha memandang langsung wajah dari Ibu Farida secara langsung. Karena yang ada dalam perasaan Icha adalah." Icha merasa berpisah dalam waktu yang lama dengan Ibu Farida, karena kepergian Icha besok tersebut adalah kepergian yang paling jauh selama hidup Icha. Yaitu: ke luar negeri untuk studi, dan itu pun akan memakan waktu yang cukup lama di sana.
Kemudian Pak Hartono berkata kepada Icha....
"Icha.!! Ayo kita segera pulang Nak.!! Kita sudah lama di sini lo.!! Dan tidak baik berlarut dalam kesedihan.!!"
Icha yang mendengar ajakan pulang dari Pak Harto tersebut tidak bergeming sedikitpun. Dia tetap duduk bersimpuh di sebelah pusara Ibu Farida. Pak Hartono yang melihat anaknya tersebut tidak mau diajak pulang, kemudian mengajaknya sekali lagi.
Kemudian Pak Hartono berkata lagi....
"Icha.!! Ayo kita pulang tidak baik berlarut-larut dalam kesedihan di pusara ibumu, dan lagian tidak enak dilihat orang. Ayo pulang Nak.!!"
Mendengar ajakan pulang dari Pak Hartono yang kedua kalinya, Icha lagi-lagi tidak bergeming dari tempatnya. Dia tetap duduk bersimpuh di sebelah pusara Ibu Farida.
Melihat putrinya tersebut tidak mau diajak pulang, maka Pak Hartono memberi kode kepada ibu Sumiatun dengan mencoleknya, agar ibu sumiatun yang membujuk putrinya tersebut agar bisa diajak pulang.
Kemudian ibu Sumiatun berkata dengan pelan sembari memegang pundak putrinya tersebut lalu berkata....
"Icha sayang.!! Dengerin ibu Nak.!! Ibu tahu Icha sangat sedih, dan ibu tahu Icha sangat mencintai Ibu Farida.!! Tapi asal Ica tahu, yang sayang sama Icha itu bukan Ibu Farida saja.!! Papamu juga sangat menyayangimu apalagi Ibu yang mengandung dan melahirkanmu ke dunia ini.!! Sekarang Ibu tanya kepada Icha.!! Icha ingin membanggakan Ibu Farida kan.?? Dan Icha ingin Ibu Farida tersenyum melihat Icha di alam sana kan.??"
*Icha yang mendengar pertanyaan sang ibu kemudian mengangguk dengan pelan.*
Kemudian ibu sumiatun meneruskan kata-katanya....
"Kalau memang Icha ingin membuat Ibu Farida bangga, maka buatlah bangga Ibu Farida di alam sana terhadap Icha
!! Dan kalau memang Icha ingin membuat Ibu Farida tersenyum di alam sana, maka buatlah Ibu Farida tersenyum di alam sana terhadap Icha.!! Tapi Icha harus semangat untuk menatap hari depan dengan meraih kesuksesan, agar yang bangga terhadap Icha bukan hanya Ibu Farida, tapi Papamu dan Ibumu ini juga merasa bangga terhadap Icha.!!" Ya Nak ya.!!"
Kali ini Icha yang mendengar kata-kata dari ibunya tersebut, kemudian mengangkat kepalanya dan memeluk ibunya tersebut sembari menangis tersedu-sedu. Sedangkan Pak Hartono yang mengetahui hal tersebut segera menghampiri keduanya, dan memeluk keduanya. Kemudian segera mengajak mereka semua pulang.
Kemudian Pak Hartono berkata....
"Sudahlah Icha.!! Ayo kita pulang Nak.!! Jangan lupa Icha besok akan berangkat ke Amerika, Icha harus fokus loh.!!"
Kemudian Icha menjawab....
"Iya baiklah Pah.!!"
Kemudian sebelum Icha melangkah untuk pulang, terakhir Icha berpamitan dulu di pusara Ibu Farida.
"Ibu.!! Icha pamit pulang dulu ya.!! Dan sekaligus Icha pamit besok akan berangkat ke Amerika.!!"
Ucap Icha dengan lirik sembari melambaikan tangannya pusara Ibu Farida, dan kemudian mereka semua melangkah keluar dari area pemakaman dan selanjutnya mereka pulang menuju ke rumah.