Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 25



   Lalu Tak lama kemudian Icha segera menelpon Adit yang saat itu berada di rumah sebelah bersama keluarga om Robert.


Dan memang kalau Adit sendiri lebih ruwet urusannya ketimbang Icha... karena bagaimanapun juga Adit bukan hanya minta restu kepada bokap dan nyokapnya sendiri saja, tapi Adit juga harus minta restu kepada om Robert dan keluarganya. Karena bagaimanapun juga, om Robert adalah saudara dari bokap Adit sendiri. Lagi pula mereka semua berada di kawasan atau berada dalam pengawasannya. Jadi mau nggak mau, Adit harus meminta izin kepada om Robert juga. Lain halnya dengan Icha sendiri.... Kalau Icha cukup hanya dengan minta restu kepada Pak Hartono dan ibu Sumiatun saja. Jadi hal itu juga dirasakan oleh Icha sendiri, karena menurut Icha nggak gampang bagi Adit dalam hal ini meminta restu kepada dua keluarga sekaligus... Bisa-bisa yang satu merestui, tapi yang satunya enggak. Tapi Icha berharap semuanya bisa CLEAR atau semuanya bisa merestui, agar hubungan tersebut bisa dijalaninya dengan tenang dan tanpa beban.


   Kemudian Icha segera menelpon Adit.... Dan setelah mereka tersambung, maka Adit mengucap salam kepada Icha....


"Halo "Assalamualaikum" Icha.!!"


   Kemudian Icha menjawab salam dari Adit....


"Waalaikumsalam" Adit.!!"


   Kemudian Icha bertanya kepada Adit...


"Begini ya Dit.... Gue tadi udah nelpon bokap dan nyokap gue, dan "Alhamdulillah" mereka merestui hubungan kita.!! Nah jadi sekarang gue mau nanya ama elu.!! Elu sendiri bagaimana.?? Apakah elu udah menelpon bokap dan nyokap elu.??"


Tanya Icha kepada Adit....


   Kemudian Adit menjawab pertanyaan Icha....


"Oh iya Icha... Gue tadi udah nelpon bokap dan nyokap gue, dan "Alhamdulillah" mereka juga merestui hubungan kita.!! Emang sih.... Awal-awalnya mereka tidak langsung begitu saja merestui hubungan kita Icha.!! Jadi mereka menanyakan apa alasan gue berpacaran di tengah-tengah masa studi ini.!! Jadi gue menjelaskan sedetail-detailnya dan memohon kepada mereka semua, sembari menjelaskan kepada mereka kenapa gue berpacaran dengan elu di saat gue meniti karir dalam studi ini. lebih-lebih mereka tahu gue sekarang berada di negeri orang.!! Jadi menurut mereka, mereka sangat khawatir dengan hubungan kita ini.!! Dan alasan kekhawatiran mereka ialah: hubungan ini takutnya mengganggu studi yang kita jalani ini.!! dan lagi pula mereka khawatir, karena gue sekarang ini ada di negeri orang yang sudah jelas-jelas tidak bersama mereka. Jadi mereka khawatirnya karena mereka tidak bisa mengontrol gue, tapi gue bisa ngejelasin semuanya kepada mereka, terutama nyokap gue.!! Karna beliaulah yang paling sangat menawarkan gue.!! Kan elu tahu sendiri Icha.!! Nyokap gue itu seorang ustadzah, jadi masalah ini tentu saja menyita perhatian beliau. Tapi "Alhamdulillah"... Setelah gue menjelaskan semuanya tentang alasan gue dan motivasi gue.... Akhirnya mereka semua bisa menerima dan merestui. Jadi sekarang boleh dikatakan kalau masalah Restu, gue sekarang udah direstui oleh bokap dan nyokap gue.!! Dan hal itu tentu saja membuat gue merasa senang dan lega.!!"


Ucapan Adit kepada Icha....


   Kemudian Icha bertanya lagi kepada Adit....


"Oh iya "Alhamdulillah" sih.... Gue juga ikut senang ngedengerinnya, dan gue ikut lega.!! Lan memang itu yang kita harapkan, yaitu: hubungan ini harus dengan Restu orang tua, biar kita ngejalaninnya lebih tenang.!! Nah kalau masalah ke om Robert sendiri bagaimana Dit.?? Apa elu udah ngasih tahu tentang hubungan ini dan meminta Restu kepada beliau, atau belum sih.?? Karena gue sendiri juga tahu bahwa om Robert tersebut adalah om elu sendiri, karena beliau adalah saudara dari bokap elu.!! Jadi otomatis beliau kan juga orang tua elu, kan mestinya lu juga minta izin kepada beliau.!! Lagi pula elu dan gue sekarang ada dalam pengawasan beliau.!! Jadi bagaimana Adit.??"


Tanya Icha kepada Adit....


   Kemudian Adit menjawab pertanyaan Icha tersebut....


"Nah itu dia Ica... Jadi gini.!! Sebelum gue nelpon bokap dan nyokap gue, jadi gue sebelumnya udah menceritakan semuanya tentang hubungan kita ini kepada om Robert. Karena bagaimanapun om Robert menurut gue harus tahu lebih dahulu.!! Meskipun beliau bukan bokap dan nyokap gue, tapi perasaan gue tidak enak.... Karena menurut gue, gue sekarang ada dalam pengawasan beliau seperti yang elu katakan tadi.!! Jadi gue berkesimpulan alangkah baiknya masalah ini gue ceritakan terlebih dahulu Ama om Robert, lalu kemudian gue minta tolong ama om Robert untuk melobi atau membantu memohon restu dari bokap dan nyokap gue.!! Tapi "Alhamdulillah" sih... Sejak gue pertama kali menceritakan masalah ini ke om Robert, beliau sendiri dan keluarganya menyikapi dengan baik dan merespon dengan baik. Jadi intinya om Robert dan keluarganya semuanya udah setuju tentang hubungan gue ama elu.!! Lalu setelah gue menceritakan semuanya kepada om Robert, maka gue minta tolong ama om Robert untuk membantu berbicara dengan bokap dan nyokap gue. Ya... "Alhamdulillah" pembicaraan gue ama bokap dan nyokap dibantu oleh om Robert. Karena seperti yang gue katakan tadi sebelumnya, terutama nyokap gue rupa-rupanya tidak serta-merta langsung merestui ya.!! Maklum aja... Beliau sangat hati-hati dalam hal ini. Tapi berkat bantuan om Robert yang membantu berbicara dan melobi kepada nyokap gue untuk merestui gue jadian ama elu, akhirnya nyokap dan bokap gue akhirnya merestui juga.!! Begitu ceritanya Icha.!!"


   Kemudian Icha yang mendengar ucapan adik tersebut langsung berucap....


"Alhamdulillah.!!"


   Kemudian Icha berkata lagi kepada Adit....


"Ya syukur deh Adit... Lalau begitu kita udah sama-sama mendapatkan Restu dari bokap dan nyokap kita masing-masing.!! Jadi sebaiknya hubungan ini kita jaga baik-baik, dan untuk kedepannya kita lebih fokus ama pendidikan kita masing-masing.!! Dan yang terpenting kita harus saling menjaga perasaan masing-masing.!!


Bagaimana menurut lu Adit.??"


Tanya Icha kepada Adit...


   Kemudian Adit menjawab....


Ucap Adit kepada Icha dengan nada gombal....


   Icha yang mendengar kata-kata gombal Adit tersebut, langsung merespon....


"Ih... Adit... Apaan sih ah.!! Gombal deh ah.!! Lagian kalau gue nggak cinta juga ama elu, ngapain coba, gue bela-belain ngomongin hal ini ama bokap dan nyokap gue.!!"


Ucap Icha kepada Adit....


   Kemudian Adit merespon ucapan Icha....


"Ah... yang bener nih.!! Kirain gue aja yang cinta mati ama elu, kalau begitu kita sama-sama cinta mati dong.!!"


Ucap Adit kepada Icha....


   Kemudian teman-teman Icha yang lain, yaitu: Rebecca, Anggun, Fitriani dan Melinda, yang mulai dari awal memang bersama-sama dengan Icha, dan mendengar kata-kata gombal dari Adit tersebut.... Mereka sontak secara bersamaan berkata....


"Cie" cie" cie" ada yang lagi di mabuk asmara nih ye...!! Eh salah.!! Ada yang cinta mati nih ye...!! Eh salah lagi.!! Ada yang dimabuk cinta nih ye...!!"


   Kemudian Adit dan Icha yang saat itu masih belum memutuskan pembicaraannya, dan mengetahui mereka diledek oleh teman-temannya tersebut.... Kemudian mereka semua bersama-sama secara bersamaan tertawa.... "Ha ha ha ha ha.!!"


   Kemudian setelah beberapa saat kemudian, Icha berbicara kepada Adit untuk segera menutup HANDPHONE nya.


"Udah dulu ya Dit.!! Ntar kita teleponan lagi.!!"


Ucap Ica kepada Adit....


   Kemudian Adit menjawab....


"Oke baiklah Icha.!! Tapi jangan lupa ya.!! Kita sering-sering loh teleponan.!!"


   Kemudian Icha menjawab sembari mengucap salam....


"Oke Adit.!! Udah dulu ya.!! "Assalamualaikum.!!"


   Kemudian Adit menjawab.... "Waalaikumsalam.!!"


   Lalu setelah itu Icha segera berbicara kepada teman-temannya, dan menyuruh kepada teman-temannya tersebut agar segera salat isya karena memang waktu hampir menunjukkan pukul 08.00 malam. Tapi sebelum itu mereka semua membereskan semua piring-piring di meja makan, setelah sebelumnya mereka selesai makan malam bersama. Lalu setelah mereka selesai membereskan piring-piring tersebut, maka selanjutnya mereka semua segera salat isya. Dan setelah selesai mereka salat isya, maka mereka berkumpul kembali dengan duduk-duduk santai di teras depan rumah sebelum mereka beranjak istirahat malam, karena memang di waktu malam, rumah tersebut kelihatan indah sekali dengan lampu-lampu taman di halaman rumah tersebut, dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata. dan kebetulan besoknya adalah hari Senin, di mana waktu tersebut mereka semua akan kembali beraktivitas seperti biasanya. Yaitu mereka berangkat ke kampus untuk studi di sana.


   Setelah waktu menunjukkan pukul 11.00 malam, lalu kemudian pembantu dari om Robert segera menutup pintu gerbang depan rumah tersebut. Dan itu menunjukkan bahwa malam sudah larut, dan memang waktunya istirahat sudah tiba. Jadi Icha dan teman-temannya juga segera masuk rumah untuk beristirahat malam, dan tak lupa Icha segera mengunci pintu rumah, lalu kemudian memadamkan lampu ruangan dan mereka semuanya beristirahat malam.


   Lalu keesokan harinya seperti biasanya, mereka bangun pagi-pagi sekali setelah sebelumnya mereka semua salat subuh. Lalu mereka segera menuju ke ruangan dapur untuk memasak, karena mereka berbelanja bahan-bahan pokok nya sudah mulai kemarin. Jadi mereka tinggal mengambil bahan-bahan tersebut yang memang sebelumnya mereka beli, lalu kemudian mereka memasaknya.


   Lalu setelah mereka selesai memasak, baru kemudian mereka segera sarapan pagi bersama, dan setelah mereka selesai sarapan pagi, baru mereka langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, maka mereka semuanya segera mandi. Lalu setelah itu mereka segera berdandan dengan rapi, lalu kemudian semuanya segera berangkat ke kampus dengan naik bus, dan Adit pun juga ikut bersama mereka seperti biasanya.