
Setelah beberapa saat kemudian.... Icha akhirnya mengeluarkan kata-kata dan berkata kepada Adit dengan nada pelan.....
"Jangan pergi Adit.!! Gue.... Gue mau nanya ama elu.!! Bener kata-kata elu tadi itu ke gue.?? lu gak main-main kan.?? lu nggak bercanda kan.?? Jawab Adit.!!"
Ucap Icha kepada Adit dengan nada bertanya seolah-olah tidak tahu maksudnya....
Kemudian Adit menjawab....
"Icha... Gue kan udah cerita ama elu tadi di awal, bahwa gue tidak pernah berkata-kata seperti ini sebelumnya kepada siapapun.!! Dan itu artinya gue belum pernah berpacaran.!! Dan lagi gue telah menceritakan kepada elu Icha, bahwa gue udah berprinsip, sekali gue pacaran.... maka pacar gue itu harus gue bawa ke pelaminan.!! Begitu juga dengan kata-kata gue ke elu kali ini Icha.!! Prinsip gue tersebut rupanya telah terjadi hari ini ke elu.!! Dan asal lu tahu Icha.!! Gue amat mencintai elu, dan nggak ada yang lebih dari itu semua, dan gak ada yang menjadi penghalang di hati dan pikiran gue.!! Maksudnya kata-kata gue tersebut hanya untuk elu, dan tidak pernah gue katakan kepada siapapun.!!"
Mendengar kata-kata dari Adit tersebut.... Maka seketika itu juga Icha langsung luluh lantah dan terjatuh di pelukan Adit.
Adit pun menyambut pelukan Icha tersebut. Maka keduanya larut dalam kebahagiaan, karena sudah menyampaikan isi hatinya.
Dan akhirnya mereka berdua saling berpelukan. dan mereka saling terdiam dalam beberapa saat.
"Ya..."
Begitulah, kekuatan cinta mereka berdua yang dirasakan saat itu mengalahkan segalanya.
Icha yang sebelumnya yang dikenal pendiam, pemalu, dan tidak pernah mengenal laki-laki secara dekat seperti saat itu, seketika itu juga semua hal tersebut hilang dengan jatuhnya ke pelukan Adit pada saat itu.
Sedangkan Adit-pun demikian, walaupun Adit dikenal pandai bergaul, cerdas, dan lain-lain, akan tetapi Adit juga belum pernah mengenal wanita sedekat itu.
Maka sudah bisa dipastikan, bahwa mereka saat itu sama-sama dibuai asmara dengan perpaduan cinta yang amat dalam antara satu dengan yang lainnya.
Kemudian Icha berbicara kepada Adit di tengah-tengah pelukan kebahagiaan tersebut....
"Adit.... Gue sebenarnya juga mencintai elu.!! Dan gue sayang sama elu.!! Tapi gua mohon ama lu Adit.!! Jangan pernah mainin gue, dan jangan khianatin gue.!! Karena gue udah trauma dengan masalah-masalah kesedihan.!! Jadi sekali lagi gue mohon ama lu Adit, jangan sia-siakan cinta gue ke elu, dan gue janji gue akan mencintai elu sampai kapanpun, dan gue akan menjadi pendamping elu dan setia ama elu sampai mau menjemput. Camkan itu Adit.!! Tapi gue mohon untuk sekarang biarlah hubungan ini kita jalanin biasa-biasa saja, karena kita berdua lagi mengejar karir dan lagi kita berdua ada di negeri orang.!! Jadi gue mohon hubungan ini biarlah menjadi hubungan suci dengan tanpa noda sampai tiba waktunya nanti kita membina rumah tangga.!! Bagaimana Dit... Lu setuju nggak??"
Ucap Icha kepada Adit....
Kemudian Adit menjawab....
"Iya Icha.... Gue setuju ama elu.!! Biarlah hubungan ini kita jalanin biasa-biasa aja dulu, karena kita sekarang mengejar cita-cita.!! Dan lagian gue mengatakan perasaan hati gue ke elu ini hanya semata-mata untuk menjaga-jaga agar elu tidak menjadi milik orang lain.!! Artinya gue memiliki elu lebih awal.!! Jadi posisi gue aman sekarang, karena elu sudah menjadi milik gue, dan gue sudah menjadi milik elu.!! Dan yang perlu elu ketahui Icha.... Gue mencintai lu bukan karena apa, tapi memang gue mencintai elu dengan sepenuh hati.!! Dan mudah-mudahan hubungan kita ini direstui oleh Tuhan, sampai pada waktunya nanti elu dan gue menjadi orang tua dari anak-anak kita, dan elu dan gue tidak ada yang bisa menghalangi kecuali maut.!!"
Kemudian Icha yang mendengar ucapan Adit tersebut, maka Icha berucap....
"Amin.!!"
Setelah beberapa saat kemudian... Maka mereka duduk kembali di kursi taman tersebut.
kemudian Adit berbicara kepada Icha....
"Icha.... Sekarang kan kita udah resmi berpacaran.!! Artinya gue dan elu udah sama-sama menyatakan perasaan hati.... Jadi maksud gue, walaupun gue dan elu sama-sama saling memiliki atau hubungan ini kita jalani biasa-biasa saja, Tapi menurut gue hubungan kita ini bagaimana kalau kita kabari kepada orang tua kita masing-masing.!! Jadi maksud gue bukan apa-apa, maksud gue selain mereka adalah orang tua kita yang memang harus mengetahui keadaan kita di sini, maka mereka berdua juga harus merestui atau mendukung hubungan kita ini.!! Jadi istilahnya hubungan kita ini tidak sembunyi-sembunyi... Maksud gue hubungan kita ini biar direstui oleh mereka, dan biar hubungan kita ini menjadi berkah.!! Karena gue pengennya kayak gitu.!! Sekali lagi gue katakan seperti yang di awal.... Gue mencintai elu bukan karena apa, tapi memang hati gue sepenuhnya memang benar-benar mencintai elu.!!
Jadi menurut gue, kalau hubungan kita ini direstui oleh bokap dan nyokap kita masing-masing, kita akan lebih tenang ngejalaninya.!! Jadi istilahnya kita nggak ada rasa was-was.!! Bagaimana menurut lu Icha.??"
Tanya Adit kepada Icha....
Kemudian Icha menjawab....
Tanya Icha kepada Adit....
Kemudian Adit menjawab....
"Oke Icha.!! Gue setuju kalau begitu nanti malam gue akan langsung ngabarin nyokap dan bokap gue.!! Karena sekarang hari sudah sore, sebaiknya kita bubar dulu, karena gue belum salat ashar nih.!!"
Kemudian mereka berdua segera bubar.... Namun sebelum mereka menuju ke rumah, mereka terlebih dahulu nyamperin teman-teman mereka yang lagi main bola basket di lapangan olahraga di samping rumah tersebut. Kemudian Icha dan Adit segera memanggil mereka semua untuk segera berhenti dari permainan basket tersebut, kemudian mengajak mereka semua untuk segera mandi dan sholat ashar dulu, karena hari sudah sore. Lalu kemudian mereka semuanya berhenti dari permainan tersebut, dan segera bubar kemudian menuju ke rumah.
Memang kalau masalah hubungan mereka berdua, yaitu: Adit dan Icha... Tidak mungkin mengkhawatirkan meskipun mereka jauh dari orang tua dan jauh dari negara asalnya. Itu dikarenakan bahwa memang mereka berdua sama-sama teguh memegang prinsip dan memegang norma-norma agama, karena mereka taat dalam beribadah. Apalagi Adit yang memang sudah jelas- jelas ibunya adalah seorang ustadzah, karena memang Ibu Adit adalah anak seorang ustad ternama di kota Malang. Jadi Adit digembleng dari sejak kecil tentang norma-norma agama, terutama dalam hal aqidah dan ibadahnya. Begitu juga dengan Icha. Icha yang sedari kecil memang sudah terlatih dengan hal-hal yang menyangkut dalam hal sosial, ekonomi, dan hubungan kemasyarakatan, apalagi pertemanan, Icha sudah matang. Jadi meskipun Icha tidak begitu kental dalam hal religi, tapi fisik, mental, dan pengalamannya sudah bisa dikatakan matang. Jadi tidak gampang seorang Icha hanya mengumbar hawa nafsu, karena basic dari awal seorang Icha adalah: orang yang dididik oleh orang tua angkat yang bernama Ibu Farida yang jelas-jelas adalah seorang guru, dan Pak Hartono yang sudah jelas-jelas seorang pensiunan TNI, tentu saja dalam hal gemblengan mental dan kedisiplinan bagi Icha adalah makanan sehari-hari. Jadi karena hal itulah hubungan mereka tersebut boleh dikatakan hubungan yang istimewa, yang bukan asal-asalan dan gampangan.
Setelah beberapa saat kemudian.... Icha dan teman-temannya selesai salat magrib, maka mereka semua makan bersama di ruang makan di satu meja. Dan di sela-sela makan tersebut Icha membicarakan hubungannya dengan Adit tadi sore. Dan memang keempat teman Icha tersebut tidak mengetahui, karena memang sewaktu Ica dan Adit mengutarakan isi hatinya atau jadian tadi sore, mereka sedang asyik berolahraga main bola basket. Dan jarak dari lapangan bola basket tersebut memang tidak begitu jauh dengan taman, tapi cukup terhalang dengan tanaman-tanaman bunga di taman di samping pojok rumah.
Maka dari itu, Icha memang sengaja akan memberitahukan tentang hubungannya dengan Adit kepada mereka pada waktu yang tepat dan suasana yang tepat. Jadi menurut Icha waktu tersebutlah yang tepat, di mana mereka kumpul bersama di satu meja sambil makan malam bersama.
Lalu Icha berbicara kepada teman-temannya tersebut....
"Baiklah teman-teman... Ada yang gue Mau omongin ke kalian nih.!! Dan omongan gue kali ini sangat penting dan serius.!! Jadi gue harap kalian semua mau ngedengerin ya.!! Dan gue harap kalian jangan ngetawain gue loh.!!"
Lalu salah satu dari teman Icha tersebut yaitu: "Rebecca" merespon ucapan ija tersebut....
"Eh... elu ada apa sih Icha.!? Nggak ada ombak gak ada angin tiba-tiba ngancam- ngancam kita nih.!!"
Lalu teman-teman yang lain ikut bicara....
"Iya... Tahu nih Icha.!! Tumben nih.!! Ada apa sih lu.!? Kok kayak serius banget nih.!! Gue jadi heran nih ama lu Icha.!! Tumben nih ah.!! Emangnya ada apa Icha.?? Kok kita jadi penasaran nih.!?"
Tanya teman-temannya tersebut kepada Icha....
Kemudian Icha berkata lagi kepada teman-temannya...
"Udah deh.!! Pokoknya kalian dengerin aja cerita gue.... Dan awas kalian semua ya.!! Jangan ada yang ngetawain, atau ngeledek, atau apalah.!! Tunggu gue cerita sampai selesai, dan baru ntar kalau udah selesai kalian boleh komen.!!"
Kemudian teman-teman Icha tersebut merespon ucapan Icha secara bersama-sama.
Mereka semua bilang....
"Oke....!!"
Kemudian Icha mulai menceritakan tentang hubungannya dengan Adit, yang mulai jadian tadi sore tersebut kepada teman-temannya.
Icha mulai bercerita....
"Begini teman-teman... Sebenarnya gue dan Adit udah jadian tadi sore.!!"
Teman-temannya yang mendengar awal dari cerita Icha tersebut, menjadi tersentak kaget.
Mereka reflek secara bersamaan bilang....
"WHAT.!!!!!" Apa... Lu.... Lu.... Jadian sama Adit.!? Yang benar lu.!? Serius lu.!? Apa gue nggak salah dengar nih.!?" Ucap Rebecca dan teman-temannya.....