
Setelah beberapa waktu berlalu, semua tim pencari yang berada di dalam hutan tersebut belum juga mendapatkan hasil, mereka-pun tidak putus asa dan terus mencarinya...
"Waktu terus berjalan, dan tidak terasa pencarian mereka sudah memasuki waktu malam hari..."
Namun mereka semua tidak juga berhasil menemukan Icha dan Adit di tengah hutan tersebut.!
Sedangkan di suatu tempat di tengah hutan, Icha dan Adit tetap kebingungan dalam hutan tersebut...
Namun Adit tetap bersikap tenang dalam menyikapi permasalahannya tersebut...
Sedangkan Icha, Dia mulai merasakan kekhawatiran.!
Karena bagaimanapun juga, Dia merasa bahwa dirinya bersama Adit di dalam hutan itu rupanya sudah terlalu lama...
Mereka berdua tetap optimis,
karena bagaimanapun juga, Mereka berdua pasti akan dicari oleh teman-temannya, ataupun para Dosen dan Panitia.!
"Tapi yang menjadi permasalahan dari Mereka berdua ialah...!" perbekalan yang minim tersebut mulai mereka rasakan.!!"
Di mana waktu awal Mereka masuk ke dalam hutan tadi pagi, Mereka jelas tidak membawa bekal makanan.!
Karena jadwal dari Mereka yang diberikan oleh para Dosen dan Panitia, hanya setengah hari saja.!
"Jadi tentu saja Mereka tidak membawa bekal makanan..."
Tapi yang di bawa oleh Mereka berdua selain yang sudah diuraikan di atas, yaitu hanya air minum yang hanya cukup diminum Mereka sendiri-sendiri, dan itu-pun sampai saat itu, stok air yang dibawa Mereka tersebut sudah menipis.!
"Dan yang sangat menjadi pikiran dan yang sangat dirasakan oleh Mereka berdua saat itu ialah...!"
Rasa lapar yang melanda Mereka.!!"
Karena sudah tentu Mereka merasakan hal tersebut, karena Mereka berdua hanya makan satu kali mulai dari tadi pagi.!
"Yaitu sebelum Mereka berangkat masuk ke dalam hutan tersebut.!"
Jadi setelah itu, Mereka tidak makan lagi, cuma memakan makanan-makanan kecil yang dibawa dalam tas mereka, dan itu-pun tidak sampai membuat mereka kenyang...
"Kemudian. Icha berbicara kepada Adit...?"
"Adit.!!
"Gimana nih.!?
*Gue lapar banget Dit.!!
"Gimana dong.!?
"Sedangkan kita di tengah hutan.!! "Jadi... Jelas gak ada makanan.!!
"Lah. Terus. Kita harus makan apa Dit.??
"Aduh...!!
"Ayo dong.!!
"Mikir dong.!!
"Gimana dong. Dit.!?
"Lagi pula. gue kedinginan banget nih.!!
"Mana petang lagi.!!
"Gue nggak bisa ngelihat apa-apa Dit.!!
"Aduh.... Ayo dong. Gimana dong.!?"
"ucap Icha kepada Adit.!"
Mendengar ucapan kekasihnya tersebut, Adit menjadi tidak tega...
Maka saat itu juga, Dia bangkit dari tempat duduknya dan langsung berdiri.!
"Dan saat itu juga, jiwa kesatriaannya muncul dan terlihat.!!"
Lalu Dia langsung saja mengumpulkan kayu-kayu kering yang ada di dalam hutan tersebut.!!
Dan setelah kayu-kayu tersebut terkumpul, maka ditata dengan rapi menyerupai sebuah api unggun,!
Lalu Adit langsung membakar kayu yang ditumpuk tersebut, dengan korek api yang di bawa olehnya, yang disimpan di dalam tas yang di bawanya...
Lalu seketika itu juga, udara di sekitar mereka berdua menjadi hangat dan terang benderang.!
Lalu Icha langsung mendekat ke api unggun tersebut, untuk menghangatkan badannya...
Maka kemudian, Icha menjadi agak tenang....
"Lalu setelah itu, Adit berkata kepada Icha....
"Icha.... Elu tunggu di sini sebentar ya.!!
"Gue pergi dulu.!!"
"ucap Adit kepada Icha.
"Lalu Icha menjawab, dan balik bertanya kepada Adit....
"Loh... Elu mau ke mana. Dit....??"
"Kemudian Adit menjawab...!"
"Udahlah.!!
"Pokoknya, tunggu sebentar.!!
"Gue nggak lama kok.!!"
"Lalu Icha bertanya sekali lagi...!"
"Iya... Tapi, elu mau ke mana. Dit.??
"Kemudian Adit kembali menjawab...!"
"Pokoknya. Elu tenang aja Icha.!!
"Gue pergi nggak lama kok.!!
"Dan... Nggak jauh dari sini.!! "Udahlah... Elu percaya aja ama gue.!!"
"ucap Adit kepada kekasihnya tersebut, sembari langsung berjalan menjauh dari tempat itu, dan meninggalkan Icha sendirian di samping api unggun tersebut.!"
. Sementara itu,. Adit rupanya mencari makanan untuk mereka berdua.!
Karena Dia sendiri tahu, bahwa Dirinya apalagi kasih kekasihnya tersebut, sangat merasa kelaparan saat itu.!
"Maka Dia berinisiatif, untuk berburu di hutan tersebut..."
Selang beberapa waktu kemudian, Adit berhasil menangkap seekor Ayam hutan yang lumayan besar, yang saat itu Ayam tersebut kebetulan lagi tidur di sebuah semak-semak di hutan tersebut...
"Maka Adit menyergap Ayam tersebut,!"
Lalu Adit segera kembali ke tempat Icha di tempat semula...
Dan sesampainya di sana, Icha menyambutnya dengan sangat gembira, karena mengetahui kekasihnya tersebut mendapatkan seekor Ayam hutan yang lumayan besar tersebut...
"Lalu Icha bertanya kepada kekasihnya tersebut...!"
"tanya Icha kepada Adit.!"
"Kemudian Adit menjawab...!"
"Ada. Aja.!!
"Kan- gue udah ngomong ama elu...
"Bahwa gue, akan ngejagain elu lahir dan batin.!!
"Jadi. Gue nggak bakalan ngebiarin elu kelaparan di hutan ini...
"Elu percaya. kan- ama gue.??
"Jadi... Gue itu tadi yang pamitan ma elu... Sengaja gue ngerahasiain maksud gue ini ama elu.!!
"Karena... Gue ingin membuat kejutan ke elu Icha...
"Nah... Ini buktinya. Gue bawain seekor Ayam, yang lumayan besar untuk kita makan berdua.!!
"Pokoknya... Malam ini kita makan enak.!!
"Oke...!?"
"ucapan Adit kepada kekasihnya tersebut.?*
Kemudian Icha menanggapi ucapan kekasihnya tersebut dengan senyum, menandakan bahwa Dia senang dan bangga kepada kekasihnya tersebut...
Lalu tak lama kemudian, Ayam tersebut langsung disembelih oleh Adit...
Kemudian mereka berdua langsung mencabut bulu-bulu dari Ayam itu...
Dan setelah selesai mereka mencabut bulu Ayam hutan tersebut, maka Adit segera membersihkan Ayam itu dengan membuang kotoran-kotoran yang ada di Ayam tersebut, termasuk perut dari Ayam itu sendiri.!
Lalu setelah itu, Adit segera mengambil ranting pohon, lalu menusukkannya ke daging Ayam tersebut.!
Dan setelah selesai ditusuk, kemudian Ayam hutan tersebut mulai dipanggang ke api unggun yang dibakarnya tadi.!
Lalu setelah beberapa saat kemudian, Adit baru menyadari, bahwa Mereka berdua memerlukan air minum.!
Karna kebetulan, air minum Mereka tersebut sudah tidak ada...
Maka Adit berinisiatif, untuk mencari air minum di hutan tersebut...
Lalu Adit segera berpamitan kepada Icha, untuk mencari air minum di hutan itu.!
"Adit berkata kepada Icha...!"
"Oh. Iya Icha...
"Elu tunggu di sini ya.!
"Gue akan pergi dulu sebentar. Untuk mencari air minum...
"Karna kebetulan, air minum kita kan- udah habis....!!
"Jadi... Nanti kalau kita pas makan daging Ayam ini...kita minum pakai apa. Dong.!? Kalau gue gak mencari air minum dulu.!?
"Pokoknya. Elu tetap di sini, sambil manggang Ayam ini sampai matang. Dan sambil nunggu gue mendapatkan air minum itu.!!
"Oke.??"
"Lalu Icha menjawab...!"
"Oke. Dit.!
"Tapi... Elu hati-hati. Ya.!?"
"Kemudian Adit menjawab...!"
"Oke.!!
"Jawab Adit, sembari beranjak pergi mencari air di hutan tersebut.!"
Kemudian Adit mulai mencari air minum yang dimaksud, dengan mengumpulkan air embun yang berada di dedaunan di hutan tersebut...
Adit mengumpulkannya dengan memasukkan air tersebut sedikit demi sedikit, ke wadah air minum miliknya dan milik Icha yang di bawanya...
Dan memang, untuk mengumpulkan air minum yang dikumpulkan melalui dahan-dahan atau dedaunan di hutan tersebut, tidak begitu sulit.!
Karena tempat itu sendiri adalah kawasan yang sering berkabut, dan udaranya lumayan dingin.!
Maka, resapan air embun yang hinggap di dedaunan di hutan tersebut, sangatlah banyak...
Apalagi lokasi tempat Mereka berdua, adalah hutan agak lebat, yang terdiri bukan hanya kayu-kayu besar saja, namun terdapat semak-semak belukar, dan tumbuhan-tumbuhan kecil di hutan tersebut...
Karena memang, Mereka berdua sudah masuk terlalu dalam di hutan itu, yang memang di lokasi tempat Mereka berdua, tidak sama keadaan hutan dengan waktu pada saat Mereka masuk pertama di hutan tersebut.!
Kalau waktu pertama masuk di hutan tersebut, memang hutan itu tidak ada semak belukar, hanya yang terdapat kayu-kayu besar saja.!
"Akan tetapi, di kawasan Mereka itu beda...?"
"Ya maklum saja...!"
Mereka memang tersesat di hutan tersebut, maka wajar saja kalau keadaan hutan yang ada di sekitar Mereka tersebut agak lebat dan rimbun dengan banyak tumbuhan...
Buktinya, saat itu Adit tidak begitu kesulitan mendapatkan air minum.!
Apalagi tadi sewaktu Dia mendapatkan Ayam hutan yang kebetulan sudah dipanggangnya tersebut...
Itu menandakan, bahwa kawasan hutan yang Mereka tempati tersebut, memang kawasan hutan lebat.!
Lalu setelah beberapa saat kemudian, Adit berhasil mengumpulkan air di antara dedaunan, dan memasukkannya ke wadah air minum yang di bawanya tersebut.!
Dan kedua wadah itu-pun, semuanya sudah terpenuhi dengan air...
Maka selanjutnya, Adit kembali lagi ke tempat Icha...
Dan sesampai di sana, rupanya Icha sudah selesai memanggang Ayam tersebut.!
Kemudian Adit segera memberikan satu buah air minum kepada Icha, sedangkan yang satunya Dia pegang sendiri...
Lalu kemudian mereka berdua segera menikmati Ayam hutan yang sudah matang tersebut...
Mereka berdua sangat lahap dan menikmati daging Ayam tersebut, karena memang kebetulan Mereka berdua lagi lapar-laparnya.!
Maka Ayam hutan panggang itu-pun mereka habiskan...
Dan setelah mereka selesai memakan Ayam hutan tersebut, lalu Mereka berdua minum dengan air yang telah dikumpulkan oleh Adit dari dedaunan di hutan tersebut tadi.!
Dan setelah itu, Mereka berdua merasa kenyang...
Lalu kelihatan dari wajah Icha, dengan wajah yang berseri dan senang, karena Icha merasa puas setelah selesai memakan daging Ayam hutan tersebut...
"Dan ditambah lagi, Adit mencarikan air minum untuknya..."
Maka hal itu tentu, saja membuat Icha senang...
Sedangkan Adit yang mengetahui kekasihnya tersebut sudah kenyang dan merasa puas, maka Adit-pun gembira melihatnya...
Karena setidaknya, kekhawatiran kekasihnya tersebut di dalam hutan dan dalam ketersesatannya itu agak berkurang...
"Dan memang, itulah tujuan Adit di samping Icha tersebut.!